Jakarta | Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan penyesuaian mekanisme pengawasan perdagangan saham dengan mengurangi penggunaan pengumuman unusual market activity (UMA) dan suspensi perdagangan. Ke depan, perhatian pengawasan akan lebih diarahkan pada rekening efek yang terindikasi melakukan pelanggaran. Perubahan ini menggeser penekanan dari pemberitahuan atau penghentian sementara perdagangan suatu saham menuju penanganan yang lebih terfokus terhadap aktivitas dan pihak yang diduga melanggar ketentuan.
Pengumuman UMA selama ini digunakan untuk menyampaikan kepada publik bahwa pergerakan harga atau aktivitas suatu saham berada di luar kebiasaan dan perlu dicermati. Sementara itu, suspensi dapat menghentikan sementara perdagangan saham tertentu. Dalam mekanisme yang disiapkan, kedua langkah tersebut tidak serta-merta dihapus, tetapi penggunaannya akan dikurangi. BEI akan mempertimbangkan kondisi yang dihadapi dan menggunakan langkah pengawasan secara lebih selektif, sambil menitikberatkan pemeriksaan pada rekening efek yang terindikasi melanggar aturan pasar.
Arah baru ini dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus menjaga likuiditas pasar. Penggunaan suspensi yang lebih terbatas diharapkan dapat mengurangi gangguan terhadap perdagangan saham, termasuk dampak penghentian transaksi bagi investor ritel yang memegang saham tersebut. Pada saat yang sama, fokus terhadap rekening terindikasi pelanggaran memungkinkan pengawasan diarahkan secara lebih spesifik, alih-alih membatasi aktivitas seluruh pelaku pasar pada suatu saham. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan perlindungan investor, ketertiban perdagangan, dan kelancaran transaksi.
Penyesuaian kebijakan itu dilakukan BEI setelah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam menentukan pendekatan pengawasan, kedua lembaga mempertimbangkan perkembangan serta dinamika pasar modal Indonesia. Perubahan aktivitas perdagangan dan kondisi pasar menjadi bagian dari konteks yang perlu diperhatikan agar respons pengawasan tetap relevan. Dengan demikian, pengurangan pengumuman UMA dan suspensi merupakan penataan cara kerja pengawasan, bukan penghentian upaya untuk menindak dugaan pelanggaran. BEI tetap mengawasi perdagangan dan dapat mengambil langkah sesuai indikasi serta kebutuhan yang muncul di pasar.
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memanfaatkan teknologi pengawasan untuk mendeteksi sejak awal indikasi manipulasi maupun upaya manipulasi harga saham. Pemantauan tersebut diarahkan untuk mengenali pola transaksi yang tidak wajar dan menelusuri aktivitas pada rekening yang terindikasi melanggar ketentuan. Dengan dukungan teknologi, bursa berharap dapat mengidentifikasi sinyal awal secara lebih terstruktur, sebelum dugaan pelanggaran berkembang atau berdampak lebih luas terhadap perdagangan.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa teknologi yang digunakan bukan hal yang hanya diterapkan di Indonesia, karena sistem serupa juga dipakai di banyak bursa lain. Dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (26/10/2026), ia menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi itu akan mendukung penerbitan laporan mengenai indikasi dimulainya investigasi. Pernyataan tersebut menegaskan perubahan pada cara bursa menyampaikan tindak lanjut atas saham yang tengah menjadi perhatian pengawasan.
Apabila indikasi awal ditemukan, BEI berencana mengumumkan dimulainya investigasi terhadap saham terkait. Langkah ini akan menjadi pendekatan yang lebih berfokus pada penjelasan proses pemeriksaan, alih-alih banyak mengandalkan immediate action atau pengumuman Unusual Market Activity (UMA). Dalam pengumuman tersebut, bursa dapat mencantumkan saham yang sedang diperiksa, periode transaksi yang menjadi cakupan penelusuran, serta pihak-pihak yang terlibat. Rincian itu diharapkan membantu investor memahami konteks pemeriksaan dan rentang aktivitas yang sedang ditelaah.
Meski demikian, adanya pengumuman investigasi tidak dengan sendirinya berarti bahwa manipulasi telah terbukti. Informasi tersebut menunjukkan bahwa bursa menemukan indikasi yang perlu ditelusuri lebih lanjut, sementara proses pemeriksaan tetap diperlukan untuk menguji data dan keterlibatan pihak terkait. Pemisahan indikasi awal dan kesimpulan investigasi penting agar publik tidak menafsirkan pemberitahuan sebagai vonis. Di sisi lain, penyampaian informasi mengenai tahap pemeriksaan dapat memberi gambaran lebih jelas tentang respons pengawasan BEI terhadap pola perdagangan yang dinilai tidak biasa, serta mendukung keterbukaan informasi bagi pelaku pasar.Jeffrey menjelaskan bahwa pemeriksaan dapat diarahkan pada transaksi dan rekening yang menunjukkan indikasi pelanggaran, bukan selalu berujung pada penghentian perdagangan seluruh saham. Sebagai contoh, apabila BEI menemukan pola transaksi yang tidak wajar, bursa dapat mengumumkan bahwa transaksi saham pada periode tertentu sedang ditelusuri. Pengumuman itu dapat menyebut keterlibatan 30 pihak yang bertransaksi melalui lima anggota bursa. Informasi mengenai rentang waktu dan pihak yang terlibat membantu menjelaskan ruang lingkup pemeriksaan, tanpa terlebih dahulu menyimpulkan bahwa semua pihak tersebut terbukti melakukan pelanggaran.
Selama proses pemeriksaan berlangsung, BEI dapat mengambil langkah pengawasan terhadap rekening efek yang terindikasi terkait dengan transaksi tersebut. Salah satu langkah yang dapat ditempuh ialah menangguhkan rekening tertentu, sehingga aktivitas pada rekening yang dicurigai dapat dibatasi sementara pemeriksaan dilakukan. Tindakan ini memungkinkan bursa menjaga proses penelusuran dan mengurangi risiko transaksi yang dinilai bermasalah berlanjut. Namun, penangguhan rekening merupakan tindakan yang ditujukan secara spesifik, bukan otomatis berlaku kepada seluruh investor yang memperdagangkan saham yang sama. Penentuan rekening yang dikenai tindakan tetap berkaitan dengan hasil pemantauan dan indikasi yang ditemukan.
Pendekatan yang terarah juga dipertimbangkan karena suspensi atas seluruh perdagangan suatu saham berpotensi menekan likuiditas dan menimbulkan dampak yang lebih luas. Investor ritel yang tidak terkait dengan dugaan pelanggaran dapat ikut kehilangan kesempatan untuk membeli atau menjual saham ketika perdagangan dihentikan. Jeffrey menyampaikan bahwa terdapat masukan dari investor ritel mengenai gangguan terhadap kebutuhan likuiditas mereka apabila perdagangan dihentikan. Masukan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menilai pilihan tindakan pengawasan. Dengan menindak rekening yang dicurigai, perdagangan saham masih dapat berlangsung bagi investor lain, sementara pemeriksaan terhadap pihak yang terindikasi tetap berjalan. Model ini berupaya menyeimbangkan kebutuhan penegakan aturan dengan kelangsungan pasar, tanpa mengabaikan perlindungan investor dan integritas transaksi. BEI tetap dapat melakukan pengawasan lanjutan sesuai perkembangan pemeriksaan, termasuk menyesuaikan tindakan apabila informasi yang diperoleh menunjukkan perlunya langkah tambahan.Tindak lanjut terhadap rekening yang terindikasi melakukan pelanggaran akan diawali dari pengawasan internal Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengawasan tersebut berlangsung secara terus-menerus sebagai bagian dari pemantauan bursa terhadap aktivitas perdagangan saham. Apabila pemantauan menemukan indikasi yang perlu diperiksa lebih jauh, BEI dapat memulai investigasi awal untuk menelaah informasi dan perkembangan yang menjadi perhatian. Tahap ini menjadi dasar bagi bursa dalam menentukan apakah suatu indikasi memerlukan penanganan lanjutan.
Jika hasil penelaahan menunjukkan bahwa indikasi pelanggaran membutuhkan tindak lanjut di luar kewenangan atau proses internal bursa, BEI akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Koordinasi tersebut menjadi jalur penanganan untuk kasus yang memerlukan keterlibatan regulator. Dengan demikian, tindak lanjut tidak semata-mata berhenti pada pemantauan rutin, tetapi dapat berlanjut melalui komunikasi antarlembaga sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Bentuk penanganan selanjutnya bergantung pada indikasi yang ditemukan serta pihak yang terkait.
Dalam hal pihak yang terindikasi melanggar merupakan anggota bursa, BEI dapat menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Opsi sanksi tersebut merupakan bagian dari kewenangan bursa dalam menindak anggota yang terbukti melanggar aturan. Penerapan sanksi tetap mengacu pada proses dan aturan yang relevan, sehingga indikasi awal tidak dengan sendirinya berarti bahwa pelanggaran telah dipastikan atau sanksi sudah dijatuhkan. Pemeriksaan dan tindak lanjut perlu dilakukan sebelum keputusan diambil.
BEI menjadwalkan sosialisasi mekanisme baru kepada anggota bursa pada pekan tersebut. Sosialisasi ini ditujukan untuk menjelaskan mekanisme yang akan digunakan dan memberikan pemahaman kepada pihak-pihak yang menjadi sasaran penerapannya.






