Jakarta | Nadeo Argawinata menceritakan pengalamannya berlatih bersama Emil Audero dan Maarten Paes di Timnas Indonesia. Ketiganya tercantum dalam daftar pemain timnas pada turnamen terakhir, sehingga mereka berkesempatan berada dalam lingkungan latihan yang sama. Situasi itu memberi ruang bagi para penjaga gawang untuk saling mengenal sekaligus bertukar pengalaman mengenai peran dan tuntutan posisi mereka. Nadeo menyampaikan cerita tersebut saat ditemui di Persija Training Ground, Depok, pada Kamis (15/10/2026). Pengalaman itu menjadi bagian dari dinamika skuad ketika beberapa kiper berkumpul untuk membela tim nasional.
Berlatih bersama sesama penjaga gawang dapat membuka kesempatan untuk melihat cara pemain lain mempersiapkan diri dan menjalani latihan. Dalam kesempatan tersebut, Nadeo, Audero, dan Paes sama-sama menjadi bagian dari daftar pemain yang tersedia bagi timnas. Kehadiran mereka di turnamen terakhir membuat interaksi antarkiper berlangsung dalam konteks kerja bersama, bukan sekadar pertemuan di luar lapangan. Nadeo pun memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman dari perjalanan kariernya, sementara ia juga dapat menyerap sudut pandang dari rekan-rekannya. Pertukaran semacam ini dapat berlangsung melalui percakapan maupun kegiatan latihan sehari-hari, seiring mereka menjalankan tanggung jawab masing-masing di dalam skuad.
Meski masing-masing membawa latar dan pengalaman yang berbeda, ketiganya dipertemukan oleh tugas yang sama saat mengenakan seragam Timnas Indonesia. Cerita Nadeo menggambarkan bagaimana turnamen dapat menjadi kesempatan bagi pemain untuk belajar satu sama lain, termasuk di penjaga gawang. Kebersamaan dalam latihan memungkinkan mereka mengamati pendekatan dan kebiasaan rekan, serta membangun pemahaman yang lebih baik di lingkungan tim. Nadeo tidak hanya menyampaikan tentang kesempatan berada bersama Audero dan Paes, tetapi juga menyoroti nilai dari proses saling bertukar pengalaman tersebut. Pertemuan di timnas menjadi ruang bagi para pemain untuk berbagi pengetahuan sambil tetap berfokus pada kebutuhan skuad. Hal itu memberi konteks pada pengalamannya bersama dua kiper tersebut di turnamen terakhir.
Nadeo menilai kehadiran Maarten Paes dan Emil Audero di Timnas Indonesia membuka kesempatan untuk bertukar pengalaman yang bernilai. Kedua kiper itu memiliki rekam jejak bermain di kompetisi Eropa, sehingga perjalanan mereka menjadi bahan pembelajaran bagi Nadeo. Ia mengaku memperoleh banyak hal positif dari keduanya selama berada dalam lingkungan tim nasional. Pengalaman tersebut, menurutnya, tidak hanya menarik untuk didengar, tetapi juga memberi wawasan yang dapat ia bawa dalam perjalanan kariernya sendiri. Nadeo memandang pertemuan dengan rekan-rekan yang pernah berkiprah di liga-liga top Eropa sebagai kesempatan yang patut dihargai. Dari sudut pandangnya, pengalaman luas yang mereka miliki membuat pertukaran cerita di para penjaga gawang terasa berarti. Ia pun mengapresiasi kesempatan untuk mengenal pandangan dan pengalaman Paes serta Audero secara lebih dekat, sembari tetap menjalani perannya bersama skuad.
Bagi Nadeo, bermain di liga-liga top Eropa merupakan pengalaman luar biasa. Ia melihat perjalanan Paes dan Audero sebagai sumber pengetahuan berharga, terutama karena keduanya telah merasakan lingkungan kompetisi yang berbeda dari yang selama ini ia jalani. Nadeo menyampaikan bahwa ia mendapatkan banyak hal positif dari kedua kiper tersebut, tanpa membatasi manfaatnya pada satu hal tertentu. Penilaian itu menunjukkan bahwa ia terbuka untuk belajar dari pengalaman rekan setim dan menghargai latar belakang yang mereka bawa ke tim nasional. Kehadiran pemain dengan pengalaman lintas kompetisi, menurut pandangannya, membuat suasana kebersamaan di tim juga menjadi ruang untuk saling berbagi. Pengalaman Eropa yang dimiliki Paes dan Audero menjadi bagian penting dari percakapan tersebut, sekaligus memberi Nadeo perspektif tambahan tentang perjalanan seorang pemain di level yang berbeda.
Pengakuan Nadeo menegaskan bahwa pertukaran pengalaman di Timnas tidak hanya berlangsung melalui kegiatan bersama di lapangan, tetapi juga melalui hubungan dan komunikasi antarpemain. Ia memandang Paes dan Audero sebagai sosok yang dapat memberikan banyak wawasan karena pengalaman mereka di kompetisi Eropa. Bagi Nadeo, kesempatan menyerap hal-hal positif dari keduanya merupakan keuntungan tersendiri dalam prosesnya sebagai pemain. Ia tidak menyebutkan rincian khusus mengenai aspek permainan yang dipelajari, tetapi menekankan nilai pengalaman yang dibagikan. Karena itu, kiprah Audero dan Paes di liga-liga top Eropa menjadi sesuatu yang ia pandang luar biasa dan layak dijadikan sumber pembelajaran. Sikap tersebut menggambarkan penghargaan Nadeo terhadap pengalaman rekan setimnya serta kemauannya untuk terus belajar melalui interaksi di dalam tim nasional. Pertukaran semacam ini memperkaya kebersamaan mereka, sekaligus menghadirkan kesempatan bagi para pemain untuk saling mengenal dan mengambil manfaat dari perjalanan masing-masing.
Pertukaran wawasan di para penjaga gawang Timnas Indonesia tidak hanya berjalan satu arah. Nadeo Argawinata mengatakan bahwa ia juga mendapat pertanyaan dari Emil Audero dan Maarten Paes mengenai Indonesia serta suasana sepak bola di dalam negeri. Bagi keduanya, sejumlah hal tentang kehidupan dan kompetisi sepak bola Indonesia masih belum banyak dikenal, sehingga percakapan dengan Nadeo menjadi kesempatan untuk memperoleh gambaran langsung dari pemain yang menjalani karier di liga lokal.
Nadeo berbagi pandangan berdasarkan pengalamannya sendiri sebagai pemain yang berkiprah di kompetisi domestik. Ia dapat menceritakan bagaimana lingkungan sepak bola Indonesia, ritme pertandingan, serta dinamika yang ditemui pemain selama berkompetisi. Informasi tersebut disampaikan sebagai pengalaman pribadi, bukan sebagai penilaian menyeluruh tentang seluruh klub atau kompetisi di tanah air. Dengan begitu, dialog mereka memberi ruang bagi masing-masing pemain untuk memahami latar belakang dan pengalaman rekan setimnya secara lebih dekat.
Rasa ingin tahu Audero dan Paes terhadap Indonesia menunjukkan bahwa adaptasi di tim nasional juga mencakup upaya mengenal konteks di luar lapangan. Selain membangun komunikasi dalam latihan dan pertandingan, para pemain dapat bertukar cerita mengenai budaya sepak bola, kebiasaan, serta tantangan yang berbeda di tiap lingkungan kompetisi. Nadeo pun memiliki peran dalam menjelaskan hal-hal tersebut dari sudut pandang seseorang yang tumbuh dan bermain dalam ekosistem sepak bola Indonesia.
Namun, keingintahuan untuk mengenal kompetisi domestik tidak dengan sendirinya berarti Audero atau Paes menyatakan minat untuk bermain di klub Indonesia. Tidak ada kesimpulan mengenai rencana atau kemungkinan mereka bergabung dengan tim lokal dari percakapan tersebut. Hal yang disampaikan Nadeo lebih berfokus pada pertukaran pengalaman di pemain yang memiliki latar belakang karier berbeda. Percakapan seperti ini dapat membantu mereka saling memahami, sekaligus memperkaya kebersamaan di Timnas tanpa mengubahnya menjadi spekulasi soal masa depan klub.
Di tengah cerita mengenai pertukaran pengalaman bersama dua penjaga gawang Timnas Indonesia, Nadeo juga menyisipkan sebuah candaan ringan. Ia mengungkapkan bahwa Audero dan Paes sempat bertanya tentang sepak bola Indonesia. Rasa ingin tahu itu menjadi bahan obrolan di mereka, sekaligus membuka kesempatan bagi Nadeo untuk menjelaskan suasana kompetisi di Tanah Air. Percakapan tersebut, sebagaimana diceritakan Nadeo, berlangsung dalam konteks kebersamaan di tim dan tidak disampaikan sebagai pembicaraan resmi mengenai rencana karier siapa pun.
Nadeo kemudian menanggapi pertanyaan tersebut dengan gurauan kepada orang-orang di sekitarnya. Ia berseloroh bahwa kedua rekannya mungkin saja tertarik untuk bermain di Super League. Ucapan itu muncul setelah Audero dan Paes menanyakan sepak bola Indonesia, sehingga terdengar sebagai balasan spontan dalam obrolan santai. Nadeo menyampaikannya sambil tertawa, sebuah penanda bahwa komentarnya dimaksudkan sebagai lelucon, bukan pernyataan serius tentang peluang mereka bergabung dengan klub di liga tersebut.
Penting membedakan.







