Jakarta | Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyatakan komitmennya untuk mendorong investasi di Indonesia, termasuk investasi yang mendukung perkembangan inovasi dan teknologi. Komitmen tersebut mencerminkan upaya lembaga ini untuk memperkuat peran investasi dalam mendukung kegiatan ekonomi dan membuka ruang bagi pengembangan sektor-sektor yang memiliki nilai strategis bagi masa depan.
Pahala Mansury, Managing Director Global Relations and Communications Danantara, menyampaikan komitmen tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa perhatian Danantara tidak hanya tertuju pada investasi secara umum, tetapi juga pada bidang yang dapat mendorong pembaruan, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan kapasitas di dalam negeri. Inovasi dan teknologi dipandang sebagai bagian penting dari upaya memperkuat daya saing serta menciptakan fondasi ekonomi yang lebih adaptif.
Dorongan terhadap investasi domestik juga berkaitan dengan upaya mempertemukan kebutuhan pembangunan Indonesia dengan peluang pendanaan dan pengembangan usaha. Dengan memberi perhatian pada sektor inovatif, investasi diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem yang memungkinkan gagasan dan teknologi berkembang serta dimanfaatkan secara produktif. Hal ini mencakup pentingnya lingkungan yang mendukung kolaborasi, peningkatan kemampuan, dan pengembangan kegiatan ekonomi berbasis teknologi.
Komitmen tersebut menunjukkan arah peran Danantara dalam mendukung investasi yang relevan dengan kebutuhan jangka panjang Indonesia. Penguatan investasi di dalam negeri dapat membantu memperbesar kapasitas ekonomi, sementara fokus pada inovasi memberi peluang bagi sektor usaha untuk merespons perubahan dan kebutuhan baru. Meski demikian, pernyataan mengenai komitmen ini tidak disertai rincian jumlah investasi ataupun target tertentu. Karena itu, fokus utamanya adalah arah dukungan Danantara untuk mendorong investasi, khususnya pada sektor inovasi dan teknologi, tanpa menetapkan angka yang belum disampaikan.
Dengan demikian, pesan yang disampaikan Pahala Mansury menempatkan investasi sebagai salah satu unsur penting dalam pengembangan ekonomi Indonesia. Komitmen BPI Danantara untuk mendorong investasi domestik, termasuk pada teknologi dan inovasi, menunjukkan perhatian terhadap pertumbuhan sektor-sektor yang dapat memperkuat kemampuan nasional. Perkembangan lebih lanjut akan bergantung pada bagaimana komitmen tersebut diterjemahkan ke dalam dukungan dan kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha serta prioritas pembangunan di Indonesia.
Danantara memanfaatkan DTIIF 2026 sebagai ruang untuk mendorong kolaborasi dan investasi di bidang teknologi serta inovasi di dalam negeri. Forum ini menjadi wadah untuk mempertemukan gagasan mengenai pengembangan industri nasional dengan peluang kerja sama yang dapat mendukung penerapannya. Melalui pendekatan tersebut, upaya memperkuat kapasitas industri tidak hanya bertumpu pada investasi, tetapi juga pada keterhubungan kebutuhan industri, pengembangan teknologi, dan inovasi yang berkelanjutan.
Arah yang hendak didorong mencakup penguatan industri nasional sekaligus penciptaan nilai tambah bagi produk dalam negeri. Teknologi dan inovasi dapat membantu meningkatkan kemampuan produksi, memperbaiki proses, serta membuka ruang bagi produk nasional untuk memiliki kualitas dan daya saing yang lebih baik. Karena itu, kolaborasi menjadi unsur penting: kerja sama dapat mendukung pertukaran pengetahuan dan gagasan, sementara investasi berpotensi menyediakan dukungan bagi pengembangan dan penerapan solusi baru. Keduanya diarahkan agar memberi manfaat bagi pertumbuhan industri di dalam negeri.
Penekanan pada keberlanjutan menunjukkan bahwa pengembangan teknologi dan inovasi dipandang sebagai proses jangka panjang, bukan kegiatan yang berhenti pada satu tahap. Industri memerlukan upaya konsisten untuk menyesuaikan diri, meningkatkan kemampuan, dan mengembangkan produk dengan nilai tambah yang semakin kuat. Dalam kerangka ini, DTIIF 2026 berfungsi sebagai sarana untuk menguatkan dorongan tersebut melalui kolaborasi dan investasi. Tujuannya adalah mendukung industri yang lebih tangguh serta memastikan bahwa kemajuan teknologi dapat berkontribusi pada peningkatan nilai produk nasional. Dengan demikian, forum ini mencerminkan komitmen untuk mendorong pengembangan teknologi secara berkelanjutan dan memperluas manfaat inovasi bagi perekonomian dalam negeri.
Dalam mendorong investasi teknologi dan inovasi di dalam negeri, Danantara berupaya menarik mitra strategis yang dapat melakukan co-investment atau investasi bersama. Langkah ini menempatkan kemitraan sebagai salah satu cara untuk menghimpun dukungan investasi bagi agenda pengembangan teknologi dan inovasi nasional. Namun, informasi yang tersedia belum merinci bagaimana proses penjajakan maupun pelaksanaan investasi bersama tersebut akan dilakukan.
Mitra yang dicari juga diharapkan memiliki kapabilitas tertentu. Meski demikian, keterangan yang menjadi dasar pembahasan ini terputus sebelum menjelaskan jenis kapabilitas yang dimaksud. Karena itu, belum ada dasar untuk menyebut bidang keahlian, pengalaman, sumber daya, ataupun karakteristik khusus yang menjadi persyaratan bagi calon mitra. Identitas pihak yang hendak diajak bekerja sama pun tidak disebutkan.
Penjelasan tersebut penting agar tujuan Danantara dalam menarik mitra strategis tidak dicampur dengan asumsi mengenai rincian kerja sama. Istilah co-investment menunjukkan adanya investasi bersama, tetapi informasi yang tersedia tidak menerangkan pembagian kontribusi, tata kelola, struktur pembiayaan, durasi, atau sektor teknologi tertentu. Rincian semacam itu belum dapat dipastikan dan sebaiknya tidak dianggap sebagai bagian dari rencana yang telah diumumkan.
Dengan batas informasi tersebut, arah yang dapat disampaikan secara hati-hati adalah bahwa Danantara mencari mitra yang bersedia berinvestasi bersama dan memiliki kapabilitas, tanpa rincian lebih lanjut mengenai kapabilitas itu. Pendekatan ini dapat dipahami sebagai upaya membuka ruang keterlibatan mitra strategis dalam mendorong investasi teknologi dan inovasi di dalam negeri. Untuk menilai bentuk kemitraan secara lebih lengkap, publik masih memerlukan keterangan lanjutan tentang kriteria mitra dan pengaturan co-investment. Sampai rincian tersebut tersedia, uraian mengenai inisiatif ini perlu berpegang pada informasi yang telah disampaikan, tanpa menambahkan nama pihak, bidang keahlian, atau skema kerja sama yang belum dikonfirmasi.
Danantara menempatkan investasi teknologi dan inovasi dalam negeri sebagai bagian dari upaya memperkuat industri nasional. Arah ini menghubungkan penanaman modal dengan pengembangan kemampuan teknologi, sehingga investasi tidak hanya dipandang sebagai penyediaan dana. Teknologi dan inovasi menjadi perhatian dalam mendorong proses produksi serta pengembangan produk yang memiliki nilai tambah lebih besar. Dalam kerangka tersebut, penguatan industri berkaitan dengan kemampuan pelaku usaha untuk mengembangkan dan memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan. Tujuan yang disampaikan adalah mendorong pertumbuhan kapasitas industri di dalam negeri, sembari memperluas peluang bagi produk nasional untuk memiliki nilai tambah. Pendekatan ini memberi ruang bagi investasi untuk mendukung pengembangan, bukan sekadar kegiatan usaha jangka pendek. Namun, arah dan tujuan tersebut perlu dipahami sebagai sasaran yang hendak didorong, bukan sebagai gambaran bahwa perubahan tertentu telah terjadi atau manfaatnya telah terukur. Penekanannya berada pada keterkaitan pendanaan, inovasi, dan penguatan kapasitas industri nasional.
Kolaborasi menjadi bagian penting dari pendekatan tersebut karena pengembangan teknologi dapat melibatkan berbagai pihak. Kerja sama diharapkan membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan yang relevan untuk mendukung inovasi di dalam negeri. Melalui kolaborasi, investasi dapat diarahkan agar sejalan dengan kebutuhan pengembangan industri dan produk nasional. Hubungan ini juga menempatkan kemampuan lokal sebagai salah satu perhatian dalam proses pengembangan teknologi. Danantara menyatakan dorongan terhadap investasi dan inovasi sebagai bagian dari upaya membangun nilai tambah, dengan kolaborasi sebagai penghubung sumber daya dan kebutuhan pengembangan. Pernyataan tersebut tidak dengan sendirinya merinci pihak yang akan bekerja sama, bidang teknologi yang menjadi prioritas, ataupun bentuk kemitraan tertentu. Karena itu, pembahasan kolaborasi dapat dipahami pada tingkat tujuan: mendorong keterhubungan antar-pihak agar pengembangan teknologi dan inovasi memperoleh dukungan yang sesuai. Fokusnya tetap pada upaya memperkuat industri dan menciptakan ruang bagi produk nasional untuk berkembang.
Nilai tambah produk nasional menjadi salah satu tujuan.
Baca juga: TNI Fair 2026, Stand Pusterad Dipadati Ribuan Pengunjung Hadirkan Edukasi dan Beragam Inovasi | Janji Keuntungan dan Pemberangkatan Umrah Dipersoalkan, Dugaan Investasi MCI Tuban Dilaporkan | Pantau Langsung Perkembangan Karhutla, Komandan Lanud Sjamsudin Noor Bersama Forkopimda Kalsel Turun ke Lapangan Uji Fungsi Inovasi Injeksi Air






