Dari Semarang ke Ambarawa, Uji Honda ADV160 di Jalur Pegunungan Jawa Tengah

Dari Semarang ke Ambarawa, Uji Honda ADV160 di Jalur Pegunungan Jawa Tengah

Semarang | Menjelang penyelenggaraan Honda Bikers Day 2026, PT Astra Honda Motor menggelar touring untuk mengajak media otomotif nasional merasakan langsung karakter New Honda ADV160 di berbagai kondisi jalan. Sebanyak 20 perwakilan media mengikuti perjalanan yang dimulai dari Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah di Semarang. Dari titik keberangkatan tersebut, rombongan bergerak menuju kawasan Dieng dan Wonosobo sebelum menyelesaikan perjalanan di Lapangan Panglima Sudirman, Ambarawa. Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenal rute Jawa Tengah dengan lanskap serta tantangan berkendara yang beragam.

Total jarak yang ditempuh mencapai 151 kilometer dan dibagi menjadi dua etape. Etape pertama membentang sejauh 75 kilometer, sedangkan etape kedua menempuh jarak 76 kilometer. Pembagian ini memberi ruang bagi peserta untuk menjalani perjalanan secara bertahap, sembari menyesuaikan diri dengan perubahan karakter lintasan. Sepanjang touring, kondisi jalan berganti dari ruas perkotaan yang padat dan membutuhkan perhatian pada lalu lintas, menuju jalur yang lebih terbuka serta berkelok di kawasan pegunungan.

Peralihan medan tersebut membuat perjalanan tidak hanya mengandalkan kemampuan berkendara di jalan raya, tetapi juga kewaspadaan saat menghadapi tanjakan, turunan, dan tikungan. Kawasan Dieng dan Wonosobo menyuguhkan suasana pegunungan yang berbeda dari titik awal di Semarang, sementara rute menuju Ambarawa melengkapi perjalanan dengan variasi kondisi jalan. Para peserta perlu menjaga jarak aman, mengatur kecepatan, dan mengikuti arahan selama berada dalam rombongan, terutama ketika melintasi bagian lintasan yang menuntut konsentrasi lebih tinggi.

Rangkaian touring berakhir di Lapangan Panglima Sudirman, Ambarawa, setelah para peserta menuntaskan seluruh 151 kilometer. Dengan melibatkan jurnalis dari berbagai media otomotif, kegiatan ini menghadirkan pengalaman berkendara bersama sekaligus memperlihatkan beragam situasi jalan yang dapat dijumpai dalam perjalanan jarak menengah. Touring tersebut menjadi bagian dari agenda menjelang Honda Bikers Day 2026, sekaligus membawa rombongan melintasi Semarang, Dieng, dan Wonosobo hingga mencapai tujuan akhir di Ambarawa.

Etape pertama dimulai dari Semarang, dengan rombongan menembus kawasan pinggiran kota sebelum mengarah ke Boja dan Patean, Kendal. Lalu lintas di bagian awal perjalanan cukup padat, sehingga laju motor belum bisa konsisten. Kondisi ini memberi kesempatan untuk merasakan karakter Honda ADV160 dalam penggunaan harian: posisi berkendara tegak dan pengendalian yang mudah membantu menghadapi arus kendaraan yang rapat. Setelah keluar dari keramaian, suasana berangsur berubah. Jalan menuju wilayah yang lebih tinggi terasa lebih terbuka, sementara kontur mulai naik-turun dan perjalanan mengarah ke lanskap pegunungan Jawa Tengah.

Rute melalui Boja dan Patean membawa rombongan melewati sejumlah ruas dengan karakter beragam. Salah satu persinggahan singkat dilakukan di kawasan Curug Sewu, Kendal, sebelum perjalanan diteruskan. Dari sana, rombongan bergerak ke arah Wonosobo dan memasuki lintasan yang semakin menantang. Jalur menuju Telaga Menjer dan perkebunan teh Tambi menyuguhkan tanjakan serta turunan yang silih berganti, diselingi tikungan tajam. Pengendara perlu menjaga kecepatan dan memperhatikan kondisi jalan, terutama saat memasuki tikungan atau menghadapi perubahan elevasi. Ritme perjalanan pun lebih ditentukan oleh kontur medan daripada keinginan untuk melaju cepat.

Di sepanjang perjalanan, pemandangan perbukitan, pepohonan, dan hamparan kebun teh menjadi bagian penting dari pengalaman berkendara. Udara kawasan dataran tinggi terasa berbeda dari suasana Semarang, sementara jalan berkelok menghadirkan sudut pandang yang berubah-ubah. Selain rute utama melalui Boja dan Patean, jalur alternatif Temanggung–Tambi menawarkan karakter perjalanan tersendiri: lintasannya menghubungkan kawasan Temanggung dengan dataran tinggi Tambi dan tetap menuntut perhatian terhadap tanjakan, turunan, serta tikungan. Pilihan rute tersebut dapat menjadi variasi bagi pengendara yang ingin menuju perkebunan teh dari arah berbeda. Namun, seperti pada etape ini, perjalanan sebaiknya dinikmati dengan menjaga jarak aman dan menyesuaikan laju dengan keadaan jalan.

Di jalur dari Semarang menuju Ambarawa, karakter mesin terasa penting ketika rute mulai menanjak dan berkelok. New Honda ADV160 dibekali mesin 156,9 cc berteknologi eSP, dengan tenaga maksimum 16 PS dan torsi 14,7 Nm. Respons tersebut membantu pengendara menjaga laju saat menghadapi perubahan kontur, termasuk tanjakan yang membutuhkan tenaga secara konsisten. Di tikungan, akselerasi yang mudah diatur juga berguna untuk menyesuaikan kecepatan sebelum dan sesudah melewati lengkungan jalan. Meski demikian, kemampuan mesin tidak menggantikan teknik berkendara yang tepat. Pengendara tetap perlu membaca kondisi rute, memilih kecepatan yang aman, menjaga posisi tubuh, serta membuka gas dengan halus agar laju motor tetap terkendali.

Pengalaman berkendara turut dipengaruhi keadaan permukaan jalan. Pada ruas Muntung menuju Tambi, terdapat titik perbaikan jalan dengan permukaan tidak rata. Di bagian seperti ini, suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang ganda dengan tabung reservoir menunjang peredaman guncangan. Jok yang empuk membantu menjaga kenyamanan selama perjalanan, sementara dek kaki memberi ruang untuk menempatkan kaki dengan santai dan stabil. Kombinasi tersebut dapat membuat perjalanan terasa lebih nyaman ketika melewati bagian jalan yang bergelombang, tetapi pengendara tetap perlu mengurangi kecepatan dan mengantisipasi perubahan permukaan. Menjaga jarak dengan kendaraan di depan juga memberi waktu lebih untuk merespons lubang atau aspal yang belum rata.

Fitur Honda Selectable Torque Control (HSTC) memberikan dukungan tambahan dalam kondisi tertentu. Sistem ini membantu mengontrol potensi selip pada roda belakang ketika pengendara berakselerasi, misalnya saat permukaan jalan memiliki tingkat cengkeraman yang berbeda. HSTC bukan pengganti kewaspadaan atau kendali pengendara, dan tidak menghilangkan risiko tergelincir pada semua situasi. Karena itu, akselerasi sebaiknya tetap dilakukan secara bertahap, terutama ketika jalan basah, berpasir, atau sedang menanjak. Dengan memadukan respons mesin, fitur pendukung, dan teknik berkendara yang sesuai, perjalanan di jalur pegunungan dapat dijalani dengan lebih terukur. Kenyamanan komponen motor membantu mengurangi rasa lelah, sedangkan keputusan untuk menjaga kecepatan dan mengendalikan gas tetap berada di tangan pengendara sepanjang rute.

Setelah meninggalkan Napoleon Tambi, rombongan jurnalis melanjutkan perjalanan menuju Ambarawa dengan melintasi kawasan Temanggung dan Kaloran. Perjalanan pada etape kedua ini masih berlangsung di jalur pegunungan Jawa Tengah, sehingga karakter jalan terus berubah mengikuti kontur wilayah. Rute yang ditempuh tidak hanya terdiri atas ruas lurus, tetapi juga membawa peserta melewati tanjakan, turunan, serta tikungan yang berkelanjutan. Sepanjang perjalanan, rombongan mengikuti jalur yang menghubungkan kawasan perbukitan dengan wilayah yang lebih ramai. Perpindahan dari satu bentang jalan ke bentang berikutnya menandai tahap lanjutan touring, setelah perjalanan sebelumnya membawa peserta dari Semarang menuju Napoleon Tambi.

Di Temanggung dan Kaloran, rombongan masih menghadapi kondisi jalan yang naik turun. Tanjakan dan turunan muncul bergantian, disertai tikungan yang harus dilalui sebelum rute bergerak lebih dekat ke kawasan perkotaan. Jalan pegunungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan menuju Ambarawa, sebelum suasana lalu lintas berubah ketika peserta mulai memasuki ruas yang lebih padat. Pada bagian akhir rute, rombongan harus menyesuaikan perjalanan dengan kondisi jalan perkotaan yang berbeda dari jalur pegunungan sebelumnya. Etape ini menghubungkan perjalanan di kawasan perbukitan dengan tujuan akhir yang berada di wilayah Ambarawa.

Setelah melintasi jalur dari Napoleon Tambi melalui Temanggung dan Kaloran, para jurnalis meneruskan perjalanan hingga tiba di Ambarawa. Rangkaian perjalanan etape kedua berakhir di Lapangan Panglima Sudirman. Kedatangan di lapangan tersebut menjadi penanda selesainya touring dua etape yang menempuh jarak total 151 kilometer.