Lombok | Mario Aji mengalami insiden dalam sesi latihan Pertamina Moto2 Mandalika Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Jumat, 9 Oktober. Pembalap Indonesia tersebut terjatuh setelah sebelumnya terjadi pengibaran bendera merah di lintasan. Situasi itu membuat jalannya latihan terhenti, sementara Mario harus mengakhiri sesi lebih awal karena kecelakaan yang dialaminya.
Menurut penjelasan Mario, insiden terjadi ketika ia kembali memasuki lintasan setelah bendera merah dikibarkan. Saat berusaha melanjutkan sesi, ia melakukan kesalahan teknis dalam mengendalikan motornya. Motor dimiringkan terlalu ekstrem ketika berada di lintasan, sehingga roda depan kehilangan kendali. Kondisi tersebut membuat Mario tidak dapat mempertahankan keseimbangan dan akhirnya terjatuh.
Mario menjelaskan bahwa kecelakaan itu bukan disebabkan oleh masalah besar pada lintasan maupun faktor lain di luar kendalinya. Ia mengakui insiden tersebut sebagai kesalahannya sendiri, terutama karena keputusan untuk memiringkan motor secara berlebihan ketika kembali melaju. Pengakuan itu menunjukkan sikap terbuka dan evaluatif menjelang sesi kualifikasi Moto2 Mandalika. Meski latihan terhenti akibat kecelakaan, Mario tetap berupaya mengambil pelajaran dari kejadian tersebut agar kesalahan serupa tidak terulang. Pemahaman terhadap respons motor, khususnya saat kembali ke lintasan setelah bendera merah, menjadi perhatian penting bagi pembalap Indonesia itu. Dengan menyadari penyebab insiden secara jelas, Mario dapat memusatkan perhatian pada persiapan berikutnya serta membangun kembali kepercayaan diri sebelum menghadapi sesi kualifikasi di hadapan pendukungnya.
Sebelum mengalami kecelakaan, Mario Aji menilai dirinya berada dalam kondisi yang cukup menjanjikan bersama motor Idemitsu Team Honda Asia. Ia merasa pengendalian motor mulai sesuai dengan karakter yang diharapkan, sehingga dapat menjalani sesi dengan kepercayaan diri yang lebih baik. Perasaan nyaman tersebut menjadi modal penting, terutama karena pembalap perlu memahami respons motor secara bertahap ketika menghadapi lintasan Mandalika yang menuntut konsistensi, ketepatan pengereman, dan kemampuan menjaga ritme.
Selain perkembangan pada motornya, Mario juga memandang kondisi cuaca di Lombok sebagai salah satu faktor yang berpotensi menguntungkan. Kelembapan udara dan suhu tinggi yang menjadi ciri khas kawasan Mandalika tidak sepenuhnya asing baginya. Sebagai pembalap yang terbiasa dengan iklim Lombok, ia memiliki pemahaman lebih baik mengenai bagaimana tubuh dan konsentrasi harus dipersiapkan untuk menghadapi panas. Pengetahuan tersebut dapat membantu menjaga stamina, memilih pengaturan yang tepat, serta mengelola ban dan ritme balapan secara lebih efektif.
Penilaian positif itu tidak berarti Mario mengabaikan tantangan yang ada. Cuaca panas tetap dapat meningkatkan tuntutan fisik, sementara perubahan kondisi lintasan berpotensi memengaruhi performa motor. Namun, pengalaman terhadap lingkungan setempat membuatnya melihat situasi tersebut sebagai peluang, bukan semata-mata hambatan. Dengan dasar itu, Mario masih yakin dapat memperlihatkan kemajuan pada sesi kualifikasi dan memaksimalkan kesempatan dalam balapan utama yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 11 Oktober.
Bagi pembalap Idemitsu Team Honda Asia tersebut, fokus berikutnya adalah mengubah rasa nyaman dan pemahaman terhadap kondisi lintasan menjadi hasil yang lebih baik. Evaluasi terhadap performa sebelum kecelakaan dapat digunakan untuk menentukan penyesuaian yang diperlukan, baik pada gaya berkendara maupun pada setelan motor. Sikap positif itu menjadi bekal penting untuk menghadapi rangkaian sesi berikutnya dengan target meningkatkan posisi dan menunjukkan potensi yang masih dimilikinya di Mandalika.
Hasil latihan hari pertama yang belum sesuai harapan tidak membuat Mario Aji kehilangan keyakinan menjelang kualifikasi Moto2 Mandalika. Ia memilih melihat situasi tersebut secara tenang dan menjadikannya sebagai bagian dari proses yang harus dilalui dalam balapan. Bagi Mario, insiden yang terjadi bukan alasan untuk berhenti berusaha, melainkan kesempatan untuk memahami kondisi motor, karakter lintasan, serta aspek berkendara yang masih perlu ditingkatkan.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Mario tidak ingin larut dalam kekecewaan setelah mengalami kecelakaan. Ia menyadari bahwa setiap sesi latihan dapat menghadirkan tantangan berbeda, termasuk perubahan grip, pilihan ban, dan penyesuaian setelan motor. Karena itu, seluruh informasi yang diperoleh pada hari pertama menjadi bahan evaluasi penting bagi dirinya dan tim. Data tersebut akan digunakan untuk menentukan perubahan yang diperlukan agar performa pada sesi berikutnya menjadi lebih kompetitif.
Mario juga menekankan pentingnya tetap fokus pada diri sendiri. Menurutnya, perhatian yang berlebihan terhadap catatan waktu atau performa pembalap lain dapat mengganggu konsentrasi. Ia ingin menjaga perhatian pada pekerjaan yang berada dalam kendalinya, yaitu meningkatkan kemampuan, memahami motor, dan menjalankan arahan tim secara maksimal. Kerja keras bersama kru menjadi bagian utama dari upaya tersebut, terutama dalam menemukan arah pengembangan yang tepat.
Berpikir positif bukan berarti mengabaikan masalah yang muncul. Sebaliknya, Mario berusaha menghadapinya secara terbuka dan menjadikan setiap kekurangan sebagai petunjuk untuk melakukan perbaikan. Evaluasi yang cermat diharapkan dapat membantu tim menentukan langkah yang lebih efektif sebelum kualifikasi berlangsung. Dengan persiapan yang lebih matang, ia optimistis mampu tampil lebih baik dan menunjukkan kecepatan yang sebenarnya.
Harapan untuk meraih hasil lebih baik tetap terjaga, tetapi Mario memahami bahwa pencapaian tersebut harus dibangun melalui proses. Konsistensi, kerja sama, dan arah kerja yang jelas menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan di Mandalika.
Mario Aji menyambut rangkaian Moto2 Mandalika dengan keyakinan yang tetap terjaga. Setelah menjalani hari pertama, ia menatap sesi latihan hari kedua, kualifikasi, dan balapan utama dengan sikap positif. Pembalap asal Indonesia itu memahami masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi, terutama dalam menemukan ritme terbaik serta meningkatkan konsistensi di setiap putaran. Namun, evaluasi tersebut tidak mengurangi motivasinya untuk tampil lebih kuat di hadapan pendukung tuan rumah.
Pada Moto2 Mandalika 2025, Mario finis di posisi ke-26. Hasil itu tentu belum sesuai dengan harapan, tetapi tidak menggoyahkan kepercayaan dirinya. Ia memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan pembelajaran untuk memahami karakter sirkuit, pengelolaan ban, dan respons motor dalam kondisi balapan yang menuntut. Bagi Mario, setiap sesi merupakan kesempatan untuk mengumpulkan informasi dan memperbaiki detail kecil yang dapat memberikan perbedaan ketika persaingan berlangsung ketat.
Balapan di Indonesia memiliki arti khusus bagi Mario karena berlangsung di depan publik kandang sendiri. Dukungan penonton memberikan energi tambahan sekaligus menghadirkan tanggung jawab untuk memberikan penampilan terbaik. Ia tetap antusias meskipun harus menghadapi cuaca Mandalika yang berat, termasuk panas, kelembapan, dan perubahan kondisi lintasan yang dapat memengaruhi performa pembalap maupun motor. Kemampuan beradaptasi akan menjadi salah satu faktor penting sepanjang akhir pekan.
Mario juga merasakan beberapa momen ketika motornya mampu memberikan kenyamanan. Perasaan tersebut menjadi modal penting untuk membangun kecepatan dan kepercayaan diri menjelang sesi-sesi berikutnya. Bersama tim, ia berupaya mempertahankan komunikasi yang solid, mengolah data, serta menentukan penyesuaian yang paling tepat. Dengan dukungan tersebut, Mario siap berjuang lebih keras pada latihan hari kedua dan kualifikasi sebelum menghadapi balapan utama. Targetnya adalah memaksimalkan seluruh potensi, menjaga fokus dalam setiap lap, dan meraih performa terbaik di Mandalika.
