Rumah Thom Haye di Bandung: Renovasi Dua Bulan dengan Gaya Modern dan Bersih

Rumah Thom Haye di Bandung: Renovasi Dua Bulan dengan Gaya Modern dan Bersih

Bandung | Thom Haye, gelandang Persib Bandung, kini menempati rumah di Bandung yang telah direnovasi. Rumah tersebut menjadi tempat tinggalnya setelah melalui masa awal ketika ia belum memiliki hunian sendiri di kota itu. Perubahan dari tinggal sementara di hotel menuju rumah yang sudah diperbarui menandai tahap baru dalam kehidupannya bersama Persib, sekaligus memberi gambaran tentang penyesuaian yang menyertai kepindahan seorang pemain ke lingkungan baru.

Setelah direkrut Persib pada 2025, Haye sempat tinggal di hotel sambil mencari rumah yang cocok. Pada periode tersebut, hotel menjadi tempat tinggal sementara, sedangkan ia mempertimbangkan hunian yang sesuai untuk ditempati. Informasi yang tersedia tidak merinci lokasi rumah maupun tahapan pencariannya, sehingga kisah ini dapat dipahami secara sederhana: ada masa tinggal di hotel, kemudian ia mendapatkan rumah di Bandung yang kini telah direnovasi.

Renovasi selama dua bulan mengubah rumah itu dengan pendekatan modern dan bersih, sebagaimana tergambar dari konsep yang diusung. Pembaruan hunian bukan hanya berkaitan dengan tampilan, tetapi juga menyiapkan ruang yang terasa lebih tertata untuk digunakan sehari-hari. Meski detail setiap ruangan tidak dijelaskan, proses renovasi tersebut menjadi bagian penting dari perubahan rumah sebelum ditempati Haye.

Bagi pemain yang menjalani aktivitas bersama klub, memiliki tempat tinggal yang nyaman dapat membantu membangun rutinitas di luar lapangan. Dalam konteks Haye, rumah di Bandung menjadi hunian setelah masa tinggal sementara di hotel, tanpa perlu mengaitkannya dengan rincian pribadi yang tidak disampaikan. Perhatian pada gaya modern dan bersih menunjukkan arah pembaruan yang dipilih untuk rumah tersebut. Kisah singkat ini memperlihatkan bagaimana perpindahan klub dapat diikuti penyesuaian tempat tinggal: dari akomodasi sementara menuju rumah yang telah direnovasi. Kini, rumah itu menjadi bagian dari kehidupan Haye di Bandung, sementara masa renovasi dua bulan memberi sentuhan baru pada hunian yang ditempatinya bersama perjalanan kariernya di Persib.

Setelah menemukan rumah yang dirasa sesuai, Thom Haye menghubungi Clement Cadmiel, principle architect dari Patio Livity, untuk menangani renovasi. Keputusan itu menjadi awal proses penataan rumah yang berlangsung selama dua bulan. Alih-alih sekadar memperbarui tampilan, pekerjaan tersebut diarahkan untuk menyesuaikan ruang dengan preferensi Haye dan cara ia ingin menikmati rumahnya. Kebutuhan serta selera pemilik menjadi acuan dalam menentukan karakter desain, sehingga hasil akhirnya tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga terasa sesuai untuk ditinggali.

Salah satu hal yang diinginkan Haye ialah rumah yang terang. Ia menyukai penggunaan banyak kaca agar cahaya matahari dapat masuk ke dalam ruangan. Bukaan kaca membantu menghadirkan kesan lebih terbuka dan membuat suasana rumah terasa lapang. Pada saat yang sama, kenyamanan tetap menjadi perhatian. Haye menginginkan rumah yang terasa sejuk dengan bantuan AC, sehingga pencahayaan alami dan pengaturan suhu dapat mendukung pengalaman tinggal yang nyaman. Perpaduan tersebut menunjukkan bahwa rumah terang tidak harus mengorbankan kesejukan, selama kebutuhan itu dipertimbangkan dalam rancangan.

Untuk tampilan keseluruhan, preferensinya mengarah pada gaya modern dan bersih. Karakter ini menjadi dasar dalam membangun suasana rumah yang rapi, sederhana, dan nyaman dipandang, tanpa menjauh dari fungsi ruang sehari-hari. Renovasi juga memperhatikan hal-hal personal yang penting bagi Haye, termasuk koleksi sepatunya. Karena itu, rumah menyediakan tempat khusus untuk menyimpan sepatu, sehingga koleksi tersebut memiliki area tersendiri dan tidak bercampur dengan kebutuhan penyimpanan lain. Kehadiran ruang khusus ini memperlihatkan bagaimana detail yang berkaitan dengan kebiasaan pemilik dapat masuk ke dalam perencanaan interior. Dengan menerjemahkan keinginan tentang cahaya, kesejukan, estetika modern, dan penyimpanan personal ke dalam desain, renovasi dua bulan tersebut berangkat dari kebutuhan nyata Haye. Hasilnya ditujukan untuk menghadirkan hunian yang terasa terang, sejuk, dan tertata, sekaligus mencerminkan preferensi penghuni secara praktis.Rumah Thom Haye di Bandung memiliki susunan dua lantai dengan tiga kamar tidur. Informasi tersebut memberi gambaran dasar mengenai skala dan pembagian rumah, tanpa merinci ukuran setiap ruang, posisi tangga, maupun letak kamar tidur. Karena rincian itu tidak tersedia, gambaran tata ruang perlu berpegang pada unsur yang telah disebutkan saja. Pada lantai bawah terdapat ruang keluarga, ruang makan, dan dapur kecil. Ketiga ruang tersebut merupakan bagian yang diketahui berada di tingkat bawah, tetapi tidak ada keterangan tambahan mengenai hubungan antarruang, pembatas, akses, atau orientasinya. Dengan demikian, deskripsi ini menyajikan susunan secara lugas dan tidak menambahkan detail yang belum terkonfirmasi.

Keberadaan ruang keluarga, ruang makan, dan dapur kecil menjadi informasi utama tentang lantai bawah. Penyebutan ruang-ruang itu menunjukkan jenis area yang tersedia, tetapi tidak menjelaskan apakah semuanya berada dalam satu area terbuka atau dipisahkan oleh dinding maupun sekat. Ukuran dan bentuk masing-masing ruang juga tidak disebutkan. Begitu pula, tidak ada keterangan mengenai perabot, warna, material, pencahayaan, atau dekorasi yang digunakan. Oleh sebab itu, gambaran lantai bawah dapat dipahami melalui daftar ruang yang disebutkan, bukan melalui asumsi tentang tampilannya. Dapur secara khusus digambarkan berukuran kecil, sementara ukuran ruang keluarga dan ruang makan tidak tersedia. Tidak ada rincian lain yang dapat dipastikan.

Secara keseluruhan, informasi yang tersedia menegaskan rumah dua lantai dengan tiga kamar tidur serta tiga jenis ruang pada lantai bawah. Namun, data tersebut tidak menetapkan lantai tempat kamar tidur berada, sehingga penempatannya tidak perlu diasumsikan. Tidak tersedia pula keterangan tentang fungsi ruang lain, jumlah kamar mandi, balkon, area penyimpanan, atau susunan sirkulasi di lantai. Batas informasi ini penting agar uraian tetap akurat dan tidak mencampurkan fakta dengan dugaan. Pembaca dapat menangkap kerangka tata ruang yang diketahui: lantai bawah mencakup ruang keluarga, ruang makan, dan dapur kecil, sedangkan keseluruhan rumah terdiri atas dua lantai dan menyediakan tiga kamar tidur. Rincian lebih lanjut tidak disebutkan dalam bahan yang tersedia.

Renovasi rumah Thom Haye di Bandung diselesaikan dalam waktu dua bulan. Durasi tersebut berkaitan dengan kebutuhan Haye untuk segera menggunakan rumah itu, sehingga proses pembaruan tempat tinggalnya harus berlangsung dalam rentang waktu yang relatif singkat. Informasi mengenai penyelesaian ini memberi gambaran utama tentang kronologi pengerjaan: renovasi dimulai, dikerjakan selama dua bulan, lalu rumah dapat digunakan oleh pemiliknya. Tidak ada rincian tambahan mengenai tahapan pekerjaan atau jadwal harian yang perlu diasumsikan di luar keterangan tersebut.

Setelah pekerjaan renovasi selesai, Haye langsung tinggal di rumah itu. Urutan waktunya menunjukkan bahwa rumah tersebut memang dibutuhkan dalam waktu cepat dan siap ditempati setelah pembaruan rampung. Karena itu, durasi dua bulan menjadi bagian penting dari cerita renovasi, bukan sekadar angka yang berdiri sendiri. Rumah yang telah selesai dikerjakan kemudian segera berfungsi sebagai tempat tinggalnya di Bandung. Keterangan ini juga menegaskan bahwa penyelesaian proyek diikuti oleh penggunaan langsung, tanpa jeda panjang rampungnya pekerjaan dan kepindahan Haye.

Hasil renovasi mencerminkan preferensi pada suasana modern, bersih, terang, dan sejuk. Karakter tersebut dapat disampaikan sebagai gambaran umum yang menyertai rumah setelah pembaruan, tanpa menambahkan rincian desain, bahan, warna, atau tata ruang yang tidak disebutkan. Dengan demikian, kronologi renovasi ini cukup jelas: rumah dikerjakan selama dua bulan karena Haye memerlukannya dengan cepat, pekerjaan kemudian selesai, dan ia langsung menempatinya. Gaya yang disebutkan tetap berpusat pada kesan modern, bersih, terang, serta sejuk.

Baca juga: Dankodiklat TNI Resmikan Renovasi SDN 12 Martapura, Wujud Nyata Kepedulian Lewat Super Garuda Shield 2026 | Darurat Air Bersih: IJTI, Kodim 0813 dan BPBD Bojonegoro Pasok 21 Ribu Liter Air Bersih di Tlogohaji