Jakarta | Peluang Timnas Indonesia mempertimbangkan Daijiro Chirino masih terbuka, sebab bek kanan berusia 24 tahun itu belum mencatatkan debut resmi bersama tim nasional senior. Kondisi tersebut berarti ia belum terikat secara permanen pada Curaçao melalui penampilan kompetitif di level senior. Meski demikian, hal itu bukan jaminan bahwa ia akan memilih Indonesia ataupun negara tertentu. Keputusan mengenai masa depan internasionalnya tetap menjadi urusan pribadi sang pemain, dan belum ada kepastian yang dapat ditarik dari statusnya saat ini. Untuk sekarang, perhatian publik tertuju pada penjelasan Chirino mengenai kesempatan yang pernah datang dari Curaçao, serta alasan ia tidak mengambilnya ketika itu.
Chirino mengungkapkan bahwa Curaçao sempat menghubunginya sebelum rangkaian kualifikasi Piala Dunia 2026. Kontak tersebut membuka peluang baginya untuk memperkuat tim nasional dalam agenda penting, tetapi hadir pada saat ia tengah menjalani periode krusial bersama Almería. Klub Spanyol itu sedang berupaya mengejar promosi ke kasta tertinggi, sehingga sang pemain memilih memusatkan perhatian pada tanggung jawabnya di level klub. Ia ingin membantu Almería mencapai target musim tersebut dan tidak membagi fokus ketika persaingan promosi membutuhkan konsentrasi penuh. Dengan demikian, pilihannya saat itu berkaitan dengan prioritas sepak bola yang sedang dihadapinya, bukan pernyataan bahwa ia menutup seluruh kemungkinan membela tim nasional pada masa mendatang.
Setelah Curaçao memastikan kelolosan, nama Chirino ternyata tidak tercantum dalam skuad. Karena itu, komunikasi sebelumnya tidak berujung pada penampilan bersama tim tersebut dalam kualifikasi. Situasi ini turut menjelaskan mengapa statusnya masih menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai peluang Indonesia, tetapi tidak dengan sendirinya menunjukkan arah pilihan berikutnya. Belum adanya debut resmi senior membuat pintu secara aturan tetap belum tertutup, sementara faktor lain, termasuk keputusan pemain dan proses yang berlaku, tetap perlu diperhatikan. Sampai ada pernyataan atau langkah resmi lebih lanjut, pembahasan sebaiknya bertumpu pada fakta yang tersedia: Curaçao pernah menghubunginya, ia memilih fokus pada Almería, dan namanya tidak masuk skuad setelah kelolosan. Tidak ada dasar untuk menyimpulkan negara mana yang akan ia bela kelak.
Daijiro Chirino lahir di Zwolle, Belanda, pada 24 Januari 2002. Ia tumbuh dengan latar belakang keluarga yang menghubungkan dirinya dengan lebih dari satu negara. Ibunya berasal dari Maluku, sehingga Chirino memiliki darah Indonesia dari garis maternal. Sementara itu, ayahnya berasal dari Curaçao. Riwayat keluarga ini menjadi konteks penting dalam pembahasan mengenai kemungkinan negara yang dapat ia wakili di level internasional.
Keterkaitan dengan Indonesia berasal dari asal-usul sang ibu, bukan dari tempat kelahirannya. Fakta bahwa Chirino lahir di Belanda tidak dengan sendirinya menjawab seluruh pertanyaan mengenai statusnya untuk membela suatu tim nasional. Dalam isu kelayakan pemain, riwayat keluarga dan catatan penampilan internasional dapat menjadi hal yang relevan, tetapi penilaian akhir tetap bergantung pada ketentuan yang berlaku serta verifikasi dokumen dan status pemain. Karena itu, informasi tentang darah Indonesia sebaiknya dipahami sebagai dasar yang membuka kemungkinan untuk dikaji, bukan sebagai kepastian bahwa proses perpindahan kewarganegaraan atau kelayakan telah selesai.
Hal yang juga penting ialah Chirino belum pernah tampil secara resmi untuk tim nasional senior. Dengan belum adanya penampilan senior resmi yang mengikat, peluangnya untuk dipertimbangkan oleh Indonesia masih terbuka berdasarkan informasi yang tersedia. Situasi tersebut tidak berarti ia telah menerima tawaran dari pihak Indonesia, telah mengambil keputusan, atau pasti akan memilih membela Merah Putih. Hingga ada pernyataan maupun perkembangan resmi, seluruh kemungkinan tersebut perlu disampaikan secara hati-hati.
Dengan demikian, latar keluarga Chirino menjelaskan mengapa namanya dapat dikaitkan dengan Indonesia, sementara asal-usul ayahnya menghubungkannya dengan Curaçao. Belum adanya catatan bermain resmi bersama tim nasional senior menjadi faktor yang menjaga peluang untuk mempertimbangkannya tetap terbuka. Namun, peluang itu berbeda dari keputusan final. Sikap yang akurat adalah mencatat hubungan darahnya dengan Maluku dan menunggu informasi resmi mengenai kelayakan serta pilihan karier internasionalnya, tanpa menganggap bahwa ia telah menyepakati atau memastikan akan mewakili Indonesia.
Perjalanan Daijiro Chirino di sepak bola Eropa membawanya melewati beberapa lingkungan kompetisi sebelum tiba di Spanyol. Ia pernah memperkuat PEC Zwolle di Belanda, klub yang memberinya pengalaman bermain dalam sistem sepak bola profesional Eropa. Setelah itu, Chirino melanjutkan kariernya bersama Castellón. Perpindahan tersebut menjadi bagian dari proses adaptasinya terhadap tuntutan kompetisi yang berbeda, sekaligus menambah pengalaman di liga-liga yang memiliki karakter permainan masing-masing.
Langkah berikutnya adalah bergabung dengan UD Almería, klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Spanyol. Kepindahan ini menempatkannya di lingkungan dengan persaingan ketat untuk memperoleh menit bermain dan mencapai target klub. Sejumlah laporan menyebut Almería mengeluarkan dana sekitar dua juta euro untuk merekrut Chirino pada bursa transfer musim panas 2025. Namun, angka tersebut perlu dipahami sebagai nilai yang diberitakan, bukan angka resmi yang dapat dipastikan. Dalam sepak bola, rincian transfer bisa mencakup komponen atau ketentuan yang tidak selalu diumumkan secara terbuka.
Di Almería, kontribusi Chirino mulai terlihat melalui penampilannya di sisi kanan pertahanan. Perannya menuntut keseimbangan menjaga area belakang, membaca pergerakan lawan, dan membantu membangun serangan dari sisi lapangan. Sejauh ini, penampilannya memberi indikasi bahwa klub dapat memanfaatkan kemampuannya dalam posisi tersebut. Hal itu menjadi perkembangan positif, terlebih setelah investasi perekrutan yang disebut-sebut cukup besar. Meski demikian, penilaian terhadap hasil investasi tidak cukup didasarkan pada satu aspek atau beberapa penampilan saja. Konsistensi, kontribusi sepanjang musim, serta kecocokannya dengan kebutuhan tim akan menjadi ukuran yang lebih lengkap. Bagi Chirino, waktu bermain dan performa yang stabil juga berpeluang memperkuat posisinya di skuad. Perjalanannya dari PEC Zwolle dan Castellón menuju Almería menunjukkan kesinambungan karier di Eropa, sementara tantangan berikutnya adalah mempertahankan level permainan dan terus memberi dampak bagi klubnya.
Di Almería, Daijiro Chirino menjalankan peran sebagai bek kanan yang dituntut memberi keseimbangan di kedua sisi permainan. Ia tidak hanya menjaga area pertahanan, tetapi juga berusaha mendukung serangan melalui pergerakan maju dan keterlibatan dalam membangun peluang. Kontribusi tersebut membuat posisinya penting ketika tim membutuhkan lebar permainan, terutama saat menyerang dari sisi kanan. Kemampuannya membantu fase ofensif terlihat dalam catatan gol, sementara perkembangan bertahan menjadi bagian lain dari penampilannya yang terus diperhatikan.
Chirino mencetak gol pada menit ke-61 dalam kemenangan Almería 3-0 atas Leganés, Minggu, 11 Oktober 2026. Gol itu menjadi gol pertamanya pada musim 2026/2027. Torehan tersebut menambah kontribusi langsungnya bagi tim, meskipun peran utamanya tetap berada di lini belakang. Bagi seorang bek kanan, mencetak gol dapat menjadi nilai tambah, terutama ketika kesempatan muncul dari keterlibatan dalam serangan. Namun, kontribusi Chirino tidak hanya diukur dari gol; konsistensi menjalankan tugas bertahan dan mendukung permainan kolektif tetap menjadi tolok ukur penting.
Catatan musim sebelumnya menunjukkan bahwa ia juga mampu menghasilkan gol secara reguler. Pada musim 2025/2026, ketika Almería masih ditangani Rubi, Chirino mencetak tiga gol. Perbandingan itu memberi gambaran tentang kemampuannya menyumbang dari sektor belakang, sekaligus menunjukkan bahwa ancamannya di depan gawang bukan hal baru. Meski demikian, pencapaian gol tidak serta-merta menggambarkan seluruh perkembangan pemain.






