Surabaya | Lanjutan kompetisi Super League mempertemukan Persebaya Surabaya dan PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada Kamis (22/10). Pertandingan ini menjadi agenda penting bagi kedua tim, sekaligus menghadirkan suasana khusus bagi pelatih Persebaya, Bernardo Tavares. Ia akan menghadapi PSM, klub yang pernah ditanganinya selama beberapa tahun. Kembali ke Parepare untuk menjalani laga tersebut membuat pertemuan ini tidak hanya berkaitan dengan persaingan di lapangan, tetapi juga dengan masa lalu Tavares bersama tim tuan rumah.
Dalam sesi prematch pada Rabu (21/10), Tavares menyampaikan bahwa ia tetap menghargai empat tahun kebersamaannya dengan PSM. Pengalaman selama periode itu menjadi bagian dari perjalanan kariernya, dan ia memandang hubungan tersebut dengan rasa hormat. Namun, kedekatan masa lalu tidak mengubah tanggung jawabnya saat pertandingan berlangsung. Kini ia berada di kubu Persebaya, sehingga fokusnya adalah menghadapi laga sesuai perannya sebagai pelatih tim tamu. Pertemuan di Parepare pun mempertemukan dua tim yang memiliki tujuan masing-masing dalam kompetisi.
Tavares memandang Persebaya dan PSM sebagai lawan selama pertandingan. Di dalam laga, kedua tim akan berusaha menjalankan kepentingan dan bersaing untuk meraih hasil terbaik. Sikap profesional itu berjalan seiring dengan penghargaan terhadap hubungan yang telah terjalin sebelumnya. Menurut pandangannya, persaingan di lapangan tidak perlu menghapus rasa persaudaraan di luar pertandingan. Setelah laga berakhir, hubungan baik tetap dapat dijaga, terlepas dari hasil yang diperoleh masing-masing pihak. Dengan demikian, duel di Stadion Gelora BJ Habibie menjadi kesempatan bagi Persebaya dan PSM untuk berkompetisi, sementara Tavares menghadapi klub lamanya dengan tetap menghormati masa kebersamaan mereka.
Menjelang pertandingan di Parepare, Bernardo Tavares menilai kedua tim berada dalam situasi yang berbeda. PSM datang dengan modal kemenangan pada laga sebelumnya, sehingga hasil tersebut memberi dorongan tersendiri sebelum menghadapi Persebaya. Sebaliknya, tim tamu hanya membawa pulang satu poin setelah bermain imbang melawan PSS Sleman di kandang sendiri. Perbedaan hasil itu menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan dalam persiapan, meski tidak dengan sendirinya menentukan jalannya pertandingan. Bagi Tavares, konteks sebelum laga penting untuk memahami tantangan yang akan dihadapi kedua kesebelasan, terutama terkait kondisi pemain dan waktu yang tersedia untuk memulihkan tenaga. PSM dapat memasuki pertandingan dengan kepercayaan diri dari kemenangan terakhir, sedangkan Persebaya perlu menata kembali kesiapan setelah gagal meraih hasil penuh di hadapan pendukungnya.
Selain hasil pertandingan terakhir, waktu pemulihan juga menjadi perhatian Tavares. Menurut penilaiannya, PSM memiliki waktu recovery dua hari lebih banyak dibandingkan Persebaya. Selisih tersebut berpengaruh pada kesempatan pemain untuk beristirahat dan menjalani persiapan fisik sebelum kembali bertanding. Persebaya, yang baru menyelesaikan laga melawan PSS Sleman, baru dapat memulai proses pemulihan. Dengan jadwal yang lebih rapat, staf tim perlu mengatur beban latihan dan memantau kondisi skuad agar pemain tetap siap menghadapi intensitas pertandingan berikutnya. Masa pemulihan yang lebih singkat tidak hanya berkaitan dengan kebugaran, tetapi juga dapat membatasi waktu untuk menyiapkan detail taktik. Situasi ini membuat pekerjaan Persebaya menjelang lawatan ke Parepare menjadi lebih menantang, sementara PSM memperoleh tambahan waktu untuk mempersiapkan diri.
Kombinasi perbedaan hasil dan jeda pemulihan tersebut membuat pertandingan diperkirakan sulit bagi Persebaya. Tavares tentu memahami bahwa menghadapi tim yang baru menang, dengan waktu istirahat lebih panjang, menuntut kesiapan dan disiplin yang tinggi. Persebaya perlu merespons kondisi itu melalui pemulihan sebaik mungkin serta fokus pada rencana permainan. Namun, penilaian mengenai tantangan tidak berarti pertandingan telah ditentukan sebelumnya. Kedua tim tetap harus menjalani laga di lapangan, dan keadaan selama pertandingan dapat berubah. Bagi Persebaya, tantangan utamanya adalah menjaga kebugaran, konsentrasi, serta organisasi permainan meski waktu persiapan lebih terbatas. Sementara itu, modal kemenangan dan masa recovery yang lebih panjang menjadi bekal PSM menjelang laga. Perbedaan kondisi ini memberi gambaran mengenai beratnya tugas tim tamu, tanpa menjadi dasar untuk menyimpulkan hasil akhir pertandingan.
Menjelang pertemuan Persebaya dengan PSM Makassar di Parepare, Bernardo Tavares menaruh perhatian pada sejumlah aspek permainan lawan yang dapat menghadirkan ancaman. Menurutnya, kekuatan tim asal Makassar itu tidak hanya terlihat ketika menguasai bola dan membangun serangan, tetapi juga dalam cara mereka memanfaatkan perubahan situasi di lapangan. Karena itu, Persebaya perlu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan dan tidak memberi ruang bagi PSM untuk mengembangkan permainan yang menjadi andalannya.
Kekuatan ofensif PSM menjadi salah satu hal yang patut diantisipasi. Tim tersebut mampu menyusun serangan dengan intensitas dan berusaha menekan pertahanan lawan. Dalam menghadapi situasi seperti ini, Persebaya perlu disiplin menjaga organisasi antarlini, sekaligus cermat membaca pergerakan pemain lawan. Kelengahan kecil dapat membuka peluang bagi PSM untuk menciptakan kesempatan berbahaya, terutama ketika serangan mereka bergerak cepat menuju area pertahanan.
Tavares juga menyoroti transisi menyerang PSM. Peralihan dari bertahan ke menyerang dapat menjadi senjata penting, sebab lawan berpotensi belum sempat membentuk kembali susunan pertahanan. Mengantisipasi momen tersebut membutuhkan respons yang cepat setelah kehilangan bola serta koordinasi yang baik di para pemain. Selain itu, situasi bola mati turut menjadi perhatian. Eksekusi tendangan bebas maupun sepak pojok bisa memberi PSM peluang menciptakan ancaman, sehingga pengawalan dan kesiapan bertahan harus dijaga sampai fase permainan benar-benar selesai. Bagi Tavares, aspek-aspek ini merupakan bagian dari keunggulan PSM yang perlu dihormati dan dihadapi dengan persiapan matang.
Meski demikian, Tavares menilai Persebaya juga mempunyai permainan ofensif yang kuat serta kualitas lain yang dapat menjadi modal dalam duel tersebut. Pandangan itu membuat pertandingan tidak semata-mata diperkirakan sebagai ujian bagi pertahanan Bajul Ijo, melainkan juga kesempatan bagi kedua tim untuk menunjukkan kemampuan menyerang. Jika Persebaya mampu memainkan rencananya dengan baik, mereka dapat memberi tekanan balik dan menciptakan peluang sendiri. Dengan PSM memiliki ancaman di berbagai fase permainan dan Persebaya membawa keunggulan tersendiri, Tavares memperkirakan laga akan berlangsung menarik. Kedua tim sama-sama memiliki alasan untuk tampil agresif dan akan berusaha memperoleh hasil maksimal di hadapan pendukung tuan rumah.
Dalam menilai penampilan Persebaya pada pertandingan sebelumnya, Bernardo Tavares menyoroti bahwa timnya sebenarnya mampu membangun serangan dan menciptakan sejumlah peluang. Hasil imbang di kandang memang belum memberikan tambahan kemenangan yang diharapkan, tetapi menurut evaluasi permainan, kesempatan untuk mencetak gol tersedia. Persebaya dapat menguasai beberapa fase pertandingan dan membawa bola ke area berbahaya. Tantangannya adalah memastikan rangkaian serangan tersebut berakhir dengan penyelesaian yang lebih efektif. Catatan itu menjadi bahan penting bagi tim untuk ditinjau sebelum menghadapi PSM. Tavares tidak hanya melihat skor akhir, melainkan juga proses yang menghasilkan peluang serta hal-hal yang perlu diperbaiki agar upaya menyerang memberi dampak nyata.
Situasi kedua tim menjelang pertemuan berikutnya tidak sepenuhnya sama. Persebaya baru bermain imbang di hadapan pendukungnya, sedangkan PSM datang dengan modal kemenangan dalam laga tandang. Perbedaan hasil tersebut memberi konteks tersendiri bagi persiapan, namun tidak menghapus aspek positif dari penampilan Persebaya. Tavares menilai anak asuhnya mampu menghasilkan banyak percobaan ke arah gawang. Jumlahnya diperkirakan berada di kisaran 15 hingga 17 tembakan, sebuah catatan yang menunjukkan bahwa tim cukup sering menemukan jalan untuk menyerang. Meski demikian, banyaknya percobaan belum otomatis berarti gol.
Baca juga: Diduga Beroperasi Tanpa Hambatan, Tambang Batu Bara Ngepon Tuban Kembali Dipertanyakan | Memahami Papua: Koops TNI Habema Menyalakan Kembali Asa di Lembah Ugimba | Penindakan Dipertanyakan! Sabung Ayam Kembali Beroperasi di Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri






