Kabut Asap Hentikan Penerbangan di Sampit hingga 25 Oktober

Kabut Asap Hentikan Penerbangan di Sampit hingga 25 Oktober

Kabupaten Kotawaringin Timur | Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan membuat aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, masih terhenti. Sejumlah penerbangan dibatalkan karena jarak pandang di sekitar bandara tidak memenuhi standar keselamatan untuk pesawat lepas landas maupun mendarat. Kondisi tersebut menghambat perjalanan udara dari dan menuju Sampit, sementara penumpang perlu menyesuaikan rencana perjalanan mengikuti perkembangan situasi. Gangguan ini berkaitan dengan jarak pandang yang terbatas, bukan penutupan seluruh layanan bandara. Dengan demikian, informasi mengenai penghentian penerbangan perlu dibedakan dari aktivitas bandara lainnya yang tidak dinyatakan berhenti.

Keputusan membatalkan penerbangan diambil dengan mempertimbangkan keselamatan penerbangan. Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang sehingga kru pesawat dan petugas pengatur lalu lintas udara memiliki keterbatasan dalam memantau kondisi sekitar. Ketika pandangan berada di bawah batas yang dipersyaratkan, penerbangan tidak dapat dijalankan secara aman. Karena itu, pembatalan menjadi langkah antisipasi terhadap risiko yang dapat muncul saat pesawat beroperasi dalam kondisi visibilitas buruk. Situasi di Sampit menunjukkan dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap transportasi, terutama ketika asap menyebar hingga mengganggu kawasan bandara. Perubahan kondisi cuaca dan kualitas udara dapat memengaruhi keputusan operasional dari waktu ke waktu.

Hingga 25 Oktober, penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit masih terdampak kabut asap, dengan sejumlah layanan udara dibatalkan. Penumpang disarankan memeriksa informasi terbaru dari maskapai sebelum menuju bandara, termasuk kepastian jadwal, perubahan waktu keberangkatan, atau pembatalan. Mereka yang telah memiliki tiket dapat menghubungi penyedia layanan untuk mengetahui pilihan penjadwalan ulang dan ketentuan perjalanan yang berlaku. Masyarakat juga perlu memahami bahwa status penerbangan dapat berubah apabila jarak pandang membaik dan persyaratan keselamatan kembali terpenuhi. Sementara itu, penghentian sementara layanan penerbangan tidak dengan sendirinya berarti semua kegiatan di Bandara Haji Asan Sampit ikut berhenti. Perkembangan kondisi asap menjadi faktor penting dalam menentukan kapan penerbangan dapat dilanjutkan.

NAM Air, anak perusahaan Sriwijaya Air, memperpanjang masa pembatalan penerbangan dari dan menuju Sampit di tengah gangguan akibat kabut asap. Pembatalan yang semula dijadwalkan berlaku hingga 15 Oktober 2026 kini diberlakukan sampai 25 Oktober 2026. Perpanjangan ini membuat layanan penerbangan di Sampit tetap dihentikan selama periode tambahan tersebut, sementara kondisi yang memengaruhi operasional belum memungkinkan jadwal berjalan seperti biasa.

District Manager NAM Air Sampit, Harli Rahman, menjelaskan bahwa keputusan pembatalan tidak ditetapkan sekaligus untuk jangka waktu panjang. Maskapai mengevaluasi situasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Karena itu, masa penghentian penerbangan dapat diperbarui mengikuti perkembangan yang terjadi, termasuk keadaan yang berdampak pada keamanan dan kelancaran operasional. Keterangan Harli tersebut disampaikan pada 23 Oktober 2026, sebagai konteks atas kebijakan yang saat ini berlaku.

Menurut Harli, pembatalan penerbangan saat ini berlaku sampai 25 Oktober 2026. Penetapan tanggal tersebut mencerminkan hasil pertimbangan terhadap situasi terkini, bukan jaminan bahwa layanan akan kembali beroperasi tepat pada hari berikutnya. Maskapai tetap memantau keadaan di lapangan dan dapat meninjau kembali kebijakan apabila terdapat perubahan. Dengan demikian, penumpang perlu memperhatikan informasi resmi terbaru sebelum berangkat ke bandara atau menyusun perjalanan lanjutan.

Perubahan dari batas awal 15 Oktober menjadi 25 Oktober menunjukkan bahwa penyesuaian jadwal dilakukan secara bertahap seiring evaluasi kondisi. Penumpang yang telah memiliki tiket untuk penerbangan terdampak sebaiknya menghubungi kanal layanan NAM Air atau tempat pembelian tiket untuk mengetahui opsi yang tersedia, termasuk informasi mengenai perubahan jadwal dan ketentuan perjalanan. Informasi operasional dapat berubah sesuai hasil pemantauan, sehingga pengumuman maskapai menjadi acuan bagi calon penumpang.

Pembatalan penerbangan dari Sampit pada 21–23 Oktober 2026 turut mencakup layanan Wings Air dan Super Air Jet. Informasi yang disampaikan Bandara Haji Asan Sampit menyebutkan bahwa penerbangan Wings Air dengan rute Sampit–Surabaya serta Super Air Jet dengan rute Sampit–Jakarta tidak beroperasi selama periode tersebut. Keputusan ini menambah dampak kabut asap terhadap mobilitas warga yang hendak bepergian melalui jalur udara, baik untuk keperluan pekerjaan, keluarga, maupun urusan lainnya. Calon penumpang perlu memperhatikan pemberitahuan pembatalan dan berkoordinasi dengan maskapai terkait mengenai perubahan perjalanan mereka.

Alfiansyah, PIC Civil Aviation Publication Team Bandara Haji Asan Sampit, menjelaskan bahwa kondisi kabut asap menyebabkan jarak pandang di sekitar bandara turun jauh di bawah ambang batas minimal keselamatan penerbangan. Visibilitas yang tidak memadai membuat kegiatan penerbangan tidak dapat dilaksanakan sesuai persyaratan keselamatan. Dalam situasi seperti ini, keputusan untuk membatalkan penerbangan diambil berdasarkan kondisi operasional dan pertimbangan keselamatan, bukan semata-mata untuk mengurangi jadwal. Gangguan jarak pandang dapat memengaruhi kemampuan pilot dan petugas terkait dalam menjalankan prosedur penerbangan dengan aman.

Menurut Alfiansyah, keselamatan penumpang dan kru menjadi prioritas utama dalam menghadapi kondisi tersebut. Karena itu, penerbangan Wings Air menuju Surabaya dan Super Air Jet menuju Jakarta dihentikan sementara selama jadwal yang terdampak, sampai kondisi memungkinkan untuk beroperasi kembali sesuai ketentuan. Pembatalan ini juga menunjukkan bahwa dampak kabut asap tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di darat, tetapi dapat menghambat konektivitas udara Sampit dengan kota-kota tujuan. Penumpang disarankan memeriksa informasi resmi dari maskapai dan bandara sebelum menuju terminal, serta menanyakan pilihan penjadwalan ulang atau penanganan tiket langsung kepada penyedia layanan. Informasi operasional dapat berubah mengikuti perkembangan jarak pandang dan penilaian keselamatan di bandara, sehingga pengecekan berkala penting dilakukan sebelum perjalanan.

Calon penumpang yang terdampak penghentian penerbangan di Sampit dapat menata ulang rencana perjalanan dengan menghubungi maskapai yang menerbitkan tiket. Pilihan yang tersedia dapat mencakup penjadwalan ulang atau pengembalian dana, dengan ketentuan dan prosedur yang berbeda pada setiap maskapai. Karena itu, penumpang sebaiknya memeriksa syarat tiket serta menanyakan pilihan yang berlaku sebelum mengambil keputusan. Informasi mengenai biaya, batas waktu pengajuan, dan dokumen yang diperlukan juga perlu dikonfirmasi langsung kepada pihak maskapai agar proses penanganan berjalan sesuai aturan. Hindari membeli tiket pengganti sebelum memperoleh kejelasan mengenai status tiket awal.

NAM Air tetap menyediakan layanan informasi dan penanganan tiket di bandara bagi penumpang yang membutuhkan bantuan. Petugas loket biasanya mulai bersiap sekitar pukul 09.00–10.00 WIB untuk membantu menjawab pertanyaan dan menjelaskan langkah yang dapat ditempuh. Waktu kehadiran petugas dapat menjadi acuan bagi penumpang yang ingin memperoleh bantuan secara langsung, tetapi calon penumpang disarankan memastikan ketersediaan layanan melalui saluran resmi maskapai apabila memungkinkan. Siapkan identitas dan rincian pemesanan, seperti kode booking, agar petugas dapat memeriksa data perjalanan dan memberikan informasi yang relevan. Penumpang juga dapat menyimpan bukti komunikasi serta pemberitahuan pembatalan untuk keperluan tindak lanjut.

Bagi penerbangan yang dibatalkan, penumpang diimbau berkoordinasi dengan maskapai atau petugas terkait untuk mendapatkan informasi terbaru tentang status tiket dan perkiraan jadwal penerbangan berikutnya. Jadwal yang diperkirakan dapat berubah, sehingga keterangan yang diterima sebelumnya belum tentu menjadi kepastian keberangkatan. Kepastian operasional sangat bergantung pada perkembangan jarak pandang di sekitar bandara dan hasil pemantauan kondisi setempat. Penumpang sebaiknya memantau pengumuman resmi secara berkala, memastikan nomor kontak yang tercatat tetap aktif, serta tidak berangkat ke bandara hanya berdasarkan perkiraan jadwal. Dengan mengikuti arahan petugas dan memperoleh konfirmasi langsung, calon penumpang dapat mengatur perjalanan lanjutan secara lebih tepat sambil menunggu kondisi memungkinkan penerbangan kembali beroperasi.

Baca juga: Gelar Latihan Live Fire Dan Penerbangan Malam Dalam SGS 2026