Kota Pitaloza Arriba | Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Panama pada Jumat, sesaat sebelum pukul 15.00 waktu setempat atau sekitar pukul 18.00 GMT. Guncangan kuat tersebut terasa di berbagai wilayah, memicu kepanikan dan mendorong masyarakat untuk mencari tempat yang lebih aman. Peristiwa ini menjadi perhatian karena kekuatannya tergolong besar serta dirasakan dalam cakupan yang luas.
Berdasarkan keterangan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa tersebut berdampak pada sekitar 4,6 juta orang. Warga di sejumlah daerah merasakan guncangan dengan intensitas sedang hingga parah. USGS juga menyampaikan bahwa dampak gempa kemungkinan meluas, sehingga proses pemeriksaan terhadap kondisi bangunan dan infrastruktur masih terus dilakukan oleh pihak terkait.
Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan setelah gempa mengguncang Panama. Namun, tingkat kerusakan secara keseluruhan belum dapat diketahui karena pendataan masih berlangsung di berbagai lokasi terdampak. Tim dan otoritas setempat masih mengumpulkan informasi untuk memastikan kondisi fasilitas umum, permukiman, serta bangunan lainnya. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Informasi mengenai kerusakan dan dampak terhadap masyarakat diperkirakan akan diperbarui setelah proses penilaian lapangan selesai.
Pusat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 itu berada sekitar 10 kilometer dari Pitaloza Arriba, di wilayah selatan-tengah Panama. Gempa tercatat pada kedalaman sekitar 12 kilometer, sehingga tergolong dangkal. Guncangan dengan sumber yang dekat permukaan biasanya dapat dirasakan lebih kuat dan berpotensi menimbulkan dampak lebih parah terhadap bangunan serta infrastruktur di area sekitar episentrum. Namun, besarnya kerusakan tetap dipengaruhi oleh jarak dari pusat gempa, kondisi tanah, kualitas konstruksi, dan durasi guncangan.
Sejumlah rekaman video yang beredar di internet memperlihatkan dugaan kerusakan bangunan di Penonomé dan Soná. Dalam beberapa tayangan, bagian bangunan tampak runtuh atau mengalami kerusakan berat. Keaslian, waktu pengambilan, serta lokasi setiap rekaman masih perlu diverifikasi oleh pihak berwenang. Karena itu, gambar yang beredar belum dapat digunakan untuk memastikan jumlah bangunan terdampak maupun tingkat kerusakan secara keseluruhan.
Salah satu video memperlihatkan seorang pria berusia 74 tahun berteriak memanggil orang-orang yang kemungkinan terjebak di bawah reruntuhan. Ia mengatakan bahwa dirinya dan seorang lansia lain merasa ketakutan setelah rumah mereka retak dan dikhawatirkan roboh menimpa mereka. Kesaksian tersebut menggambarkan kepanikan warga setelah guncangan, sekaligus menunjukkan perlunya pemeriksaan bangunan sebelum penghuni kembali masuk ke dalam rumah.
Laporan lain menyebutkan adanya gempa susulan berkekuatan besar di dekat pusat gempa awal. Aktivitas lanjutan semacam itu berpotensi memperburuk kondisi bangunan yang telah melemah dan meningkatkan risiko bagi warga maupun tim penyelamat. Otoritas setempat masih melakukan pendataan di wilayah terdampak, sementara masyarakat diimbau menjauhi bangunan retak, mengikuti informasi resmi, dan bersiap menghadapi kemungkinan guncangan berikutnya. Tingkat kerusakan dan jumlah korban belum dapat dipastikan hingga proses pemeriksaan lapangan selesai.
Guncangan gempa terasa kuat di Panama City, yang berjarak sekitar 200 kilometer dari pusat gempa. Di sejumlah lokasi, warga segera dievakuasi dari gedung-gedung untuk menghindari risiko apabila terjadi guncangan susulan atau bagian bangunan mengalami kerusakan. Sebagian orang berhamburan ke jalan, sementara lainnya memilih menunggu di taman-taman terdekat hingga getaran benar-benar berhenti.
Situasi tersebut sempat menimbulkan kepanikan di tengah aktivitas warga dan pekerja di ibu kota. Namun, berdasarkan laporan awal, dampak gempa di Panama City tampaknya masih terbatas. Kerusakan yang terlihat sejauh ini terutama berupa material yang jatuh dari atap bangunan. Pemerintah dan petugas terkait masih melakukan pendataan untuk memastikan apakah terdapat kerusakan lain pada bangunan maupun fasilitas umum.
Presiden Panama Jose Raul Mulino menyatakan bahwa seluruh jajaran pemerintah telah dikerahkan untuk merespons gempa tersebut. Langkah itu mencakup pemantauan kondisi di berbagai wilayah, koordinasi antarlembaga, serta penanganan kebutuhan warga yang terdampak. Pemerintah juga terus mengumpulkan informasi dari daerah-daerah yang merasakan guncangan agar perkembangan situasi dapat diketahui secara akurat.
Mulino mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengandalkan informasi resmi selama proses pemantauan berlangsung. Ia menegaskan bahwa kejadian ini tidak boleh dimanfaatkan untuk menimbulkan kepanikan, keresahan, atau kekacauan. Imbauan tersebut disampaikan agar warga tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengikuti arahan petugas, terutama apabila pemerintah mengeluarkan pemberitahuan mengenai evakuasi atau keselamatan bangunan.
Peringatan tsunami sempat dikeluarkan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Panama. Peringatan tersebut mencakup 11 negara yang bertetangga dengan Panama, sebagai langkah kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya gelombang laut akibat pergeseran dasar laut. Otoritas terkait kemudian memantau kondisi di wilayah pesisir serta menunggu pembaruan dari sistem peringatan tsunami Amerika Serikat.
Setelah melakukan pemutakhiran analisis, sistem peringatan tsunami Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa gempa tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami. Dengan adanya konfirmasi itu, peringatan yang sebelumnya dikeluarkan dicabut. Masyarakat tetap diimbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan lembaga kebencanaan, terutama karena dampak gempa terhadap bangunan serta infrastruktur masih dalam proses pendataan.
Terusan Panama, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik, dilaporkan tidak terdampak oleh gempa. Keterangan tersebut disampaikan oleh otoritas yang mengawasi lalu lintas pelayaran di terusan itu. Aktivitas pelayaran dan operasional jalur air tersebut tetap menjadi perhatian, mengingat perannya yang penting bagi perdagangan internasional serta pergerakan kapal dari berbagai negara.
Gempa terjadi tiga hari sebelum Panama dijadwalkan menggelar simulasi evakuasi nasional. Latihan tersebut dirancang untuk mempersiapkan masyarakat dan lembaga terkait dalam menghadapi kemungkinan gempa bumi besar, termasuk menguji jalur evakuasi, komunikasi darurat, serta koordinasi antarlembaga. Waktu kejadian ini membuat perhatian publik terhadap kesiapsiagaan bencana semakin meningkat, meskipun simulasi telah direncanakan sebelumnya.
Peristiwa di Panama juga menyusul gempa bumi dahsyat yang melanda Kolombia dan Venezuela pada awal tahun yang sama. Rangkaian kejadian tersebut menjadi pengingat mengenai pentingnya sistem pemantauan, penyebaran informasi yang cepat, dan kesiapan masyarakat di kawasan yang memiliki risiko aktivitas seismik. Hingga pendataan selesai, otoritas masih memeriksa kemungkinan kerusakan di sejumlah bangunan dan memastikan keselamatan warga.

