Jaringan Distribusi AZKO Menopang Ketersediaan Produk dan Ekspansi Gerai

Jaringan Distribusi AZKO Menopang Ketersediaan Produk dan Ekspansi Gerai

Jakarta | PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) mengelola ketersediaan produk AZKO dengan memperhatikan kebutuhan pelanggan di berbagai daerah sekaligus menjaga efisiensi biaya distribusi. Upaya ini didukung infrastruktur rantai pasok Kawan Lama Group, yang membantu perusahaan mengatur aliran barang dari pusat distribusi hingga ke gerai. Dengan pengelolaan jaringan yang terencana, produk dapat dikirim lebih dekat ke lokasi penjualan dan tersedia secara lebih cepat. Ketersediaan yang terjaga penting bagi pelanggan yang mengandalkan pilihan produk rumah tangga dan kebutuhan sehari-hari, sekaligus mendukung operasional toko di tengah jangkauan wilayah yang luas.

Jaringan operasional AZKO ditopang oleh 29 pusat distribusi (distribution center/DC) yang tersebar di sejumlah kawasan Indonesia. Sebanyak enam DC berada di Sumatra, termasuk di Batam dan Tanjung Morawa (Tamora), sementara delapan lainnya berada di Jawa. Di Kalimantan terdapat lima DC, disusul empat di Sulawesi. Jaringan ini juga mencakup dua DC di Nusa Tenggara, dua di Maluku, dan dua di Papua. Persebaran tersebut membentuk dukungan logistik lintas wilayah untuk memasok gerai, dengan mempertimbangkan jarak, kebutuhan pasar, serta kelancaran pengiriman. Jumlah 29 DC ini merujuk pada jaringan yang menopang operasional AZKO.

Infrastruktur tersebut mendukung operasional 283 toko AZKO yang tersebar di lebih dari 100 kota. Kedekatan pusat distribusi dengan wilayah layanan dapat membantu mempersingkat perjalanan produk menuju toko, sehingga pengisian stok dapat dilakukan dengan lebih terarah. Pada saat yang sama, pengelolaan rantai pasok yang efisien memungkinkan perusahaan mengupayakan keseimbangan ketersediaan barang dan biaya distribusi. Jaringan ini menjadi salah satu fondasi bagi AZKO untuk melayani pelanggan di berbagai pasar, termasuk wilayah di luar pusat-pusat kota besar. Dengan dukungan distribusi yang tersebar, ekspansi gerai dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga pasokan produk agar lebih mudah dijangkau pelanggan.

Jaringan distribusi Kawan Lama Group ditopang oleh 20 pusat distribusi yang terintegrasi dan berada di sejumlah lokasi strategis. Keberadaan pusat-pusat ini membantu menyalurkan produk ke berbagai wilayah Indonesia, sekaligus mendukung ketersediaan barang bagi gerai AZKO yang terus berkembang. Dengan jaringan yang tersebar, perusahaan memiliki sarana untuk mengelola alur pasokan dari penyimpanan hingga pengiriman secara terkoordinasi. Peran pusat distribusi tersebut penting dalam menghubungkan persediaan produk dengan kebutuhan gerai dan pelanggan di berbagai daerah.

Untuk mendukung aktivitas pengiriman yang padat, perusahaan menggunakan warehouse management system (WMS) dan enterprise resource planning (ERP). Kedua sistem ini menjadi bagian dari pengelolaan kegiatan distribusi, serta menyediakan data yang membantu perusahaan memahami dan mengatur alur barang. Informasi yang tersedia dapat mendukung koordinasi antartahap dalam proses pasokan, mulai dari pengelolaan produk di pusat distribusi hingga kebutuhan pengiriman. Penggunaan sistem tersebut membantu menjaga keteraturan proses ketika berbagai kegiatan berlangsung dalam jaringan distribusi yang luas. Dengan dukungan data, pengelolaan alur barang dapat dilakukan secara lebih terarah dan selaras dengan kebutuhan penyaluran produk.

Selain infrastruktur dan sistem, kelancaran distribusi juga didukung armada truk dengan beragam tipe dan kapasitas. Keragaman armada memungkinkan perusahaan menggunakan kendaraan yang sesuai untuk mendukung kebutuhan pengiriman produk. Staf profesional turut menangani produk sejak berada dalam penyimpanan hingga dikirimkan kepada pelanggan. Perhatian pada produk di setiap tahap membantu menjaga kondisinya selama proses penyaluran. Kombinasi pusat distribusi, sistem pengelolaan, armada, dan tenaga kerja membentuk dukungan yang saling melengkapi. Unsur-unsur ini berkontribusi terhadap proses distribusi yang efisien, membantu pengiriman berlangsung tepat waktu, serta mendukung agar produk sampai dalam kondisi baik. Bagi AZKO, kemampuan tersebut menopang ketersediaan produk di gerai sekaligus mendukung ekspansi jaringan gerai ke berbagai wilayah Indonesia.

Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Gregory S. Widjaja, menyampaikan bahwa perusahaan terus berupaya meningkatkan produktivitas gerai sekaligus menjaga relevansi bisnis AZKO. Upaya tersebut diarahkan melalui sejumlah fokus yang saling melengkapi, mulai dari pengembangan portofolio produk hingga peningkatan pengalaman pelanggan. Menurut Gregory, menjaga bisnis tetap relevan membutuhkan perhatian terhadap kebutuhan konsumen yang berkembang, serta kemampuan perusahaan untuk menyesuaikan operasional dan penawarannya. Karena itu, strategi perusahaan tidak hanya menyangkut pertumbuhan jumlah gerai, tetapi juga bagaimana setiap gerai dapat beroperasi secara produktif dan memberikan pengalaman belanja yang baik.

Fokus yang disampaikan mencakup pengembangan portofolio produk agar pilihan yang tersedia tetap sesuai dengan kebutuhan pelanggan, serta penguatan kapabilitas rantai pasok. Perusahaan juga memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung kegiatan bisnis. Di sisi jaringan, ekspansi diarahkan ke wilayah-wilayah potensial. Sementara itu, peningkatan pengalaman pelanggan menjadi perhatian dalam upaya menjaga relevansi AZKO. Berbagai fokus ini menggambarkan langkah yang ditempuh perusahaan untuk mendukung operasional gerai dan menjangkau konsumen di berbagai daerah. Gregory menekankan produktivitas gerai dan relevansi bisnis sebagai sasaran, tanpa mengabaikan pengembangan kemampuan internal maupun interaksi pelanggan.

Dalam perkembangan kinerja, penjualan AZKO tercatat tumbuh 6,5% secara year-to-date hingga Juli 2026. Sumber mengaitkan pertumbuhan tersebut dengan tingkat konversi yang stabil dan nilai transaksi belanja yang sehat. Selain itu, same-store sales growth (SSSG) tetap berada di wilayah positif, dengan pertumbuhan yang merata di seluruh daerah. Capaian tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan penjualan pada periode yang dilaporkan, termasuk kinerja gerai yang telah beroperasi. Informasi yang tersedia menyebut indikator-indikator itu bersama dengan capaian pertumbuhan, sehingga penyajiannya perlu tetap terbatas pada hubungan yang dinyatakan oleh sumber. Angka tersebut menjadi konteks bagi pembahasan strategi produktivitas, penguatan rantai pasok, pemanfaatan teknologi, ekspansi, dan pengalaman pelanggan; namun tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa satu strategi tertentu menjadi penyebab langsung pertumbuhan penjualan. Dengan demikian, kinerja dan prioritas perusahaan dapat dipahami sebagai bagian dari laporan mengenai arah bisnis serta hasil penjualan AZKO hingga Juli 2026.

Sepanjang 2026, ACES menargetkan pembukaan 25–30 toko AZKO serta 40–50 toko Neka. Rencana tersebut menunjukkan ekspansi dua format ritel yang berjalan bersamaan dan menambah kebutuhan perusahaan untuk memastikan setiap gerai baru dapat beroperasi dengan dukungan pasokan yang memadai. Penambahan lokasi bukan hanya berkaitan dengan jumlah toko, tetapi juga dengan kesiapan jaringan distribusi dalam menjangkau daerah yang beragam. Ketersediaan produk perlu dijaga secara konsisten agar pembukaan gerai di luar pusat pasar utama dapat diikuti layanan ritel yang sesuai kebutuhan pelanggan. Dengan demikian, sasaran tahunan ACES perlu dibaca bersama kemampuan operasional dan logistik yang menopang pertumbuhan jaringan toko di berbagai wilayah.

Hingga September 2026, perusahaan telah membuka 19 toko AZKO, mencerminkan kemajuan terhadap sasaran tahunan 25–30 gerai. Pembukaan itu mencakup kota-kota baru, yakni Berau, Pasuruan, Timika, Kuningan, Baturaja, Jepara, dan Mamuju. Masuknya AZKO ke lokasi baru memperluas cakupan geografis jaringan dan membuat perencanaan distribusi perlu mempertimbangkan jarak, kapasitas pengiriman, serta kesinambungan pengisian persediaan. Pengelolaan arus barang dari titik distribusi menuju gerai menjadi unsur penting untuk menjaga ketersediaan beragam produk di pasar dengan karakteristik berbeda. Pertumbuhan tersebut juga menuntut koordinasi operasional agar pasokan dapat mengikuti kebutuhan masing-masing toko seiring bertambahnya wilayah layanan AZKO.

Pada periode hingga September 2026, ACES juga telah membuka 21 toko baru Neka. Capaian ini menjadi bagian dari rencana pembukaan 40–50 gerai Neka sepanjang tahun, berdampingan dengan pengembangan AZKO.