Lombok | Brian Uriarte tampil sebagai pembalap tercepat dalam kualifikasi Moto3 Mandalika 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Pembalap asal Spanyol tersebut mencatat waktu 1 menit 36,861 detik pada sesi Q2. Catatan itu menempatkannya di posisi teratas dan memastikan hak untuk memulai balapan dari pole position.
Uriarte mampu memanfaatkan sesi penentuan dengan baik ketika persaingan berlangsung ketat di para pembalap. Waktu terbaiknya menjadi patokan utama hingga akhir Q2, sekaligus mengantarkan dirinya memperoleh posisi start paling depan pada balapan Moto3 Mandalika. Hasil ini memberikan keuntungan strategis karena ia dapat memasuki tikungan pertama tanpa harus menghadapi kepadatan pembalap dari barisan belakang.
David Almansa menempati posisi kedua setelah menyelesaikan kualifikasi dengan selisih waktu tipis dari Uriarte. Sementara itu, Alvaro Carpe melengkapi barisan terdepan di posisi ketiga. Susunan tersebut membuat tiga pembalap Spanyol mendominasi posisi teratas hasil kualifikasi di Mandalika.
Komposisi tiga besar itu juga menjadi gambaran awal mengenai ketatnya persaingan yang akan berlangsung saat balapan. Perbedaan kecil dalam catatan waktu menunjukkan bahwa Almansa dan Carpe tetap memiliki peluang untuk memberikan tekanan kepada Uriarte sejak lap pembuka. Kondisi lintasan, pemilihan ban, serta kemampuan menjaga ritme balapan akan menjadi faktor penting setelah lampu start padam.
Hasil kualifikasi ini menjadi konteks penting sebelum perhatian beralih kepada kiprah pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama. Dengan Uriarte mengamankan pole position dan dua kompatriotnya mengisi posisi kedua serta ketiga, balapan di Sirkuit Mandalika diperkirakan menghadirkan pertarungan menarik sejak awal. Posisi start para pembalap akan menjadi salah satu elemen yang menentukan strategi dan peluang mereka sepanjang perlombaan.
Veda Ega Pratama mencatat hasil penting pada sesi kualifikasi Moto3 Mandalika 2026. Pembalap Indonesia itu menempati posisi ketujuh dalam Q2, sehingga berhak mengisi salah satu tempat di jajaran delapan besar. Pencapaian tersebut menempatkannya pada posisi start yang kompetitif untuk menghadapi balapan utama di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.
Posisi ketujuh di Q2 memberikan Veda peluang untuk memulai balapan dari kelompok terdepan. Dalam sesi kualifikasi, hasil yang diraih menjadi penentu urutan start para pembalap. Dengan berada di urutan ketujuh, Veda tidak hanya lolos ke posisi yang lebih baik, tetapi juga memiliki tempat yang dekat dengan persaingan di depan sejak awal balapan.
Catatan tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan penampilannya pada sesi latihan bebas Moto3 Hungaria 2026. Dalam sesi tersebut, Veda berada di posisi ke-26. Perbedaan posisi ke-26 pada latihan bebas di Hungaria dan posisi ketujuh pada Q2 di Mandalika menjadi catatan penting dalam rangkaian penampilannya musim ini.
Hasil Q2 di Mandalika juga menegaskan bahwa Veda mampu menembus delapan besar dalam sesi yang menentukan posisi start. Pencapaian itu menjadi modal kompetitif sebelum balapan utama berlangsung. Ia akan memulai lomba dari urutan ketujuh, sementara perhatian berikutnya tertuju pada jalannya balapan dan kemampuannya mempertahankan posisi tersebut di para pembalap Moto3 lainnya.
Sesi Q1 Moto3 Mandalika 2026 berlangsung ketat hingga lap terakhir. Sejumlah pembalap berusaha memperbaiki catatan waktu sebelum kesempatan mereka berakhir, sehingga posisi terdepan beberapa kali mengalami perubahan. Pada fase awal, Hakim Danish sempat menjadi pembalap dengan waktu tercepat dan terlihat berada di jalur yang kuat untuk menutup sesi sebagai pemimpin.
Namun, persaingan berubah pada putaran terakhir. Scott Ogden berhasil mencatatkan waktu terbaik, yakni 1 menit 37,73 detik. Catatan tersebut membuat pembalap tersebut menggeser Hakim Danish dari posisi teratas Q1. Perubahan ini menunjukkan pentingnya memperoleh ruang dan momentum yang tepat ketika lintasan berada dalam kondisi paling kompetitif menjelang berakhirnya sesi.
Meski memimpin sebagian besar jalannya Q1, Hakim Danish akhirnya tidak mempertahankan posisi pertama hingga sesi ditutup. Hasil tersebut menempatkannya pada urutan yang berbeda dalam rangkaian kualifikasi, dan ia dipastikan akan memulai balapan dari posisi ke-18. Posisi tersebut menjadi hasil akhir yang tercatat untuk grid balapan setelah seluruh tahapan kualifikasi diperhitungkan.
Perlu ditegaskan bahwa hasil Q1 tidak secara langsung menentukan posisi start. Dalam konteks penentuan grid Moto3, urutan pembalap ditetapkan sepenuhnya berdasarkan hasil Q2. Dengan demikian, status Ogden sebagai pemilik waktu tercepat Q1 maupun posisi Hakim Danish setelah sesi tersebut tidak otomatis menjadi urutan start pada hari balapan. Performa di Q1 berfungsi menentukan kelanjutan dan pembagian pembalap menuju tahap berikutnya, sedangkan posisi akhir di grid ditentukan oleh catatan waktu Q2. Karena itu, posisi ke-18 yang akan ditempati Hakim Danish harus dipahami sebagai hasil dari keseluruhan proses kualifikasi, khususnya penilaian berdasarkan sesi Q2, bukan semata-mata akibat ia digeser Ogden pada lap terakhir Q1.
Posisi start ketujuh di Moto3 Mandalika 2026 menempatkan Veda Ega Pratama dalam situasi yang cukup menjanjikan untuk memperkuat perolehan poinnya. Berangkat dari baris depan, pembalap asal Indonesia itu memiliki peluang untuk menjaga ritme sejak lap awal dan terlibat dalam persaingan grup terdepan. Hasil kualifikasi tersebut juga memberi modal penting karena setiap posisi di lintasan dapat menentukan besarnya peluang meraih poin dalam balapan yang berlangsung ketat.
Dalam klasemen sementara Moto3 2026, Quiles menjadi pemimpin dengan koleksi 326 poin. Ia berada di depan David Almansa dan Alvaro Carpe, yang turut menempati posisi penting dalam persaingan kejuaraan musim ini. Struktur klasemen tersebut menunjukkan bahwa perebutan gelar masih menjadi persaingan terbuka, terutama karena performa pembalap dapat berubah dari satu seri ke seri berikutnya. Konsistensi, strategi, serta kemampuan menghindari insiden akan menjadi faktor penting hingga musim berakhir.
Veda saat ini menempati peringkat kedelapan dengan 105 poin. Jarak tersebut membuat setiap tambahan angka di Mandalika memiliki arti besar bagi upayanya memperbaiki posisi di klasemen. Start dari urutan ketujuh dapat dimanfaatkan untuk mengamankan finis tinggi, sekaligus membuka peluang memperoleh poin lebih banyak dibandingkan beberapa seri sebelumnya. Namun, Veda tetap perlu mengelola ban, memilih waktu menyalip, dan mempertahankan konsentrasi dalam persaingan rapat khas kelas Moto3.
Balapan utama pada Minggu, 11 Oktober 2026, menjadi kesempatan penting bagi Veda untuk mengejar tambahan poin dan memperbaiki posisinya di kejuaraan. Dukungan publik di Sirkuit Mandalika dapat menjadi energi tambahan, tetapi hasil akhir tetap akan ditentukan oleh kecepatan, ketepatan strategi, serta kemampuan mempertahankan performa sepanjang balapan. Dengan start ketujuh, Veda memiliki dasar yang cukup kuat untuk membidik hasil kompetitif dan mendekatkan diri pada kelompok pembalap papan atas.
