Kota Metro | Kebakaran melanda KMP Batumandi di perairan Selat Sunda pada Selasa sore, 20 Oktober 2026, dan membuat penumpang panik. Salah seorang penumpang, Lia, warga Kota Metro, Lampung, menceritakan bahwa perjalanan pada awalnya berlangsung normal. Tidak ada hal yang menurut kesaksiannya menunjukkan perubahan dalam perjalanan sebelum pihak kapal menyampaikan pengumuman kepada penumpang. Situasi kemudian berubah setelah penumpang menerima arahan untuk bersiap kembali ke bus masing-masing. Peristiwa tersebut berlangsung di tengah perjalanan kapal, sebelum penumpang mengetahui adanya asap dari salah satu dek.
Menurut Lia, melalui pengeras suara pihak kapal mengumumkan bahwa kapal akan segera merapat. Penumpang juga diminta kembali ke bus masing-masing. Pengumuman itu menjadi arahan terakhir yang ia dengar sebelum alarm kebakaran berbunyi. Jarak waktunya, kata Lia, sekitar satu menit setelah pengumuman tersebut. Bunyi alarm membuat suasana di kapal berubah dan memicu kepanikan penumpang. Dalam kesaksiannya, Lia menggambarkan urutan kejadian itu sebagai perubahan cepat dari perjalanan yang semula berjalan biasa menjadi situasi yang menimbulkan kekhawatiran. Ia tidak menyebutkan adanya keterangan lain dari pihak kapal pada saat itu.
Setelah alarm terdengar, Lia berusaha mencari tahu apa yang terjadi. Ia kemudian melihat asap hitam keluar dari dek 2, yang merupakan dek kendaraan, dan menyaksikan asap tersebut semakin membesar. Pengamatan itu menjadi hal yang ia sampaikan untuk menjelaskan mengapa penumpang panik setelah alarm berbunyi. Keterangan Lia sejauh ini hanya menggambarkan pengumuman, bunyi alarm, serta asap yang terlihat dari dek tersebut. Tidak ada informasi dalam kesaksiannya mengenai penyebab munculnya asap atau kondisi kapal setelah kejadian. Dengan demikian, kronologi yang disampaikan berangkat dari pengalaman langsung Lia sebagai penumpang: perjalanan yang awalnya normal, pengumuman kapal akan merapat, instruksi kembali ke bus, alarm kebakaran, lalu asap hitam yang tampak kian membesar dari dek 2.
Setelah asap terlihat di KMP Batumandi, penumpang menerima informasi bahwa api diduga bermula dari sebuah mobil pribadi yang berada di dek 2. Informasi tersebut juga menyebutkan bahwa api kemudian merembet ke kendaraan lain yang terparkir di area itu. Namun, asal mula kebakaran masih disampaikan sebagai dugaan, bukan kepastian. Karena itu, keterangan mengenai mobil tersebut perlu dipahami sebagai informasi awal yang diterima penumpang, bukan kesimpulan tentang penyebab kejadian.
Situasi berubah ketika asap semakin membesar. Penumpang diminta menjauh dari sumber api, sehingga mereka tidak berada dekat dengan area kendaraan yang terdampak. Imbauan itu menjadi bagian dari langkah untuk menjaga jarak penumpang dari titik yang mengeluarkan asap. Dalam keadaan tersebut, informasi tentang dugaan awal api dan arahan untuk menjauh disampaikan kepada penumpang, sementara kondisi di area kendaraan menjadi perhatian.
Pelampung kemudian dibagikan kepada penumpang sebagai antisipasi apabila terjadi keadaan darurat. Pembagian perlengkapan keselamatan tersebut memberi penumpang sarana yang dapat digunakan jika diperlukan. Pada saat yang sama, sekoci disiapkan untuk mendukung proses evakuasi. Persiapan itu berlangsung sebagai langkah kesiapsiagaan, tanpa berarti bahwa seluruh penumpang telah dipindahkan atau bahwa sekoci sudah digunakan.
Rangkaian informasi tersebut menunjukkan bahwa perhatian beralih pada keselamatan penumpang setelah asap membesar. Mereka diarahkan menjauh dari sumber api, menerima pelampung untuk mengantisipasi kemungkinan darurat, dan mengetahui bahwa sekoci disiapkan sebagai dukungan evakuasi. Sementara itu, dugaan mengenai api yang berasal dari sebuah mobil pribadi di dek 2 dan merembet ke kendaraan lain tetap perlu disebut sebagai dugaan. Keterangan yang tersedia tidak memastikan bagaimana api bermula. Dengan demikian, perkembangan yang dapat ditegaskan terbatas pada informasi yang diterima penumpang, arahan untuk menjauh, pembagian pelampung, serta kesiapan sekoci. Tidak ada dasar dalam keterangan tersebut untuk menyatakan penyebab kebakaran secara pasti atau menambahkan langkah penanganan lain yang tidak disebutkan.
Dalam situasi darurat setelah alarm kebakaran memicu evakuasi penumpang KMP Batumandi di Selat Sunda, bantuan datang dari kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi. Sejumlah kapal wisata dan kapal nelayan turut membantu proses penyelamatan. Kehadiran mereka mendukung upaya membawa penumpang meninggalkan kapal yang mengalami keadaan darurat. Evakuasi berlangsung di tengah kebutuhan untuk segera menjauh dari kapal, sementara penumpang berusaha mencari jalan keluar dengan aman.
Kesaksian Lia menggambarkan suasana yang penuh kepanikan, terutama saat ibu-ibu dan anak kecil berdesakan untuk meninggalkan kapal. Dorongan untuk segera keluar membuat keadaan terasa semakin menegangkan. Penumpang harus bergerak dalam situasi yang tidak biasa, sementara perhatian tertuju pada upaya menyelamatkan diri dan keluarga. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa proses evakuasi bukan hanya soal berpindah dari satu kapal ke kapal lain, tetapi juga menghadapi kecemasan dan kerumunan dalam keadaan darurat.
Kapal wisata dan kapal nelayan di sekitar lokasi ikut membantu penumpang yang perlu dievakuasi. Dukungan dari kapal-kapal tersebut menjadi bagian penting dari penyelamatan, karena mereka berada di dekat kejadian ketika bantuan dibutuhkan. Penumpang yang meninggalkan KMP Batumandi dapat memperoleh pertolongan dari pihak yang berada di sekitar perairan itu. Namun, situasi tetap berlangsung dalam kondisi darurat dan penuh tekanan, sebagaimana terlihat dari kepanikan yang diceritakan Lia.
Keselamatan penumpang menjadi perhatian utama selama evakuasi. Dalam suasana ketika ibu-ibu dan anak kecil berdesakan, bantuan kapal wisata serta kapal nelayan turut mendukung proses meninggalkan kapal. Kesaksian Lia memberi gambaran mengenai ketegangan yang dirasakan penumpang pada saat itu, tanpa menghilangkan kenyataan bahwa bantuan tersedia di sekitar lokasi. Peristiwa ini memperlihatkan peran kapal-kapal di sekitar dalam membantu penyelamatan saat alarm kebakaran mendorong penumpang KMP Batumandi untuk segera dievakuasi.
Menurut informasi yang diterima Lia, barang-barang yang berada di dek tempat kendaraan diparkir dilaporkan hangus terbakar. Keterangan tersebut menggambarkan dampak kebakaran pada barang di area parkir kapal, tanpa merinci jenis maupun jumlah barang yang terdampak. Informasi yang tersedia hanya menyebut barang-barang di dek tersebut hangus terbakar. Karena itu, kondisi barang disampaikan sebagaimana dilaporkan, tanpa penambahan rincian mengenai tingkat kerusakan, kepemilikan, atau bagian lain kapal. Keterangan tentang dampak ini menjadi salah satu informasi yang diterima terkait peristiwa alarm kebakaran dan evakuasi penumpang KMP Batumandi di Selat Sunda. Tidak ada uraian lebih lanjut dalam informasi yang diterima Lia mengenai barang-barang tersebut.
Selain dampak pada barang di area parkir, sejumlah penumpang disebut mengalami luka ringan. Luka tersebut dilaporkan terjadi akibat penumpang berdesakan saat proses evakuasi. Keterangan ini tidak menyebut jumlah penumpang yang mengalami luka, sehingga jumlahnya tidak dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Dampak terhadap penumpang juga disampaikan terbatas pada luka ringan yang dikaitkan dengan kondisi berdesakan saat evakuasi. Tidak terdapat rincian tambahan mengenai identitas penumpang, penanganan luka, ataupun kondisi mereka setelah proses penyelamatan. Dengan demikian, informasi mengenai keadaan penumpang tetap mengacu pada laporan bahwa sebagian mengalami luka ringan ketika evakuasi berlangsung, tanpa memperluas keterangan tersebut dengan dugaan atau detail lain.
Di tengah laporan mengenai barang-barang yang hangus terbakar dan penumpang yang mengalami luka ringan akibat berdesakan, seluruh penumpang dilaporkan berhasil diselamatkan. Keterangan tentang keselamatan penumpang ini menjadi fakta yang disampaikan mengenai hasil evakuasi. Informasi yang diterima Lia menyebut dampak pada barang di dek parkir serta adanya sejumlah penumpang yang mengalami luka ringan, namun juga menyatakan bahwa semua penumpang berhasil diselamatkan.
Baca juga: Akses Darat Terhambat, Pangkoops TNI Habema Perintahkan Evakuasi Udara Ibu Sinta dari Mbua | Cegah Kebakaran Hutan Dan Lahan Meluas, Tim Penyuluh Alpha Mabes TNI Berikan Sosialisasi Dan Wawasan Kepada Anggota Bayan Resourse | TNI Perkuat Pemantauan Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Pencarian Lima Jurnalis di Selat Sunda






