Banjir di Padang Rendam 120 Rumah, Ratusan Warga Terdampak

Banjir di Padang Rendam 120 Rumah, Ratusan Warga Terdampak

Kota Padang | Banjir merendam 120 unit rumah di Kota Padang, Sumatera Barat. Jumlah tersebut tercatat dalam pendataan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang. Data ini menjadi gambaran awal mengenai dampak banjir yang melanda sejumlah kawasan di wilayah tersebut.

Berdasarkan pendataan BPBD Kota Padang, rumah yang terdampak tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kuranji, Kecamatan Koto Tangah, dan Kecamatan Nanggalo. Sebaran lokasi itu mencakup beberapa kelurahan yang masuk dalam pencatatan sementara petugas penanggulangan bencana.

Di Kecamatan Kuranji, wilayah yang tercatat terdampak meliputi Kelurahan Kuranji. Sementara itu, Kecamatan Koto Tangah mencakup Kelurahan Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, dan Tabing Banda Gadang. Adapun di Kecamatan Nanggalo, pendataan BPBD mencatat Kelurahan Gurun Laweh sebagai salah satu wilayah yang terdampak.

Dengan demikian, data sementara BPBD menunjukkan bahwa banjir di Kota Padang tidak hanya terjadi pada satu kawasan, tetapi mencakup sejumlah kelurahan di tiga kecamatan. Sebanyak 120 rumah telah masuk dalam pendataan sebagai unit hunian yang terendam. Informasi tersebut menjadi dasar untuk memetakan wilayah terdampak dan jumlah rumah yang terkena dampak banjir di Kota Padang.

Berdasarkan catatan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, banjir yang melanda sejumlah wilayah telah berdampak pada 498 jiwa. Data tersebut merupakan pembaruan terakhir yang dicatat hingga Sabtu pukul 22.45 WIB. Angka ini menggambarkan jumlah penduduk yang terdampak dalam kejadian banjir, bukan jumlah bangunan yang tergenang.

Dalam catatan yang sama, terdapat 120 unit rumah yang terendam banjir. Kedua angka tersebut memiliki arti yang berbeda dan perlu dibaca secara terpisah. Sebanyak 498 jiwa merujuk pada warga yang terkena dampak, sedangkan 120 unit menunjukkan jumlah rumah yang berada dalam kondisi terendam. Dengan demikian, jumlah rumah dan jumlah penduduk tidak dapat disamakan atau dijumlahkan sebagai satu kategori data.

Pembaruan BPBD Kota Padang itu memberikan gambaran sementara mengenai skala dampak banjir terhadap masyarakat di sejumlah wilayah. Penyebutan jumlah warga terdampak penting untuk menunjukkan banyaknya penduduk yang berada dalam area terkena banjir. Sementara itu, pencatatan rumah terendam membantu menjelaskan jumlah tempat tinggal yang terdampak secara fisik oleh genangan.

Karena data tersebut masih berstatus catatan sementara dan memiliki batas waktu pembaruan hingga Sabtu pukul 22.45 WIB, angka yang tercantum mencerminkan kondisi berdasarkan pendataan pada waktu tersebut. Informasi mengenai 498 jiwa terdampak dan 120 rumah terendam perlu disampaikan dengan tepat agar tidak menimbulkan kekeliruan dalam memahami dampak banjir di Kota Padang.

Pemisahan jumlah warga dan jumlah rumah juga memastikan informasi mengenai banjir tetap sesuai dengan keterangan resmi yang tersedia. Data 498 jiwa menunjukkan dampak terhadap penduduk, sementara data 120 unit menunjukkan rumah yang terendam. Keduanya menjadi catatan berbeda dalam pembaruan sementara BPBD Kota Padang hingga waktu yang telah disebutkan.

Setelah banjir berdampak pada warga dan merendam sejumlah rumah, langkah penanganan dilakukan melalui evakuasi. Sebanyak 238 warga dievakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bersama tim SAR gabungan. Evakuasi tersebut menjadi bagian dari respons terhadap kondisi banjir yang terjadi di wilayah terdampak. Data mengenai jumlah warga yang dievakuasi menunjukkan bahwa penanganan tidak hanya berfokus pada pendataan dampak, tetapi juga pada pemindahan warga dari kawasan yang terdampak menuju lokasi yang telah ditetapkan.

Warga yang dievakuasi ditempatkan di kawasan perumahan Cluster Luminpark. Lokasi tersebut disebut sebagai tempat evakuasi dalam penanganan banjir di Padang. Penyebutan lokasi ini memberikan gambaran mengenai arah penanganan di lapangan, terutama setelah ratusan warga terdampak oleh genangan. Evakuasi ke kawasan perumahan Cluster Luminpark dilakukan dalam koordinasi BPBD Kota Padang dan tim SAR gabungan.

Keterlibatan BPBD Kota Padang bersama tim SAR gabungan menunjukkan adanya penanganan terpadu dalam merespons dampak banjir. Sebanyak 238 warga menjadi bagian dari proses evakuasi tersebut, sehingga informasi tentang bencana berlanjut pada tindakan langsung untuk menangani warga terdampak. Dengan demikian, penanganan di lapangan mencakup evakuasi warga serta penempatan mereka di kawasan perumahan Cluster Luminpark sebagai lokasi yang disebutkan dalam sumber. Rangkaian informasi ini memperlihatkan hubungan skala dampak banjir dan upaya evakuasi yang dilakukan oleh unsur penanggulangan bencana serta tim SAR gabungan.

Data mengenai dampak banjir di Kota Padang dalam pemberitaan ini bersumber dari laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang. Laporan tersebut mencatat sebanyak 120 rumah terendam dan ratusan warga terdampak. Informasi yang sama juga memuat wilayah-wilayah yang mengalami dampak banjir serta jumlah warga yang telah dievakuasi dari lokasi terdampak.

Pembaruan situasi itu disampaikan melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Padang pada Minggu, 11 Oktober 2026. BPBD memberikan catatan bahwa data yang disampaikan merupakan kondisi yang dihimpun hingga Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 22.45 WIB. Karena berstatus sebagai laporan sementara, angka rumah terendam, warga terdampak, wilayah terdampak, dan warga yang dievakuasi merujuk pada pencatatan BPBD sampai waktu pembaruan tersebut.

Penyebutan sumber dan waktu pendataan menjadi bagian penting dalam pembaruan informasi kebencanaan. Dengan demikian, keterangan mengenai 120 rumah yang terendam, ratusan warga terdampak, wilayah yang tercatat, serta jumlah warga yang dievakuasi tidak berdiri sebagai perkiraan terpisah, melainkan berasal dari laporan operasional BPBD Kota Padang yang diteruskan melalui Pusdalops.

Laporan tersebut mencakup dampak banjir yang tercatat di sejumlah wilayah Kota Padang dan langkah evakuasi yang telah dilakukan hingga batas waktu pendataan. Seluruh angka dan keterangan dalam pembaruan ini mengikuti laporan sementara BPBD Kota Padang yang disampaikan pada Minggu, 11 Oktober 2026, dengan kondisi terakhir yang dihimpun pada Sabtu malam pukul 22.45 WIB.