Kabupaten Bogor. Banjir | Banjir menggenangi kawasan perumahan di Kelurahan Pabuaran Mekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Minggu, 25 Oktober 2026. Air masuk ke lingkungan warga setelah hujan deras mengguyur wilayah Cibinong pada sore hari. Di sejumlah titik, ketinggian genangan dilaporkan mencapai sekitar 30–40 sentimeter, sehingga menghambat aktivitas penghuni dan membuat akses di sekitar permukiman terdampak.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menerima laporan kejadian sekitar pukul 15.30 WIB, ketika hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung. Informasi tersebut menjadi dasar petugas untuk memantau lokasi dan mengidentifikasi dampak banjir. Genangan yang mencapai puluhan sentimeter dapat mengganggu pergerakan warga, terutama di bagian kawasan yang lebih rendah atau berada dekat aliran sungai. Sejumlah rumah pun terdampak masuknya air, sementara warga perlu berhati-hati saat melewati area tergenang.
Menurut penjelasan BPBD, hujan berintensitas tinggi meningkatkan debit air sekaligus memperkuat arus Kali Sugu Tamu. Tekanan aliran yang bertambah kemudian menyebabkan tanggul di kawasan tersebut jebol. Air dari sungai meluap melalui bagian tanggul yang rusak dan mengalir ke lingkungan perumahan. Dengan demikian, banjir bukan hanya berkaitan dengan tingginya curah hujan, tetapi juga dipicu oleh kondisi tanggul yang tidak mampu menahan peningkatan debit dan derasnya arus.
Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana hujan lebat dalam waktu tertentu dapat meningkatkan risiko banjir di area yang berdekatan dengan sungai. Ketika debit naik dengan cepat, tanggul yang mengalami kerusakan atau tidak cukup kuat berpotensi menjadi titik masuk air ke permukiman. Genangan setinggi 30–40 sentimeter tetap dapat menghambat kegiatan sehari-hari serta membahayakan barang-barang yang diletakkan di lantai. Warga di sekitar Kali Sugu Tamu perlu memperhatikan perubahan aliran dan kondisi lingkungan saat hujan deras, serta mengikuti informasi dan arahan petugas setempat. Penanganan terhadap tanggul yang jebol juga penting untuk mengurangi kemungkinan air kembali meluap apabila hujan berintensitas tinggi terjadi lagi. Data mengenai dampak lanjutan dan jumlah rumah terdampak belum dirinci dalam laporan awal BPBD.
Kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat banjir di Cibinong sempat menggenangi sekitar 113 rumah dan berdampak pada kurang lebih 205 jiwa. Angka tersebut merupakan hasil perkiraan awal petugas di lapangan, sehingga menggambarkan skala dampak pada saat pendataan dilakukan. Jumlah itu tidak boleh ditafsirkan sebagai angka warga yang mengalami luka-luka ataupun jumlah pengungsi, sebab informasi mengenai kondisi tersebut tidak tersedia dalam hasil kaji cepat yang disampaikan.
Peristiwa ini berkaitan dengan jebolnya tembok pembatas aliran Kali Sugu Tamu. Bagian tembok yang rusak diperkirakan memiliki panjang sekitar sembilan meter. Kerusakan tersebut memungkinkan air meluap ke kawasan sekitar dan memasuki rumah warga. Genangan juga sempat membuat jalan terputus, sehingga akses di lokasi terdampak terganggu selama banjir berlangsung. Dampak terhadap permukiman dan akses jalan menunjukkan bahwa kerusakan pada pembatas aliran sungai dapat berpengaruh langsung pada kegiatan masyarakat di sekitarnya.
Jumlah rumah dan warga dalam pendataan BPBD perlu dipahami sebagai estimasi kaji cepat, bukan angka akhir yang telah diverifikasi melalui pemeriksaan menyeluruh. Pendataan awal bencana umumnya digunakan untuk memperoleh gambaran sementara mengenai lokasi serta cakupan dampak, sementara kondisi dapat berubah seiring perkembangan situasi dan proses penanganan. Karena itu, angka sekitar 113 rumah dan 205 jiwa disampaikan sesuai keterangan kaji cepat, tanpa menambahkan rincian yang belum dikonfirmasi. Demikian pula, panjang kerusakan tembok sekitar sembilan meter merupakan perkiraan berdasarkan informasi yang tersedia. Rincian tersebut membantu menjelaskan besarnya dampak banjir, tetapi tidak dengan sendirinya menunjukkan tingkat kerusakan setiap rumah maupun keadaan masing-masing warga. Informasi lanjutan dari pihak berwenang diperlukan apabila tersedia pembaruan mengenai hasil pendataan, penanganan kerusakan, atau kondisi akses di kawasan tersebut.
BPBD menangani genangan yang terjadi di permukiman setelah tanggul jebol menyebabkan air masuk ke sejumlah rumah warga. Penanganan difokuskan pada genangan di lingkungan terdampak serta penyedotan air yang telah memasuki rumah. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi air yang masih menghambat aktivitas penghuni dan membersihkan bagian rumah yang terdampak banjir. Upaya penanganan berlangsung seiring perubahan kondisi air di kawasan tersebut.
Penyedotan air menjadi bagian penting dari respons di permukiman karena genangan tidak hanya berada di area sekitar rumah, tetapi juga masuk ke dalam hunian warga. Dengan air yang dikeluarkan secara bertahap, kondisi di dalam rumah dapat mulai ditangani oleh para penghuninya. BPBD menangani genangan, sementara warga menghadapi dampak yang tersisa di rumah masing-masing. Penanganan ini berlangsung dalam situasi ketika air mulai berangsur surut.
Perkembangan yang dilaporkan hingga malam hari menunjukkan bahwa air mulai surut. Seiring kondisi tersebut, penghuni rumah melakukan pembersihan secara mandiri. Warga membersihkan rumah masing-masing setelah air yang masuk mulai berkurang, sebagai bagian dari upaya memulihkan kondisi hunian pascabanjir. Dengan demikian, penanganan genangan oleh BPBD dan penyedotan air di rumah berjalan beriringan dengan langkah mandiri warga untuk membersihkan tempat tinggal mereka. Kondisi pada malam hari tersebut menandai perubahan dari fase genangan menuju penanganan dampak di dalam rumah. Informasi mengenai perkembangan ini menggambarkan bahwa air mulai berkurang, tetapi pekerjaan membersihkan rumah masih dilakukan oleh para penghuni. Mereka menangani rumah masing-masing secara mandiri setelah genangan mereda. BPBD tetap menjadi pihak yang menangani genangan dan melakukan penyedotan air yang masuk ke rumah warga. Penanganan serta pembersihan tersebut menjadi perkembangan utama yang disampaikan hingga malam hari.
Genangan banjir juga terjadi secara terpisah di Jalan Raya Alfalah Cikaret, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Ruas ini dikenal sebagai jalur alternatif yang menghubungkan kawasan Cibinong dengan Depok, sehingga kondisi jalan yang tergenang turut memengaruhi perjalanan warga yang melintas di kedua wilayah. Dampak genangan terasa langsung pada arus kendaraan, terutama ketika air menutup sebagian besar permukaan jalan dan pengendara harus mengurangi kecepatan atau mencari jalur lain.
Ketinggian air di lokasi tersebut dilaporkan mencapai sekitar 45 hingga 50 sentimeter. Genangan dengan kedalaman itu sempat membuat jalan tidak dapat dilalui kendaraan. Akibatnya, jalur alternatif menuju Depok tersebut terputus sementara, sementara pengguna jalan menghadapi hambatan untuk melanjutkan perjalanan. Kendaraan yang berupaya melintas berisiko menghadapi air cukup tinggi, sehingga penutupan sementara menjadi perhatian dalam penanganan kondisi di lokasi.
Staf kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyebut hujan deras sebagai salah satu penyebab banjir di ruas jalan itu. Curah hujan yang tinggi meningkatkan aliran air, sedangkan saluran drainase yang mengalami pendangkalan tidak mampu menampung dan mengalirkan air secara optimal. Kondisi drainase tersebut membuat air tertahan di kawasan jalan dan kemudian meluap hingga menimbulkan genangan. Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa hujan lebat dapat berdampak lebih besar ketika kapasitas saluran pembuangan berkurang.
Gangguan di Jalan Raya Alfalah Cikaret berbeda lokasi dari titik banjir lain yang terjadi di Cibinong, tetapi sama-sama berdampak pada aktivitas warga dan perjalanan. Karena jalan sempat tidak bisa dilewati, pengguna jalur alternatif perlu memperhatikan informasi kondisi terkini sebelum melintas. Perubahan ketinggian air juga menentukan apakah kendaraan dapat bergerak dengan aman, khususnya pada bagian jalan yang masih tertutup genangan. Penanganan dan pemantauan kondisi jalan menjadi penting agar akses dapat digunakan kembali saat air mulai turun.





