MAGELANG – Sebanyak 310 peserta dari berbagai wilayah dan latar belakang profesi mengikuti kegiatan Latihan Kader Bela Negara di Dodik Bela Negara Rindam IV/Diponegoro, Magelang, pada 27–29 Oktober 2026.
Kegiatan pembukaan dilaksanakan di Lapangan Markas Komando (Mako) Rindam IV/Diponegoro, Magelang, dan dibuka oleh Brigadir Jenderal TNI Perluhutan Marpaung, S.I.P., M.Han., yang mewakili Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Latihan Kader Bela Negara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran bela negara serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada berbagai elemen masyarakat, mulai dari aparatur pemerintahan, pekerja, hingga kalangan swasta.
Sebanyak 320 peserta berasal dari lima wilayah, yakni Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Purworejo.
Peserta berasal dari beragam profesi, di antaranya Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), kepala desa, lurah, pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Karyawan Bank BPR, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), BPJS, Perhutani, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Kantor Pos, karyawan swasta, hingga buruh.
Keberagaman latar belakang peserta tersebut menunjukkan bahwa bela negara merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Nilai-nilai bela negara tidak hanya berkaitan dengan pertahanan negara, tetapi juga diwujudkan melalui sikap disiplin, tanggung jawab, integritas, kepedulian sosial, serta kontribusi positif sesuai profesi masing-masing.
Kegiatan ini mengusung tema “Internalisasi Nilai Dasar Bela Negara sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menegaskan pentingnya membangun karakter warga negara yang memiliki semangat nasionalisme, menjunjung tinggi persatuan, dan berkomitmen mendukung kemajuan bangsa.
Melalui latihan yang berlangsung selama tiga hari ini, para peserta diharapkan mampu memahami dan menginternalisasi nilai-nilai dasar bela negara serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
Selain itu, para peserta diharapkan dapat menjadi kader bela negara yang mampu menyebarluaskan semangat kebangsaan, memperkuat persatuan dan kesatuan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Latihan Kader Bela Negara di Dodik Bela Negara Rindam IV/Diponegoro ini diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki rasa cinta Tanah Air demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. (***)






