Banjir Menggenangi Tiga Kecamatan di Padang, Sekitar 225 KK Terdampak

Banjir Menggenangi Tiga Kecamatan di Padang, Sekitar 225 KK Terdampak

Padang | Banjir melanda sejumlah kawasan permukiman di Kota Padang setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu siang, 10 Oktober 2026. Curah hujan yang tinggi memicu munculnya genangan di beberapa lokasi dan berdampak pada lingkungan tempat tinggal warga.

Peristiwa ini terjadi di tiga kecamatan di Kota Padang. Genangan yang terbentuk di kawasan permukiman menyebabkan aktivitas warga terganggu dan membuat sejumlah keluarga terdampak. Berdasarkan informasi awal, sekitar 225 kepala keluarga menjadi pihak yang terdampak banjir tersebut.

Banjir itu menjadi dampak langsung dari hujan berintensitas tinggi yang turun di wilayah Kota Padang. Air menggenangi sejumlah area permukiman, sehingga kondisi di beberapa kawasan perlu mendapat perhatian. Kejadian tersebut tercatat setelah hujan mengguyur sejak Sabtu siang dan memicu genangan di lebih dari satu wilayah.

Data mengenai dampak banjir mencakup warga yang tinggal di tiga kecamatan terdampak. Sekitar 225 kepala keluarga tercatat mengalami dampak akibat genangan yang melanda lingkungan permukiman mereka. Peristiwa ini menunjukkan bahwa hujan deras dapat dengan cepat memicu banjir di sejumlah kawasan Kota Padang, terutama ketika air menggenangi area tempat warga beraktivitas dan menetap.

Laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Sumatera Barat mencatat banjir berdampak pada tiga kecamatan di Kota Padang. Ketiga wilayah tersebut ialah Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Data ini menjadi gambaran awal mengenai sebaran lokasi yang terdampak, sementara petugas masih melakukan pemantauan serta pendataan di lapangan.

Di Kecamatan Kuranji, wilayah yang dilaporkan terdampak berada di Kelurahan Kuranji. Sementara itu, dampak banjir di Kecamatan Koto Tangah tercatat meliputi Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, dan Lubuk Minturun. Adapun di Kecamatan Nanggalo, lokasi yang terdampak berada di Kelurahan Tabiang Banda Gadang.

Informasi tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan. Berdasarkan laporan awal, banjir diperkirakan berdampak terhadap sekitar 225 kepala keluarga (KK) yang berada di sejumlah kawasan tersebut. Jumlah itu masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring berlangsungnya verifikasi data serta pemutakhiran laporan dari masing-masing wilayah.

Petugas BPBD bersama unsur terkait terus berkoordinasi untuk memantau kondisi permukiman, mengidentifikasi kebutuhan warga, dan memastikan perkembangan situasi dapat dilaporkan secara berkala. Pendataan dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih rinci mengenai jumlah warga terdampak, kondisi lingkungan, serta kemungkinan kebutuhan penanganan lanjutan. Masyarakat di wilayah yang berpotensi kembali mengalami genangan diimbau tetap memperhatikan informasi resmi dari pemerintah daerah dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Berdasarkan laporan terakhir, banjir yang menggenangi tiga kecamatan di Kota Padang berdampak pada sekitar 225 kepala keluarga (KK). Angka tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan di lapangan belum selesai. Petugas terus memeriksa kondisi warga terdampak, termasuk mereka yang mengungsi sementara maupun yang masih bertahan di rumah masing-masing. Pembaruan data diperlukan untuk memastikan jumlah keluarga, lokasi terdampak, serta kebutuhan mendesak dapat tercatat secara akurat.

Selain jumlah warga terdampak, informasi mengenai korban jiwa dan kerugian material juga masih dalam tahap verifikasi. Petugas belum dapat menyampaikan angka final sebelum pemeriksaan di sejumlah lokasi selesai dilakukan. Proses ini mencakup pencocokan laporan dari masyarakat dengan hasil pemantauan langsung, sehingga data yang disampaikan kepada publik dapat dipertanggungjawabkan. Perkembangan mengenai kondisi warga dan dampak banjir akan diperbarui sesuai hasil pendataan terbaru.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang telah melakukan kaji cepat untuk mengetahui cakupan genangan serta kebutuhan penanganan darurat. BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat respons, menyiapkan dukungan bagi warga, dan memastikan langkah penanganan dilakukan secara terpadu. Petugas gabungan dari unsur pemerintah dan pihak terkait turut melakukan pendataan, memantau situasi, serta mengevakuasi warga yang membutuhkan bantuan ke tempat yang lebih aman.

Penanganan di lapangan masih berlangsung karena kondisi banjir belum sepenuhnya membaik. Hingga Sabtu malam, genangan dilaporkan belum surut di sejumlah wilayah terdampak. Petugas tetap bersiaga untuk menindaklanjuti laporan warga, terutama apabila ketinggian air meningkat atau akses menuju permukiman semakin sulit. Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas, mengutamakan keselamatan, dan segera melaporkan kebutuhan evakuasi maupun bantuan melalui saluran resmi yang tersedia.

Wali Kota Padang meninjau kondisi banjir di Perumahan Cluster Luminpark bersama Kapolda, Kapolres, Ketua DPRD Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, serta camat setempat. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung dampak genangan sekaligus memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera ditangani. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan aparat penegak hukum juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi selama situasi darurat.

Dalam kunjungan itu, rombongan memeriksa kondisi lingkungan, akses menuju kawasan perumahan, serta kesiapan petugas dalam membantu masyarakat. Penanganan darurat diarahkan agar berlangsung cepat dan terukur, termasuk memastikan proses evakuasi warga berjalan baik apabila ketinggian air meningkat. Warga yang memerlukan bantuan diharapkan segera melaporkan kondisi kepada petugas di lapangan sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai tingkat urgensinya. Posisi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang sedang sakit, juga perlu menjadi perhatian dalam proses pemindahan ke tempat aman.

Pemantauan terhadap perkembangan banjir terus dilakukan oleh BNPB bersama BPBD dan pemerintah daerah. Koordinasi antarlembaga diperlukan untuk memperbarui informasi mengenai curah hujan, ketinggian air, kondisi sungai, serta akses transportasi di wilayah terdampak. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah berikutnya, termasuk penempatan personel, penyaluran bantuan, dan pengaturan evakuasi bila diperlukan.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, terutama apabila hujan deras masih berlanjut. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai atau kawasan rawan banjir diminta memantau informasi resmi dan segera menuju tempat aman ketika kondisi mulai memburuk. Seluruh masyarakat juga diharapkan mengikuti arahan petugas, tidak memaksakan diri melintasi arus atau genangan berbahaya, serta membantu menjaga kelancaran proses evakuasi di lingkungan masing-masing.