Akuatik DKI Bidik 38 Emas di PON 2028, Pengurus Diminta Solid

Akuatik DKI Bidik 38 Emas di PON 2028, Pengurus Diminta Solid

Jakarta | Pelantikan jajaran Pengurus Provinsi Akuatik Indonesia DKI Jakarta berlangsung di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Kamis (29/10/2026). Acara tersebut menandai dimulainya tugas kepengurusan baru dalam mengelola pembinaan dan pengembangan olahraga akuatik di ibu kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir dalam pelantikan itu, bersama jajaran pengurus yang akan menjalankan tanggung jawab organisasi ke depan.

Ketua Umum Pengprov Akuatik Indonesia DKI Jakarta, Ade Jona Prasetyo, menyampaikan pesan agar seluruh pengurus bekerja secara solid. Kekompakan, menurut arahannya, menjadi landasan penting agar program organisasi dapat dijalankan secara terkoordinasi dan memberi hasil yang nyata bagi atlet maupun cabang olahraga yang berada di bawah naungan akuatik. Ia juga mengingatkan setiap pengurus untuk menjaga nama baik DKI Jakarta dalam setiap pelaksanaan tugas dan kegiatan.

Pesan tersebut relevan dengan tantangan yang menanti kepengurusan baru, terutama dalam menyiapkan atlet untuk menghadapi agenda kompetisi mendatang. Target meraih 38 medali emas pada PON 2028 membutuhkan kerja yang terencana, konsisten, dan melibatkan banyak pihak. Karena itu, para pengurus perlu membangun komunikasi yang baik, menyelaraskan program pembinaan, serta memberi dukungan yang memadai kepada atlet dan pelatih. Soliditas organisasi dapat membantu memastikan persiapan berjalan lebih terarah, mulai dari pembinaan hingga evaluasi prestasi.

Kehadiran Pramono Anung dalam acara pelantikan turut menjadi bagian penting dari momentum tersebut. Dukungan pemerintah daerah dapat memperkuat upaya pengembangan olahraga, sementara pengurus bertanggung jawab menerjemahkan dukungan itu menjadi program yang terukur. Dengan menjaga integritas dan bekerja bersama, jajaran Pengprov Akuatik DKI Jakarta diharapkan mampu mengemban amanah organisasi sekaligus memperjuangkan prestasi daerah. Arahan Ade Jona menegaskan bahwa pencapaian target bukan hanya tugas atlet, melainkan hasil kerja kolektif seluruh unsur yang terlibat dalam ekosistem akuatik Jakarta.

Ade Jona meminta seluruh pengurus Akuatik DKI Jakarta menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi. Menurutnya, target prestasi yang telah ditetapkan tidak dapat dicapai apabila setiap pihak lebih mengutamakan agenda masing-masing. Para pengurus perlu menjaga kesatuan langkah, saling mendukung, dan menjalankan tanggung jawab sesuai peran. Sikap solid menjadi landasan penting agar program pembinaan berjalan terarah dan atlet memperoleh dukungan yang dibutuhkan untuk berkembang. Permintaan tersebut juga menegaskan bahwa organisasi membutuhkan komitmen bersama, bukan sekadar semangat individual.

Dalam pembinaan cabang olahraga akuatik, kerja sama tim menentukan kualitas proses dan kesinambungan prestasi. Pengurus, pelatih, serta pihak yang terlibat perlu bergerak sejalan dalam mendampingi atlet, mulai dari penyusunan program hingga upaya memenuhi kebutuhan latihan. Ade Jona berpandangan bahwa keberhasilan pembinaan bukan hasil kerja satu orang. Capaian atlet lahir melalui kontribusi banyak pihak dan koordinasi yang terjaga. Karena itu, perbedaan pandangan sebaiknya dikelola secara dewasa, sementara tujuan organisasi tetap menjadi acuan dalam mengambil keputusan. Dengan kebersamaan, program dapat terlaksana lebih konsisten dan potensi atlet dapat dibina secara optimal.

Ade Jona juga mengingatkan agar pengurus tidak membuat malu nama Provinsi DKI Jakarta. Tanggung jawab tersebut, menurut pesannya, melekat pada setiap pihak yang membawa nama organisasi dalam upaya membangun prestasi. Target 38 medali emas pada PON 2028 memerlukan kerja yang disiplin dan kompak, bukan persaingan kepentingan di dalam kepengurusan. Kehadiran Ketua Harian Akuatik Indonesia, Harlin Rahardjo, turut menandai pentingnya dukungan dan perhatian terhadap upaya pengembangan akuatik di DKI Jakarta. Pesan mengenai solidaritas itu menjadi pengingat bahwa capaian besar hanya mungkin diraih ketika seluruh pengurus bekerja sebagai satu tim, mengutamakan atlet, dan menjaga kehormatan daerah dalam setiap langkah pembinaan.

Bagi Ade Jona, tantangan utama yang dihadapi pengurus baru Akuatik DKI Jakarta bukan semata-mata urusan organisasi, melainkan pembinaan prestasi atlet di lapangan. Ia menekankan bahwa keberhasilan kepengurusan akan terlihat dari kemampuan jajaran mendampingi atlet agar dapat berkembang dan tampil kompetitif. Karena itu, perhatian perlu diarahkan pada kerja nyata yang berkaitan langsung dengan pencapaian prestasi. Penekanan tersebut menempatkan atlet dan proses pembinaan sebagai inti tanggung jawab pengurus, sekaligus menjadi ujian bagi kepengurusan baru dalam menjalankan amanah. Tugas itu menuntut kesungguhan dan kesatuan langkah seluruh jajaran, agar upaya di lapangan selaras dengan harapan terhadap prestasi DKI Jakarta.

Ade Jona mendorong seluruh pengurus untuk berjuang maksimal demi memenuhi target perolehan medali pada ajang nasional mendatang. Target 38 medali emas di PON 2028 menjadi sasaran yang perlu diperjuangkan bersama, bukan hanya beban satu bagian atau sejumlah individu. Untuk mewujudkannya, setiap unsur kepengurusan diharapkan menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab dan menjaga fokus pada prestasi atlet. Dorongan tersebut menegaskan bahwa pencapaian target memerlukan komitmen kolektif. Semangat seluruh jajaran, menurut penekanan itu, perlu diarahkan pada tujuan yang sama, yaitu mengantarkan kontingen Akuatik DKI Jakarta meraih hasil terbaik dalam kompetisi nasional tersebut.

Soliditas pengurus menjadi penting karena tantangan pembinaan berlangsung di lapangan, tempat kesiapan dan prestasi atlet diuji. Ade Jona menyampaikan keyakinan bahwa kepengurusan baru dapat menjaga nama baik DKI Jakarta. Keyakinan itu berjalan seiring dengan harapan agar seluruh jajaran bekerja sungguh-sungguh dan tetap bersatu dalam memenuhi sasaran medali. Dengan menempatkan pembinaan atlet sebagai ujian utama, pengurus diingatkan untuk mengukur tanggung jawabnya melalui upaya mendukung prestasi, bukan sekadar keberadaan dalam struktur organisasi. Komitmen kolektif tersebut diharapkan menjaga kehormatan daerah sekaligus menjadi landasan perjuangan menuju PON 2028, tanpa mengalihkan perhatian dari sasaran yang telah ditetapkan.

Akuatik DKI Jakarta memasang sasaran tinggi untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028: meraih 38 medali emas dan menjadi pemenang secara nasional. Target tersebut disampaikan Ade Jona sebagai arah perjuangan kontingen, bukan gambaran hasil yang sudah dicapai. Karena itu, angka 38 emas menjadi tolok ukur yang perlu diterjemahkan ke dalam persiapan terukur, mulai dari pemetaan nomor unggulan hingga kesiapan atlet menghadapi persaingan antardaerah.

Ambisi itu meningkat dibandingkan capaian Akuatik DKI pada PON 2024, ketika tim mengoleksi 31 medali. Perbandingan tersebut menunjukkan besarnya tantangan yang harus dijawab dalam empat tahun menuju edisi berikutnya. Namun, sasaran untuk meraih 38 emas tidak cukup dimaknai sebagai penambahan angka semata. DKI perlu memastikan setiap cabang dan nomor memiliki rencana pembinaan yang jelas, sementara evaluasi atas hasil sebelumnya dapat membantu mengidentifikasi peluang serta aspek yang masih perlu diperkuat.

Ade Jona juga mengaitkan pencapaian target dengan soliditas pengurus dan kesinambungan pembinaan prestasi. Kerja bersama diperlukan agar kebijakan organisasi, kebutuhan pelatih, dan program atlet berjalan searah. Dukungan terhadap latihan, kompetisi, pemantauan perkembangan, serta pemenuhan kebutuhan atlet perlu disusun secara konsisten, bukan hanya menjelang PON. Dengan koordinasi yang kuat, potensi perenang dan atlet akuatik DKI dapat dibina lebih terarah, sementara hambatan dalam persiapan bisa ditangani lebih cepat.

Menjadi juara nasional pada 2028 tentu menuntut lebih dari sekadar optimisme. Target 38 medali emas perlu disertai tolok ukur pembagian tanggung jawab, dan evaluasi berkala agar kemajuan dapat diketahui sejak dini. Soliditas pengurus menjadi landasan untuk menjaga program tetap berjalan dan memastikan keputusan berorientasi pada prestasi. Jika ambisi tersebut didukung pembinaan yang konsisten dan persiapan yang disiplin, Akuatik DKI memiliki pijakan yang lebih kuat untuk mengejar sasaran yang telah disampaikan Ade Jona.

Baca juga: Pesan Sesepuh TNI Pada HUT Ke-81, TNI Diminta Terus Mengabdi Untuk Rakyat | Warga Buka Aduan Dugaan Pemerasan, Kanit Reskrim Merakurak Diminta Beri Penjelasan | Polisi Diminta Bongkar Dugaan Bank Gelap, Nama PNS Dinsos Tuban Masuk Aduan Warga