Jakarta | Pemakaman Doddy Katamsi berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026, di TPU Pangkalan Jati, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Tempat pemakaman tersebut menjadi lokasi perpisahan terakhir bagi Doddy, sekaligus titik berkumpulnya keluarga dan pihak-pihak yang hadir untuk mengantarkan kepergiannya. Prosesi ini berlangsung dalam suasana haru, sebagaimana tergambar dalam keterangan mengenai pemakaman tersebut.
Kesedihan menyertai momen pemakaman, yang menandai berakhirnya perjalanan Doddy di dunia. Meski informasi yang tersedia tidak merinci setiap bagian prosesi, suasana emosional menjadi hal yang menonjol dari peristiwa itu. Kehadiran di TPU Pangkalan Jati mencerminkan penghormatan terakhir bagi Doddy, sementara lokasi pemakaman di kawasan Pondok Labu menjadi tempat keluarga dan orang-orang yang datang mengenangnya melepas kepergiannya.
Prosesi di Jakarta Selatan tersebut berlangsung pada hari Jumat, sebagaimana disebutkan dalam informasi pemakaman. Tidak ada keterangan terperinci mengenai urutan acara, jumlah orang yang hadir, ataupun bentuk penghormatan yang dilakukan. Karena itu, gambaran peristiwa ini terbatas pada waktu dan tempat pemakaman serta suasana haru yang menyertainya. Menjaga uraian tetap sesuai dengan keterangan yang ada membantu menghindari penambahan detail yang belum dipastikan.
Bagi keluarga dan para pelayat, pemakaman menjadi momen untuk mengucapkan perpisahan kepada Doddy Katamsi. TPU Pangkalan Jati, Pondok Labu, Jakarta Selatan, menjadi lokasi terakhir prosesi tersebut pada 16 Oktober 2026. Suasana haru memberi makna emosional pada perpisahan itu, tanpa perlu mengandaikan rangkaian kegiatan atau keadaan lain yang tidak disebutkan. Informasi yang tersedia menegaskan satu hal utama: Doddy dimakamkan di sana pada Jumat, dan kepergiannya dilepas dalam suasana penuh kesedihan. Dengan demikian, catatan mengenai pemakaman ini berfokus pada fakta yang telah disampaikan, sekaligus menghormati suasana duka yang menyertai keluarga serta orang-orang yang hadir pada hari tersebut.
Keluarga dan sejumlah rekan sesama musisi hadir untuk mengantarkan Doddy Katamsi ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Pangkalan Jati. Kehadiran mereka menandai momen perpisahan yang berlangsung dalam suasana kehilangan, ketika orang-orang terdekat berkumpul untuk melepas kepergian sosok yang dikenal melalui perjalanan dan kiprahnya di dunia musik. Putri Doddy, Chika Katamsi, menjadi salah satu anggota keluarga yang hadir dalam kesempatan tersebut.
Bagi keluarga, perpisahan ini menjadi saat untuk mengiringi Doddy menuju pemakaman dan menerima kenyataan atas kepergiannya. Sementara itu, kehadiran rekan-rekan sesama musisi memperlihatkan bahwa kabar duka tersebut juga dirasakan oleh lingkungan yang pernah berbagi ruang dan pengalaman dengannya. Tidak perlu banyak kata untuk menggambarkan arti pertemuan itu: keluarga dan rekan seprofesi datang bersama, memberi ruang bagi penghormatan terakhir kepada Doddy di TPU Pangkalan Jati.
Di tengah suasana duka, keberadaan Chika sebagai putri Doddy turut menggambarkan kedekatan keluarga dalam momen penting tersebut. Ia hadir bersama anggota keluarga lainnya, mengantar ayahnya ke tempat peristirahatan terakhir. Para musisi yang datang juga menjadi bagian dari orang-orang yang menyaksikan perpisahan itu, tanpa mengurangi suasana pribadi yang dirasakan keluarga. Kehadiran mereka bukan sekadar catatan tentang siapa yang berada di lokasi, melainkan gambaran dukungan dan kebersamaan saat keluarga melepas orang tercinta.
Prosesi pemakaman di TPU Pangkalan Jati menjadi titik akhir dari perjalanan Doddy di dunia, sekaligus momen yang akan dikenang oleh keluarga dan orang-orang yang hadir. Kehadiran keluarga, termasuk Chika Katamsi, serta sejumlah rekan musisi menyatukan lingkaran pribadi dan profesional dalam satu perpisahan. Mereka datang untuk mengantar Doddy, memberi penghormatan terakhir dengan cara masing-masing, dan menyertai keluarga dalam suasana kehilangan. Tanpa perlu menambahkan rincian yang tidak diketahui, kehadiran mereka menunjukkan bahwa pada hari itu Doddy tidak dilepas sendirian. Keluarga dan rekan seprofesi berada di sana untuk mengantarkan kepergiannya.
Doddy Katamsi dikenal sebagai penyanyi rock senior dan pelatih vokal ternama di Indonesia. Dua peran tersebut menjadi bagian penting dari pengenalan sosoknya di dunia musik. Sebagai penyanyi, ia dikenal melalui keterlibatannya sebagai vokalis Elpamas, band rock legendaris Indonesia. Sementara itu, kiprahnya sebagai pelatih vokal menunjukkan bahwa ia juga berkaitan dengan pembinaan kemampuan bernyanyi.
Nama Elpamas memberi konteks bagi salah satu bagian yang dikenal dari perjalanan Doddy di musik: posisinya sebagai vokalis band tersebut. Dalam ruang lingkup informasi yang tersedia, hal ini menjadi keterangan utama mengenai keterlibatannya di sebuah kelompok musik. Elpamas disebut sebagai band rock legendaris, sedangkan Doddy dikenang sebagai salah satu vokalisnya. Keterangan ini menempatkan dirinya dalam percakapan mengenai musik rock Indonesia tanpa perlu menambahkan rincian lain tentang perjalanan band maupun aktivitas pribadi sang penyanyi.
Julukan penyanyi rock senior juga menggambarkan bagaimana Doddy dikenal oleh publik dan lingkungan musik. Sebutan itu menandai pengalamannya dalam peran sebagai penyanyi, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan rentang waktu, daftar penampilan, atau karya tertentu. Karena itu, pengenalan terhadap kiprahnya dapat disampaikan secara sederhana: ia merupakan sosok yang dikenal sebagai penyanyi rock sekaligus pelatih vokal di Indonesia. Kedua sebutan tersebut cukup untuk menunjukkan bahwa namanya berkaitan dengan penampilan musik dan pembelajaran vokal.
Sebagai pelatih vokal ternama, Doddy dikenal pula melalui peran yang berhubungan dengan teknik dan pengembangan kemampuan bernyanyi. Informasi yang tersedia tidak merinci siapa saja yang pernah ia latih atau metode yang digunakannya, sehingga hal-hal tersebut tidak perlu diasumsikan. Namun, penyebutan peran ini memperlihatkan bahwa kiprahnya tidak hanya dikenali melalui statusnya sebagai vokalis Elpamas. Bagi mereka yang mengenal dunia musik Indonesia, sosok Doddy Katamsi dapat dikenang melalui perpaduan identitas sebagai penyanyi rock senior dan pelatih vokal. Uraian yang terbatas pada dua peran tersebut memberi gambaran yang jelas tanpa menambahkan klaim mengenai karya, penghargaan, atau pencapaian lain yang tidak disebutkan.
Kabar wafatnya Doddy Katamsi membawa duka bagi keluarga, kerabat, dan orang-orang yang mengenalnya. Ia meninggal dunia pada Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 13.15 WIB, di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok, Jawa Barat. Doddy mengembuskan napas terakhir pada usia 59 tahun. Waktu dan tempat tersebut menjadi bagian penting dari kabar kepergiannya, sekaligus menandai akhir dari masa perawatan yang dijalaninya di rumah sakit.
Sebelum wafat, Doddy menjalani perawatan intensif selama beberapa pekan. Perawatan tersebut diperlukan karena kondisinya berkaitan dengan sejumlah komplikasi kesehatan, yakni penyakit jantung, gagal ginjal, serta gangguan pada paru-paru. Ketiga masalah kesehatan itu disebut sebagai kondisi yang dihadapi selama masa perawatan. Dengan demikian, kabar mengenai kepergiannya tidak hanya mencakup waktu dan lokasi, tetapi juga rangkaian kondisi yang mendahuluinya.
Dalam urutan waktunya, Doddy terlebih dahulu mendapatkan penanganan intensif di RSUI selama beberapa pekan akibat komplikasi tersebut. Setelah menjalani masa perawatan, ia meninggal pada Kamis siang, tepat pukul 13.15 WIB. Lokasi wafatnya berada di Depok, Jawa Barat, tempat ia dirawat. Informasi ini menggambarkan bahwa kondisi kesehatannya telah memerlukan perhatian medis intensif dalam kurun waktu beberapa pekan sebelum akhirnya ia berpulang.
Penyakit jantung, gagal ginjal, dan gangguan paru-paru merupakan rincian kondisi yang disebut menyertai masa perawatan Doddy. Tidak ada rincian tambahan mengenai diagnosis, tindakan medis, ataupun perubahan kondisinya dari waktu ke waktu dalam informasi yang tersedia. Karena itu, kabar duka ini dapat disampaikan dengan berpegang pada keterangan yang telah disebutkan: Doddy menjalani perawatan intensif selama beberapa pekan, lalu meninggal dunia di RSUI pada usia 59 tahun.
Kepergiannya pada Kamis.






