Harga BBM Pertamina pada 5 November 2026: Rincian Perubahan dan Tarif yang Bertahan

Rincian Harga BBM Pertamina pada 19 Oktober 2026: Produk yang Naik dan Tetap

Jakarta | Pada Kamis, 5 November 2026, Pertamina belum melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi untuk periode November. Dengan demikian, harga yang berlaku pada awal bulan ini masih mengacu pada ketentuan yang mulai diterapkan sejak 2 September 2026. Belum ada tarif baru yang diumumkan untuk menggantikan harga tersebut, sehingga konsumen dapat merujuk pada daftar harga yang berlaku sebelumnya.

Informasi ini mencakup bahan bakar nonsubsidi yang dipasarkan Pertamina. Perubahan bulan kalender tidak dengan sendirinya berarti harga berubah; pada 5 November, tarifnya masih mengikuti ketentuan September. Karena itu, masyarakat yang hendak mengisi BBM dapat memeriksa harga berdasarkan jenis produk dan wilayah penjualan, lalu membandingkannya dengan informasi resmi yang tersedia di lokasi atau kanal Pertamina.

Perlu diperhatikan bahwa harga BBM dapat disajikan berbeda menurut wilayah dan jenis produk. Oleh sebab itu, keterangan bahwa belum ada penyesuaian pada November sebaiknya dibaca sebagai status kebijakan harga yang masih mengacu pada ketentuan sebelumnya, bukan sebagai satu angka yang otomatis berlaku sama di seluruh daerah. Untuk mengetahui tarif yang tepat, konsumen perlu memastikan produk yang dipilih serta lokasi SPBU yang menjadi acuan.

Dengan belum adanya perubahan pada 5 November 2026, harga BBM nonsubsidi Pertamina pada awal November tetap merujuk pada ketentuan sejak 2 September 2026. Pembaruan harga berikutnya perlu menunggu pengumuman resmi. Sampai informasi baru diterbitkan, daftar harga yang berlaku sejak tanggal tersebut menjadi acuan bagi konsumen. Memeriksa informasi terbaru sebelum membeli dapat membantu memastikan harga sesuai dengan wilayah dan produk yang diperlukan.

Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan daerah sekitarnya, sejumlah BBM nonsubsidi Pertamina mengalami penyesuaian harga. Per 5 November 2026, perubahan tersebut terlihat pada empat produk, yakni Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex. Tarif yang berlaku dapat menjadi acuan bagi konsumen yang membandingkan biaya pengisian, tetapi harga di wilayah lain bisa berbeda mengikuti ketentuan pajak daerah. Karena itu, angka berikut secara khusus merujuk pada wilayah dengan PBBKB 5 persen, bukan tarif nasional yang seragam di seluruh provinsi.

Pertamax Turbo kini dijual Rp19.600 per liter, meningkat dari Rp18.300 per liter. Pertamax Green 95 tercatat Rp19.150 per liter, sedangkan harga sebelumnya yang disebutkan dalam sumber adalah Rp16.600 per liter. Dengan demikian, kedua jenis bensin beroktan tinggi tersebut mengalami kenaikan dibandingkan angka pembanding yang tersedia. Konsumen yang menggunakan produk ini dapat memperhatikan perubahan tersebut saat memperkirakan pengeluaran, terutama jika mengisi bahan bakar secara rutin. Harga-harga pembanding itu adalah tarif sebelumnya yang disebutkan dalam sumber, sehingga bukan tarif yang berlaku pada tanggal pemantauan.

Kenaikan juga terjadi pada kelompok diesel nonsubsidi. Dexlite kini dibanderol Rp23.700 per liter, naik dari harga sebelumnya sebesar Rp19.700 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex mencapai Rp25.200 per liter, dibandingkan angka sebelumnya Rp21.150 per liter. Seluruh angka pembanding tersebut merupakan harga lama yang disebutkan dalam sumber, bukan harga terkini. Perubahan ini menunjukkan bahwa tarif untuk keempat produk bergerak naik pada wilayah dengan PBBKB 5 persen. Pengendara sebaiknya memeriksa informasi harga terbaru dari kanal resmi Pertamina sebelum bertransaksi, serta memastikan lokasi pengisian berada dalam wilayah pajak yang sama agar perbandingan tarif tetap sesuai.

Pada 5 November 2026, harga Pertamax tercatat tetap Rp15.950 per liter. Tarif tersebut tidak mengalami perubahan pada November, sehingga konsumen yang menggunakan produk ini masih membayar harga yang sama seperti sebelumnya. Informasi mengenai harga Pertamax yang bertahan ini perlu dibaca secara terpisah dari kabar kenaikan harga sejumlah jenis BBM nonsubsidi yang telah berlaku lebih awal.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang dimaksud mulai berlaku sejak 2 September. Dengan demikian, kenaikan tersebut bukan perubahan baru yang terjadi pada November. Pembedaan waktu ini penting agar pembaca tidak menganggap bahwa seluruh produk nonsubsidi mengalami penyesuaian pada 5 November. Untuk Pertamax, informasi yang tersedia menunjukkan harga tetap, yakni Rp15.950 per liter.

Dalam mencermati daftar harga BBM, konsumen sebaiknya memperhatikan jenis produk dan tanggal mulai berlakunya setiap penyesuaian. Harga satu produk dapat bertahan, sementara produk lain dalam kelompok nonsubsidi bisa memiliki riwayat perubahan pada tanggal yang berbeda. Karena itu, kenaikan yang berlaku sejak 2 September tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa harga Pertamax kembali naik pada November. Angka Rp15.950 per liter merupakan tarif Pertamax yang disebutkan untuk tanggal 5 November 2026.

Bagi pengendara yang merencanakan pengeluaran bahan bakar, kepastian harga yang tidak berubah dapat membantu memperkirakan biaya pengisian. Namun, harga BBM dapat ditinjau kembali sesuai kebijakan dan pengumuman resmi. Apabila membutuhkan kepastian sebelum membeli, konsumen dapat memeriksa informasi harga terbaru melalui kanal resmi Pertamina atau fasilitas penjualan yang bersangkutan. Pemeriksaan tersebut membantu memastikan bahwa harga yang digunakan sesuai dengan wilayah dan tanggal pembelian. Berdasarkan informasi untuk 5 November 2026, kesimpulan khusus untuk Pertamax tetap sederhana: harganya Rp15.950 per liter dan tidak ada perubahan baru pada November. Sementara itu, kenaikan pada beberapa BBM nonsubsidi merujuk pada penyesuaian yang telah berlaku sejak 2 September, bukan penyesuaian tambahan untuk bulan ini.

Pada 5 November 2026, harga BBM bersubsidi yang dicantumkan mencakup Pertalite dan Bio Solar. Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Bio Solar berada di angka Rp6.800 per liter. Kedua angka tersebut menjadi rincian tarif yang perlu diperhatikan dalam membaca daftar harga BBM pada tanggal tersebut.

Untuk Pertalite, keterangan tetap menunjukkan bahwa tarifnya tidak berubah: harga yang dicantumkan adalah Rp10.000 per liter. Sementara itu, Bio Solar tercatat dengan tarif Rp6.800 per liter. Penyajian ini membedakan keterangan yang menyertai masing-masing produk, sekaligus mempertahankan angka harga sebagaimana dicantumkan.

Dengan demikian, rincian harga BBM bersubsidi pada 5 November 2026 dapat dibaca secara langsung: Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Bio Solar berada di angka Rp6.800 per liter. Penyebutan satuan per liter membantu pembaca memahami dasar angka yang tercantum, tanpa perlu menyamakan keterangan perubahan kedua produk. Untuk Pertalite, informasi yang tersedia secara khusus menyatakan bahwa tarifnya tetap. Untuk Bio Solar, informasi yang dicantumkan adalah angka harganya.

Rincian tersebut melengkapi gambaran tarif BBM Pertamina pada tanggal ini, khususnya untuk dua produk bersubsidi. Dengan menjaga nama produk, keterangan, dan nominal tetap sesuai, pembaca dapat membedakan harga Pertalite dari harga Bio Solar dengan jelas. Angka Pertalite yang tetap berada pada Rp10.000 per liter, sedangkan Bio Solar tercatat Rp6.800 per liter. Itulah rincian harga bersubsidi yang dicantumkan untuk 5 November 2026.

Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Tidak Berubah hingga 5 Oktober 2026 | Relawan Bertahan di Tengah Kepungan Karhutla Palangka Raya | Evaluasi Ganjil Genap Jakarta Membuka Kemungkinan Perubahan Kebijakan Lalu Lintas

60 kunjungan