Kabupaten Tulang Bawang Barat | Kecelakaan yang melibatkan sebuah Toyota Avanza dan truk Fuso terjadi pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 13.34 WIB di KM 198,100 jalur A Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Insiden tersebut mengakibatkan enam orang meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya mengalami luka berat. Kedua kendaraan diketahui melaju dari arah Lampung menuju Palembang.
Lokasi kejadian berada di ruas Tol Terpeka yang menghubungkan wilayah Terbanggi Besar dengan Pematang Panggang dan Kayu Agung. Jalur A menjadi bagian dari perjalanan kendaraan yang bergerak menuju Palembang dari arah Lampung. Keterangan mengenai waktu, titik kejadian, arah perjalanan, serta kendaraan yang terlibat memberikan gambaran awal mengenai peristiwa tersebut. Namun, informasi itu belum menjelaskan secara terperinci bagaimana tabrakan terjadi maupun posisi masing-masing kendaraan sebelum benturan.
Dampak kecelakaan tergolong berat, dengan enam korban meninggal dan tiga korban lainnya mengalami luka berat. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa insiden di KM 198,100 menimbulkan korban jiwa dan membutuhkan penanganan bagi para penyintas. Belum ada rincian dalam keterangan awal mengenai identitas korban, kondisi terkini korban luka, atau apakah terdapat penumpang lain yang terdampak. Demikian pula, penyebab kecelakaan belum dapat dipastikan hanya berdasarkan informasi mengenai waktu, lokasi, dan arah perjalanan kedua kendaraan. Rincian lanjutan mengenai urutan kejadian, kondisi kendaraan, serta faktor yang mungkin berperan diperlukan untuk menjelaskan peristiwa secara utuh. Untuk saat ini, fakta utama yang diketahui adalah tabrakan Avanza dan truk Fuso terjadi di jalur A Tol Terpeka pada siang hari, ketika keduanya bergerak dari Lampung ke Palembang, dengan korban enam orang meninggal dunia dan tiga orang mengalami luka berat.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menyampaikan bahwa dugaan awal kecelakaan di Tol Terpeka mengarah pada kondisi pengemudi Toyota Avanza sebelum tabrakan terjadi. Menurut keterangan tersebut, pengemudi diduga mengantuk saat mengemudikan mobil di lajur 2. Dugaan ini menjelaskan kemungkinan awal yang tengah diperiksa penyidik, tetapi belum dapat diperlakukan sebagai kepastian mengenai penyebab kecelakaan. Informasi yang disampaikan kepolisian masih menjadi bagian dari proses penanganan perkara dan perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam urutan kejadian yang diterangkan, Avanza disebut kehilangan kendali ketika melaju di lajur tersebut. Kendaraan itu kemudian bergerak ke arah kiri dan menyerempet guardrail di sisi jalan tol. Setelah itu, mobil menabrak bagian belakang truk Fuso Isuzu Giga yang berada di bahu luar jalan. Keterangan mengenai lajur, arah pergerakan mobil, serta posisi truk membantu menggambarkan dugaan rangkaian tabrakan, namun tidak dengan sendirinya menetapkan seluruh faktor yang menyebabkan benturan. Posisi kendaraan dan kondisi di lokasi masih perlu dicocokkan dengan hasil pemeriksaan.
Yuni menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki. Karena itu, dugaan pengemudi mengantuk sebaiknya dipahami sebagai keterangan awal, bukan kesimpulan final atau penetapan tanggung jawab. Penyelidikan dapat mencakup pemeriksaan kendaraan, kondisi jalan, keterangan saksi, serta bukti lain yang relevan untuk menyusun kronologi secara utuh. Hasil pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui bagaimana mobil kehilangan kendali dan bagaimana benturan dengan truk terjadi. Sampai proses itu selesai, informasi mengenai penyebab tetap perlu disampaikan secara hati-hati dan merujuk pada keterangan resmi kepolisian. Perkembangan penyelidikan dapat memberikan penjelasan lebih lengkap apabila sudah diumumkan oleh pihak berwenang.
Truk bernomor polisi BE 9925 BU yang terlibat dalam kecelakaan di Tol Terpeka dikemudikan Bayu, pria berusia 30 tahun. Saat kejadian, kendaraan berat itu dilaporkan sedang berhenti di bahu luar jalan tol. Posisi truk yang tidak bergerak tersebut berkaitan dengan pemeriksaan pada bagian roda belakang sebelah kiri. Informasi mengenai keadaan truk sebelum tabrakan disampaikan oleh Yuni, yang memberikan keterangan tentang aktivitas pengemudi di lokasi. Menurut penjelasannya, Bayu sedang memeriksa baut roda yang patah ketika sebuah Toyota Avanza kemudian menabrak kendaraannya. Rincian ini menggambarkan bahwa truk berhenti untuk menangani masalah pada roda, bukan sedang melaju di jalur tol.
Keterangan Yuni menyebutkan secara khusus adanya baut pada roda belakang kiri yang patah. Bayu tengah melakukan pemeriksaan terhadap bagian tersebut saat benturan terjadi. Dengan demikian, kegiatan pemeriksaan roda berlangsung di bahu luar jalan tol, sementara truk berada dalam keadaan berhenti. Penjelasan ini menjadi salah satu informasi penting untuk memahami situasi sebelum tabrakan, termasuk alasan truk tidak bergerak pada saat itu. Namun, keterangan tentang pemeriksaan baut tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh rangkaian penyebab kecelakaan. Informasi yang tersedia hanya menerangkan posisi dan kegiatan pengemudi truk berdasarkan penuturan Yuni, serta menyatakan bahwa Avanza menabrak kendaraan yang sedang diperiksa itu.
Dampak benturan dilaporkan berbeda pada kedua kendaraan. Bagian depan Avanza mengalami kerusakan berat hingga ringsek. Sementara itu, kabin truk disebut tetap dalam kondisi normal setelah tabrakan. Perbedaan kondisi tersebut memberikan gambaran mengenai kerusakan yang tampak pada masing-masing kendaraan, tanpa mengubah keterangan mengenai posisi truk sebelum kecelakaan. Dalam laporan kejadian, identitas truk, usia pengemudi, lokasi berhenti, dan pemeriksaan baut roda menjadi rincian yang membantu menjelaskan keadaan di bahu jalan. Rincian itu juga perlu dibaca sesuai sumber: truk berhenti, Bayu memeriksa baut roda belakang kiri yang patah, lalu Avanza menabrak truk. Kerusakan depan Avanza dan kondisi kabin truk merupakan dampak yang dilaporkan setelah benturan tersebut terjadi.
Sembilan orang berada di dalam Toyota Avanza yang terlibat tabrakan dengan truk di Tol Terpeka. Seluruh korban dalam peristiwa tersebut, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka berat, berasal dari kendaraan minibus itu. Tidak ada korban dari kendaraan lain yang disebut dalam keterangan mengenai korban kecelakaan.
Salah satu korban meninggal adalah Aipda Agung Eko Prasetyo, anggota Polri yang mengemudikan Avanza bernomor polisi Z 1473 AG. Ia termasuk di enam orang yang tewas dalam insiden tersebut. Informasi ini menjadi bagian dari pendataan korban setelah kecelakaan, sementara kondisi para penumpang lainnya ditangani oleh petugas dan tenaga medis.
Korban yang mengalami luka berat dirujuk untuk memperoleh perawatan lebih lanjut di RS Mutiara Bunda dan RS Griya Medika Unit 2. Rujukan dilakukan agar para korban dapat segera mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing. Pihak terkait masih melakukan pendataan dan koordinasi mengenai penanganan korban, termasuk memastikan informasi yang disampaikan kepada keluarga.
Fakta bahwa seluruh korban berasal dari Avanza menjadi salah satu hal yang dicatat dalam penanganan kejadian. Namun, rincian mengenai posisi para penumpang saat tabrakan dan urutan kejadian belum dapat dipastikan sebelum penyelidikan selesai. Karena itu, informasi awal mengenai jumlah orang di dalam kendaraan, identitas korban, dan rumah sakit rujukan perlu dibedakan dari hasil penyelidikan mengenai penyebab kecelakaan.
Satlantas Polres Tulang Bawang Barat masih menyelidiki kecelakaan tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan kronologi tabrakan serta faktor yang menjadi penyebabnya. Kepolisian masih mengumpulkan dan memeriksa keterangan maupun informasi terkait, sehingga kesimpulan mengenai bagaimana insiden berlangsung akan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.





