Yogyakarta | Kabar duka menyelimuti dunia kecantikan Indonesia. Martha Tilaar, pendiri dan tokoh penting di balik perkembangan kosmetik lokal berbahan alami, meninggal dunia pada usia 89 tahun. Berita tersebut menjadi perhatian publik karena Martha dikenal sebagai sosok yang tidak hanya membangun perusahaan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan alam serta tradisi perawatan Nusantara kepada masyarakat luas.
Kabar wafatnya Martha terkonfirmasi melalui unggahan di akun Instagram resmi @sariyu_mt pada Rabu pagi. Unggahan tersebut menyampaikan penghormatan kepada perjalanan hidup dan pengabdian Martha selama puluhan tahun. Pesan yang dibagikan menekankan bahwa dedikasi, karya, serta semangatnya dalam memajukan dunia kecantikan akan terus dikenang oleh keluarga, rekan kerja, dan masyarakat Indonesia.
Dalam perjalanan kariernya, Martha Tilaar turut mendorong pemanfaatan bahan-bahan alami Indonesia dalam produk kecantikan. Upayanya membantu membentuk identitas kosmetik lokal yang menggabungkan pengetahuan modern dengan warisan budaya. Melalui berbagai karya dan gagasan, ia memperlihatkan bahwa kekayaan Nusantara dapat dikembangkan menjadi bagian dari industri yang berdaya saing, tanpa kehilangan akar tradisinya.
Pengabdiannya bagi Indonesia juga tercermin melalui konsistensi dalam memperkenalkan perawatan kecantikan yang berangkat dari pengetahuan lokal. Bagi banyak pihak, Martha bukan sekadar pelaku usaha, melainkan perintis yang membuka jalan bagi pertumbuhan industri kecantikan nasional. Warisan tersebut menjadi bagian penting dari penghormatan yang disampaikan dalam unggahan keluarga.
Kepergian Martha meninggalkan jejak panjang dalam dunia usaha, kecantikan, dan pelestarian budaya. Nilai kerja keras, kecintaan terhadap Indonesia, serta komitmennya mengangkat warisan Nusantara akan terus menjadi inspirasi. Keluarga dan masyarakat mengenang Martha Tilaar melalui kontribusi yang telah diberikan, sementara karya-karyanya tetap menjadi pengingat atas besarnya pengabdian seorang tokoh bagi negeri.
Martha Tilaar dikenal sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam perkembangan industri kecantikan Indonesia. Kiprahnya menempatkan produk kosmetik lokal sebagai bagian penting dari upaya mengembangkan perawatan kecantikan yang berakar pada kekayaan budaya Nusantara. Ia membangun gagasan bahwa bahan-bahan alami dari lingkungan Indonesia dapat dimanfaatkan dalam formulasi kosmetik, dengan tetap memperhatikan kebutuhan perawatan kulit, wajah, dan tubuh.
Dalam mengembangkan berbagai terobosan, Martha Tilaar memadukan pengetahuan mengenai tradisi perawatan kecantikan dengan ilmu kosmetik modern. Perpaduan tersebut menjadi dasar dalam menghadirkan produk yang tidak hanya mengambil inspirasi dari kebiasaan perawatan tradisional, tetapi juga dikembangkan melalui pendekatan yang sesuai dengan proses pembuatan kosmetik masa kini. Pendekatan ini diterapkan pada beragam produk, mulai dari perawatan kulit dan riasan wajah hingga perawatan tubuh.
Salah satu ciri penting dari kiprahnya adalah pemanfaatan tanaman herbal dan bahan alami yang telah lama dikenal dalam kearifan lokal. Berbagai pengetahuan mengenai tumbuhan, rempah, serta bahan botani yang digunakan dalam perawatan tradisional menjadi sumber inspirasi untuk pengembangan produk kecantikan. Pengetahuan tersebut kemudian ditempatkan dalam bentuk sediaan kosmetik yang lebih praktis untuk digunakan dalam rutinitas perawatan sehari-hari.
Melalui pendekatan tersebut, Martha Tilaar memperkenalkan hubungan tradisi Nusantara dan industri kosmetik modern. Produk-produk yang dikembangkan tidak terlepas dari identitas bahan alami dan pengetahuan lokal, sekaligus hadir dalam kategori perawatan yang beragam. Kiprahnya menunjukkan posisi penting seorang pelopor kosmetik berbahan alami dalam merumuskan produk kecantikan yang menggabungkan seni perawatan tradisional, pemanfaatan tanaman herbal, dan pengembangan kosmetik secara modern.
Martha Tilaar lahir di Gombong, Jawa Tengah, sebagai anak sulung dari tiga bersaudara. Pada masa kanak-kanak, ia dikenal jarang merawat diri dan lebih sering bertingkah seperti anak lelaki. Ketertarikannya terhadap dunia kecantikan tumbuh kemudian, terutama setelah ia dekat dengan Titi Poerwosoenoe, seorang ahli kecantikan di Yogyakarta. Pertemuan tersebut memperkenalkan Martha pada perawatan tubuh, tata rias, serta nilai penting merawat penampilan sebagai bagian dari kepercayaan diri dan kesehatan.
Ketertarikan itu mendorong Martha menekuni pendidikan kecantikan secara lebih serius. Ia menempuh pelatihan hingga berhasil lulus dari Academy of Beauty Culture di Bloomington, Indiana, Amerika Serikat. Pendidikan tersebut memberinya pengetahuan dan keterampilan yang menjadi dasar bagi langkah profesionalnya ketika kembali ke Indonesia. Selain mempelajari teknik kecantikan modern, pengalaman itu juga memperkuat pandangannya bahwa perawatan dapat dikembangkan dengan memanfaatkan kekayaan alam dan tradisi lokal.
Pada 1970, Martha mulai membangun usaha di Indonesia dengan membuka salon di sebuah garasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Tempat yang sederhana itu menjadi titik awal kiprahnya sebagai pengusaha kecantikan. Berkat layanan yang diberikan dan meningkatnya jumlah pelanggan, ia kemudian membuka gerai kedua bernama Martha Griya Salon, juga di kawasan Menteng. Perkembangan tersebut menandai tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan dan konsep perawatan yang ditawarkannya.
Dari fase awal inilah Martha mulai mengembangkan perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal. Ia memadukan pengetahuan kecantikan yang diperoleh melalui pendidikan dengan bahan-bahan alami yang telah lama digunakan dalam tradisi Indonesia. Pendekatan tersebut menjadi landasan bagi lahirnya bisnis kecantikan Martha Tilaar, yang kelak berkembang dari layanan salon menjadi usaha yang menghadirkan berbagai produk dan perawatan berbasis warisan alam Nusantara.
Selama lebih dari lima dekade, perjalanan usaha Martha Tilaar berkembang dari layanan salon menjadi bisnis kecantikan dengan cakupan yang jauh lebih luas. Pengalaman dalam merawat kecantikan kemudian diterjemahkan ke dalam pengembangan berbagai produk perawatan kulit dan riasan. Produk-produk tersebut memanfaatkan bahan alami sekaligus memperkenalkan kekayaan kearifan lokal Indonesia sebagai bagian penting dari identitas kecantikan yang ditawarkan kepada konsumen.
Perkembangan itu melahirkan sejumlah merek yang memiliki segmen dan karakter masing-masing. Sari Ayu dikenal melalui produk kosmetik dan perawatan yang mengangkat inspirasi tradisi serta kekayaan budaya daerah di Indonesia. Biokos hadir dengan fokus pada perawatan kulit, sementara Belia menyasar kebutuhan konsumen yang lebih muda. Untuk kebutuhan tata rias profesional, Martha Tilaar mengembangkan PAC yang digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk dunia kecantikan dan seni pertunjukan.
Rangkaian merek tersebut menunjukkan bagaimana usaha yang berawal dari salon dapat tumbuh menjadi ekosistem industri dengan beragam kategori produk. Penggunaan bahan alami dan pengolahan inspirasi lokal membantu memperluas pemahaman masyarakat bahwa kecantikan Indonesia memiliki sumber daya, pengetahuan, dan karakter tersendiri. Produk perawatan kulit serta riasan yang dikembangkan juga memberi pilihan berdasarkan usia, kebutuhan, dan penggunaan, dari pemakaian sehari-hari hingga kebutuhan profesional.
Dalam perkembangannya, kiprah Martha Tilaar turut mendorong bertambahnya pelaku industri kosmetik lokal. Pertumbuhan itu memperkuat keberadaan produk dalam negeri di tengah pilihan kecantikan yang semakin beragam. Masyarakat Indonesia pun memperoleh akses yang lebih luas terhadap produk perawatan dan riasan yang memadukan kebutuhan modern dengan bahan alami serta kearifan lokal. Warisan bisnis tersebut tercermin melalui keberlanjutan merek Sari Ayu, Biokos, Belia, dan PAC dalam memperkaya lanskap kosmetik Indonesia.
Baca juga: Kemenhub Sediakan 309 Rute Pesawat Perintis di 3T, Anggarannya Segini
