Yogyakarta | PSIM Yogyakarta mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih kepala Jean-Paul van Gastel. Pengumuman tersebut disampaikan Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, di Graha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, pada Sabtu (17/10/2026) sore WIB. Pernyataan itu menandai perubahan penting dalam kepemimpinan tim, sekaligus menjelaskan posisi klub setelah menilai situasi yang sedang dihadapi. Manajemen menyatakan bahwa keputusan untuk mengakhiri kerja sama diambil setelah melakukan evaluasi terhadap keadaan tim. Dengan demikian, langkah tersebut disampaikan sebagai hasil pertimbangan manajemen, bukan semata-mata sebagai pengumuman pergantian pelatih. Van Gastel tidak lagi menjalankan tugas sebagai pelatih kepala PSIM setelah keputusan itu diumumkan secara resmi di hadapan media.
Dalam menyampaikan keputusan tersebut, Liana Tasno mengaitkannya dengan evaluasi manajemen terhadap situasi tim. Informasi yang diumumkan berfokus pada hasil pertimbangan klub dan berakhirnya hubungan kerja sama dengan Van Gastel. Tidak ada rincian tambahan dalam pengumuman yang disampaikan mengenai aspek tertentu dari evaluasi itu, sehingga alasan lebih spesifik tidak dapat dipastikan hanya dari keterangan tersebut. Karena itu, keputusan ini penting dipahami sesuai dengan pernyataan resmi klub: PSIM dan Van Gastel bersepakat mengakhiri kerja sama setelah manajemen meninjau kondisi tim. Penyebutan yang cermat membantu membedakan pengakhiran kerja sama dari istilah lain yang mengandung kesimpulan berbeda, seperti pemecatan. Klub menyampaikan keputusan itu secara langsung melalui direkturnya, di lokasi dan waktu yang telah disebutkan.
Pengumuman perpisahan tersebut juga menjadi penanda bahwa PSIM perlu melanjutkan persiapan dengan susunan kepelatihan yang disesuaikan. Manajemen telah menunjuk Guntur sebagai caretaker, sebagaimana tercermin dalam pengumuman klub mengenai perubahan setelah Van Gastel tidak lagi menjabat. Penunjukan caretaker memberikan gambaran mengenai langkah sementara PSIM dalam menjaga kesinambungan tugas tim, meskipun rincian durasi penugasan maupun rencana berikutnya tidak dijelaskan dalam keterangan tentang pengakhiran kerja sama. Bagi pendukung dan pengamat, informasi utama yang dapat dipastikan adalah keputusan manajemen, nama pelatih yang berpisah, serta pejabat yang mengumumkannya. Langkah lanjutan klub dapat dinantikan melalui pernyataan resmi selanjutnya. Sampai ada keterangan tambahan, evaluasi situasi tim menjadi konteks yang disampaikan PSIM untuk menjelaskan keputusan tersebut.
Kekalahan PSIM Yogyakarta dengan skor 1-2 dari PSM Makassar menjadi hasil terbaru dalam perjalanan tim pada awal musim BRI Super League 2026/2027. Pertandingan pekan kelima itu berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10/2026). Hasil tersebut memperpanjang tren negatif PSIM, yang kini telah menelan empat kekalahan secara beruntun. Dalam lima laga yang dijalani, tim juga belum meraih satu pun kemenangan. Catatan ini menempatkan hasil melawan PSM sebagai bagian penting dari gambaran performa PSIM pada fase awal kompetisi.
Rangkaian hasil tersebut menjadi konteks bagi evaluasi manajemen terhadap situasi tim. Empat kekalahan berturut-turut dan belum adanya kemenangan dalam lima pertandingan menunjukkan bahwa PSIM belum memperoleh hasil yang diharapkan pada awal musim. Kekalahan di kandang dari PSM menambah tekanan pada catatan itu, sekaligus mempertegas bahwa hasil pertandingan terkini tidak berdiri sendiri. Bagi manajemen, deretan hasil ini memberi latar untuk meninjau kondisi tim dan menentukan langkah yang dianggap perlu, tanpa mengabaikan perjalanan kompetisi yang masih berlangsung.
Dalam kaitan tersebut, keputusan mengakhiri kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel dan menunjuk Guntur sebagai caretaker berlangsung ketika PSIM menghadapi periode hasil yang sulit. Perubahan di jajaran pelatih itu muncul di tengah catatan empat kekalahan beruntun serta lima laga tanpa kemenangan. Informasi hasil pertandingan dan rentetan tersebut membantu menjelaskan suasana yang mengiringi evaluasi manajemen, tetapi tidak dengan sendirinya menetapkan penyebab performa tim. Untuk saat ini, fakta yang dapat dicatat adalah kekalahan 1-2 dari PSM pada pekan kelima, serta belum adanya kemenangan dalam lima penampilan PSIM di liga. Rentetan itu menjadi latar penting bagi perubahan yang diumumkan klub.
Liana menjelaskan bahwa keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel diambil sebagai respons terhadap kondisi tim yang belum juga meraih kemenangan. Menurutnya, manajemen perlu menilai situasi secara terbuka dan menentukan langkah yang dianggap tepat bagi PSIM. Perubahan di kursi pelatih menjadi bagian dari upaya menghadapi keadaan tersebut, dengan Guntur ditunjuk sebagai caretaker untuk sementara waktu. Keputusan ini, kata Liana, tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan, tetapi juga dengan tanggung jawab klub dalam menjaga arah dan kepentingan tim.
Sebagai direktur utama, Liana menyebut tanggung jawabnya mencakup upaya menjaga keamanan serta keberlangsungan PSIM ke depan. Karena itu, manajemen harus mempertimbangkan keadaan klub secara menyeluruh ketika menentukan kebijakan. Ia memahami bahwa pergantian pelatih dapat menimbulkan beragam tanggapan, terutama dari pendukung yang berharap tim segera bangkit. Namun, keputusan tersebut diambil di tengah situasi yang menuntut respons, sementara PSIM masih berusaha mencari hasil positif dan menjaga posisinya di kompetisi.
Liana juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung atas performa tim yang belum mampu membahagiakan mereka. Ia menyadari bahwa hasil yang belum memuaskan dapat mengecewakan suporter yang terus memberikan dukungan. Permintaan maaf itu disampaikan sebagai pengakuan atas keadaan yang sedang dihadapi klub, sekaligus bentuk penghargaan terhadap harapan pendukung. Ia tidak menutupi bahwa capaian tim sejauh ini belum sesuai dengan yang diinginkan, dan menegaskan bahwa manajemen tetap memperhatikan dampak situasi tersebut bagi para penggemar PSIM.
Di tengah tekanan untuk memperbaiki keadaan, Liana mengatakan dirinya terus berupaya agar PSIM dapat bertahan di liga. Upaya itu menjadi bagian dari tanggung jawabnya dalam memastikan klub tetap memiliki masa depan dan dapat melanjutkan perjuangan di kompetisi. Fokus manajemen, menurut penjelasannya, adalah menjaga keberlangsungan klub sekaligus merespons kondisi tim saat ini. Penunjukan caretaker diharapkan menjadi langkah sementara untuk menghadapi fase tersebut, sedangkan upaya mempertahankan PSIM di liga tetap menjadi perhatian utama. Liana pun menegaskan komitmennya untuk terus bekerja demi klub kebanggaan tersebut dan para pendukungnya.
Setelah mengakhiri kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel, manajemen PSIM menunjuk Guntur Cahyo Utomo sebagai caretaker pelatih. Penunjukan tersebut menjadi langkah sementara untuk mengisi posisi pelatih kepala sekaligus menjaga persiapan dan aktivitas tim tetap berjalan selama masa transisi. Guntur dipercaya memimpin skuad hingga manajemen menetapkan pelatih tetap yang akan menangani tim untuk tahap berikutnya.
Peran caretaker diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan. Dalam periode tersebut, Guntur akan bertanggung jawab mengarahkan latihan, mendampingi pemain, serta memimpin tim dalam pertandingan yang dijalani. Masa transisi ini juga memberi ruang bagi manajemen untuk mempertimbangkan kandidat pelatih tetap dan menentukan sosok yang dinilai sesuai dengan kebutuhan PSIM. Hingga keputusan final diumumkan, fokus tim diharapkan tetap tertuju pada persiapan dan upaya memperbaiki performa.
Liana berharap keputusan manajemen mendapat dukungan dari Brajamusti dan The Maident. Dukungan suporter, menurut harapannya, dapat membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif, baik di ruang ganti maupun saat tim bertanding. Lingkungan yang lebih tenang dan positif diharapkan memungkinkan pemain serta staf bekerja dengan fokus, sembari menghadapi tantangan dalam masa pergantian kepemimpinan. Harapan tersebut bukan jaminan bahwa perubahan pelatih akan langsung menghasilkan kemenangan. Namun, dukungan bersama dapat menjadi bagian penting dalam menjaga semangat tim dan membantu proses penyesuaian berjalan lebih baik. Untuk sementara, Guntur memikul tanggung jawab mengawal tim hingga penunjukan pelatih tetap dilakukan.
Baca juga: VTC Panglima TNI-CDF ADF Menjadi Momentum Perkuat Kerja Sama Bilateral Indonesia-Australia






