Jakarta | Kerusuhan yang disertai kebakaran terjadi di Lapas Kelas IIB Merauke, Papua Selatan, pada Jumat (9/10/26). Situasi tersebut kini telah berhasil dikendalikan. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memastikan api yang sempat berkobar di dalam area lembaga pemasyarakatan telah padam, sehingga kondisi di lokasi berangsur stabil.
Dalam peristiwa itu, sejumlah narapidana sempat keluar dari kompleks lapas. Petugas kemudian melakukan penelusuran dan pengamanan untuk menemukan para warga binaan tersebut. Sejumlah narapidana yang sempat kabur telah berhasil ditangkap kembali dan dimasukkan ke dalam kompleks pemasyarakatan. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan pengawasan serta memastikan keamanan di lingkungan Lapas Kelas IIB Merauke.
Informasi mengenai kondisi terkini disampaikan pada Sabtu (10/10/26), sehari setelah kerusuhan dan kebakaran berlangsung. Pemerintah melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terus memantau situasi di lapas tersebut setelah api dipadamkan dan sebagian narapidana yang keluar berhasil diamankan kembali. Penanganan lanjutan berfokus pada pengendalian keamanan, pendataan warga binaan, serta pemeriksaan terhadap keadaan fasilitas pemasyarakatan yang terdampak. Perkembangan berikutnya akan menjadi bagian penting dalam memastikan operasional lapas dapat berlangsung secara aman dan terkendali.
Dugaan awal menyebutkan bahwa insiden di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merauke bermula dari razia telepon genggam yang dilakukan oleh petugas. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan terhadap barang-barang yang tidak diperbolehkan berada di lingkungan lapas. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, rangkaian kejadian itu belum dapat disebut sebagai penyebab pasti kebakaran. Penelusuran lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan hubungan razia dan peristiwa yang terjadi setelahnya.
Razia tersebut kemudian diduga memicu perselisihan petugas dan warga binaan. Ketegangan yang muncul membuat situasi di dalam lapas semakin memanas. Perkembangan keadaan itu berlangsung sebelum akhirnya terjadi kebakaran di lingkungan lapas. Meski demikian, belum terdapat keterangan yang cukup untuk menjelaskan secara menyeluruh bagaimana perselisihan tersebut berkembang hingga berkaitan dengan munculnya api.
Pihak berwenang perlu melakukan pemeriksaan terhadap seluruh rangkaian peristiwa secara menyeluruh dan objektif. Langkah itu penting untuk membedakan informasi awal, dugaan, serta fakta yang telah terverifikasi. Keterangan dari petugas dan warga binaan dapat menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui kronologi secara lebih jelas. Sampai hasil pemeriksaan resmi disampaikan, dugaan bahwa razia telepon genggam memicu perselisihan dan kemudian berlanjut pada kebakaran sebaiknya dipahami sebagai informasi awal, bukan kesimpulan final mengenai penyebab insiden.
Polisi segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan mengenai kebakaran di Lapas Merauke. Kedatangan petugas dilakukan untuk membantu mengamankan keadaan sekaligus mendukung upaya penanganan di area lembaga pemasyarakatan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam merespons situasi darurat, karena petugas tidak hanya perlu menangani sumber kebakaran, tetapi juga memastikan kondisi di sekitar lapas tetap terkendali.
Setelah berada di lokasi, aparat bersama petugas terkait memprioritaskan pemadaman dan pengamanan warga binaan. Penanganan diarahkan agar kebakaran dapat segera diatasi tanpa mengabaikan aspek keselamatan serta ketertiban di lingkungan lapas. Keamanan warga binaan menjadi perhatian utama, terutama setelah adanya informasi mengenai sejumlah narapidana yang sempat melarikan diri dari lapas.
Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Komisaris Jenderal Polisi Rudi Setiawan, menyampaikan bahwa situasi di Lapas Merauke telah berada dalam kendali petugas. Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu (10/10/26) sebagai penegasan bahwa penanganan pascakejadian terus dilakukan dengan mengutamakan stabilitas keamanan.
Penanganan terhadap narapidana yang sempat keluar dari kompleks Lembaga Pemasyarakatan Merauke terus dilakukan. Rudi menyampaikan bahwa sebagian narapidana telah berhasil ditangkap kembali dan selanjutnya dimasukkan ke dalam kompleks pemasyarakatan. Proses tersebut dilakukan secara bertahap dengan melibatkan petugas terkait serta dukungan aparat kepolisian di lapangan.
Menurut Rudi, kondisi di dalam lapas berangsur pulih setelah situasi sempat terganggu akibat kebakaran dan keluarnya sejumlah warga binaan. Aktivitas pemasyarakatan disebut telah kembali berjalan normal. Petugas melanjutkan pengawasan dan penataan lingkungan lapas, sementara upaya pencarian terhadap narapidana yang belum kembali tetap dilakukan sesuai prosedur. Kepolisian turut membantu proses penangkapan kembali para narapidana, termasuk melalui koordinasi dengan petugas pemasyarakatan dan jajaran di wilayah sekitar.
Dukungan kepolisian diberikan sebagai bagian dari penanganan insiden secara menyeluruh. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito menyatakan bahwa Polri membantu penanganan insiden di Lapas Merauke. Bantuan tersebut mencakup pengamanan situasi dan dukungan dalam proses pengembalian narapidana ke kompleks pemasyarakatan. Pihak berwenang terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi tetap terkendali, keamanan lingkungan sekitar terjaga, serta seluruh tahapan penanganan berlangsung secara tertib. Perkembangan terkait narapidana yang masih dalam proses pencarian akan disampaikan melalui keterangan resmi dari instansi terkait.

