Bandung | Memasuki hari keempat IBL All Indonesian 2026, Grup B menghadirkan persaingan yang mulai memperlihatkan jarak tim teratas dan peserta yang masih berupaya meraih kemenangan perdana. Hingga Selasa (27/10), Dewa United Banten berada di posisi pertama dengan enam poin. Mereka menjadi satu-satunya tim di grup yang belum terkalahkan, setelah membukukan tiga kemenangan dari tiga pertandingan.
Catatan sempurna itu dipertegas melalui kemenangan atas Satya Wacana Salatiga dengan skor 63-44. Dewa United mampu menjaga kendali permainan dan membatasi lawannya hingga hanya mencetak 44 poin. Hasil tersebut tidak sekadar menambah angka di klasemen, tetapi juga menjaga momentum tim dalam turnamen yang digelar di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dengan tiga laga telah dijalani, konsistensi menjadi modal penting bagi Dewa United untuk mempertahankan posisi puncak saat jadwal pertandingan Grup B berlanjut.
Di sisi lain, Satya Wacana belum berhasil meraih kemenangan dan menempati posisi kelima dengan tiga poin. Kekalahan dari Dewa United menegaskan tantangan yang harus mereka hadapi untuk memperbaiki posisi. Mereka perlu meningkatkan produktivitas serangan sekaligus menjaga pertahanan agar dapat bersaing dalam pertandingan berikutnya. Namun, klasemen sementara masih dapat berubah seiring berlangsungnya laga-laga selanjutnya, sehingga tim di bawah pemuncak tetap memiliki kesempatan mengejar ketertinggalan.
Perbedaan enam poin Dewa United dan Satya Wacana menunjukkan bahwa awal turnamen memberi keuntungan besar kepada tim yang mampu mengamankan kemenangan secara beruntun. Meski demikian, persaingan Grup B belum selesai. Dewa United harus menjaga konsentrasi untuk mempertahankan rekor tanpa kekalahan, sementara Satya Wacana perlu segera merespons hasil kurang memuaskan tersebut. Setiap pertandingan berikutnya berpotensi mengubah susunan klasemen dan menentukan peluang masing-masing tim. Karena itu, posisi saat ini menjadi gambaran sementara, bukan penentu akhir perjalanan mereka di IBL All Indonesian 2026.
Di bawah Dewa United, Pelita Jaya Jakarta menempati urutan kedua dalam persaingan Grup B. Tim tersebut mengumpulkan lima poin dari tiga pertandingan, dengan catatan dua kemenangan dan satu kekalahan. Angka-angka ini menempatkan Pelita Jaya sebagai salah satu tim yang sudah memainkan tiga laga dan menjaga posisi di kelompok teratas klasemen. Rekor tersebut juga memperlihatkan bahwa perjalanan tim belum sepenuhnya tanpa hambatan, tetapi dua kemenangan menjadi bekal penting untuk mempertahankan peringkatnya.
Salah satu hasil yang memperkuat catatan Pelita Jaya adalah kemenangan 81-49 atas Hangtuah JG Liem Jakarta. Hasil dengan selisih angka tersebut menjadi kemenangan kedua Pelita Jaya dalam tiga pertandingan yang telah dijalani. Dengan demikian, kemenangan atas Hangtuah bukan sekadar tambahan hasil positif, tetapi juga bagian dari rekor dua menang dan satu kalah yang tercermin pada total lima poin. Skor akhir 81-49 menjadi penanda hasil pertandingan itu, tanpa mengubah gambaran umum bahwa klasemen ditentukan oleh perolehan poin dan jumlah laga yang sudah dimainkan.
Hangtuah JG Liem Jakarta berada di urutan ketiga dengan empat poin. Posisi tersebut berada tepat di bawah Pelita Jaya, sementara hasil pertemuan kedua tim berakhir dengan kemenangan Pelita Jaya. Informasi yang tersedia menempatkan Hangtuah pada posisi dan jumlah poin tersebut, tanpa merinci jumlah pertandingan maupun rekor menang-kalahnya. Karena itu, perbandingan yang dapat disampaikan secara langsung terbatas pada selisih satu poin dan kemenangan Pelita Jaya dengan skor 81-49. Rincian tambahan mengenai catatan Hangtuah tidak perlu diasumsikan dari hasil itu saja.
Kesatria Bengawan Solo berada di urutan keempat dengan tiga poin dari dua pertandingan. Data ini menunjukkan jumlah poin serta banyaknya laga yang sudah dijalani, tetapi tidak menyediakan rincian rekor menang-kalah Kesatria. Secara keseluruhan, posisi Pelita Jaya, Hangtuah, dan Kesatria menggambarkan susunan tim di bawah Dewa United berdasarkan informasi yang tersedia: Pelita Jaya berada di peringkat kedua dengan lima poin, Hangtuah ketiga dengan empat poin, dan Kesatria keempat dengan tiga poin. Rincian tersebut menjadi dasar untuk membaca persaingan sementara tanpa menambahkan hasil atau angka klasemen lain yang belum disebutkan.
Bogor Hornbills memimpin klasemen Grup A IBL All Indonesian 2026 setelah mengumpulkan lima poin dari tiga pertandingan. Catatan tersebut diperoleh melalui dua kemenangan dan satu kekalahan, hasil yang menempatkan tim asal Bogor itu di posisi teratas untuk sementara. Kemenangan terbarunya hadir saat mereka menghadapi Pacific Caesar Surabaya dan menang dengan skor 73-50. Hasil tersebut membawa Hornbills naik ke puncak grup, sekaligus memperlihatkan kemampuan mereka menjaga momentum setelah menjalani tiga laga.
Tim asuhan Cesar Camara Peres menunjukkan performa yang cukup konsisten dalam rangkaian pertandingan awal. Mereka telah meraih dua kemenangan, tetapi satu kekalahan membuat posisi di klasemen masih dapat berubah seiring bertambahnya jumlah laga setiap tim. Dalam sumber, Bogor Hornbills juga tercantum sebagai juara IBL 2026. Status tersebut menjadi bagian dari profil tim yang kini memimpin Grup A, meskipun perjalanan di turnamen All Indonesian ini masih berlangsung dan persaingan belum memasuki tahap penentuan.
Di belakang Hornbills, Satria Muda Pertamina Bandung dan RANS Simba Bogor sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan. Kedua tim belum terkalahkan, dengan masing-masing meraih kemenangan dalam seluruh laga yang telah dijalani. Jumlah poin mereka hanya terpaut satu dari Hornbills, tetapi keduanya juga masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit. Perbedaan jumlah laga ini penting diperhatikan saat membaca klasemen sementara, sebab posisi dapat bergerak ketika pertandingan yang tertunda atau belum dimainkan berlangsung.
Situasi tersebut membuat persaingan Grup A tetap terbuka. Hornbills memang berada di urutan teratas untuk saat ini, sedangkan Satria Muda dan RANS masih mempunyai kesempatan menambah poin melalui laga berikutnya. Hasil kemenangan atas Pacific Caesar memberi Hornbills keunggulan dalam klasemen sementara, tetapi dua pesaing yang belum terkalahkan tetap berada dalam jarak dekat. Dengan jumlah pertandingan yang belum sama, gambaran kekuatan grup masih berkembang. Karena itu, posisi saat ini menunjukkan persaingan ketat, bukan kepastian mengenai susunan akhir Grup A.
Di bagian bawah klasemen Grup A, Pacific Caesar menempati urutan keempat setelah melalui tiga pertandingan tanpa meraih kemenangan. Tim tersebut mengoleksi tiga poin, sebagaimana tercatat dalam data klasemen. Posisi ini menunjukkan bahwa Pacific Caesar masih berada di atas Rajawali Medan, yang sementara menempati urutan berikutnya. Meski belum menang, catatan tiga poin membuat Pacific Caesar memiliki keunggulan satu poin atas pesaing terdekatnya di bagian bawah grup. Angka-angka ini menggambarkan posisi kedua tim pada saat klasemen tersebut disusun, bukan hasil akhir turnamen. Karena kompetisi masih berlangsung, susunan dan jarak poin dapat berubah seiring pertandingan berikutnya, tanpa perlu menyimpulkan hasil yang belum tercatat.
Rajawali Medan berada satu tingkat di bawah Pacific Caesar dengan koleksi dua poin dari dua pertandingan. Perbandingan jumlah laga penting untuk membaca data secara cermat: Pacific Caesar telah memainkan tiga pertandingan, sementara Rajawali Medan baru menjalani dua pertandingan. Namun, informasi yang tersedia hanya mencantumkan posisi dan perolehan poin masing-masing, sehingga tidak cukup untuk menyimpulkan bagaimana hasil pertandingan mendatang akan memengaruhi klasemen. Untuk saat ini, fakta utamanya adalah Pacific Caesar berada di urutan keempat dengan tiga poin, sedangkan Rajawali Medan menyusul dengan dua poin.






