Jakarta | Hamdan Tour mengumumkan bahwa Ruben Onsu tidak lagi menjabat sebagai brand ambassador dan bukan lagi bagian dari representasi perusahaan. Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Hamdan Tour, sehingga menjadi pernyataan langsung dari perusahaan mengenai perubahan hubungan publik dengan Ruben. Pengumuman itu menegaskan batas tanggung jawab dan representasi setelah berakhirnya peran tersebut. Dengan demikian, keterlibatan Ruben dalam materi yang mengatasnamakan Hamdan Tour tidak lagi menjadi bagian dari komunikasi perusahaan.
Perubahan ini juga diikuti penyesuaian pada materi promosi. Hamdan Tour menyebut bahwa brosur perusahaan tidak lagi menampilkan Ruben sejak 31 Agustus 2026. Tanggal tersebut menandai pemisahan penggunaan sosok Ruben dari salah satu materi pemasaran yang beredar atas nama biro perjalanan itu. Penyesuaian brosur merupakan langkah konkret yang disebutkan dalam pengumuman, terpisah dari pembaruan informasi di kanal media sosial.
Selain materi milik perusahaan, tautan Hamdan Tour yang sebelumnya tercantum pada bio media sosial Ruben dihapus pada 12 Oktober 2026. Langkah itu memperjelas pemisahan pada kanal daring kedua pihak. Rangkaian tanggal tersebut menunjukkan bahwa pembaruan materi promosi dilakukan pada waktu berbeda: brosur lebih dahulu tidak lagi memuat Ruben, kemudian tautan perusahaan pada bio media sosialnya dihapus. Keterangan ini membantu publik memahami bagian-bagian representasi yang telah disesuaikan.
Dalam pengumuman yang tersedia, Hamdan Tour menyatakan perubahan status dan langkah pemisahan materi tersebut, tetapi tidak menjelaskan secara eksplisit alasan berakhirnya kerja sama. Karena itu, informasi mengenai penyebabnya tidak dapat dipastikan dari pernyataan perusahaan dan sebaiknya tidak ditafsirkan sebagai fakta. Inti kabar yang dapat dikonfirmasi adalah Ruben tidak lagi menjadi brand ambassador maupun representasi Hamdan Tour, disertai pembaruan pada brosur dan tautan media sosial sesuai tanggal yang disebutkan.
Hamdan Tour menegaskan bahwa sikap, pandangan, serta kehidupan pribadi Ruben Onsu tidak mewakili perusahaan. Penjelasan tersebut disampaikan untuk memperjelas batas hubungan Hamdan Tour dan Ruben setelah kerja sama sebagai duta merek berakhir. Dengan demikian, hal-hal yang menjadi pilihan atau pernyataan pribadi Ruben perlu dipahami sebagai urusan individu, bukan sebagai sikap resmi ataupun pandangan yang diambil oleh perusahaan.
Pemisahan itu juga berkaitan dengan berakhirnya peran Ruben sebagai representasi merek. Selama masa kerja sama, ia menjalankan fungsi sebagai duta merek Hamdan Tour. Namun, setelah kerja sama tersebut selesai, perusahaan menyatakan bahwa aktivitas dan pandangan Ruben berada di luar tanggung jawab maupun kewenangannya. Penegasan ini menjelaskan kedudukan masing-masing pihak tanpa mengubah fakta bahwa keduanya pernah bekerja sama dalam lingkup promosi layanan.
Pernyataan mengenai batas tanggung jawab tersebut tidak perlu ditafsirkan sebagai kesimpulan tentang polemik tertentu yang sedang menjadi perhatian publik. Hamdan Tour menyampaikan penjelasan mengenai hubungan perusahaan dengan mantan duta merek, bukan menyatakan bahwa sikap pribadi Ruben mencerminkan kebijakan perusahaan. Karena itu, informasi mengenai pandangan dan kehidupan pribadi Ruben sebaiknya dibedakan dari komunikasi resmi Hamdan Tour, termasuk kebijakan dan layanan yang ditawarkan kepada calon jemaah.
Di sisi lain, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan layanan ibadah umrah secara amanah dan sesuai syariat. Komitmen tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab Hamdan Tour dalam melayani jemaah, terlepas dari berakhirnya kerja sama dengan Ruben. Dengan membedakan urusan pribadi mantan duta merek dari operasional perusahaan, Hamdan Tour menyampaikan bahwa fokusnya tetap pada penyelenggaraan perjalanan ibadah dan pemenuhan layanan bagi masyarakat. Penjelasan ini sekaligus memberi konteks mengenai batas representasi: setelah masa tugas sebagai duta merek berakhir, Ruben tidak lagi berbicara atas nama perusahaan, sementara Hamdan Tour tetap bertanggung jawab atas pernyataan dan layanan resminya sendiri.
Dalam unggahan di Instagram, Ruben Onsu menggambarkan bahwa persoalan yang belakangan menjadi sorotan terasa berat untuk dihadapi. Ia menyampaikan bahwa situasi tersebut bukan hanya menuntut dirinya menjelaskan keadaan, tetapi juga membuatnya berhadapan dengan berbagai komentar dan hinaan. Respons negatif itu, menurut ceritanya, bahkan muncul melalui siaran langsung. Pengalaman menerima serangan semacam itu menambah tekanan di tengah upayanya merespons perhatian publik. Unggahan tersebut menjadi ruang bagi Ruben untuk menjelaskan bagaimana ia menjalani keadaan yang berkembang, sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan ini membawa beban pribadi yang tidak ringan.
Ruben tetap berusaha memberikan klarifikasi mengenai situasi yang terjadi. Namun, ia menyampaikan penjelasan itu tanpa bermaksud menyudutkan pihak lain. Sikap tersebut menunjukkan upayanya untuk menyampaikan pandangan dan kondisi yang ia alami, sembari menjaga agar keterangannya tidak berubah menjadi serangan terhadap orang atau pihak tertentu. Meski demikian, usaha untuk menjernihkan keadaan tidak serta-merta membuat tekanan mereda. Perhatian dan komentar yang terus muncul tetap menjadi bagian dari situasi yang harus dihadapinya, sehingga klarifikasi tidak otomatis mengakhiri persoalan ataupun menghentikan reaksi publik.
Dalam penyampaiannya, Ruben juga mengungkapkan bahwa rangkaian peristiwa tersebut berdampak pada kondisi mentalnya. Pengakuan itu memberi gambaran bahwa persoalan yang ramai dibicarakan bukan hanya berkaitan dengan hubungan kerja sama atau penjelasan kepada publik, tetapi juga menyentuh kesejahteraan emosional orang yang terlibat. Ia berusaha menjelaskan posisinya, namun tetap harus menghadapi hinaan dan tekanan yang dirasakan. Dengan demikian, unggahan Instagram tersebut mencerminkan dua hal sekaligus: keinginan untuk memberi klarifikasi secara proporsional dan kenyataan bahwa proses itu belum membuat beban yang dihadapi menjadi lebih ringan. Ruben tidak menyudutkan pihak lain dalam penjelasannya, tetapi ia terbuka mengenai dampak situasi tersebut terhadap dirinya. Pernyataan ini menjadi bagian dari responsnya di tengah persoalan yang terus menjadi perhatian, tanpa menghapus tekanan yang ia rasakan.
Ruben Onsu mengungkapkan bahwa sejumlah perkataan menyakitkan masih membekas dalam ingatannya. Ia menyebut kata-kata tersebut pernah membuat dirinya terpuruk dan kehilangan kepercayaan diri. Pengakuan itu menggambarkan bahwa dampak dari ucapan yang diterimanya tidak serta-merta hilang, meskipun waktu telah berlalu. Ruben tidak merinci perkataan apa yang dimaksud dalam keterangannya.
Ingatan terhadap ucapan tersebut disampaikan bersama pengakuannya tentang tekanan yang pernah ia alami. Dalam situasi itu, perkataan yang menyakitkan menjadi salah satu hal yang masih ia kenang dan berkaitan dengan kondisi dirinya saat merasa terpuruk. Namun, informasi yang tersedia tidak menjelaskan secara lebih jauh kapan tekanan tersebut berlangsung, bagaimana peristiwanya, atau siapa yang menyampaikan kata-kata itu. Karena itu, keterangan Ruben dapat disampaikan sebatas pengalaman dan dampak yang ia ungkapkan sendiri.
Ruben juga menggambarkan bahwa kepercayaan dirinya sempat menurun. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa tekanan yang ia rasakan bukan hanya soal keadaan di sekitarnya, tetapi juga menyentuh perasaannya secara pribadi. Meski demikian, ia tidak memaparkan rincian tambahan mengenai konteks maupun hubungan berbagai hal yang dialaminya. Tidak ada pula penjelasan dalam keterangan tersebut yang dapat digunakan untuk memastikan maksud dari setiap perkataan yang masih diingatnya.
Dengan demikian, hal yang dapat dicatat dari pengakuan Ruben adalah bahwa beberapa ucapan menyakitkan masih melekat dalam ingatannya dan pernah membuatnya terpuruk serta kehilangan rasa percaya diri. Ia mengaitkan kenangan itu dengan tekanan yang dialami, tanpa menjelaskan detail lebih lanjut tentang kejadian maupun pihak yang dimaksud. Ruben mengatakan masih mengingat sejumlah perkataan menyakitkan yang membuatnya terpuruk dan kehilangan kepercayaan diri.
Baca juga: Wakili Panglima TNI, Kaster TNI Tegaskan Komitmen Indonesia Bagi Perdamaian Indo-Pasifik | VTC Panglima TNI-CDF ADF Menjadi Momentum Perkuat Kerja Sama Bilateral Indonesia-Australia | Tim Pusterad Kunjungi Kodim 0906/Kkr, Tegaskan Pengawasan Program Teritorial Dan Berikan Pengarahan Kepada Babinsa







