Jakarta | Petrus Bala Pattyona, pengacara keluarga Laurentius Valdo Fernandez Lewai atau Bharatu Valdo, menyoroti asal senjata laras panjang yang diduga digunakan Bharada Andika Rahmadani dalam peristiwa penembakan yang menewaskan Valdo. Menurutnya, informasi mengenai bagaimana senjata tersebut berada dalam penguasaan Andika menjadi salah satu hal yang perlu diperjelas oleh penyidik. Pertanyaan itu penting untuk melengkapi penelusuran atas rangkaian kejadian, bukan untuk mendahului hasil pemeriksaan atau menetapkan adanya keterlibatan pihak tertentu.
Petrus menyampaikan bahwa tim kuasa hukum keluarga belum mengetahui secara pasti bagaimana Andika memperoleh senjata tersebut. Karena itu, ia meminta penyidik menelusuri jalur perolehan dan akses terhadap senjata laras panjang itu. Pemeriksaan diharapkan dapat menjelaskan dari mana senjata berasal, bagaimana senjata bisa sampai kepada Andika, serta apakah terdapat pihak lain yang membantu proses tersebut. Hal-hal itu, menurut perhatian pihak keluarga, perlu dijawab melalui keterangan dan bukti yang diperiksa secara menyeluruh.
Permintaan untuk memeriksa kemungkinan adanya bantuan dari orang lain tidak berarti bahwa bantuan tersebut telah terbukti. Sampai ada hasil penyidikan yang menjelaskan fakta-faktanya, asal senjata dan peran pihak lain masih merupakan pertanyaan yang memerlukan verifikasi. Penelusuran yang cermat dapat membantu membedakan informasi yang telah terkonfirmasi dari dugaan, sekaligus mencegah kesimpulan yang terlalu dini mengenai pihak-pihak yang mungkin terkait.
Dalam perkara polisi tembak polisi yang berujung pada kematian Bharatu Valdo, keluarga melalui kuasa hukumnya mengharapkan penyidik tidak hanya menelaah tindakan pada saat penembakan, tetapi juga konteks yang relevan sebelum senjata digunakan. Penelusuran mengenai akses dan asal senjata dapat menjadi bagian dari upaya membangun gambaran perkara berdasarkan fakta. Petrus menempatkan pertanyaan tersebut sebagai permintaan agar penyidikan menjangkau seluruh aspek yang berkaitan, dengan tetap mengedepankan pembuktian dan proses hukum. Jawaban yang jelas mengenai kepemilikan, akses, serta cara senjata itu diperoleh diharapkan dapat diperoleh dari pemeriksaan resmi, bukan semata-mata dari asumsi. Dengan demikian, publik dan keluarga dapat memahami hasil penyidikan berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.Petrus menyoroti dugaan lokasi kejadian yang berada di lingkungan markas atau mess di kawasan lapangan Markas Komando Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Menurutnya, konteks lokasi tersebut penting untuk menelusuri bagaimana senjata laras panjang dapat dijangkau oleh anggota yang diduga sedang tidak bertugas. Pertanyaan itu, kata Petrus, tidak hanya berkaitan dengan tindakan orang yang menggunakan senjata, tetapi juga dengan tata kelola penyimpanan dan pengawasan senjata di area tersebut. Ia meminta rangkaian peristiwa diperiksa secara menyeluruh agar akses terhadap senjata dapat dijelaskan berdasarkan keterangan saksi, bukti, serta prosedur yang berlaku. Hingga pemeriksaan dilakukan, dugaan mengenai lokasi dan keadaan para pihak tetap perlu dipahami sebagai hal yang harus diklarifikasi oleh penyidik.
Petrus juga mempertanyakan mekanisme pengamanan senjata di lokasi. Apabila senjata disimpan di gudang, ia meminta penjelasan tentang sistem penguncian yang digunakan dan siapa saja yang memegang kunci gudang tersebut. Pemeriksaan, menurutnya, perlu mencakup catatan keluar-masuk senjata, pihak yang memiliki kewenangan untuk mengambilnya, serta kepatuhan terhadap prosedur saat senjata dikeluarkan. Sementara itu, jika senjata berada di pos penjagaan, muncul pertanyaan lain: di mana petugas yang semestinya berjaga ketika peristiwa terjadi? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu dapat membantu menggambarkan apakah terdapat celah dalam pengawasan atau penyimpanan. Namun, penilaian mengenai ada atau tidaknya pelanggaran harus didasarkan pada temuan penyidikan, bukan asumsi semata. Karena itu, keterangan petugas dan pemeriksaan terhadap prosedur internal menjadi penting untuk memastikan alur akses senjata.
Dalam pandangan Petrus, kemungkinan adanya bantuan kepada pihak yang memperoleh senjata tidak otomatis menunjukkan keterlibatan langsung dalam penembakan. Bentuk bantuan dan peran setiap orang perlu dibedakan melalui pendalaman fakta. Penyidik, lain, perlu menelusuri bagaimana senjata berpindah dari tempat penyimpanan hingga berada dalam penguasaan orang yang diduga menggunakannya. Cara memperolehnya juga belum dapat disimpulkan. Petrus menyebut kemungkinan adanya ancaman atau muslihat yang membuat seseorang menyerahkan atau memberikan akses terhadap senjata; kemungkinan tersebut masih harus diuji, bukan dianggap telah terbukti. Penyelidikan yang cermat diharapkan menjawab siapa yang membuka akses, bagaimana pengamanan dijalankan, dan apakah ada pihak lain yang membantu, serta dalam kapasitas apa. Dengan demikian, penelusuran akses senjata menjadi bagian penting untuk memahami kejadian sekaligus menilai kepatuhan terhadap prosedur pengawasan di lokasi.
Petrus menyampaikan bahwa tim kuasa hukum Bharatu Valdo telah memperoleh sejumlah foto dan dokumen yang, menurut penilaian mereka atas bahan tersebut, memperlihatkan beberapa luka pada tubuh Valdo. Ia menyebut adanya luka terbuka di bagian kepala, sabetan di leher, serta luka pada lengan. Informasi itu disampaikan Petrus dengan merujuk pada materi yang diterima timnya, bukan sebagai kesimpulan yang telah dipastikan melalui pemeriksaan medis atau forensik resmi.
Pembedaan sumber informasi tersebut penting untuk menjaga kejelasan mengenai apa yang telah diketahui dan bagaimana informasi itu diperoleh. Foto dan dokumen yang diterima tim kuasa hukum menjadi dasar bagi pernyataan Petrus, tetapi materi tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan waktu, penyebab, maupun tingkat keparahan setiap luka. Karena itu, uraian mengenai kondisi Valdo perlu tetap diatribusikan kepada Petrus dan timnya sampai ada keterangan resmi dari pihak yang melakukan pemeriksaan.
Petrus juga menyatakan bahwa hingga saat ini tim kuasa hukum belum menerima penjelasan resmi yang menggambarkan keseluruhan kondisi korban berdasarkan pemeriksaan tersebut. Dengan demikian, belum ada keterangan yang dapat mereka jadikan rujukan untuk memastikan temuan medis secara lengkap, termasuk rincian pemeriksaan terhadap bagian tubuh yang disebutkan. Tim kuasa hukum, menurut Petrus, masih memerlukan informasi yang menyeluruh agar dapat memahami keadaan Valdo berdasarkan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Keterangan tentang luka-luka itu relevan dalam konteks permintaan agar akses terhadap senjata dan rangkaian peristiwa penembakan ditelusuri. Namun, informasi yang bersumber dari bahan yang diterima penasihat hukum harus dibedakan dari temuan penyidik maupun tenaga medis. Sampai ada konfirmasi resmi, uraian Petrus sebaiknya dipahami sebagai keterangan pihak kuasa hukum mengenai materi yang mereka miliki. Penjelasan resmi yang mencakup kondisi korban secara keseluruhan juga belum diterima tim tersebut, sebagaimana disampaikan Petrus. Pemisahan ini membantu pembaca melihat batas informasi yang tersedia tanpa menganggap deskripsi luka sebagai hasil pemeriksaan yang sudah dikonfirmasi.Saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Senin, 19 Oktober 2026, Petrus mengatakan pihaknya belum menerima penjelasan terperinci dari penyidik mengenai rangkaian peristiwa yang berujung pada tewasnya Bharatu Valdo. Menurutnya, informasi yang tersedia sejauh ini belum cukup untuk menjelaskan secara utuh apa yang terjadi sebelum dan sesudah penembakan. Karena itu, ia berharap penyidik dapat memaparkan perkembangan perkara secara jelas kepada keluarga maupun kuasa hukum, termasuk fakta-fakta yang telah dikumpulkan dalam proses penyelidikan.
Petrus menilai beberapa aspek masih perlu diungkap agar peristiwa tersebut dapat dipahami secara menyeluruh. Di antaranya ialah bagaimana akses terhadap senjata yang digunakan, siapa yang dapat mengaksesnya, serta dalam keadaan apa senjata itu berada ketika kejadian berlangsung. Ia juga meminta kondisi Valdo sebelum dan setelah tertembak dijelaskan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, berikut urutan penanganan korban. Selain itu, menurut Petrus, motif kejadian belum terang dan perlu ditelusuri lebih lanjut oleh penyidik.
Baca juga: Surat Kuasa Bukan Mandat Tanpa Batas: DAF & Partners Resmi Akhiri Kuasa terhadap AD | Penembakan Petugas Bapang Jadi Tamparan Keras bagi Jaminan Keamanan di Papua | Latihan Kemampuan Penembakan Target Drone Menjadi Wawasan dalam SGS 2026
