Jakarta | Aktor muda Antonio Blanco Jr. menjadi salah satu pemeran dalam Alas Roban The Series, serial horor garapan Unlimited Production bersama ANTV dan Netflix. Dalam cerita tersebut, ia memerankan Angga, seorang polisi yang digambarkan memiliki cara kerja seperti detektif. Karakter ini tidak hanya menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga menelusuri rangkaian kejadian misterius yang menjadi bagian penting dari kisah. Keterlibatan Antonio membawa warna tersendiri, terutama karena sosok Angga berada di tengah penyelidikan dan suasana horor yang membangun ketegangan serial.
Bagi Antonio, salah satu tantangan utama dalam memerankan Angga adalah menyesuaikan cara berbicara dengan latar cerita. Serial ini menuntut penggunaan logat Jawa yang kental, sehingga ia perlu memperhatikan pelafalan, intonasi, dan pilihan kata agar dialog terdengar sesuai. Penyesuaian tersebut menjadi bagian penting dari persiapan, bukan sekadar tambahan pada penampilan karakter. Logat yang tepat membantu menghadirkan kesan bahwa Angga berasal dan bertugas di lingkungan yang dekat dengan latar kisah. Antonio pun perlu menjaga agar gaya bicara itu terasa wajar, sekaligus tetap mendukung gambaran seorang polisi yang memiliki naluri penyelidikan.
Pengalaman ini membuat peran Angga menuntut perhatian pada lebih dari sekadar dialog dan adegan menegangkan. Antonio juga harus membangun gestur serta sikap yang meyakinkan sebagai polisi dengan pendekatan seperti detektif. Perpaduan cara berbicara, pembawaan, dan gerak tubuh menjadi bagian dari prosesnya memahami karakter. Antonio menyampaikan tantangan tersebut saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Oktober 2026. Keterangannya menunjukkan bahwa detail bahasa dan gestur menjadi unsur penting dalam membentuk peran di serial ini. Melalui Angga, ia menghadapi tuntutan untuk menyatukan karakter polisi, nuansa penyelidikan, serta dialek yang selaras dengan latar cerita horor Alas Roban.
Menirukan cengkok Jawa menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi Antonio Blanco Jr. saat mempersiapkan diri untuk bermain dalam Alas Roban The Series. Ia lahir dan besar dengan latar budaya Bali, sehingga logat Jawa bukan bagian dari kebiasaan berbicaranya sehari-hari. Perbedaan itu membuatnya perlu lebih cermat menyimak bunyi, tekanan, dan irama kalimat agar dialog terasa alami ketika disampaikan sebagai karakter. Baginya, mempelajari dialek bukan sekadar mengganti pelafalan, melainkan memahami cara sebuah ujaran terdengar dalam percakapan.
Waktu pembacaan naskah pun dimanfaatkan untuk berlatih. Sesi tersebut memberinya kesempatan mengucapkan dialog berulang kali, menguji cengkok, serta memperbaiki bagian yang masih terasa kaku. Latihan bersama para pemain lain juga membantunya menangkap ritme percakapan dan menyesuaikan intonasi dengan situasi adegan. Proses itu penting karena penonton tidak hanya mendengar kata-kata yang diucapkan, tetapi juga memperhatikan apakah logat yang digunakan terasa konsisten dengan karakter. Dengan terus mencoba selama persiapan, Antonio dapat mengenali bunyi yang sulit dan mencari cara untuk mengucapkannya dengan lebih meyakinkan.
Antonio juga belajar dari para pemain senior yang memiliki pengalaman lebih luas. Ia menyebut Ben Joshua sebagai salah satu sosok yang menjadi tempatnya belajar, baik karena pengalaman maupun usia. Kehadiran rekan yang lebih berpengalaman dapat menjadi sumber pengamatan langsung: bagaimana dialog dibawakan, bagaimana cengkok dijaga, dan bagaimana pemain merespons lawan bicara di dalam adegan. Bagi Antonio, proses ini bukan hanya tentang meniru satu logat, tetapi juga tentang terbuka terhadap masukan dan menyerap pengetahuan dari orang-orang di sekitarnya. Pendekatan tersebut membantu membangun pemahaman yang lebih utuh terhadap karakter.
Perbedaan latar budaya dengan tokoh yang dimainkan membuat persiapan bahasa terasa semakin penting. Karena itu, pembacaan naskah bukan hanya tahap untuk mengenali alur dan dialog, melainkan ruang latihan yang praktis bagi Antonio. Dengan berlatih secara berulang dan belajar dari pemain senior, ia berupaya menghadirkan cengkok Jawa yang lebih wajar serta mendukung penampilan karakternya dalam serial tersebut.
Persiapan Antonio Blanco Jr. untuk memerankan polisi dalam Alas Roban The Series tidak berhenti pada upaya mempelajari logat Jawa. Ia juga harus membangun sikap tubuh dan cara bergerak yang selaras dengan sosok aparat penegak hukum. Perubahan kecil, seperti posisi berdiri, arah pandangan, dan cara merespons lawan bicara, dapat memengaruhi kesan penonton terhadap karakter. Karena itu, setiap gestur perlu terasa terukur, bukan sekadar dibuat-buat untuk menunjukkan ketegasan.
Postur yang tegap menjadi salah satu unsur penting dalam pembentukan karakter tersebut. Seorang polisi perlu tampak siap menjalankan tugas, sigap saat menghadapi situasi, sekaligus mampu mengendalikan diri. Antonio berupaya menghadirkan pembawaan yang mantap melalui gerak yang lebih terarah dan ekspresi yang tidak berlebihan. Sikap tegas juga tercermin dari cara tokoh berbicara dan mengambil keputusan, sehingga wibawanya hadir secara alami dalam adegan, bukan hanya melalui seragam atau atribut yang dikenakan.
Dalam pernyataannya, Antonio menekankan bahwa tokoh polisi yang ia mainkan perlu terlihat berwibawa dan meyakinkan sebagai abdi negara yang berasal dari Jawa Tengah. Latar daerah itu menjadi bagian dari karakterisasi, berdampingan dengan logat dan perilaku yang harus terasa sesuai konteks. Tantangannya adalah menjaga agar unsur lokal tetap autentik, sementara sisi profesional sang polisi juga dapat dipercaya. Keduanya perlu berjalan seimbang: tokoh tidak kehilangan identitas Jawa Tengahnya, tetapi tetap tampil sebagai aparat yang disiplin dan bertanggung jawab.
Perhatian pada gestur dan pembawaan membantu Antonio membentuk sosok yang lebih utuh di layar. Penonton diharapkan tidak hanya mendengar ciri khas daerah dalam dialog, tetapi juga menangkap karakter melalui bahasa tubuh. Dengan demikian, ketegasan yang ditampilkan dapat terasa sebagai bagian dari kepribadian dan tuntutan profesi, bukan sekadar gaya akting. Proses tersebut melengkapi pendalaman logat Jawa, sekaligus memperkuat gambaran seorang polisi yang berwibawa, meyakinkan, dan dekat dengan latar kehidupannya.
Untuk mendalami peran polisi dalam Alas Roban The Series, Antonio Blanco Jr. menyadari bahwa penampilannya tidak hanya bergantung pada kostum dan gestur. Cara berbicara juga perlu terasa sesuai dengan karakter, termasuk penggunaan logat Jawa. Karena itu, ia meminta bantuan Ben Joshua untuk melatih aksennya. Antonio ingin memahami bagaimana bunyi dan irama tutur tersebut dapat disampaikan secara alami, bukan sekadar menirukan beberapa kata atau memberi tekanan berlebihan pada pelafalan.
Kesempatan untuk berdiskusi muncul saat jeda pengambilan gambar. Alih-alih hanya beristirahat di sekitar lokasi syuting, Antonio mengajak Ben makan di luar lokasi. Momen santai itu sekaligus menjadi ruang bagi keduanya untuk membicarakan cara berbicara dengan logat Jawa. Antonio dapat bertanya langsung kepada Ben, sementara Ben membantu memberi arahan mengenai nuansa pengucapan dan alur percakapan. Interaksi di luar suasana kerja tersebut membuat latihan terasa lebih cair, sehingga pembahasan tentang aksen bisa berlangsung tanpa tekanan adegan yang sedang direkam.
Upaya Antonio meminta bimbingan memperlihatkan keseriusannya dalam mempersiapkan karakter. Latihan aksen merupakan bagian dari proses membangun sosok yang meyakinkan, terutama ketika tokoh perlu terdengar memiliki latar dan lingkungan tertentu. Dengan berdiskusi bersama Ben, Antonio memperoleh masukan langsung yang dapat menjadi bekal saat memerankan polisi dalam serial ini. Penonton nantinya dapat menyaksikan hasil proses tersebut ketika Alas Roban The Series mulai ditayangkan. Serial ini dijadwalkan hadir di Netflix pada Minggu, 18 Oktober 2026, kemudian tayang di ANTV pada Senin, 19 Oktober 2026. Perbedaan jadwal platform memberi penonton lebih dari satu kesempatan untuk mengikuti kisahnya, baik melalui layanan streaming maupun siaran televisi.






