Bangkalan | Sebelumnya, Ketua PCNU Kabupaten Sekadau, Bagus Fitrianto mengatakan, laporan tersebut sebagai bentuk komitmen menjaga integritas organisasi serta membersihkan NU dari praktik suap dan korupsi. Muktamar tersebut berlangsung pada akhir Agustus lalu di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Dugaan Politik Uang Muktamar Dilaporkan ke KPK, KH Imron Fattah: NU Bukan Kendaraan Politik BANGKALAN, Wakil Rais Syuriyah PCNU Bangkalan sekaligus Dzurriyah Syaikhona Kholil, KH Imron Fattah angkat bicara soal dugaan politik uang pada pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Pengurus Cabang NU (PCNU) Sekadau, Kalimantan Barat.
Keterangan yang tercatat menyebut Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Anda bisa membantu mengubah kisah itu.
Data lain dalam laporan menunjukkan Menurut pria yang akrab disapa Kiai Imron itu, terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 itu merupakan amanah yang besar dan harus dihormati oleh semua pihak. Jam'iyyah NU ini bukan tentang siapa yang memimpin," ucapnya, Jumat (9/10/2026). Soal Aduan PCNU ke KPK Terkait Politik Uang di Muktamar, Gus Ipul: Jangan Beropini Tanpa Bukti Kiai Imron juga mengatakan, pihaknya menghargai langkah PCNU Sekadau yang membuat pengaduan ke KPK terkait adanya dugaan politik uang pada Muktamar ke-35 itu. NU bagi saya merupakan jam'iyah diniyah ijtimaiyah, bukan kendaraan politik praktis," kata dia. Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo membenarkan adanya pengaduan masyarakat terkait dugaan politik uang jelang Muktamar ke-35 NU itu.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Gus Kikin memikul amanah yang besar dan keputusan itu sudah melalui proses muktamar. Namun, ia juga mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk senantiasa mengedepankan sikap rendah hati atau tawadhu dalam menjalankan kehidupan berorganisasi. Menurutnya, NU bukanlah panggung untuk memperebutkan jabatan maupun posisi tertentu, melainkan wadah pengabdian dan memberikan manfaat untuk umat. PCNU Adukan Dugaan Politik Uang di Muktamar ke KPK, Gus Ipul: Silakan Disertai Bukti Ia meminta agar seluruh pihak bisa menjaga soliditas dan merawat NU bersama-sama. Dengan begitu, NU sebagai rumah besar warga Nahdliyyin itu bisa terus berkembang tanpa kehilangan jati diri dan teguh pada tujuan awal dibentuknya organisasi tersebut agar bermanfaat untuk agama, bangsa dan masyarakat.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka. Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.

