Kabupaten Sleman | Kebakaran melanda Trans Home, supermarket yang menyediakan bahan bangunan dan berbagai peralatan rumah tangga, di Jalan Jogja-Solo Km 11, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kobaran api menghanguskan bagian gedung dan area di sekitarnya dengan luas terdampak diperkirakan mencapai 2.000 meter persegi. Upaya pemadaman masih berlangsung hingga Kamis malam karena petugas harus memastikan seluruh titik api benar-benar dapat dikendalikan.
Penanganan kebakaran berlangsung lama dan membutuhkan kehati-hatian. Gedung tersebut menyimpan beragam barang, termasuk material bangunan serta perlengkapan rumah tangga yang mudah terbakar. Kepadatan barang di dalam bangunan dapat membuat api cepat menyebar, sementara bara yang berada di sela-sela material berpotensi kembali menyala setelah permukaan api terlihat padam. Kondisi area yang terbakar juga menyulitkan petugas untuk menjangkau seluruh bagian gedung secara bersamaan.
Selain menghadapi proses pemadaman, petugas melakukan pencarian dan evakuasi terhadap orang-orang yang diduga masih berada di dalam bangunan. Dalam proses tersebut, dua perempuan ditemukan meninggal dunia di lantai tiga gedung. Penemuan korban menambah duka dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di pusat perbelanjaan tersebut. Identitas serta keterangan lebih lanjut mengenai kedua korban diharapkan disampaikan oleh pihak berwenang setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai.
Petugas gabungan terus bekerja untuk mengendalikan api, mendinginkan area, dan memastikan bangunan berada dalam kondisi aman sebelum pencarian dinyatakan selesai. Karena struktur gedung dan sebagian material di dalamnya masih berisiko, akses ke lokasi dilakukan secara terbatas. Penyebab kebakaran juga masih menunggu penyelidikan resmi, termasuk pemeriksaan terhadap kondisi bangunan dan kemungkinan sumber awal munculnya api.
Proses pemadaman kebakaran di Trans Home, Sleman, berlangsung lebih lama karena petugas harus menjangkau titik api yang berada di area basement. Kasi Operasional dan Investigasi UPT Damkar Sleman, Nawa Murtiyanto, menjelaskan bahwa akses menuju bagian tersebut sangat terbatas. Kondisi ini menyulitkan pergerakan personel sekaligus menghambat upaya membawa peralatan pemadam ke lokasi yang membutuhkan penanganan. Petugas tidak dapat langsung masuk secara leluasa, sehingga setiap langkah harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan dan kondisi bangunan.
Pemadaman dilaporkan telah dimulai sekitar pukul 15.00 dan masih berlangsung hingga mendekati pukul 20.00. Dengan demikian, petugas telah bekerja selama kurang lebih lima jam untuk mengendalikan kobaran api. Selain lorong dan akses yang sempit, asap tebal di dalam gedung turut membatasi jarak pandang serta menyulitkan pencarian sumber api. Material bangunan dan berbagai barang yang tersimpan di dalam gedung juga mudah terbakar, sehingga api dapat bertahan dan menyebar ke bagian lain.
Upaya pengendalian sempat menunjukkan hasil di sejumlah bagian, tetapi api kemudian kembali muncul, termasuk di lantai dua. Situasi tersebut membuat petugas harus memeriksa area secara berulang untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang masih tersembunyi. Strategi pemadaman dilakukan secara perlahan dan bertahap, bukan karena kurangnya upaya, melainkan karena kondisi lokasi tidak memungkinkan penanganan secara terburu-buru. Setiap penyemprotan diarahkan untuk menekan api tanpa membahayakan personel yang bekerja di ruang terbatas dan dipenuhi asap. Petugas terus berupaya membuka akses, menjangkau basement, serta mencegah kobaran kembali meluas ke bagian gedung lainnya.
Tim gabungan Basarnas dan pemadam kebakaran melanjutkan pencarian korban di dalam gedung Trans Home Sleman setelah api dan kepulan asap mulai dapat dikendalikan. Dalam proses tersebut, petugas menemukan dua perempuan berinisial Ibu W dan Ibu S di lantai tiga. Keduanya berada di area yang berdekatan dengan tangga, lokasi yang menjadi salah satu jalur akses di dalam bangunan.
Koordinator Unit Siaga Basarnas Sleman, Dhedi Prasetyo, mengatakan proses evakuasi terhadap kedua korban berlangsung sekitar 14 menit. Kondisi di dalam gedung menjadi tantangan bagi petugas karena asap tebal masih memenuhi sejumlah ruangan dan mengurangi jarak pandang. Untuk memastikan pencarian dapat dilakukan dengan aman, personel menggunakan perlengkapan khusus berupa self-contained breathing apparatus (SCBA).
Peralatan tersebut memungkinkan petugas memperoleh pasokan udara saat menembus area yang dipenuhi asap. Dengan perlengkapan itu, tim dapat mendekati lokasi korban dan membawa mereka keluar dari lantai tiga. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi bangunan dan lingkungan sekitar tangga masih berisiko bagi keselamatan petugas.
Saat ditemukan, kedua korban sudah tidak bernapas. Petugas kemudian menyatakan Ibu W dan Ibu S meninggal dunia. Setelah berhasil dievakuasi dari dalam gedung, jenazah keduanya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut. Hingga tahap tersebut, proses identifikasi terhadap kedua korban masih berlangsung. Pihak terkait terus melakukan pendataan dan pemeriksaan guna memastikan identitas korban secara resmi serta melengkapi informasi mengenai penanganan insiden kebakaran tersebut.
Kebakaran di Trans Home Sleman menyebabkan kerusakan pada sejumlah barang dagangan dan kendaraan yang berada di dalam bangunan. Barang yang terdampak terutama berupa peralatan rumah tangga yang tersimpan di lantai atas. Api juga membakar produk elektronik yang berada di area basement. Kondisi tersebut membuat proses penanganan menjadi lebih sulit, terutama karena petugas harus menjangkau bagian bangunan yang dipenuhi barang serta memiliki akses terbatas.
Selain barang dagangan, puluhan hingga ratusan sepeda motor milik karyawan dan pengunjung yang terparkir di lantai dua dilaporkan ikut terbakar. Jumlah kendaraan yang terdampak masih didata oleh pihak terkait, sehingga belum ada keterangan final mengenai keseluruhan kerugian. Hingga proses pemadaman berlangsung, belum disampaikan perkiraan nilai kerusakan akibat kebakaran tersebut.
Penyebab munculnya api juga belum dapat dipastikan. Nawa Murtiyanto menyampaikan bahwa informasi yang dihimpun petugas di lapangan masih simpang siur dan belum cukup untuk menentukan sumber api. Situasi di lokasi, termasuk kondisi basement dan bagian bangunan lainnya, masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut setelah api berhasil dikendalikan dan area dinyatakan aman.
Petugas masih berfokus memadamkan titik api, mencegah penyebaran, serta memastikan tidak ada bara yang kembali menyala. Pada waktu yang sama, pendataan terhadap barang, kendaraan, dan bagian bangunan yang terdampak terus dilakukan. Informasi mengenai penyebab kebakaran dan kerugian keseluruhan akan menunggu hasil pemeriksaan serta keterangan resmi dari pihak berwenang. Petugas masih mengumpulkan informasi sembari melanjutkan penanganan kebakaran di lokasi.

