Jakarta | Musisi senior Doddy Katamsi meninggal dunia pada Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 13.15 WIB. Kabar tersebut disampaikan oleh adiknya, Aning Katamsi, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Informasi itu disampaikan di TPU Pangkalan Jati, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Dalam keterangannya, Aning menyebut Doddy telah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) selama 45 hari sebelum meninggal dunia.
Perawatan di RSUI tersebut dimulai pada 1 September 2026 dan berlangsung hingga kabar duka disampaikan kepada publik. Rentang waktu itu menjadi bagian penting dari informasi yang disampaikan keluarga mengenai hari-hari terakhir Doddy. Aning menyampaikan keterangan tersebut di area pemakaman, sehari setelah Doddy meninggal. Dengan demikian, tanggal perawatan, lama menjalani perawatan, serta waktu meninggal menjadi informasi utama yang diberikan keluarga dalam kesempatan itu.
Keterangan keluarga menyebutkan bahwa Doddy dirawat secara intensif selama 45 hari, tetapi tidak merinci penyebab kematiannya. Karena itu, informasi mengenai kondisi kesehatan atau faktor lain tidak dapat dipastikan lebih jauh berdasarkan keterangan yang disampaikan tersebut. Penyampaian kabar ini memberikan konfirmasi mengenai waktu kepergian Doddy dan masa perawatannya, tanpa menyertakan penjelasan tambahan tentang diagnosis maupun hubungan perawatan dan kematiannya. Rangkaian informasi yang tersedia berfokus pada keterangan Aning, lokasi penyampaiannya, serta tanggal-tanggal yang disebutkan. Dalam pemberitaan mengenai kepergian musisi senior itu, batas informasi tersebut penting dijaga agar fakta yang telah disampaikan keluarga tidak bercampur dengan dugaan. Kabar meninggalnya Doddy pada Kamis siang itu pun diterima setelah ia menjalani perawatan di RSUI sejak awal September. Keterangan Aning pada Jumat berikutnya menjadi sumber informasi yang disampaikan kepada publik mengenai masa perawatan dan waktu meninggalnya.Menurut Aning, Doddy Katamsi telah lama memiliki masalah pada jantung dan ginjal. Riwayat tersebut bukan kondisi yang baru muncul ketika ia menjalani perawatan terakhir. Informasi ini memberi gambaran mengenai keadaan kesehatannya sebelum masa perawatan selama 45 hari, sekaligus menjelaskan bahwa ia telah menghadapi persoalan kesehatan yang berlangsung dalam jangka waktu panjang. Meski demikian, keterangan mengenai riwayat itu perlu dipahami sesuai batas informasi yang disampaikan Aning, tanpa menambahkan dugaan mengenai diagnosis atau perkembangan medis lain yang tidak dijelaskan.
Aning juga menyebut fungsi ginjal Doddy mengalami penurunan. Karena kondisi tersebut, Doddy menjalani cuci darah secara rutin. Prosedur ini menjadi bagian dari penanganan yang ia perlukan untuk mengatasi gangguan fungsi ginjalnya. Keterangan tentang cuci darah membantu menjelaskan bahwa masalah ginjalnya membutuhkan perhatian dan perawatan berkelanjutan, bukan hanya pemeriksaan sesekali. Namun, informasi yang tersedia tidak merinci jadwal prosedur, hasil pemeriksaan, ataupun perubahan kondisi ginjalnya dari waktu ke waktu.
Riwayat gangguan jantung dan ginjal itu dapat ditempatkan sebagai latar belakang saat membahas masa perawatan terakhir Doddy. Selama 45 hari terakhir, ia berada dalam perawatan, sementara masalah jantung dan ginjal telah lama menjadi bagian dari riwayat kesehatannya menurut Aning. Penjelasan tersebut menyampaikan konteks mengenai keadaan yang telah dihadapi Doddy, termasuk kebutuhan menjalani cuci darah secara rutin akibat menurunnya fungsi ginjal. Akan tetapi, tidak ada rincian lebih lanjut dalam keterangan ini mengenai bagaimana masing-masing kondisi ditangani selama perawatan terakhir.
Penting untuk membedakan informasi tentang riwayat penyakit dan kesimpulan mengenai penyebab kematian. Keterangan Aning menyatakan bahwa Doddy memiliki masalah jantung dan ginjal sejak lama serta menjalani cuci darah karena fungsi ginjalnya menurun. Informasi itu tidak dengan sendirinya menjelaskan hubungan medis kondisi-kondisi tersebut dan kematiannya. Tanpa keterangan medis yang lebih lengkap, hubungan sebab-akibat tidak dapat dipastikan. Karena itu, riwayat ini sebaiknya dipahami sebagai konteks kesehatan yang disampaikan keluarga, bukan sebagai penjelasan pasti mengenai penyebab akhir yang dialami Doddy.
Selama menjalani perawatan, Doddy Katamsi diketahui menjalani kateterisasi sebagai bagian dari penanganan masalah jantungnya. Prosedur itu dilakukan untuk memasang stent, yang juga kerap disebut ring, pada pembuluh darah jantung. Tindakan tersebut menjadi salah satu rangkaian perawatan selama ia berada di rumah sakit. Dalam pelaksanaannya, dokter menggunakan zat kontras untuk membantu proses pemeriksaan atau tindakan. Keberadaan zat ini kemudian menjadi perhatian ketika kondisi fungsi ginjal Doddy turut mengalami gangguan selama masa perawatan.
Menurut penjelasan Aning, gangguan fungsi ginjal membuat zat kontras tersebut tidak dapat dikeluarkan dari tubuh secara optimal. Akibatnya, zat yang digunakan dalam prosedur kateterisasi itu masih berada di dalam tubuh Doddy. Penjelasan tersebut menggambarkan kaitan kondisi ginjal dan proses pengeluaran zat kontras sebagaimana disampaikan Aning. Dengan demikian, zat kontras menjadi bagian dari konteks perawatan yang perlu dipahami bersama dengan tindakan pemasangan stent dan masalah kesehatan lain yang dialami Doddy.
Aning menjelaskan hubungan tersebut sebagai bagian dari kondisi Doddy selama dirawat, bukan sebagai keterangan bahwa kateterisasi dengan sendirinya menyebabkan gangguan ginjal. Gangguan fungsi ginjal yang telah dialami membuat tubuhnya tidak mampu mengeluarkan zat kontras secara optimal, sehingga zat itu masih tertahan di dalam tubuh. Keterangan ini terbatas pada penjelasan Aning mengenai keadaan Doddy dan tidak menyimpulkan dampak medis lain yang tidak disebutkan.
Rangkaian informasi tersebut menunjukkan bahwa pemasangan ring pada jantung melibatkan penggunaan zat kontras, sementara kondisi ginjal menjadi faktor dalam proses pengeluarannya. Penjelasan Aning membantu menerangkan mengapa zat kontras masih berada di tubuh Doddy selama masa perawatan. Namun, uraian ini tidak memberikan rincian tentang jenis zat, jumlah yang digunakan, lama zat tersebut bertahan, atau langkah medis lanjutan yang dilakukan. Informasi yang tersedia hanya menyebut kateterisasi untuk pemasangan stent serta hubungan gangguan fungsi ginjal dengan tidak optimalnya pengeluaran zat kontras, sebagaimana disampaikan Aning.
Selama menjalani perawatan, Doddy Katamsi sempat mengalami delirium atau gangguan kesadaran. Kondisi tersebut menjadi salah satu masalah yang muncul dalam rangkaian penanganannya setelah ia menjalani prosedur pemasangan ring. Delirium merujuk pada perubahan kesadaran atau keadaan mental, tetapi informasi yang tersedia tidak merinci gejala yang dialami Doddy, berapa lama kondisinya berlangsung, maupun tindakan khusus yang diberikan untuk mengatasinya. Karena itu, kondisi tersebut dapat dijelaskan sebatas gangguan kesadaran yang sempat terjadi selama masa perawatan, tanpa menambahkan keterangan klinis yang belum disampaikan.
Aning menyebut delirium itu diduga berkaitan dengan zat kontras yang digunakan dalam prosedur pemasangan ring. Menurut penjelasannya, zat tersebut diperkirakan tidak terbuang dari tubuh secara optimal karena Doddy juga mengalami masalah pada ginjal. Keterangan itu disampaikan sebagai dugaan mengenai hubungan gangguan ginjal, pembuangan zat kontras, dan perubahan kesadaran yang dialami. Dengan demikian, penyebab delirium tidak dinyatakan sebagai kepastian, melainkan dikaitkan dengan kondisi ginjal dan proses pengeluaran zat kontras sebagaimana dijelaskan Aning. Tidak tersedia rincian tambahan mengenai pemeriksaan atau penanganan yang dilakukan khusus untuk kondisi tersebut.
Delirium menjadi bagian dari sejumlah masalah kesehatan yang dihadapi Doddy selama perawatan, bersamaan dengan komplikasi jantung dan gangguan ginjal yang disebut dalam laporan mengenai kondisi kesehatannya. Namun, informasi yang ada tidak menjelaskan hubungan pasti setiap kondisi tersebut, sehingga keterkaitan yang disampaikan Aning mengenai zat kontras tetap perlu dipahami sebagai dugaan. Keterangan ini juga tidak memberikan dasar untuk menyimpulkan adanya penyebab lain atau tahapan medis tambahan. Setelah menjalani masa perawatan selama 45 hari, Doddy Katamsi meninggal pada Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 13.15 WIB.






