Kabupaten Tuban | Kecelakaan beruntun terjadi di jalur Pantura Tuban, Jawa Timur, pada Senin, 12 Oktober 2026. Peristiwa tersebut melibatkan sebuah truk boks, kendaraan roda tiga jenis tossa, sepeda motor, serta tiga rumah warga. Insiden berlangsung di Jalan Raya Tuban–Semarang, tepatnya di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.
Truk boks itu diduga hilang kendali ketika melintas di ruas jalan tersebut. Setelah itu, kendaraan besar tersebut menabrak sejumlah objek yang berada di jalur dan sekitar jalan, termasuk kendaraan roda tiga, sepeda motor, serta tiga rumah milik warga. Rangkaian benturan tersebut menyebabkan kecelakaan tidak hanya melibatkan pengguna jalan, tetapi juga berdampak pada bangunan di sisi jalan.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi di jalur Pantura yang merupakan salah satu akses utama penghubung antardaerah di pesisir utara Jawa. Jalan Raya Tuban–Semarang setiap hari dilalui berbagai jenis kendaraan, termasuk kendaraan angkutan barang dan kendaraan warga. Kecelakaan yang melibatkan truk boks dan beberapa objek sekaligus itu membuat situasi di sekitar lokasi menjadi terganggu.
Informasi awal menyebutkan bahwa dugaan hilang kendali menjadi bagian penting dalam rangkaian kejadian tersebut. Truk boks kemudian bergerak dan menabrak kendaraan serta rumah warga sebelum peristiwa itu dapat dihentikan. Detail mengenai kondisi kendaraan, kerusakan rumah, dan dampak terhadap para pihak yang terlibat masih menjadi bagian dari penanganan serta pendataan di lokasi. Aparat terkait perlu memastikan kronologi secara menyeluruh berdasarkan keterangan saksi dan pemeriksaan terhadap lokasi kejadian.
Truk boks bernomor polisi W 9388 PF menjadi kendaraan yang disebut dalam peristiwa kecelakaan di jalur Pantura Tuban. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Feri Yudin, seorang pria berusia 41 tahun yang tercatat sebagai warga Banyuwangi. Identitas kendaraan dan pengemudi itu menjadi bagian penting dalam penelusuran awal atas rangkaian kejadian yang melibatkan sejumlah kendaraan serta rumah di sekitar jalur tersebut.
Sebelum kecelakaan terjadi, truk boks itu bergerak dari arah barat menuju timur. Arah perjalanan tersebut berarti kendaraan melaju dari Semarang menuju Tuban. Dengan demikian, posisi perjalanan truk dapat digambarkan berdasarkan jalur barat-timur, dengan Semarang sebagai daerah asal perjalanan dan Tuban sebagai arah tujuan. Informasi ini menjelaskan pergerakan truk sebelum kendaraan tersebut terlibat dalam kecelakaan.
Perjalanan Feri Yudin menggunakan truk boks W 9388 PF kemudian berakhir setelah kendaraan itu terlibat dalam peristiwa di jalur Pantura Tuban. Berdasarkan informasi yang tersedia, kecelakaan tersebut berkaitan dengan truk boks yang menabrak dua kendaraan dan tiga rumah. Uraian mengenai arah perjalanan, nomor polisi, identitas pengemudi, serta asal dan tujuan kendaraan menjadi kronologi awal yang dapat disampaikan tanpa menambahkan keterangan lain di luar informasi yang telah tersedia.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tuban, Ipda Rizky Dwi P, menjelaskan bahwa truk boks tersebut terlibat benturan dengan dua kendaraan yang sedang melintas di jalur Pantura Tuban. Kendaraan pertama yang tertabrak merupakan kendaraan roda tiga yang dikemudikan Ahmad Rofiq. Setelah itu, truk boks juga menabrak kendaraan roda dua yang dikemudikan Sakiman. Keterangan tersebut menjadi dasar penjelasan mengenai rangkaian benturan yang terjadi dalam kecelakaan itu.
Benturan truk boks dan kendaraan roda tiga menyebabkan korban yang berada di kendaraan tersebut terpental ke sisi kanan. Posisi mereka kemudian sampai ke badan jalan. Pada saat yang sama, pengendara sepeda motor juga mengalami hal serupa. Korban dari kendaraan roda dua tersebut terpental ke sisi kanan hingga mencapai badan jalan setelah kendaraan yang dikemudikan Sakiman tertabrak.
Akibat kejadian itu, dua pengendara yang terlibat dalam kecelakaan mengalami luka berat. Kedua pengendara tersebut adalah Ahmad Rofiq, yang mengemudikan kendaraan roda tiga, dan Sakiman, yang mengendarai kendaraan roda dua. Ipda Rizky Dwi P menyampaikan keterangan mengenai benturan serta posisi korban setelah tabrakan berdasarkan penanganan perkara oleh Satlantas Polresta Tuban. Peristiwa tersebut melibatkan satu truk boks dan dua kendaraan yang melintas, dengan benturan yang membuat korban dari kendaraan roda tiga dan sepeda motor terpental ke sisi kanan hingga ke badan jalan.
Kecelakaan truk boks di jalur Pantura Tuban tidak hanya berdampak pada kendaraan yang terlibat, tetapi juga menimbulkan kerusakan pada bangunan di sekitar lokasi. Setelah menabrak dua kendaraan, truk boks tersebut menghantam bagian depan tiga rumah warga. Kerusakan pada ketiga rumah itu menjadi dampak langsung dari kecelakaan yang terjadi di jalur tersebut. Dengan demikian, peristiwa ini menyebabkan gangguan terhadap lingkungan sekitar, selain menimbulkan korban luka berat yang telah dilaporkan.
Bagian depan tiga rumah mengalami kerusakan setelah terkena hantaman truk boks. Kerusakan itu terlihat pada area bangunan yang berada di sisi depan masing-masing rumah. Informasi mengenai dampak tersebut menegaskan bahwa kecelakaan tidak berhenti pada tabrakan antarkendaraan, melainkan turut mengenai properti warga yang berada di sekitar jalur Pantura Tuban. Tiga rumah tersebut menjadi bagian dari lingkungan yang terdampak langsung oleh peristiwa itu, sementara rincian lebih lanjut mengenai bentuk kerusakan bangunan tidak disebutkan.
Selain kerusakan pada bagian depan rumah, kecelakaan tersebut juga berkaitan dengan adanya tiga korban luka berat. Jumlah korban dan kerusakan bangunan menunjukkan luasnya dampak insiden terhadap area sekitar. Namun, dampak yang dapat ditegaskan berdasarkan informasi yang tersedia adalah kerusakan bagian depan pada tiga rumah warga serta adanya tiga orang yang mengalami luka berat. Kerusakan rumah itu merupakan akibat dari truk boks yang menabrak dan kemudian menghantam bangunan di sekitar jalur Pantura Tuban.
Baca juga: Perkuat Kesiapsiagaan Dalam Menangani Karhutla, Personel Lanud Sjamsudin Noor Asah Kemampuan Operasikan Kendaraan Pemadam Kebakaran | Tiga KSPPG di Tuban Disanksi, Kuncoko Minta Kepala Regional Dievaluasi

