Golkar Jakarta Bidik Tambahan Kursi, Kader Berpeluang Masuk Pilgub 2029

Golkar Jakarta Bidik Tambahan Kursi, Kader Berpeluang Masuk Pilgub 2029

Jakarta | DPD Partai Golkar DKI Jakarta menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD pada Pemilu 2029. Saat ini, partai tersebut memiliki 10 kursi di DPRD DKI Jakarta. Untuk pemilihan mendatang, sasaran yang ingin dicapai berada di kisaran 12 hingga 13 kursi. Target itu mencerminkan upaya Golkar memperkuat representasi politiknya di tingkat provinsi, sekaligus mempertahankan posisi sebagai salah satu kekuatan partai yang diperhitungkan di Jakarta.

Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta, Basri Baco, menyampaikan harapan agar partainya tetap berada dalam jajaran lima besar di ibu kota. Menjaga posisi tersebut dipandang penting di tengah persaingan antarpeserta pemilu dan perubahan dukungan pemilih. Karena itu, peningkatan jumlah kursi menjadi salah satu sasaran organisasi untuk Pemilu 2029. Meski demikian, angka 12–13 kursi merupakan target yang hendak diupayakan, bukan hasil yang sudah dapat dipastikan. Pencapaiannya akan bergantung pada dukungan pemilih serta kerja partai dalam menghadapi pemilihan.

Di luar target legislatif, Golkar juga membuka peluang bagi kader terbaiknya untuk maju dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. Basri Baco menyebut kesempatan dapat diberikan kepada kader yang dinilai memiliki kapasitas, termasuk ketua partai di tingkat provinsi, apabila peluang untuk maju tersedia. Pembicaraan tersebut menunjukkan adanya ruang bagi kader internal dalam proses penjaringan calon gubernur maupun wakil gubernur. Namun, keterbukaan terhadap peluang itu tidak berarti pencalonan telah diputuskan atau sosok tertentu sudah ditetapkan. Keputusan mengenai kandidat tetap bergantung pada perkembangan politik dan proses yang berlaku di partai. Dengan demikian, Golkar menempatkan penguatan perolehan kursi DPRD dan kesiapan kader sebagai bagian dari langkah menghadapi dinamika politik Jakarta menuju 2029, tanpa memastikan hasil pemilu maupun pencalonan dalam Pilgub.

Keterlibatan Basri Baco di Partai Golkar mulai terbangun sekitar 2003–2004. Pada tahap awal itu, ia bergabung dalam kelompok kerja yang menangani sejumlah bidang di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk memahami cara organisasi partai bekerja, mulai dari pembagian tugas hingga koordinasi dalam menjalankan kegiatan. Perannya di kelompok kerja juga menjadi pintu masuk untuk mengenal lebih dekat lingkungan politik dan kepartaian.

Di luar kegiatan pada tingkat DPP, Baco turut aktif di Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), organisasi sayap kepemudaan Golkar. Ia menjalani masa keanggotaan dan aktivitas organisasi selama dua periode kepengurusan. Perjalanan tersebut berlangsung pada masa kepemimpinan Fahri Andi Leluasa dan kemudian Dave Laksono. Keterlibatan dalam dua kepengurusan itu memperpanjang pengalamannya di lingkungan Golkar sekaligus memberinya ruang untuk mengikuti dinamika organisasi kepemudaan.

AMPI menjadi salah satu tempat bagi kader muda untuk membangun jejaring, berpartisipasi dalam kegiatan organisasi, serta memahami proses pengambilan keputusan. Bagi Baco, aktivitas selama dua periode itu tidak hanya berkaitan dengan jabatan atau keanggotaan, tetapi juga dengan pembelajaran mengenai kerja kolektif dan komunikasi politik. Ia dapat menyaksikan bagaimana organisasi mengelola agenda, merespons perubahan, serta menjaga hubungan dengan berbagai unsur di dalam partai. Pengalaman tersebut membentuk pemahaman praktis yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran formal.

Rangkaian pengalaman di kelompok kerja DPP dan AMPI menjadi bagian dari proses Baco mengenal politik sebelum mengikuti pemilihan legislatif. Kegiatan organisasi memberinya bekal untuk memahami struktur partai, hubungan antarkader, serta kebutuhan membangun dukungan. Dengan demikian, langkahnya menuju kontestasi legislatif didahului keterlibatan bertahap dalam organisasi Golkar. Jejak tersebut juga memperlihatkan bagaimana pengalaman di organisasi kepemudaan dapat menjadi landasan bagi kader untuk terlibat lebih jauh dalam kehidupan politik, termasuk melalui proses pencalonan dan kerja elektoral.

Perjalanan politik Baco menuju kursi legislatif daerah berlangsung melalui sejumlah tahap dan tidak langsung menghasilkan jabatan elektif. Ia pertama kali mengikuti pemilihan legislatif pada 2009. Saat itu, upayanya belum membuahkan kursi. Pengalaman tersebut menjadi bagian awal dari kiprahnya di Golkar dan memberinya pengalaman dalam kontestasi politik. Meski belum terpilih, Baco tetap melanjutkan aktivitas politiknya. Perkembangan berikutnya tidak berjalan tanpa hambatan, terutama ketika dinamika internal partai memengaruhi rencana pencalonannya pada pemilu berikutnya. Rangkaian peristiwa itu menunjukkan bahwa jalur karier politiknya mencakup peran di tingkat kota maupun provinsi, sebelum ia akhirnya memperoleh mandat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta.

Pada 2014, menurut pengakuan Baco, konflik internal di partai membuatnya tidak dapat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Situasi itu mengubah arah langkah politiknya pada tahun tersebut. Ia kemudian mendaftar sebagai anggota Dewan Kota Jakarta Pusat dan dilantik untuk menjalankan tugas di lembaga tersebut. Posisi sebagai anggota dewan kota memberinya pengalaman dalam lingkup pemerintahan wilayah, berbeda dari peran yang sebelumnya ia incar melalui pemilihan legislatif. Perpindahan jalur ini menjadi tahap penting dalam kariernya, karena ia tetap berada dalam aktivitas publik meskipun tidak maju sebagai calon anggota legislatif. Pengalaman itu juga mendahului penugasan partai yang lebih luas.

Pada 2016, Baco dipercaya menjabat sebagai Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta. Penugasan tersebut menempatkannya dalam struktur kepengurusan partai di tingkat provinsi. Setelah menjalani peran itu, ia kembali mengikuti pemilihan legislatif pada Pemilu 2019 dan terpilih sebagai anggota DPRD DKI Jakarta. Dengan demikian, upaya yang dimulai pada 2009 akhirnya berujung pada keberhasilan memperoleh kursi di parlemen daerah satu dekade kemudian. Di DPRD, Baco kemudian menjadi Ketua Fraksi Golkar. Perjalanan dari kontestasi yang belum berhasil, pengalaman sebagai anggota Dewan Kota, hingga kepemimpinan fraksi menggambarkan tahapan karier politiknya. Urutan tersebut juga memperlihatkan bagaimana pengalaman di tingkat kota dan organisasi partai mendahului perannya sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi.

Baco kembali mempertahankan kursinya di DPRD DKI Jakarta pada Pemilu 2024. Hasil tersebut memperpanjang kiprahnya sebagai wakil rakyat sekaligus menegaskan keberlanjutan perannya di tubuh Partai Golkar. Di tingkat provinsi, ia tetap terlibat dalam kepengurusan dan kerja organisasi yang menghubungkan agenda partai dengan kebutuhan masyarakat. Pengalaman sebagai anggota legislatif dan pengurus daerah menjadi bekal untuk mengawal aspirasi warga, membangun komunikasi dengan kader, serta menjaga konsistensi kerja politik Golkar di Jakarta.

Kepercayaan organisasi kembali diberikan kepadanya setelah musyawarah daerah terbaru. Baco kembali ditetapkan sebagai Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta, jabatan yang kini telah ia jalani selama tiga periode. Pengulangan mandat tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap pengalaman dan kapasitasnya dalam membantu mengelola organisasi tingkat provinsi. Dalam perannya sebagai salah satu pimpinan DPRD DKI Jakarta, ia juga berada pada posisi yang memungkinkan koordinasi fungsi kelembagaan dewan dan kepentingan politik partai. Namun, menurut arah yang ia sampaikan, kepercayaan itu perlu diikuti kerja nyata dan pelayanan yang responsif kepada masyarakat.

Menatap kontestasi berikutnya, Baco berharap Golkar mampu mempertahankan posisinya di lima besar partai di Jakarta, sekaligus membuka peluang untuk menambah jumlah kursi. Ia menekankan pentingnya program yang menjawab kebutuhan warga, bukan sekadar mengejar capaian elektoral. Perencanaan program, penguatan kader, dan kehadiran partai di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga dukungan. Baco menyebut perolehan kursi Golkar meningkat dari enam menjadi 10 dalam dua pemilu terakhir. Kenaikan tersebut, menurutnya, dapat menjadi modal menghadapi pemilu mendatang. Capaian itu juga memberikan dasar untuk menetapkan target yang lebih tinggi, sembari mengevaluasi strategi dan memperluas jangkauan kerja partai. Dengan mempertahankan kedekatan dengan warga serta memperkuat organisasi, Golkar diharapkan dapat menjaga posisinya dan meraih tambahan kursi pada pemilihan berikutnya.

Baca juga: Panglima TNI Kunjungi ITS Giuseppe Garibaldi di Jakarta | Sambut HUT ke-81 TNI, Bhakti Kesehatan TNI Layani Masyarakat di Jakarta