Jakarta | Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa kebutuhan tambahan pemain untuk Timnas Indonesia mulai dipetakan menjelang Piala Asia 2027. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada Januari mendatang, sehingga waktu persiapan yang tersisa, sekitar tiga bulan, perlu dimanfaatkan secara maksimal. PSSI ingin memastikan skuad yang dibentuk memiliki kesiapan kompetitif dan mampu menghadapi tuntutan pertandingan di level Asia.
Menurut Erick, pembahasan bersama tim pelatih diarahkan pada kebutuhan nyata di dalam tim, bukan sekadar menambah jumlah pemain. Evaluasi akan mencakup performa, kebugaran, pengalaman, serta kemampuan setiap posisi dalam menjalankan strategi yang disiapkan. Dengan pemetaan tersebut, keputusan mengenai penguatan skuad dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan teknis dan kondisi terbaru para pemain.
Salah satu perhatian utama adalah meningkatkan kedalaman tim. Jadwal turnamen yang padat dapat menuntut rotasi, sementara cedera, akumulasi kartu, atau penurunan kondisi fisik dapat memengaruhi pilihan pelatih. Karena itu, Timnas Indonesia perlu memiliki alternatif yang sepadan di sejumlah posisi, sehingga kualitas permainan tetap terjaga ketika pemain utama tidak dapat tampil.
PSSI dan tim pelatih masih membahas posisi yang dinilai membutuhkan tambahan kekuatan. Pembicaraan tersebut dapat mencakup pemantauan pemain yang tersedia, baik dari kompetisi domestik maupun luar negeri, serta kemungkinan opsi lain sesuai aturan yang berlaku. Belum ada kepastian mengenai proses naturalisasi tertentu; fokus saat ini adalah mengidentifikasi kebutuhan skuad secara objektif dan menyusun langkah persiapan yang paling tepat.
Dalam kurun waktu tiga bulan tersebut, pemantauan dan evaluasi diharapkan berjalan lebih terarah. Setiap perkembangan pemain akan menjadi bahan pertimbangan sebelum komposisi akhir ditetapkan. Dengan persiapan yang terukur, PSSI berupaya membangun tim yang lebih dalam, seimbang, dan siap bersaing pada Piala Asia 2027.
PSSI mulai memetakan kebutuhan skuad Timnas Indonesia untuk menghadapi rangkaian persiapan menuju Piala Asia 2027. Pemetaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah pemain, tetapi juga keseimbangan komposisi di setiap lini. Evaluasi dilakukan untuk memastikan tim memiliki pilihan yang cukup ketika menghadapi jadwal pertandingan, perubahan strategi, serta tuntutan kompetisi pada level Asia.
Erick Thohir menyebut lini tengah sebagai salah satu area yang masih membutuhkan tambahan. Menurut penilaiannya, saat ini terdapat sekitar tiga pemain yang tampil cukup konsisten di sektor tersebut. Namun, jumlah itu belum dianggap memadai untuk membangun kedalaman skuad. Timnas Indonesia masih memerlukan setidaknya dua pemain tambahan agar pilihan di lini tengah menjadi lebih luas dan kompetitif.
Kebutuhan itu dipandang penting karena lini tengah memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan permainan. Pemain di sektor ini dituntut mampu membantu pertahanan, mengalirkan bola, sekaligus mendukung serangan. Dengan pilihan yang lebih banyak, tim pelatih dapat menyesuaikan susunan pemain berdasarkan lawan, kondisi pertandingan, dan kebutuhan taktik tanpa terlalu bergantung pada kelompok pemain yang sama.
Selain lini tengah, penyerang dan pemain sayap juga masuk dalam daftar prioritas pembenahan. PSSI menilai kedua posisi tersebut perlu diperkuat untuk menambah variasi serangan Timnas Indonesia. Kehadiran opsi yang lebih beragam di area depan dapat membantu tim menerapkan pendekatan berbeda, baik ketika harus bermain dengan penguasaan bola maupun saat mengandalkan serangan cepat.
Erick menyampaikan bahwa pencarian tambahan pemain dilakukan berdasarkan kebutuhan tim, bukan sekadar menambah jumlah anggota skuad. Ia menekankan pentingnya menemukan pemain yang dapat melengkapi struktur permainan dan meningkatkan persaingan secara sehat di dalam tim. Karena itu, proses pemetaan masih berfokus pada kebutuhan posisi, sementara keputusan akhir mengenai komposisi pemain akan ditentukan melalui evaluasi dan persiapan yang berkelanjutan.
Penetapan prioritas di lini tengah, penyerang, dan sayap menunjukkan bahwa PSSI berupaya menyiapkan skuad yang lebih dalam sebelum turnamen berlangsung. Kedalaman tersebut akan menjadi modal penting agar Timnas Indonesia memiliki alternatif ketika menghadapi perbedaan karakter lawan dan tuntutan pertandingan sepanjang kompetisi.
Pemetaan Erick Thohir terhadap lini belakang Timnas Indonesia menunjukkan bahwa setiap posisi memiliki tingkat kesiapan yang berbeda. Penilaian tersebut diperlukan untuk menentukan sektor yang sudah cukup aman, bagian yang masih membutuhkan kedalaman, serta posisi yang perlu mendapat perhatian dalam persiapan menuju Piala Asia 2027. Dengan melihat komposisi yang tersedia, kebutuhan skuad tidak dapat disamaratakan karena kekuatan dan keterbatasan muncul secara berbeda di tiap area pertahanan.
Pada posisi penjaga gawang, Indonesia dinilai telah memiliki dua pemain berkualitas. Kondisi ini memberikan dasar yang cukup baik untuk membangun persaingan sehat sekaligus menjaga stabilitas apabila terjadi perubahan pilihan utama. Ketersediaan dua opsi yang dianggap memadai juga membuat sektor tersebut tidak menjadi prioritas utama dalam pemetaan kebutuhan tambahan. Meski demikian, pemantauan tetap diperlukan agar performa dan kesiapan keduanya dapat terjaga sepanjang rangkaian persiapan.
Sektor bek tengah juga dipandang cukup kuat. Pemain yang tersedia dinilai mampu memberikan fondasi pertahanan yang kompetitif, sehingga kebutuhan mendesak tidak terlihat pada posisi ini. Namun, peluang untuk menambah satu pemain masih terbuka. Tambahan tersebut dapat memperkuat kedalaman skuad, memperluas pilihan strategi, dan meningkatkan ketahanan tim ketika menghadapi jadwal pertandingan yang padat. Penambahan bukan berarti posisi ini lemah, melainkan bagian dari upaya membuat komposisi semakin solid.
Situasi berbeda terlihat pada bek kiri dan bek kanan. Bek kiri memiliki pilihan yang lebih banyak, dengan sekitar dua hingga empat opsi, sehingga persaingan dan rotasi dapat berlangsung lebih leluasa. Sebaliknya, bek kanan masih menjadi sektor yang terbatas karena beberapa pemain mengalami cedera. Perbedaan ini membuat bek kanan memerlukan perhatian lebih dalam pemetaan berikutnya, sedangkan bek kiri relatif memiliki kedalaman yang lebih menjanjikan. PSSI tetap perlu menilai perkembangan seluruh opsi secara berkala tanpa mengabaikan kebutuhan keseimbangan antarlini.
Erick Thohir menekankan bahwa kedalaman skuad menjadi salah satu aspek penting dalam persiapan Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027. Persaingan pada turnamen tersebut tidak hanya membutuhkan pemain utama dengan kualitas memadai, tetapi juga pilihan lain yang dapat mengisi berbagai posisi ketika tim menghadapi jadwal padat, perubahan kebutuhan permainan, atau kondisi pemain yang tidak ideal. Karena itu, pemetaan kebutuhan skuad perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Perhatian terhadap kedalaman tim semakin relevan karena Indonesia berada satu grup dengan Jepang. Negara tersebut memiliki basis pemain yang berkarier di berbagai kompetisi luar negeri. Sekitar 12 pemain Jepang disebut bermain di Liga Inggris, sementara jumlah pemain Jepang yang berkarier di Eropa juga disebut sangat besar dan diperkirakan mencapai sekitar 100 pemain. Data tersebut menggambarkan luasnya pilihan pemain yang dapat dipantau dan dipertimbangkan untuk memperkuat tim nasional mereka.
Perbandingan itu tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan hasil pertandingan ataupun menetapkan tingkat kekuatan kedua tim. Namun, kondisi Jepang dapat menjadi gambaran mengenai pentingnya membangun pilihan pemain yang lebih banyak bagi Indonesia. Timnas membutuhkan ketersediaan pemain di berbagai posisi, sehingga pergantian atau penyesuaian komposisi dapat dilakukan sesuai kebutuhan tanpa hanya bergantung pada sejumlah nama. Pengembangan pemain, pemantauan talenta di dalam dan luar negeri, serta kesinambungan program pembinaan menjadi bagian yang dapat mendukung tujuan tersebut. Dengan pilihan yang lebih luas, tim pelatih memiliki ruang lebih besar untuk menilai kesiapan pemain dan menyusun komposisi terbaik berdasarkan perkembangan hingga turnamen berlangsung. Penekanan pada kedalaman skuad juga menunjukkan bahwa persiapan menuju Piala Asia 2027 perlu diarahkan tidak hanya pada kualitas sebelas pemain, melainkan pada kesiapan seluruh kelompok pemain yang tersedia.

