Pasokan BBM Bali Diperkuat, Sejumlah SPBU Buka 24 Jam

Pasokan BBM Bali Diperkuat, Sejumlah SPBU Buka 24 Jam

Denpasar | Untuk memperkuat distribusi dan merespons antrean yang muncul di sejumlah SPBU Bali, PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan BBM sekitar 57,9 juta liter. Penambahan ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat sekaligus membantu memperlancar penyaluran ke berbagai wilayah. Pasokan tambahan tersebut terdiri atas Pertalite dan Pertamax, dua jenis BBM yang banyak digunakan oleh konsumen di Pulau Dewata.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa sekitar 19 juta liter dari tambahan pasokan itu telah tiba di Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis. Kedatangan pasokan di kedua fasilitas tersebut menjadi bagian awal dari upaya memperkuat stok dan mendukung distribusi ke SPBU. Adapun sisa pasokan dijadwalkan tiba secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026. Pengiriman bertahap memungkinkan penerimaan dan penyaluran dilakukan sesuai kesiapan fasilitas serta kebutuhan di lapangan.

Penambahan volume pasokan diharapkan membantu mengurangi tekanan pada layanan SPBU setelah terjadi antrean, terutama ketika permintaan meningkat atau penyaluran belum merata. Ketersediaan stok di terminal menjadi salah satu unsur penting agar BBM dapat diteruskan ke SPBU secara lebih teratur. Dengan demikian, masyarakat diharapkan memperoleh akses yang lebih baik terhadap Pertalite dan Pertamax, sementara pengelola dapat mengatur layanan berdasarkan pasokan yang diterima. Pertamina Patra Niaga menyampaikan perkembangan kedatangan pasokan sebagai informasi bagi publik mengenai langkah pemulihan distribusi. Jadwal kedatangan yang berlangsung hingga 17 Oktober juga menjadi acuan untuk menambah stok secara berangsur, bukan sekaligus. Upaya ini diarahkan untuk menjaga kesinambungan pasokan di Bali dan mendukung kelancaran pelayanan kepada konsumen. Pemantauan atas penerimaan serta penyaluran BBM tetap diperlukan agar tambahan volume dapat menjangkau SPBU yang membutuhkan. Seiring tibanya kiriman berikutnya, distribusi Pertalite dan Pertamax diharapkan semakin stabil, sehingga antrean dapat berkurang dan kegiatan masyarakat maupun usaha tidak terganggu oleh sulitnya memperoleh bahan bakar.

Untuk mempercepat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Bali, Pertamina Patra Niaga memperkuat kesiapan operasional pada jalur distribusi. Perusahaan menyiagakan 108 mobil tangki yang didukung 465 awak untuk mengangkut BBM dari terminal menuju stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kesiapan armada dan personel ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pasokan, terutama ketika kebutuhan meningkat atau distribusi perlu dipercepat di sejumlah wilayah.

Pengoperasian terminal juga dioptimalkan agar penerimaan dan penyaluran produk dapat berlangsung tanpa jeda. Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis beroperasi selama 24 jam. Dengan layanan sepanjang hari, proses penerimaan BBM, pengisian mobil tangki, dan pengiriman ke SPBU dapat disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Operasional terminal yang berkelanjutan turut memberi ruang bagi perusahaan untuk mengatur pergerakan armada secara lebih efektif.

Selain menyiapkan kendaraan dan awak, perusahaan terus memantau kesiapan rantai pasok secara menyeluruh. Pengaturan distribusi dilakukan dengan memperhatikan ketersediaan produk di terminal, kapasitas pengangkutan, serta kebutuhan SPBU. Koordinasi antarunit membantu memastikan mobil tangki dapat menjalankan pengiriman sesuai rencana. Langkah ini ditujukan untuk menjaga pasokan tetap tersedia dan mendukung aktivitas masyarakat maupun sektor usaha di Bali.

Kitty menyampaikan bahwa Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan suplai, kesiapan armada, serta operasional terminal dan SPBU. Upaya tersebut dilakukan agar distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan konsumen dapat dilayani dengan baik. Kesiapan fasilitas selama 24 jam, bersama dukungan ratusan awak mobil tangki, menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam memperkuat layanan. Dengan pemantauan dan koordinasi yang berkelanjutan, penyaluran diharapkan lebih responsif terhadap dinamika kebutuhan di berbagai daerah Bali.

Pengoperasian 66 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) selama 24 jam di wilayah Denpasar dan Badung menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses masyarakat terhadap BBM. Dengan waktu layanan yang lebih panjang, warga memiliki kesempatan untuk mengisi bahan bakar di luar jam-jam sibuk, sementara distribusi kebutuhan ke berbagai titik dapat berlangsung lebih fleksibel. Kebijakan ini juga ditujukan untuk membantu mengurai antrean kendaraan yang muncul ketika permintaan meningkat.

Perpanjangan jam operasional memberi pilihan waktu pengisian yang lebih beragam bagi pengendara, termasuk mereka yang beraktivitas pada malam hari atau harus bepergian pada waktu tertentu. Kehadiran SPBU yang tetap melayani sepanjang hari diharapkan dapat mendorong arus kendaraan terbagi, sehingga tidak seluruh pelanggan datang pada rentang waktu yang sama. Upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan layanan BBM di kawasan dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Di sejumlah SPBU, kondisi layanan dilaporkan mulai berangsur kondusif. Meski demikian, pemulihan belum berhenti dan masih dilanjutkan agar pelayanan kepada masyarakat dapat semakin lancar. Pengelola dan pihak terkait tetap melakukan langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan, terutama pada lokasi yang masih menghadapi kepadatan. Perkembangan ini menunjukkan bahwa penambahan jam layanan dapat membantu, tetapi pemulihan pasokan dan pengaturan pelayanan tetap memerlukan proses.

Selain membuka layanan 24 jam, penjualan BBM secara literan juga dilakukan di sejumlah SPBU Kota Denpasar. Layanan ini terutama tersedia di titik-titik dengan kepadatan dan antrean kendaraan yang tinggi. Penjualan dalam takaran liter memberi alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh BBM saat kondisi di lokasi masih ramai, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan harian tanpa harus menunggu layanan pengisian reguler sepenuhnya kembali normal.

Sejak hari pertama pelaksanaan, penjualan melalui layanan tersebut mencapai sekitar 5.000 liter per hari. Volume itu menggambarkan besarnya kebutuhan masyarakat dan peran layanan tambahan dalam membantu akses BBM. Pelaksanaannya tetap diarahkan untuk menjangkau warga di tengah situasi padat, sementara layanan SPBU terus berangsur pulih. Kombinasi operasional 24 jam dan penjualan secara literan menjadi upaya untuk menjaga kemudahan memperoleh bahan bakar, mengurangi tekanan antrean, serta mendukung mobilitas masyarakat di Denpasar dan Badung selama proses pemulihan berlangsung.

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat di Bali untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) secara bijak, sesuai kebutuhan dan peruntukannya, selama proses pemulihan layanan berlangsung. Pengisian BBM sebaiknya dilakukan secukupnya agar pasokan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara merata oleh seluruh pengguna. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi dan arahan resmi mengenai layanan SPBU, serta tidak melakukan pembelian berlebihan karena kekhawatiran sesaat. Kebiasaan membeli sesuai kebutuhan membantu menjaga kelancaran distribusi dari lembaga penyalur kepada konsumen. Dengan demikian, pengendara yang membutuhkan BBM untuk beraktivitas dapat memperoleh layanan tanpa hambatan yang tidak perlu, sementara upaya pemulihan pasokan dapat berjalan lebih tertib di berbagai wilayah Bali.

Perusahaan secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak menimbun BBM, baik dalam wadah maupun dengan cara lain, sebab tindakan tersebut berisiko mengganggu kelancaran distribusi dan membuat pasokan tidak tersedia secara adil. BBM bersubsidi juga harus digunakan oleh konsumen yang berhak, sesuai ketentuan yang berlaku. Pembelian BBM subsidi untuk kemudian dijual kembali secara ilegal tidak dapat dibenarkan dan dapat merugikan masyarakat yang memang membutuhkan dukungan tersebut. Praktik semacam itu turut menghambat penyaluran BBM kepada pengguna yang menjadi sasaran. Karena itu, masyarakat diharapkan berperan menjaga ketersediaan dengan tidak menyalahgunakan BBM, tidak memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan, serta menyampaikan informasi yang benar kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus memperkuat pasokan, distribusi, dan pelayanan BBM di Bali sampai layanan kembali normal. Langkah tersebut dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan kondisi operasional di lapangan, sekaligus menjaga penyaluran agar berlangsung lancar.

Baca juga: TNI Kerahkan Sejumlah Alutsista Dukung Operasi SAR KM Virgo Transport 8 | Hercules TNI AU Mendarat di Lanud Sjamsudin Noor Bawa Kekuatan Baru dari Kemhan RI, Penanganan Karhutla Kalimantan Selatan Kian Diperkuat | Pastikan Pasokan Air Tetap Siaga, Satgas Pam Irigasi Embung Jokowi Lanud Sjamsudin Noor Rawat Kesiapan Pompa Untuk Penanganan Karhutla