Kabupaten Malang | Menjelang pertandingan melawan Dewa United, pelatih sementara Arema FC, Andre Caldas, meminta seluruh pemain menunjukkan kemampuan terbaik. Laga lanjutan BRI Super League 2026/2027 itu dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10), pukul 15.30 WIB, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Bagi Arema, bermain di kandang menjadi kesempatan untuk berusaha meraih hasil positif, sekaligus tantangan yang menuntut kesiapan sejak awal pertandingan. Caldas menekankan bahwa para pemain perlu tampil maksimal dan menjalankan tanggung jawab masing-masing, bukan hanya mengandalkan dukungan suporter. Persiapan, fokus, serta kerja sama di lapangan diharapkan menjadi bagian penting dari upaya tim menghadapi lawan.
Dalam konferensi pers di Kota Malang pada Sabtu, Caldas mengingatkan bahwa pemain yang membela klub besar dengan jumlah suporter yang banyak harus memahami besarnya tanggung jawab tersebut. Dukungan publik, menurut pesan yang disampaikannya, berjalan bersama ekspektasi terhadap penampilan tim. Karena itu, tekanan yang muncul tidak seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan fokus atau ragu mengambil keputusan. Pemain perlu menerima situasi tersebut sebagai bagian dari tugas mereka ketika mengenakan seragam Arema. Sikap profesional dan kesungguhan sepanjang laga akan penting, terutama saat pertandingan berjalan sulit. Dengan menunjukkan usaha maksimal, para pemain dapat menjawab kepercayaan suporter melalui penampilan di lapangan.
Selain menuntut kerja keras, Andre juga meminta pemain percaya kepada kemampuan diri sendiri dan rekan setim. Kepercayaan itu diharapkan membantu Arema bermain dengan lebih mantap, menjaga komunikasi, serta tetap kompak dalam menghadapi tekanan dari Dewa United. Setiap pemain perlu yakin bahwa kontribusinya dapat mendukung upaya kolektif, baik ketika tim menguasai bola maupun saat harus bertahan. Rasa percaya terhadap sesama juga penting agar keputusan dan pergerakan antarpemain berjalan selaras. Caldas berharap pendekatan tersebut memberi Arema peluang untuk mengejar hasil positif di Kanjuruhan. Pesan utamanya jelas: tanggung jawab sebagai pemain klub besar perlu diwujudkan lewat performa terbaik, keyakinan, dan kerja bersama sepanjang pertandingan.
Menjelang pertandingan kandang melawan Dewa United, Arema mulai membenahi sejumlah aspek yang dinilai masih menjadi kekurangan tim. Andre menyampaikan bahwa ia telah berbicara dengan para pemain dan staf pelatih untuk mengevaluasi penampilan sebelumnya. Pembicaraan tersebut menjadi bagian dari persiapan agar tim memahami hal-hal yang perlu diperbaiki sebelum kembali bertanding. Evaluasi dilakukan secara bersama, sehingga pemain dan staf memiliki pandangan yang sejalan mengenai tantangan yang harus dihadapi. Arema ingin memastikan setiap kekurangan tidak hanya dibahas, tetapi juga ditindaklanjuti melalui latihan dan kesiapan yang lebih baik. Dengan demikian, tim berharap dapat menampilkan respons berbeda di hadapan pendukung sendiri.
Menurut Andre, persiapan serta upaya membangun mentalitas telah dikerjakan selama dua hari terakhir. Rentang waktu tersebut digunakan untuk memperkuat kesiapan tim, baik dari sisi teknis maupun sikap para pemain dalam menghadapi tekanan pertandingan. Pembenahan mental menjadi perhatian karena Arema perlu menjaga fokus dan kepercayaan diri, terutama setelah hasil-hasil yang belum sesuai harapan. Para pemain diharapkan mampu menerapkan hasil evaluasi ketika menghadapi Dewa United, menjaga komunikasi, serta tetap disiplin sepanjang laga. Sementara itu, staf pelatih turut menyiapkan pendekatan yang diperlukan agar rencana tim dapat dijalankan dengan lebih terarah. Persiapan singkat ini menjadi kesempatan bagi Arema untuk menyatukan kembali fokus dan tujuan menjelang laga penting.
Arema bertekad menghentikan rentetan lima pertandingan tanpa kemenangan. Catatan tersebut terdiri atas tiga hasil imbang dan dua kekalahan, sehingga tim membutuhkan hasil positif untuk mengubah suasana dan menjaga persaingan. Laga kandang kontra Dewa United menjadi kesempatan bagi Arema untuk membuktikan bahwa evaluasi dan pembenahan yang dilakukan memberi dampak nyata. Meski demikian, tekad saja tidak cukup; para pemain perlu menerjemahkannya melalui kerja kolektif, ketenangan, dan konsistensi selama pertandingan. Andre berharap komunikasi dengan skuad dan staf pelatih dapat membantu tim tampil lebih siap, tanpa mengabaikan kekuatan lawan. Dengan persiapan yang telah dijalani, Arema berupaya memutus tren negatif dan menjadikan dukungan publik di kandang sebagai dorongan untuk meraih hasil yang lebih baik.
Kekalahan 1-5 dari Persija Jakarta menjadi hasil terakhir Arema sebelum menghadapi agenda berikutnya, yakni menjamu Dewa United. Skor tersebut memberi konteks penting bagi situasi tim menjelang pertandingan mendatang. Bagi Arema, hasil itu tercatat sebagai kekalahan dengan selisih empat gol, sekaligus menjadi catatan yang tidak dapat diabaikan dalam pembahasan kondisi klub. Informasi mengenai pertandingan terakhir ini juga berkaitan dengan keputusan manajemen terhadap posisi pelatih kepala, Marcos Santos. Kekalahan tersebut turut melatarbelakangi langkah manajemen untuk memberhentikannya dari jabatan tersebut.
Hasil melawan Persija dengan demikian menjadi bagian dari latar yang mendahului perubahan di kursi pelatih Arema. Namun, informasi yang tersedia menempatkan kekalahan 1-5 itu sebagai salah satu hal yang melatarbelakangi keputusan, tanpa merinci alasan lain atau uraian lebih jauh mengenai prosesnya. Karena itu, hasil pertandingan dan keputusan manajemen dapat disampaikan secara terbatas sebagai dua fakta yang saling berkaitan dalam konteks menjelang laga berikutnya. Marcos Santos tidak lagi menjabat sebagai pelatih kepala setelah diberhentikan oleh manajemen, sementara kekalahan dari Persija tetap menjadi hasil terakhir yang tercatat sebelum Arema bersiap menghadapi Dewa United.
Menjelang pertandingan tersebut, catatan skor dari laga sebelumnya menjadi titik awal untuk memahami latar perubahan di tubuh tim. Kekalahan 1-5 bukan hasil yang terpisah dari pembahasan pergantian pelatih, sebab hasil itu turut menjadi pertimbangan dalam keputusan manajemen memberhentikan Marcos Santos. Meski demikian, tidak perlu menarik kesimpulan lain tentang penyebab kekalahan, keadaan internal tim, maupun pertimbangan tambahan yang tidak disampaikan. Fokusnya adalah urutan konteks yang diketahui: Arema kalah dari Persija Jakarta dengan skor 1-5, kemudian manajemen memberhentikan pelatih kepala Marcos Santos, dan tim memasuki persiapan untuk menjamu Dewa United. Rangkaian fakta tersebut menjelaskan latar yang menyertai laga berikutnya tanpa menambahkan kronologi atau alasan di luar informasi yang ada.
Arahan Andre menjelang pertandingan melawan Dewa United menegaskan bahwa Arema tidak ingin menjadikan pertahanan sebagai satu-satunya rencana permainan. Tim diharapkan tampil agresif sejak awal, berusaha menguasai bola, dan berani mengambil inisiatif untuk menyerang. Pendekatan tersebut menuntut para pemain aktif mencari ruang, mendukung rekan yang membawa bola, serta menjaga intensitas ketika membangun serangan. Dengan demikian, Arema diharapkan mampu menunjukkan sikap yang lebih proaktif sepanjang laga, bukan sekadar menunggu pergerakan lawan dan bereaksi setelah mendapat tekanan. Keberanian menyerang tetap perlu disertai organisasi permainan agar upaya menciptakan peluang tidak membuat keseimbangan tim terganggu.
Status sebagai tuan rumah memberi konteks tersendiri bagi instruksi itu. Arema akan bermain di hadapan pendukungnya, sehingga dukungan suporter dapat menjadi dorongan untuk tampil dengan energi dan keberanian. Namun, bermain di kandang bukan berarti para pemain perlu terburu-buru atau memaksakan serangan. Pesan Andre lebih mengarah pada kesediaan mengambil tanggung jawab dalam permainan: berusaha mengendalikan jalannya pertandingan ketika memungkinkan, lalu memanfaatkan kesempatan untuk menekan dan mengancam. Sikap tersebut juga dapat terlihat dari cara tim merespons situasi di lapangan, baik saat menguasai bola maupun ketika harus merebutnya kembali. Dukungan tribun diharapkan menguatkan keyakinan para pemain untuk menerapkan pendekatan itu.
Andre juga menekankan pentingnya semangat juang. Ia menyebut kata “semangat” berulang kali sebagai dorongan agar pemain menjaga motivasi dan tidak mudah kehilangan daya juang selama pertandingan.
Baca juga: Respons Cepat Diperkuat, Lanud Sjamsudin Noor Siagakan Tangki Portable Untuk Penanganan di Titik Rawan Karhutla | HADR Latgabma SGS 2026 Perkuat Respons Terpadu Hadapi Bencana | Respons Cepat Karhutla Dekat IKN, TNI Gerakkan Helikopter Caracal untuk Water Bombing






