Kabupaten Pringsewu | Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Raya Pekon Podosari, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Insiden tersebut berlangsung di sekitar Jembatan Way Sekampung dan menimbulkan dampak fatal bagi para pengguna jalan yang terlibat.
Dalam peristiwa itu, dua pelajar sekolah menengah pertama (SMP) meninggal dunia. Seorang remaja lainnya juga dilaporkan mengalami luka parah dan harus mendapatkan penanganan medis. Petugas bersama warga kemudian melakukan evakuasi terhadap korban serta mengamankan lokasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan susulan.
Kasat Lantas Polres Pringsewu Iptu Adi Wibowo membenarkan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan lima kendaraan. Namun, ia menegaskan bahwa penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan. Keterangan awal yang beredar menyebutkan dugaan rem blong, tetapi informasi itu belum dapat dipastikan sebelum pemeriksaan terhadap kendaraan, saksi, dan bukti di tempat kejadian selesai dilakukan.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak untuk menyusun rangkaian kejadian secara utuh. Pemeriksaan juga diperlukan guna memastikan kendaraan mana yang lebih dahulu mengalami gangguan atau benturan, serta faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kecelakaan. Dengan demikian, kesimpulan mengenai penyebab tabrakan belum dapat ditetapkan hanya berdasarkan informasi awal di lokasi.
Jalan Raya Pekon Podosari merupakan jalur yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas dan bepergian antarkawasan. Kecelakaan di sekitar Jembatan Way Sekampung ini sempat menarik perhatian warga dan menyebabkan proses penanganan berlangsung di tengah arus lalu lintas. Kepolisian mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan, khususnya pada jalur dengan lalu lintas padat.
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, kecelakaan yang melibatkan lima kendaraan di Kabupaten Pringsewu diduga bermula ketika truk Fuso bermuatan pasir dengan nomor polisi BE 8412 AUH melaju dari arah Kecamatan Sukoharjo menuju Kecamatan Pringsewu. Kendaraan tersebut membawa muatan berat dan melintasi ruas jalan yang kondisinya menurun.
Saat berada di jalur menurun, truk itu diduga mengalami rem blong. Kondisi tersebut membuat sopir kehilangan kendali atas kendaraan yang dikemudikannya. Truk kemudian terus bergerak dan menabrak sejumlah kendaraan yang berada di depannya. Benturan tersebut memicu tabrakan beruntun di ruas jalan itu.
Petugas kepolisian yang menangani perkara tersebut masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan memeriksa kondisi kendaraan yang terlibat. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan rangkaian kejadian, termasuk posisi masing-masing kendaraan sebelum benturan dan kondisi sistem pengereman truk.
Dugaan rem blong yang disampaikan dalam keterangan awal belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kecelakaan. Polisi masih mendalami faktor lain yang mungkin berpengaruh, seperti kondisi teknis kendaraan, kecepatan saat melaju di jalan menurun, keadaan jalan, serta situasi lalu lintas ketika peristiwa terjadi. Hasil pemeriksaan dan penyelidikan akan digunakan untuk menetapkan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Benturan keras dalam kecelakaan yang melibatkan lima kendaraan tersebut berdampak parah terhadap sepeda motor Yamaha Mio yang ditumpangi tiga remaja pelajar SMP. Motor itu tidak hanya mengalami kerusakan berat, tetapi juga terseret hingga puluhan meter dari titik awal kecelakaan. Jarak seretan tersebut menunjukkan kuatnya benturan yang terjadi saat insiden berlangsung. Posisi ketiga remaja di atas sepeda motor membuat mereka ikut menerima dampak langsung dari tabrakan, terutama ketika kendaraan kehilangan kendali dan terseret di sepanjang badan jalan.
Dua penumpang Yamaha Mio, yakni MZ (13) dan RB (14), meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami luka parah. MZ diketahui merupakan warga Pekon Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu. Sementara itu, RB tercatat sebagai warga Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah. Keduanya tidak dapat diselamatkan setelah mengalami cedera serius akibat benturan. Kepergian dua pelajar tersebut menambah berat dampak kecelakaan, sekaligus meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga di lingkungan tempat tinggal mereka.
Pengendara Yamaha Mio, MR (14), yang juga berasal dari Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, mengalami luka parah dalam peristiwa tersebut. Setelah kecelakaan, ketiga remaja dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Husada untuk memperoleh penanganan medis. Evakuasi dilakukan guna memastikan korban yang masih dapat ditangani segera mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan. Kondisi luka yang dialami MR memerlukan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut, sementara dua korban lainnya telah dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Peristiwa ini menjadi perhatian karena melibatkan pelajar berusia remaja dan menimbulkan korban jiwa serta luka berat.
Kecelakaan yang melibatkan lima kendaraan di wilayah Pringsewu juga menyeret Toyota Innova bernomor polisi BE 1810 UW, Mitsubishi Pajero BE 1459 UC, dan sepeda motor Honda PCX BE 2938 UAJ. Ketiga kendaraan tersebut kini telah dievakuasi dan diamankan di Kantor Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Pringsewu untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Pengemudi Toyota Innova, Riswanto, warga Pekon Totokarto, Kecamatan Adiluwih, dilaporkan selamat tanpa mengalami luka. Kondisi serupa dialami pengemudi Mitsubishi Pajero, Parlindungan Silaban (33), warga Pekon Sukoharjo III Barat. Polisi masih mendata kondisi kendaraan serta meminta keterangan dari para pengemudi dan saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, pengendara Honda PCX, Novia Arum (36), warga Pekon Sukoyoso, Kecamatan Sukoharjo, mengalami luka ringan. Novia diketahui membonceng anaknya yang berusia 10 tahun dengan inisial HM. Anak tersebut dilaporkan tidak mengalami luka dalam peristiwa itu. Keduanya telah mendapat penanganan sesuai kondisi yang dialami.
Pengemudi truk Fuso yang diduga berkaitan dengan rangkaian kecelakaan tersebut dilaporkan meninggalkan lokasi. Hingga kini, keberadaannya masih dicari untuk kepentingan penyelidikan. Petugas terus mengumpulkan keterangan dari korban, pengemudi kendaraan lain, dan saksi guna memastikan kronologi serta penyebab kecelakaan.
Selain memeriksa kendaraan yang terlibat, polisi juga mendalami dugaan gangguan pada sistem pengereman truk. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat menjelaskan faktor yang memicu tabrakan beruntun tersebut. Proses penyelidikan masih berlangsung, sementara seluruh kendaraan yang telah dievakuasi akan menjadi bagian dari pemeriksaan teknis oleh Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Pringsewu.
Baca juga: Tanamkan Kepedulian Sejak Dini, Pelajar Antusias Terima Materi Karhutla dari Tim Penyuluh | Perkuat Kesiapsiagaan Dalam Menangani Karhutla, Personel Lanud Sjamsudin Noor Asah Kemampuan Operasikan Kendaraan Pemadam Kebakaran

