Kodam XXVI/Mataram Akan Bermarkas di Sultan Ground Godean

Enam Kodam Baru TNI AD Resmi Dibentuk, Ini Daftar Panglimanya

Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta — Markas Komando Daerah Militer (Kodam) XXVI/Mataram akan dibangun di Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman. Penetapan lokasi tersebut menjadi tahap penting dalam persiapan pembentukan struktur komando kewilayahan baru di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

Titik pembangunan markas telah melalui peninjauan akhir oleh pihak-pihak terkait. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi, kesesuaian peruntukan lahan, serta berbagai aspek pendukung bagi pembangunan fasilitas utama dan sarana penunjang satuan. Dengan peninjauan itu, Sidoluhur ditetapkan sebagai lokasi yang akan menjadi pusat kegiatan Kodam XXVI/Mataram.

Lahan yang digunakan untuk pembangunan markas berstatus Sultan Ground, atau tanah kasultanan. Status tersebut menjadi bagian penting dalam proses penetapan lokasi karena pemanfaatannya harus mengikuti ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Koordinasi pemerintah, pihak Kasultanan, serta unsur TNI diperlukan agar tahapan pembangunan berlangsung tertib dan sesuai dengan aturan pertanahan.

Kodam XXVI/Mataram merupakan satu dari enam kodam baru yang resmi dibentuk pada 5 Oktober, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 TNI. Pembentukan kodam baru tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi pertahanan untuk memperkuat komando teritorial dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas di daerah.

Keberadaan markas di Sidoluhur nantinya diharapkan mendukung koordinasi pertahanan, pembinaan wilayah, serta kerja sama TNI dan pemerintah daerah. Selain fungsi strategis tersebut, pembangunan markas juga akan menjadi agenda yang perlu dikomunikasikan secara terbuka kepada masyarakat sekitar, terutama terkait tahapan pekerjaan, akses kawasan, dan dampak kegiatan pembangunan. Penetapan lokasi ini menandai dimulainya persiapan lebih lanjut bagi hadirnya Kodam XXVI/Mataram di Kabupaten Sleman.

Kepala Penerangan Korem 072/Pamungkas, Mayor Inf Suwito, mengonfirmasi bahwa Sidoluhur ditetapkan sebagai lokasi terakhir untuk markas Kodam XXVI/Mataram. Penetapan tersebut menegaskan arah pembangunan markas komando baru yang akan berada di wilayah Godean, Kabupaten Sleman. Keterangan ini sekaligus memperjelas bahwa lokasi Sidoluhur bukan lagi sekadar salah satu pilihan, melainkan tempat yang telah ditentukan untuk menjadi markas Kodam XXVI/Mataram.

Dalam penjelasannya, Suwito menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan Sultan Ground untuk pembangunan Kodam XXVI/Mataram telah memperoleh persetujuan dan mengantongi izin dari pihak Keraton Yogyakarta. Dengan demikian, penggunaan lahan kasultanan tersebut telah memiliki dasar persetujuan dari pihak yang berwenang di lingkungan Keraton. Informasi itu menjadi bagian penting dalam menjelaskan status lokasi yang dipilih, tanpa mengubah keterangan mengenai tahapan pembangunan maupun rincian teknis lainnya.

Suwito juga menegaskan bahwa lokasi tersebut ditunjukkan oleh Ngarsa Dalem, yakni Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam konteks ini, Sri Sultan disebut sebagai pihak yang memberikan lahan kasultanan untuk pemanfaatan pembangunan markas Kodam XXVI/Mataram. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya keterlibatan langsung Keraton dalam penentuan lokasi sekaligus pemberian persetujuan atas penggunaan Sultan Ground. Karena itu, Sidoluhur dipastikan menjadi lokasi akhir markas Kodam XXVI/Mataram berdasarkan keterangan Korem 072/Pamungkas dan persetujuan dari pihak Keraton Yogyakarta.

Sebelum keputusan akhir mengarah ke Godean, tim survei yang melibatkan Mabes TNI AD, Kodam IV/Diponegoro, dan Korem 072/Pamungkas terlebih dahulu meninjau sejumlah alternatif lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Peninjauan tersebut mencakup beberapa wilayah di Bantul, Kulon Progo, serta kawasan lain di Sleman. Langkah ini dilakukan untuk memastikan calon lokasi memenuhi kebutuhan strategis, teknis, dan operasional bagi rencana pembentukan serta pembangunan Markas Kodam XXVI/Mataram.

Dari berbagai pilihan yang dipertimbangkan, Godean dinilai memiliki keunggulan paling lengkap. Ketersediaan lahan yang relatif siap menjadi salah satu pertimbangan utama, karena dapat mendukung proses persiapan pembangunan tanpa harus melalui tahapan pembebasan atau penataan yang terlalu panjang. Selain itu, letaknya strategis dan memiliki akses yang memadai untuk menunjang mobilitas personel, kegiatan komando, serta hubungan dengan satuan dan instansi terkait. Posisi tersebut juga dinilai mendukung pengembangan kawasan pertahanan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pertimbangan lain yang memperkuat pilihan Godean adalah kedekatannya dengan rencana lokasi baru Markas Polda DIY di Sidomulyo, Godean, Sleman. Kedekatan kedua fasilitas diharapkan dapat memudahkan koordinasi antarlembaga dan memperkuat sinergi dalam pelaksanaan tugas keamanan serta pertahanan di daerah. Meskipun lokasi telah diarahkan ke Sultan Ground Godean, pembangunan fisik belum segera dimulai. Pelaksanaannya masih menunggu pengalokasian anggaran dari pemerintah pusat. Di samping dukungan pembiayaan, diperlukan persiapan organisasi, penataan struktur, dan pemenuhan badan pelaksana pendukung agar pembangunan serta operasional markas dapat berjalan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Sebelum markas permanen Kodam XXVI/Mataram dibangun di kawasan Sultan Ground Godean, operasional awal satuan tersebut akan berlangsung dari Makorem 072/Pamungkas, Kota Yogyakarta. Korem 072/Pamungkas menjadi lokasi markas sementara sekaligus pusat koordinasi untuk menyiapkan struktur komando, administrasi, dan kebutuhan awal pembentukan Kodam baru. Penempatan sementara ini memungkinkan kegiatan organisasi berjalan lebih cepat sembari menunggu kesiapan lahan, rancangan, serta pembangunan fasilitas markas utama di Godean.

Untuk mendukung penggunaan Makorem sebagai pusat operasional, sebagian aktivitas perkantoran dan logistik Korem 072/Pamungkas dipindahkan secara bertahap. Pemindahan tersebut diarahkan ke Markas Batalyon Infanteri 403/Wirasada Pratista Kompi C di kawasan Demak Ijo, Sleman. Penataan ini dilakukan agar fungsi pelayanan, dukungan administrasi, dan distribusi logistik tetap berjalan tanpa menghambat persiapan operasional Kodam XXVI/Mataram. Proses perpindahan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan satuan serta kesiapan sarana pendukung di lokasi tujuan.

Pembentukan Kodam XXVI/Mataram juga akan mengubah susunan komando kewilayahan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Lima komando distrik militer, yaitu Kodim Kota Yogyakarta, Kodim Sleman, Kodim Bantul, Kodim Kulon Progo, dan Kodim Gunungkidul, nantinya beralih dari kendali Kodam IV/Diponegoro ke bawah komando Kodam XXVI/Mataram. Perubahan ini mencakup penyesuaian jalur pembinaan, koordinasi pertahanan wilayah, serta hubungan kerja satuan teritorial dan komando atas.

Di sisi personel, proses perekrutan dan pemetaan masih berlangsung secara bertahap. Personel akan diseleksi dan ditempatkan dari jajaran kodim dengan mempertimbangkan kemampuan, pengalaman, serta kecakapan masing-masing anggota. Penataan sumber daya manusia tersebut diperlukan agar setiap unsur memiliki komposisi yang sesuai dengan tugasnya. Setelah enam kodam baru diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada 5 Oktober, Mayjen TNI Drajad Brima Yoga telah ditunjuk sebagai Pangdam XXVI/Mataram.