Banjir Bandang Melanda Sejumlah Wilayah Padang, 498 Jiwa Terdampak

Banjir Rendam Dua Kecamatan di Padang, Evakuasi Warga Masih Berlangsung

Kota Padang | Banjir bandang melanda sejumlah wilayah Kota Padang, Sumatra Barat, dan berdampak terhadap 498 jiwa. Peristiwa tersebut juga menyebabkan sekitar 120 unit rumah terendam. Data itu menunjukkan jumlah warga serta hunian yang telah tercatat terdampak dalam pendataan sementara di wilayah kota.

Informasi mengenai dampak banjir disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang. Berdasarkan pembaruan pendataan hingga Sabtu pukul 22.45 WIB, sebanyak 498 jiwa telah tercatat terdampak, sementara sekitar 120 unit rumah dilaporkan terendam. Angka tersebut menjadi dasar informasi terbaru terkait kondisi bencana di sejumlah wilayah Padang.

Pendataan BPBD menjadi rujukan untuk menggambarkan dampak langsung yang telah teridentifikasi hingga waktu pembaruan tersebut. Jumlah warga terdampak dan rumah terendam dicatat sebagai bagian dari perkembangan penanganan informasi kebencanaan di Kota Padang. Dengan demikian, laporan sementara ini memuat dua indikator utama, yaitu jumlah penduduk yang terkena dampak dan jumlah rumah yang terendam.

Peristiwa ini menempatkan ratusan warga dan puluhan hingga sekitar seratus rumah dalam catatan dampak bencana di wilayah Sumatra Barat. Informasi tersebut disampaikan secara faktual berdasarkan hasil pendataan BPBD Kota Padang sampai Sabtu malam. Pembaruan selanjutnya dapat menjadi dasar untuk melihat perkembangan kondisi di wilayah yang terdampak.

Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), wilayah terdampak banjir bandang tersebar di tiga kecamatan di Kota Padang, yaitu Kecamatan Kuranji, Kecamatan Koto Tangah, dan Kecamatan Nanggalo. Sebaran tersebut menunjukkan bahwa dampak bencana tidak terpusat pada satu kawasan, melainkan meluas ke sejumlah lingkungan dengan karakter wilayah yang berbeda. Informasi mengenai cakupan kecamatan ini penting untuk menggambarkan area yang perlu mendapat perhatian dalam proses pemantauan, penanganan, dan pemulihan pascabanjir.

Di Kecamatan Kuranji, lokasi yang tercatat terdampak berada di Kelurahan Kuranji. Kawasan ini menjadi salah satu titik yang masuk dalam laporan BPBD terkait banjir bandang. Sementara itu, Kecamatan Koto Tangah mencakup beberapa kelurahan, yakni Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, dan Tabing Banda Gadang. Keberadaan beberapa lokasi terdampak dalam satu kecamatan memperlihatkan luasnya area yang harus dipantau, terutama untuk memastikan kondisi saluran air, akses jalan, serta permukiman setelah aliran banjir surut.

Adapun di Kecamatan Nanggalo, kelurahan yang tercatat terdampak adalah Gurun Laweh. Dengan demikian, daftar wilayah terdampak BPBD meliputi Kelurahan Kuranji di Kecamatan Kuranji; Kelurahan Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, dan Tabing Banda Gadang di Kecamatan Koto Tangah; serta Kelurahan Gurun Laweh di Kecamatan Nanggalo. Pemetaan berdasarkan kecamatan dan kelurahan membantu pemerintah maupun petugas lapangan menentukan prioritas pemeriksaan, menyalurkan bantuan secara terarah, serta menyampaikan informasi kebencanaan kepada masyarakat di setiap kawasan.

Dampak banjir bandang juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Kuranji, Padang. Di wilayah ini, bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Berdasarkan laporan yang tersedia, empat unit rumah mengalami kerusakan sedang, sementara satu unit rumah lainnya mengalami kerusakan berat. Data tersebut menunjukkan bahwa banjir tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memengaruhi kondisi bangunan tempat tinggal di kawasan terdampak.

Kerusakan dengan kategori sedang pada empat rumah menandakan adanya bagian bangunan yang terdampak dan memerlukan penanganan. Sementara itu, satu rumah yang mengalami kerusakan berat menghadapi dampak lebih serius. Rincian mengenai bagian rumah yang rusak maupun kebutuhan perbaikan belum tersedia dalam laporan. Karena itu, informasi yang dapat disampaikan saat ini terbatas pada jumlah unit dan tingkat kerusakan yang telah dilaporkan di Kecamatan Kuranji.

Selain kerusakan rumah, akses jalan masyarakat di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, juga dilaporkan terputus akibat banjir. Terputusnya akses tersebut menjadi dampak penting karena dapat menghambat pergerakan warga serta mengganggu konektivitas menuju dan dari kawasan yang terdampak. Laporan ini tidak memuat rincian mengenai panjang ruas jalan yang terputus, tingkat kerusakan jalur, atau langkah penanganan terhadap akses tersebut.

Di sejumlah lokasi terdampak, sebanyak 238 warga telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Evakuasi itu menjadi bagian dari penanganan terhadap warga yang terdampak banjir. Tidak terdapat informasi lebih lanjut mengenai tempat evakuasi, waktu pelaksanaan, maupun kondisi warga setelah proses tersebut. Secara keseluruhan, laporan di Kuranji mencatat dua bentuk dampak utama, yaitu kerusakan pada lima unit rumah dan terputusnya akses jalan masyarakat di kawasan Guo.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana susulan setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah. Potensi kejadian yang perlu diantisipasi meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta pohon tumbang. Imbauan tersebut disampaikan agar warga lebih peka terhadap perubahan kondisi lingkungan dan dapat mengambil langkah keselamatan apabila situasi memburuk.

Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan daerah yang berisiko terdampak banjir diminta terus memantau keadaan di sekitarnya. Perubahan tinggi muka air, arus yang semakin deras, suara gemuruh, maupun munculnya retakan pada tanah dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan. Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang, terutama ketika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi atau berlangsung dalam waktu lama.

Selain kawasan sungai dan daerah rawan banjir, perhatian juga perlu diberikan kepada permukiman yang berada di wilayah dengan kondisi tanah labil. Warga diminta segera menjauhi lokasi berbahaya apabila debit air meningkat, arus mulai meluap, atau terdapat tanda-tanda longsor dan pohon tumbang. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko keselamatan, khususnya bagi masyarakat yang berada dekat tebing, lereng, bantaran sungai, serta jalur yang berpotensi terdampak material longsoran. Kewaspadaan dan pemantauan lingkungan secara berkelanjutan menjadi pesan utama BPBD Kota Padang kepada masyarakat.

Baca juga: Tim Alpha TNI Siaga Tangani Karhutla di Sejumlah Wilayah Indonesia | TNI Kerahkan 14.167 Personel Tangani Karhutla di Sejumlah Wilayah | TNI Kerahkan Personel dan Heli Caracal Perkuat Penanganan Karhutla di Wilayah IKN