Jabar Salurkan Ayam Sentul untuk Perkuat Pangan dan Usaha Warga Garut

Jabar Salurkan Ayam Sentul untuk Perkuat Pangan dan Usaha Warga Garut

Kabupaten Garut. Kepala Dinas Ketahanan Pangan | Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyalurkan indukan ayam Sentul dan 200 anak ayam berumur satu hari atau day-old chick (DOC) kepada penerima manfaat program rumah tidak layak huni (Rutilahu) serta warga prasejahtera di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Bantuan peternakan tersebut disinergikan dengan rangkaian program Abdi Nagri Menyulam Hari Ngaprak Lembur, yang menghadirkan sejumlah layanan dan dukungan pemerintah bagi masyarakat di wilayah setempat. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat kegiatan, agar warga tidak hanya memperoleh perbaikan hunian, tetapi juga dukungan untuk mengembangkan sumber penghidupan.

Ayam Sentul merupakan ayam lokal yang berasal dari Jawa Barat dan memiliki potensi untuk dibudidayakan sebagai ternak produktif. Pemberian indukan dan DOC memberi penerima manfaat kesempatan memulai atau memperkuat pemeliharaan ayam di lingkungan rumah. Dengan pengelolaan yang sesuai, ternak dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga melalui ketersediaan telur dan daging, sekaligus membuka peluang memperoleh tambahan pendapatan. Bantuan tersebut juga dapat menjadi modal awal bagi warga yang ingin menjalankan usaha kecil berbasis peternakan, dengan memanfaatkan sumber daya dan ruang yang tersedia di desa.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat menyampaikan keterangan mengenai penyaluran itu di Bandung pada Selasa. Program ini menghubungkan agenda perbaikan rumah dengan penguatan ketahanan pangan dan kegiatan ekonomi masyarakat. Sinergi tersebut penting karena kondisi hunian yang lebih layak dan akses terhadap sumber pangan produktif dapat mendukung kesejahteraan warga secara bersamaan. Agar bantuan memberi manfaat berkelanjutan, pemeliharaan ayam perlu disertai perhatian pada pakan, kebersihan kandang, kesehatan ternak, serta pencatatan perkembangan produksi. Pendampingan dan keterlibatan penerima manfaat juga dapat membantu memastikan ayam yang disalurkan berkembang dengan baik. Melalui pendekatan terpadu di Girimukti, bantuan ternak diharapkan menjadi dukungan praktis bagi keluarga penerima dan warga prasejahtera, sekaligus memperkuat manfaat program pemerintah yang berlangsung di tingkat desa.

Fatimah, warga Dusun Buni Ayu, Desa Girimukti, Kabupaten Garut, memperoleh 12 ekor ayam Sentul sebagai modal awal untuk memulai budidaya di lingkungan rumah tangga. Bantuan tersebut terdiri atas dua ayam jantan dan 10 ayam betina. Komposisi ini menjadi bekal awal bagi Fatimah untuk mengembangkan pemeliharaan ayam Sentul dalam skala rumah tangga, sekaligus membuka peluang pemanfaatan ternak bagi kebutuhan keluarga.

Pemberian ayam ini melengkapi dukungan yang sebelumnya diterima Fatimah. Rumahnya telah direnovasi melalui program Rereongan Pegawai Pemprov Jabar. Setelah dukungan berupa renovasi rumah tersebut, ayam Sentul diberikan sebagai modal usaha awal. Kedua bentuk bantuan itu memiliki tujuan yang berbeda, tetapi sama-sama diarahkan untuk mendukung kehidupan warga. Untuk Fatimah, ternak ayam dapat menjadi langkah awal dalam mengembangkan kegiatan produktif dari rumah.

Kepala DKPP Jawa Barat, Linda Al Amin, menjelaskan bahwa ayam Sentul merupakan rumpun ayam lokal khas Jawa Barat. Ayam ini memiliki potensi untuk menghasilkan telur dan daging. Hasil ternak tersebut dapat dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga, maupun dijual sebagai sumber tambahan pendapatan. Dengan demikian, pemeliharaan ayam Sentul tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan di rumah, tetapi juga dapat memberi peluang ekonomi apabila dikembangkan oleh penerimanya.

Bagi Fatimah, 12 indukan yang terdiri atas dua jantan dan 10 betina menjadi titik awal untuk menjalankan budidaya sederhana. Potensi telur dan daging dari ayam Sentul memungkinkan keluarga memperoleh pilihan pangan dari ternak yang dipelihara sendiri. Jika hasilnya mencukupi dan ada bagian yang dapat dipasarkan, penjualan juga dapat membantu menambah pendapatan. Manfaat tersebut bergantung pada pengembangan pemeliharaan oleh Fatimah, sehingga bantuan ini menjadi modal awal, bukan gambaran bahwa hasil ternak telah tersedia.

Penyaluran ayam Sentul kepada warga seperti Fatimah memperkenalkan rumpun lokal Jawa Barat sekaligus menghubungkan dukungan pangan dengan peluang usaha rumah tangga. Bantuan 12 ekor ini memberi dasar bagi Fatimah untuk mulai memelihara ayam, memanfaatkan potensinya bagi konsumsi keluarga, dan mempertimbangkan penjualan hasilnya. Bersama dukungan renovasi rumah melalui Rereongan Pegawai Pemprov Jabar, bantuan ternak tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan warga Garut melalui pemanfaatan potensi lokal.

Selain penyaluran Ayam Sentul, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat juga membagikan 200 DOC atau anak ayam umur sehari kepada keluarga prasejahtera di Desa Girimukti, Kabupaten Garut. Bantuan tersebut dibagikan secara merata agar lebih banyak keluarga dapat menerima manfaat program. Penyaluran DOC menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung pemenuhan pangan sekaligus mengembangkan potensi usaha peternakan di tingkat rumah tangga.

Menurut Linda, pembagian anak ayam ini ditujukan untuk memperluas jangkauan penerima manfaat. Keluarga yang menerima bantuan diharapkan dapat memelihara ayam secara mandiri dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Lahan di sekitar tempat tinggal dapat digunakan untuk kandang sederhana, sehingga kegiatan pemeliharaan lebih mudah dijalankan tanpa harus menyediakan lokasi usaha khusus. Pola tersebut juga membuka kesempatan bagi warga untuk memulai usaha unggas dalam skala yang sesuai dengan kondisi keluarga.

Pemanfaatan pekarangan untuk beternak dapat membantu warga mengelola sumber daya yang telah tersedia. Ayam yang dipelihara berpotensi menjadi sumber pangan keluarga, sementara hasil lebihnya dapat mendukung kegiatan ekonomi produktif. Dengan demikian, bantuan DOC tidak hanya berupa penyerahan ternak, tetapi juga dimaksudkan untuk mendorong inisiatif warga dalam mengembangkan usaha secara bertahap. Keberlanjutan pemeliharaan, perawatan ayam, dan pemanfaatan hasilnya akan berperan dalam menentukan manfaat yang dapat dirasakan penerima.

Program ini memiliki dua sasaran yang saling berkaitan, yakni memperkuat ketahanan pangan keluarga dan membuka peluang kegiatan ekonomi produktif di perdesaan. Ketersediaan ayam di lingkungan rumah dapat menambah pilihan pangan, sedangkan kegiatan pemeliharaan dapat menjadi titik awal usaha unggas mandiri. Melalui pembagian yang menjangkau keluarga prasejahtera, DKPP Jawa Barat berupaya agar dukungan tersebut memberi kesempatan lebih luas bagi warga Desa Girimukti untuk meningkatkan kemandirian pangan dan mengembangkan potensi ekonomi rumah tangga.

DKPP Jawa Barat mengingatkan bahwa penyaluran ayam Sentul perlu disertai pemeliharaan yang konsisten agar bantuan dapat dirawat dengan baik. Budidaya ternak bukan hanya soal menyediakan bibit, tetapi juga memastikan kebutuhan ayam terpenuhi setiap hari. Warga yang menerima bantuan diharapkan memahami tanggung jawab perawatan sejak awal dan menjalankannya secara teratur. Pendampingan dan perhatian terhadap kondisi ternak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha pekarangan, terutama ketika keluarga mulai menyesuaikan kegiatan beternak dengan rutinitas rumah tangga maupun pekerjaan lainnya.

Ketersediaan pakan yang cukup dan sesuai kebutuhan perlu dijaga, begitu pula air minum yang bersih dan mudah dijangkau ayam. Kandang sebaiknya dibersihkan secara rutin, dengan sanitasi yang diperhatikan untuk mengurangi risiko berkembangnya kuman dan parasit. Pengelolaan kandang yang baik juga mencakup sirkulasi udara serta penataan ruang agar ayam tidak berdesakan. Selain itu, warga perlu memantau kondisi ternak secara berkala dan melakukan langkah pencegahan penyakit. Jika ditemukan perubahan perilaku atau tanda ayam kurang sehat, pemeriksaan dan konsultasi dengan petugas terkait dapat membantu menentukan penanganan yang tepat. Langkah-langkah tersebut mendukung pemeliharaan yang bertanggung jawab, bukan menjamin bahwa seluruh risiko penyakit dapat dihilangkan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengaitkan pemenuhan hunian layak melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dengan pemberdayaan peternakan pekarangan. Keterhubungan itu dimaksudkan agar dukungan terhadap warga dapat mencakup tempat tinggal sekaligus peluang mengembangkan kegiatan produktif di lingkungan rumah.

Baca juga: TNI Perkuat Penanganan Karhutla di Melawi, Salurkan Peralatan Pemadam kepada Masyarakat | Panglima TNI Salurkan Bantuan dan Perkuat Pencegahan Karhutla di Sambas | Dalam Waktu Sepekan, Kodim Bojonegoro Salurkan 800 Ribu Liter Air Bersih ke Warga di 34 Desa Terdampak Kekeringan