Wacana Kuliah Gratis PTN, Pakar Ingatkan Potensi Salah Sasaran dan Ketimpangan

Wacana Kuliah Gratis PTN, Pakar Ingatkan Potensi Salah Sasaran dan Ketimpangan

Bekasi | Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Keterangan yang tercatat menyebut Gagasan kuliah gratis dapat menjadi instrumen pemerataan yang dapat menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini paling tidak beruntung mengakses pendidikan tinggi," ujar Prof.

Data lain dalam laporan menunjukkan Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya! Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Ilustrasi mahasiswa universitas negeri, salah satu sasaran utama kebijakan kuliah negeri gratis. (Unair) Guru Besar bidang Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga (Unair) Prof. Tuti Budirahayu menanggapi wacana pembebasan biaya kuliah atau kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dikabarkan telah masuk dalam tahap pembahasan pemerintah. Ia mengingatkan masyarakat agar tak terbuai dengan label gratis, melainkan mengkritisi efektivitas dampaknya terhadap pemerataan akses pendidikan. Prof Tuti menilai, kebijakan kuliah gratis sejatinya patut diapresiasi jika ditempatkan sebagai instrumen pemerataan pendidikan untuk merangkul kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Tuti menegaskan, menggratiskan biaya kuliah secara menyeluruh tidak serta-merta mampu menghapus akar ketimpangan sosial di dunia pendidikan. Ia memprediksi, jika diterapkan secara rata tanpa klasifikasi ketat, mahasiswa dari kelompok finansial mampu justru akan menikmati keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan mahasiswa dari keluarga kelas bawah. Kuliah Negeri Gratis, Semoga Bukan Prank "Bisa diprediksi, mahasiswa yang memiliki kemampuan finansial akan lebih diuntungkan dengan kebijakan tersebut. Sebaliknya, bagi mahasiswa dari keluarga kelas bawah, kondisinya mungkin akan sama saja. Artinya, pendidikan tinggi gratis tidak dapat menyelesaikan persoalan ketimpangan," tegasnya. Berkaca dari implementasi sekolah gratis di jenjang SD hingga SMA, Prof Tuti menilai biaya operasional di tingkat perguruan tinggi sangat kompleks dan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari jumlah mahasiswa hingga biaya hidup. Oleh karena itu, kebijakan kuliah gratis dikhawatirkan tidak benar-benar dapat membebaskan mahasiswa dari seluruh tanggungan biaya operasional pendidikan. Guna menanggulangi potensi ketimpangan tersebut, Prof Tuti menawarkan tiga solusi alternatif bagi pemerintah apabila program kuliah gratis benar-benar digulirkan. Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!

Baca juga: Sinergi Bersama Hadapi Potensi Bencana, Personel Kodim Bojonegoro Segarkan Kemampuan Jinakkan Api | KETIKA “KATANYA” MENJADI VONIS: Dedy Luqman Hakim, S.H. Ingatkan Bahaya Menghancurkan Nama Baik Orang Tanpa Bukti