Pisang Goreng dan Klepon di Peta Dessert Dunia 2026

Pisang Goreng dan Klepon di Peta Dessert Dunia 2026

Jakarta | Pisang goreng dan klepon tercantum dalam daftar 100 dessert terbaik dunia versi TasteAtlas untuk 2026. Kehadiran dua jajanan Indonesia tersebut menjadi inti kabar ini, sekaligus menempatkan hidangan manis khas Indonesia dalam pembahasan dessert lintas negara. Daftar tersebut memuat aneka hidangan penutup dari berbagai tradisi kuliner, sehingga nama pisang goreng dan klepon hadir berdampingan dengan pilihan dari sejumlah negara. Informasi ini menunjukkan bahwa kedua sajian itu tercakup dalam daftar yang disusun TasteAtlas, bukan bahwa salah satunya memperoleh gelar tersendiri atau pengakuan resmi dari lembaga tertentu. Kabar ini dapat dibaca sebagai sorotan terhadap ragam dessert Indonesia dalam percakapan kuliner dunia pada 2026.

Dalam daftar yang sama, hidangan penutup dari Turki, Italia, Prancis, dan Brasil juga turut tercantum. Kehadiran pilihan dari berbagai negara memperlihatkan cakupan daftar tersebut, tanpa mengurangi perhatian pada dua nama dari Indonesia. Pisang goreng dan klepon menjadi bagian dari kumpulan dessert yang berasal dari latar kuliner berbeda. Penyebutan negara-negara tersebut memberi konteks internasional bagi kabar ini: sajian Indonesia tampil dalam satu daftar bersama hidangan penutup yang mewakili sejumlah tradisi lain. Daftar TasteAtlas 2026 itu menjadi titik temu berbagai jenis dessert, bukan pernyataan bahwa seluruh sajian di dalamnya memiliki bahan, cara penyajian, atau latar budaya yang sama.

Bagi pembaca, kabar ini memberi alasan untuk mengenali kembali pisang goreng dan klepon sebagai bagian dari kekayaan kuliner Indonesia yang juga hadir dalam daftar dessert global. Keduanya memiliki nama yang berbeda dan dicatat sebagai dua sajian tersendiri, berdampingan dengan aneka pilihan dari negara lain. Namun, informasi yang tersedia sebatas mencatat keikutsertaan mereka dalam daftar 100 dessert terbaik dunia versi TasteAtlas 2026. Karena itu, kabar tersebut sebaiknya dipahami sesuai cakupannya: kedua jajanan Indonesia tercantum, sementara daftar itu juga memuat hidangan dari Turki, Italia, Prancis, Brasil, dan negara lainnya. Tidak diperlukan klaim tambahan untuk melihat arti kehadiran tersebut sebagai sorotan kuliner lintas negara.

Dalam TasteAtlas Awards 2025/2026, pisang goreng tercatat di peringkat ke-14 dengan rating 4,35 dari 5. Posisi ini menempatkannya di dessert yang mendapat penilaian tinggi dalam daftar tersebut. Angka peringkat menunjukkan letaknya dibandingkan sajian lain yang tercantum, sementara rating menggambarkan skor yang dicatat untuk hidangan itu. Keduanya memberi gambaran berbeda tentang hasil yang diraih pisang goreng pada edisi penghargaan ini.

Klepon berada di peringkat ke-37, dengan rating 4,27 dari 5. Hasil ini perlu dibaca secara terpisah dari pencapaian pisang goreng: klepon memiliki posisi dan skor tersendiri, meskipun kedua makanan tersebut sama-sama berasal dari tradisi kuliner Indonesia. Selisih rating keduanya adalah 0,08 poin, sedangkan jarak peringkatnya mencapai 23 posisi. Data tersebut mencatat hasil dalam daftar TasteAtlas Awards 2025/2026, bukan ukuran tunggal untuk menilai seluruh kekayaan atau mutu dessert Indonesia.

Di dessert asal Asia Tenggara yang masuk dalam daftar tersebut, pisang goreng merupakan sajian dengan peringkat tertinggi. Keterangan ini merujuk pada posisi dalam daftar penghargaan, sehingga tidak dengan sendirinya berarti bahwa pisang goreng menjadi dessert terbaik di semua konteks atau menurut semua penilaian. Pencapaian peringkat ke-14 tetap menandai visibilitas yang kuat bagi hidangan yang dikenal luas di kawasan ini, berdasarkan hasil yang dilaporkan dalam edisi tersebut.

Hasil bagi pisang goreng dan klepon juga memperlihatkan bahwa dua dessert Indonesia dapat memperoleh pengakuan masing-masing dalam pemeringkatan internasional yang sama. Rating 4,35 dan 4,27 menempatkan keduanya pada skor yang tinggi dalam skala lima, dengan pisang goreng berada lebih tinggi pada daftar. Namun, angka ini sebaiknya dipahami sesuai ruang lingkup TasteAtlas Awards 2025/2026 dan tidak diperluas menjadi klaim tentang selera seluruh masyarakat dunia. Bagi pembaca, rincian peringkat dan rating tersebut memberi cara konkret untuk melihat bagaimana kedua sajian tradisional Indonesia tercatat dalam peta dessert global tahun itu.

Pisang goreng merupakan kudapan yang mudah dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Hidangan sederhana ini hadir di rumah, pasar tradisional, warung, hingga kedai yang menyajikan aneka jajanan. Bahan utamanya mudah dikenali: pisang yang dibalut adonan tepung, kemudian digoreng sampai matang dan berwarna keemasan. Cara penyajian dan pilihan jenis pisang dapat berbeda dari satu tempat ke tempat lain, tetapi gagasan dasarnya tetap sama. Kesederhanaan tersebut membuat pisang goreng akrab bagi banyak orang, baik sebagai teman minum teh atau kopi maupun sebagai camilan di sela kegiatan sehari-hari.

Proses pembuatannya dimulai dengan menyiapkan pisang, yang dapat dipotong sesuai kebutuhan, lalu mencelupkannya ke dalam adonan tepung. Adonan menyelimuti permukaan buah sebelum pisang dimasukkan ke minyak panas. Selama digoreng, lapisan tepung perlahan mengeras dan berubah menjadi warna keemasan. Kematangan biasanya ditandai oleh permukaan yang tampak kering dan renyah, sementara pisang di bagian dalam menjadi lembut. Perpaduan dua tekstur ini menjadi salah satu ciri yang membuat kudapan tersebut disukai. Aroma pisang dan adonan yang hangat juga memberi kesan menggugah selera, terutama ketika hidangan baru diangkat dari penggorengan.

Rasa manis pisang yang alami menjadi daya tarik lain. Buah yang matang menghadirkan rasa cukup kaya, sehingga pisang goreng dapat dinikmati tanpa tambahan pemanis. Meski beberapa penjual menyajikannya bersama taburan atau pelengkap, versi sederhana tetap menawarkan keseimbangan lapisan luar yang gurih dan renyah dengan isi yang lembut serta manis. Karakter ini membuatnya fleksibel untuk dinikmati pada berbagai kesempatan, tanpa memerlukan cara makan khusus. Dari sajian rumahan hingga jajanan yang dibeli di perjalanan, pisang goreng mempertahankan pesona melalui bahan yang mudah ditemukan, proses yang ringkas, dan tekstur yang kontras. Perbedaan kecil pada bentuk, tingkat kematangan, atau ketebalan adonan memperkaya variasinya, tetapi ciri dasarnya tetap mudah dikenali di berbagai daerah.

Klepon menempati peringkat ke-37 dalam daftar hidangan manis dunia yang menjadi perhatian pada 2026. Posisi ini menjadikannya salah satu dari dua jajanan Indonesia yang tercatat dalam daftar tersebut. Kehadiran klepon di beragam hidangan dari berbagai belahan dunia memberi ruang bagi jajanan pasar Indonesia untuk dikenal dalam konteks kuliner yang lebih luas. Peringkat itu juga menempatkan klepon sebagai bagian dari representasi Indonesia dalam pemetaan dessert lintas negara, tanpa menghapus kenyataan bahwa daftar tersebut memuat banyak pilihan dari tradisi kuliner yang berbeda.

Makna penting dari pencantuman klepon bukan semata-mata angka peringkatnya. Keikutsertaannya menunjukkan bahwa jajanan pasar Indonesia mendapat tempat di hidangan manis internasional. Dalam daftar yang mempertemukan sajian dari berbagai wilayah, hadirnya jajanan lokal menandakan bahwa ragam kuliner Indonesia ikut menjadi bagian dari percakapan global mengenai dessert. Klepon berdiri sebagai salah satu wakil, bersama satu jajanan Indonesia lainnya, sehingga keberadaannya dapat dibaca sebagai pengakuan terhadap keragaman pilihan manis yang berasal dari Indonesia.

Peringkat ke-37 itu dapat menjadi titik perhatian bagi pembaca yang ingin mengenali jajanan pasar Indonesia melalui daftar hidangan dunia. Namun, informasi yang tersedia di sini terbatas pada posisi klepon dan statusnya sebagai salah satu dari dua jajanan Indonesia yang masuk daftar. Karena itu, uraian ini tidak menambahkan rincian mengenai bahan, proses pembuatan, ataupun karakter rasanya.