Jakarta | Perjalanan Shifa Celluler bermula pada 2021, ketika Ibrahim, yang akrab disapa Baim, merintis usaha kecil di Binjai. Pada awalnya, tokonya menyediakan kebutuhan yang dekat dengan keseharian masyarakat, yakni pulsa dan alat tulis kantor. Dari ruang usaha sederhana tersebut, Baim kemudian membangun layanan yang semakin berfokus pada kebutuhan warga akan akses transaksi keuangan di lingkungan mereka.
Shifa Celluler kini berkembang menjadi jaringan sembilan outlet BRILink Agen yang tersebar di Binjai. Melalui jaringan ini, masyarakat dapat menjangkau layanan keuangan tanpa harus selalu pergi ke kantor bank. Keberadaan agen di sekitar tempat tinggal atau aktivitas warga memberi pilihan yang lebih dekat dan mudah dijangkau untuk melakukan transaksi. Bagi sebagian orang, akses semacam ini dapat membantu menghemat waktu dan memudahkan urusan keuangan sehari-hari.
Jaringan Shifa Celluler melayani sekitar 4.500 transaksi setiap bulan. Angka tersebut menggambarkan kebutuhan warga terhadap layanan yang tersedia dekat dengan mereka, sekaligus menunjukkan peran outlet agen dalam mendukung aktivitas transaksi di tingkat lokal. Dari toko yang semula menjual pulsa dan alat tulis kantor, usaha Baim kini hadir sebagai titik layanan keuangan melalui sembilan outlet BRILink Agen. Perubahan itu memperlihatkan bagaimana usaha kecil dapat menjadi bagian dari akses layanan yang dibutuhkan masyarakat, tanpa menghilangkan kedekatannya dengan lingkungan sekitar.
Bagi warga Binjai, layanan yang dekat dan mudah dijangkau memiliki nilai praktis karena transaksi dapat dilakukan melalui outlet yang berada di sekitar keseharian mereka. Kehadiran sembilan agen tersebut menjadikan layanan keuangan lebih tersebar, sementara volume transaksi bulanan mencerminkan pemanfaatannya oleh masyarakat. Kisah Shifa Celluler menempatkan kebutuhan lokal sebagai konteks penting bagi pertumbuhan usaha: berawal dari toko sederhana pada 2021, lalu berkembang menjadi jaringan agen yang melayani ribuan transaksi setiap bulan.
Bagi warga Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Binjai Utara, mengakses kantor bank tidak selalu mudah. Sebelum layanan keuangan tersedia lebih dekat melalui agen, sebagian warga harus menempuh perjalanan sekitar empat hingga lima kilometer untuk mencapai kantor bank terdekat. Jarak tersebut mungkin terlihat singkat bagi sebagian orang, tetapi dapat menjadi kendala ketika perjalanan perlu dilakukan berulang kali, sementara waktu dan biaya transportasi harus diperhitungkan. Kondisi ini terasa terutama bagi warga yang tinggal jauh dari jalur utama atau tidak memiliki kendaraan pribadi.
Keperluan seperti menyetor tabungan atau mengambil kiriman uang dalam jumlah kecil sering kali membuat warga menimbang apakah perjalanan ke bank sepadan dengan ongkosnya. Biaya angkutan, bahan bakar, dan parkir dapat mengurangi manfaat transaksi, khususnya bagi keluarga dengan penghasilan terbatas. Selain itu, warga perlu menyediakan waktu untuk pergi dan pulang, lalu menunggu antrean sebelum dilayani di teller. Bagi pedagang kecil yang harus menjaga lapak atau mengurus pekerjaan rumah, meninggalkan kegiatan selama beberapa jam bukan pilihan yang ringan. Karena itu, transaksi bernilai kecil kadang ditunda atau digabung dengan urusan lain agar perjalanan terasa lebih efisien.
Kehadiran agen di sekitar tempat tinggal menawarkan pilihan yang lebih praktis. Misalnya, penjual bakso bakar dapat menyetorkan hasil dagangan melalui layanan agen tanpa perlu membawa uang ke kantor bank. Ia tidak harus mengeluarkan biaya transportasi dan parkir, ataupun mengantre di teller untuk menyelesaikan transaksi. Waktu yang biasanya habis di perjalanan dapat digunakan untuk menyiapkan dagangan atau melayani pembeli. Hal serupa membantu warga lain yang ingin menabung sedikit demi sedikit atau mengambil kiriman tanpa perjalanan jauh. Dengan lokasi layanan yang dekat rumah, kebutuhan transaksi harian dapat ditangani dengan lebih mudah. Akses yang lebih dekat ini menghemat waktu dan biaya bagi masyarakat sekitar Jati Karya, sekaligus memberi mereka keleluasaan untuk mengatur kegiatan sehari-hari tanpa mengabaikan kebutuhan keuangan.Bagi sebagian warga lanjut usia di Binjai, menggunakan layanan perbankan belum menjadi hal yang mudah. Mereka mungkin belum terbiasa dengan mesin ATM maupun prosedur transaksi, sementara kebutuhan untuk mengambil uang sering kali tidak dapat ditunda. Sebagian menerima kiriman sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000 dari anak-anak yang merantau. Jumlah tersebut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga biaya perjalanan ke bank di pusat kota dapat terasa cukup besar dan mengurangi uang yang tersedia untuk keperluan rumah tangga.
Dalam situasi seperti ini, Baim dan tim di Shifa Celluler membantu warga melakukan transaksi dengan lebih dekat dan praktis. Kehadiran agen di lingkungan mereka dapat mengurangi kebutuhan untuk menempuh perjalanan jauh hanya demi mengambil kiriman. Bagi lansia yang kurang terbiasa bertransaksi, bantuan langsung juga memberi kesempatan untuk memahami langkah-langkah yang diperlukan, tanpa harus menghadapi proses itu seorang diri. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dari layanan, terutama bagi warga yang mengandalkan kiriman keluarga untuk memenuhi kebutuhan harian.
Selain membantu transaksi, Baim dan tim turut mengingatkan nasabah tentang keamanan data perbankan. Pernah ada warga yang datang membawa kartu ATM dengan PIN tertulis di dalam amplop. Kejadian seperti itu menunjukkan bahwa sebagian orang belum mengetahui risiko menyimpan PIN bersama kartu atau menuliskannya di tempat yang mudah terlihat. Tim menjelaskan agar PIN dijaga kerahasiaannya dan tidak dicatat pada media yang mudah ditemukan orang lain. Edukasi disampaikan dengan cara yang sesuai bagi warga yang sedang dibantu, sehingga pesan keamanan dapat dipahami tanpa membuat mereka enggan bertanya.
Baim memandang pelayanan yang baik perlu dilakukan secara aman sekaligus mengutamakan rasa kekeluargaan. Artinya, transaksi tetap memperhatikan keamanan, sementara warga dilayani dengan sikap ramah dan penuh perhatian. Pendekatan tersebut penting bagi lansia yang mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami proses atau merasa khawatir ketika mengurus uang. Dengan mendampingi sekaligus memberi penjelasan, Baim dan tim berupaya membantu warga menggunakan layanan keuangan dengan lebih percaya diri, tanpa mengabaikan perlindungan informasi pribadi mereka.
Pendekatan kekeluargaan yang dijalankan Shifa Celluler tidak hanya terlihat dalam cara melayani pelanggan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kebutuhan warga sekitar. Salah satu wujudnya adalah program Jumat Berkah, yang memberikan pembebasan biaya administrasi bagi pelanggan yang melakukan penarikan tunai hingga Rp300.000. Inisiatif ini membantu meringankan biaya transaksi, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan agen untuk memenuhi kebutuhan keuangan sehari-hari. Bagi pelanggan, kemudahan tersebut membuat layanan terasa lebih dekat dan bersahabat. Bagi Baim, program itu sekaligus menjadi cara untuk berbagi manfaat dari kegiatan usaha dengan lingkungan yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan Shifa Celluler.
Di balik pelayanan langsung kepada warga, keberlangsungan usaha agen juga ditopang oleh dukungan operasional dari petugas BRILink Agen. Petugas memantau kondisi jaringan agar transaksi dapat berjalan dengan lancar, sekaligus memberikan informasi mengenai layanan dan sistem yang digunakan. Dukungan ini penting ketika ada pembaruan atau kendala yang perlu dipahami oleh agen, sehingga pelanggan dapat memperoleh penjelasan yang tepat. Kehadiran petugas tidak semata berkaitan dengan transaksi, tetapi turut membantu Baim mengelola layanan dengan lebih siap dan memahami perubahan yang berpengaruh pada kegiatan sehari-hari.
Dukungan praktis juga diberikan ketika persediaan uang tunai di agen mulai menipis. Petugas dapat mengantarkan uang tunai agar layanan penarikan tetap tersedia bagi pelanggan. Bantuan tersebut menjadi berarti di tengah tingginya kebutuhan warga terhadap transaksi tunai, khususnya ketika mereka ingin mengakses uang tanpa harus menempuh perjalanan lebih jauh.
Baca juga: Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri Keuangan RI







