Aksi di Tugu Tani Berakhir, Spanduk Lima Tuntutan Sempat Terpasang

Aksi di Tugu Tani Berakhir, Spanduk Lima Tuntutan Sempat Terpasang

Jakarta | Demonstrasi berlangsung di kawasan Monumen Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Aksi tersebut dimulai pada pukul 15.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 18.52 WIB. Rentang waktu itu menandai berlangsungnya kegiatan selama sore hingga menjelang malam di area sekitar monumen. Dengan demikian, aksi di Tugu Tani tidak berlangsung sepanjang hari, melainkan dimulai pada sore hari dan selesai pada waktu yang telah disebutkan. Keterangan lokasi, tanggal, serta waktu menjadi informasi pokok untuk menggambarkan kapan dan di mana demonstrasi tersebut berlangsung.

Secara kronologis, peserta mulai menggelar aksi pada pukul 15.00 WIB. Kegiatan kemudian berlangsung di kawasan Monumen Tugu Tani hingga sekitar pukul 18.52 WIB, saat demonstrasi dinyatakan berakhir. Penyebutan waktu akhir menggunakan kata “sekitar”, sehingga menunjukkan bahwa waktu tersebut merupakan perkiraan, bukan penanda menit yang harus dipahami secara mutlak. Berdasarkan keterangan itu, aksi berlangsung kurang lebih tiga jam 52 menit. Rangkaian waktu tersebut memberikan gambaran durasi kegiatan tanpa menambahkan rincian mengenai jalannya demonstrasi yang tidak disampaikan dalam informasi yang tersedia.

Peserta aksi terdiri atas elemen mahasiswa dan masyarakat sipil. Keterangan tersebut menjelaskan unsur yang hadir secara umum, tanpa merinci nama organisasi, kelompok, ataupun jumlah peserta. Karena itu, demonstrasi ini dapat disebut melibatkan mahasiswa serta masyarakat sipil, tetapi tidak perlu dikaitkan dengan identitas tertentu yang belum disebutkan. Informasi yang tersedia berfokus pada komposisi peserta secara luas, lokasi di kawasan Tugu Tani, dan waktu pelaksanaan pada Selasa sore. Dengan batasan itu, gambaran mengenai aksi tetap jelas: kegiatan berlangsung di Jakarta Pusat, dimulai pukul 15.00 WIB, melibatkan mahasiswa dan masyarakat sipil, lalu berakhir sekitar pukul 18.52 WIB.

Sebelum massa membubarkan diri, peserta aksi memasang sebuah spanduk kain putih berukuran besar di Monumen Tugu Tani, Jakarta Pusat. Pemasangan spanduk itu menjadi salah satu peristiwa yang terjadi menjelang berakhirnya kegiatan di kawasan tersebut. Kain putih tersebut dibentangkan pada bagian monumen yang menghadap ke arah Gondangdia. Ukurannya yang besar membuat spanduk tampak jelas dan menjuntai menutupi sisi monumen itu.

Spanduk mulai terpasang sekitar pukul 18.08 WIB. Pemasangannya berlangsung dalam waktu kurang dari 20 menit, sebelum para peserta meninggalkan lokasi dan membubarkan diri. Dengan waktu pemasangan yang singkat, kain tersebut tetap terlihat menutupi bagian sisi monumen yang mengarah ke Gondangdia. Situasi ini menjadi bagian dari rangkaian akhir aksi di Tugu Tani, sebelum massa beranjak dari kawasan itu.

Isi spanduk memuat lima tuntutan yang ditujukan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, rincian kelima tuntutan tersebut tidak tercantum dalam bahan informasi yang tersedia, sehingga tidak dapat dijabarkan lebih jauh. Yang dapat dipastikan, pesan pada spanduk itu ditujukan kepada pemerintah dan disampaikan melalui pemasangan kain putih di monumen. Spanduk tersebut menjadi penanda visual tuntutan peserta pada penghujung aksi, bersamaan dengan persiapan massa untuk membubarkan diri. Pemasangan itu berlangsung di ruang publik, pada sisi Monumen Tugu Tani yang menghadap Gondangdia, Jakarta Pusat. Setelah spanduk terpasang, perhatian tertuju pada pesan yang dibawanya, sementara aksi di lokasi memasuki tahap akhir. Kehadiran kain berukuran besar itu membuatnya terlihat pada bagian monumen tersebut selama momen pembubaran. Informasi mengenai waktu pemasangan, durasi, lokasi, dan sasaran tuntutan menjelaskan kejadian ini tanpa menambahkan isi tuntutan yang tidak tersedia. Dengan demikian, catatan utama mengenai spanduk adalah bahwa peserta memasangnya sesaat sebelum membubarkan diri, sekitar pukul 18.08 WIB, dan mencantumkan lima tuntutan bagi pemerintahan Prabowo-Gibran.Pembubaran massa di kawasan Tugu Tani mulai terlihat sekitar pukul 18.52 WIB. Prosesnya berlangsung secara bertahap, bukan dalam satu waktu, ketika sejumlah kendaraan komando mulai meninggalkan lokasi. Perubahan suasana tersebut menandai berakhirnya aksi yang sebelumnya diwarnai pemasangan spanduk berisi lima tuntutan. Peserta tidak langsung bergerak serentak; sebagian masih berada di sekitar kawasan sementara kendaraan dari kelompok-kelompok mahasiswa bersiap untuk pergi.

Mobil komando yang dinaiki Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra, meninggalkan lokasi lebih dahulu. Setelah kendaraan tersebut beranjak, kendaraan dari elemen mahasiswa lainnya menyusul secara bergantian. Urutan keberangkatan itu membuat pembubaran tampak berlangsung perlahan, dengan mobil-mobil komando pergi satu per satu. Pergerakan kendaraan menjadi penanda yang terlihat bahwa kegiatan di lokasi mulai ditutup, meskipun masih ada peserta yang belum meninggalkan area.

Setelah beberapa mobil komando pergi, sebagian peserta yang masih bertahan sempat menyalakan flare. Nyala suar terlihat ketika massa belum sepenuhnya bubar, sehingga suasana di sekitar lokasi masih menarik perhatian. Namun, momen tersebut berlangsung di tengah proses keberangkatan yang telah berjalan, bukan sebelum kendaraan komando mulai meninggalkan kawasan. Tidak semua peserta pergi pada saat yang sama; sejumlah orang masih berada di tempat ketika kendaraan lain melanjutkan perjalanan.

Dengan demikian, akhir aksi ditandai oleh rangkaian peristiwa yang terjadi secara berurutan: mobil komando Fathimah Azzahra keluar lebih dahulu, kendaraan dari elemen mahasiswa lain menyusul, lalu flare dinyalakan oleh peserta yang masih bertahan setelah beberapa kendaraan pergi. Waktu sekitar pukul 18.52 WIB menjadi saat pembubaran mulai terlihat. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa massa meninggalkan Tugu Tani secara bertahap, sementara spanduk lima tuntutan yang sempat terpasang menjadi salah satu penanda aksi pada hari itu. Tidak terdapat satu momen keberangkatan bersama yang menandai berakhirnya kegiatan seluruh peserta.Aksi di sekitar Tugu Tani berlangsung tanpa penutupan jalan. Kendaraan tetap dapat melintas selama kegiatan berlangsung, meskipun pergerakan massa di kawasan tersebut membuat petugas perlu memantau kondisi lalu lintas. Kepolisian berada di sekitar lokasi untuk membantu mengatur arus kendaraan dan menjaga agar aktivitas pengguna jalan tetap berjalan. Pengendara yang melintas tetap diarahkan mengikuti pengaturan petugas, terutama ketika peserta aksi bergerak atau berkumpul di dekat area jalan. Dengan demikian, kegiatan berlangsung berdampingan dengan lalu lintas yang masih beroperasi, bukan dengan penghentian akses jalan secara menyeluruh.

Setelah massa membubarkan diri, kepolisian membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar Tugu Tani. Pengaturan dilakukan ketika kendaraan kembali bergerak melalui kawasan tersebut dan peserta mulai meninggalkan lokasi. Kehadiran petugas membantu menjaga kelancaran pergerakan kendaraan serta mengurangi potensi gangguan di sekitar titik aksi. Seiring berkurangnya kerumunan, kondisi lalu lintas yang sebelumnya perlu mendapat perhatian berangsur kembali terurai. Arus kendaraan pun dapat melintas dengan lebih lancar setelah area tersebut ditinggalkan massa. Tidak ada penutupan jalan yang menyertai aksi, dan pengaturan lalu lintas berlanjut hingga situasi di sekitar lokasi kembali tertib.

Sebelum meninggalkan area, sejumlah mahasiswa juga berkeliling sambil membawa kantong sampah. Mereka mengimbau peserta aksi untuk mengumpulkan sampah ke dalam kantong yang telah disediakan, alih-alih meninggalkannya di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan ketika massa mulai membubarkan diri dan menjadi bagian dari upaya merapikan area setelah kegiatan. Peserta yang masih berada di sekitar titik aksi diarahkan untuk memasukkan sampah ke kantong agar dapat dikumpulkan dan dibawa dari lokasi. Imbauan itu turut membantu menjaga kebersihan ruang publik yang digunakan selama aksi. Setelah peserta berangsur pergi, arus lalu lintas kembali terurai dan kawasan Tugu Tani berangsur lengang.

Baca juga: Aksi Airborne Lima Negara Warnai Latgabma SGS 2026