Jakarta | Rafael Struick menegaskan ingin terus bekerja keras dan mengerahkan kemampuan terbaiknya bersama Dewa United Banten FC. Penyerang tersebut menyampaikan hal itu saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Rabu. Baginya, perhatian utama saat ini adalah menjalankan peran dengan baik di klub dan membantu tim melalui kontribusi nyata di lapangan.
Struick mengatakan tidak memasang harapan tertentu terkait apa yang mungkin terjadi ke depan. Ia memilih berkonsentrasi pada pekerjaan sehari-hari bersama Dewa United, termasuk menjaga kesiapan dan berusaha tampil maksimal ketika mendapat kesempatan bermain. Sikap tersebut menjadi pendekatan yang ia pegang di tengah perhatian publik terhadap peluangnya kembali memperkuat timnas senior Indonesia.
Ia sudah cukup lama tidak membela timnas senior. Meski demikian, Struick tidak ingin menjadikan kemungkinan pemanggilan sebagai sasaran yang mengalihkan fokusnya dari klub. Menurutnya, hal terpenting adalah menunjukkan performa yang konsisten bersama Dewa United. Jika ia mampu memberikan yang terbaik di level klub, peluang lain dapat menyusul pada waktunya.
Pemain kelahiran Leidschendam itu juga memahami bahwa keputusan mengenai pemanggilan tim nasional berada di tangan pelatih. Karena itu, ia memilih menjalani prosesnya tanpa membuat tuntutan atau menetapkan target yang belum tentu dapat ia kendalikan. Fokus pada latihan, pertandingan, serta kebutuhan tim dinilainya sebagai cara paling tepat untuk terus berkembang dan menjaga kesiapan.
Komitmen tersebut sejalan dengan kebutuhannya untuk beradaptasi dan memberi dampak dalam skuad Dewa United. Struick berupaya memanfaatkan setiap kesempatan yang tersedia, baik dalam latihan maupun pertandingan, agar dapat membantu tim mencapai hasil yang diinginkan. Ia berharap kerja kerasnya dapat terlihat melalui penampilan, bukan sekadar pernyataan mengenai ambisi pribadi.
Dengan menempatkan klub sebagai prioritas, Struick tetap membuka diri apabila suatu saat kembali mendapat panggilan timnas. Namun, untuk sekarang, ia memilih menjalani satu langkah demi satu langkah bersama Dewa United. Ia ingin terus meningkatkan kualitas permainan, menjaga sikap profesional, dan memberikan kemampuan terbaiknya. Pendekatan itu membuat fokusnya tetap jelas: berkontribusi bagi klub, sembari selalu siap jika kesempatan membela Indonesia kembali datang.
Lebih dari satu tahun telah berlalu sejak Rafael Struick terakhir kali mendapat panggilan ke tim nasional senior Indonesia. Kesempatan terakhirnya bergabung dengan skuad Garuda datang untuk dua pertandingan penutup putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026, menghadapi China dan Jepang pada Juni tahun sebelumnya. Sejak periode tersebut, namanya belum kembali masuk dalam daftar pemain yang dipanggil untuk memperkuat tim senior. Jeda panjang ini menjadi bagian penting dari perjalanan Struick bersama tim nasional, meskipun ia masih menjaga kesiapan untuk kembali apabila memperoleh kesempatan.
Penampilan terakhir Struick di lapangan bersama tim senior terjadi ketika Indonesia menghadapi Australia pada Maret 2025. Dalam pertandingan tersebut, Garuda harus menerima kekalahan dengan skor 1-5. Setelah laga itu, Struick tidak lagi mendapatkan menit bermain dalam rangkaian pertandingan berikutnya. Ia tercatat hanya menjadi pemain cadangan ketika Indonesia berhadapan dengan Bahrain, kemudian China dan Jepang. Dengan demikian, meski tetap berada di lingkungan skuad pada beberapa kesempatan, ia tidak kembali tampil dalam pertandingan tim senior setelah menghadapi Australia.
Perubahan di kursi pelatih tim nasional juga belum membawa pemanggilan baru bagi Struick. Sejak John Herdman mulai menangani timnas pada awal tahun, pemain tersebut belum masuk dalam skuad pilihan untuk agenda tim senior. Situasi ini menuntut Struick untuk terus membangun performa dan menjaga konsistensi bersama Dewa United, tempat ia kini berfokus tampil maksimal. Performa di level klub dapat menjadi modal penting jika kesempatan membela Indonesia kembali datang. Struick tetap menyatakan kesiapan apabila dipanggil, tetapi untuk saat ini prioritasnya adalah menjalankan peran di klub dan menunjukkan perkembangan secara berkelanjutan.
Dalam setahun terakhir, Rafael Struick masih beberapa kali mendapat kesempatan membela tim nasional Indonesia. Namun, penampilannya bersama skuad Garuda pada periode tersebut berlangsung di kelompok usia, bukan bersama tim senior. Ia tercatat memperkuat tim U-23 dan U-22, sehingga tetap memiliki keterlibatan dalam program tim nasional meski belum kembali tampil di level tertinggi.
Pengalaman Struick bersama tim senior Indonesia sebelumnya sudah cukup berarti. Pemain kelahiran Leidschendam, Belanda, itu telah mengoleksi 23 penampilan bersama tim senior. Catatan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya bersama Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa ia pernah menjadi pilihan di skuad utama. Meski demikian, kesempatan tampil di tim senior tidak selalu datang secara berkelanjutan.
Lama tidak mengenakan seragam merah putih di level senior tidak membuat Struick merasa menyerah. Ia tetap menjaga sikap profesional dan berupaya memanfaatkan setiap kesempatan bermain di klub. Baginya, menit bermain bersama Dewa United menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan, menjaga kebugaran, serta membangun konsistensi. Performa di level klub juga dapat menjadi bekal ketika peluang kembali memperkuat tim nasional senior terbuka.
Fokus Struick saat ini adalah tampil maksimal setiap kali dipercaya bermain. Ia tidak ingin larut memikirkan jeda dari skuad senior, tetapi memilih bekerja keras dan memberikan kontribusi bagi timnya. Dengan cara tersebut, ia berharap dapat terus berkembang dan berada dalam kondisi siap apabila kembali mendapat panggilan. Kesempatan membela Indonesia, baik di kelompok usia maupun senior, tetap menjadi bagian dari perjalanan yang ingin ia jalani dengan penuh tanggung jawab.
Rafael Struick menjalani musim yang cukup konsisten bersama Dewa United Banten FC. Penyerang tersebut selalu mendapat kesempatan tampil dalam tujuh pertandingan BRI Super League yang telah dijalani timnya musim ini. Dari tujuh penampilan itu, ia lima kali dipercaya masuk susunan pemain utama, sementara dua kesempatan lainnya dijalani sebagai pemain pengganti. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Struick menjadi bagian penting dalam pilihan pelatih, meski persaingan untuk mendapatkan tempat di lini depan tetap berlangsung.
Kontribusi pemain berusia 22 tahun itu juga tercermin dari torehan satu gol dan satu assist. Angka tersebut menjadi bekal positif bagi Struick untuk terus meningkatkan perannya, baik ketika membantu membangun serangan maupun saat mencari peluang di area pertahanan lawan. Ia masih memiliki ruang untuk menambah produktivitas sepanjang kompetisi, tetapi keterlibatannya dalam tujuh laga berturut-turut memberi kesempatan untuk menjaga ritme dan mengembangkan pemahaman dengan rekan-rekan setim. Bagi Dewa United, kontribusi dari para pemain depan menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga hasil pertandingan.
Hingga saat ini, Dewa United berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan raihan 14 poin. Mereka tertinggal empat poin dari Persija Jakarta yang menempati posisi teratas. Persaingan di papan atas masih dapat berubah seiring berjalannya musim, sehingga konsistensi setiap pemain akan dibutuhkan untuk mempertahankan posisi dan mengejar pemuncak klasemen. Struick berharap penampilannya bersama klub dapat menjadi bukti atas kualitas serta perkembangan permainannya. Ia ingin performa dan kualitas tersebut terlihat oleh pelatih, termasuk pelatih tim nasional Indonesia, sebagai bahan pertimbangan untuk kesempatan berikutnya. Struick juga menegaskan bahwa dirinya selalu siap apabila mendapat panggilan untuk memperkuat timnas. Untuk saat ini, ia akan tetap fokus memberikan kontribusi maksimal bagi Dewa United, sambil menjaga kesiapan apabila kesempatan membela negara datang kembali.






