Kabupaten Kapuas | Brigade Mobil (Brimob) Polda Nusa Tenggara Barat mengerahkan 200 personel untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Pasukan tersebut ditugaskan mendukung upaya pengendalian kebakaran di lima wilayah, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih terkoordinasi sesuai kebutuhan di lapangan. Pengerahan lintas daerah ini menjadi bagian dari dukungan kepolisian terhadap wilayah yang menghadapi ancaman kebakaran.
Dalam pelaksanaan tugas, personel Brimob membantu memadamkan api bersama unsur terkait. Mereka juga memantau titik-titik kebakaran untuk memperoleh gambaran kondisi terkini, termasuk perkembangan api dan area yang berisiko terdampak. Pemantauan tersebut penting agar langkah penanganan dapat diarahkan secara cepat dan tepat, terutama ketika kondisi di lapangan berubah.
Selain menangani titik api yang sudah terdeteksi, personel turut berupaya mencegah munculnya kebakaran baru. Langkah ini dilakukan melalui pengawasan di area rawan serta kewaspadaan terhadap potensi pemicu kebakaran. Upaya pencegahan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla, karena titik api baru dapat memperluas dampak kebakaran dan menambah beban bagi petugas yang melakukan pemadaman.
Penugasan 200 personel tersebut dilaksanakan dalam skema bawah kendali operasi (BKO) Operasi Aman Nusa II. Melalui mekanisme BKO, personel Brimob Polda NTB diperbantukan untuk mendukung operasi di wilayah tujuan dan menjalankan tugas sesuai koordinasi komando. Pengaturan ini memungkinkan pengerahan kekuatan tambahan untuk membantu kegiatan pemadaman, pemantauan, dan pencegahan secara terpadu.
Kehadiran pasukan dari NTB di lima wilayah Kalimantan diharapkan memperkuat kapasitas penanganan karhutla di lapangan. Fokus mereka mencakup respons terhadap kebakaran yang terjadi sekaligus pengawasan agar potensi api tidak berkembang. Dengan pembagian tugas dan koordinasi bersama petugas setempat, pengerahan ini diarahkan untuk membantu pengendalian kebakaran serta mengurangi risiko meluasnya dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Penugasan 200 personel Brimob NTB untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan mencakup lima wilayah, yaitu Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Katingan. Cakupan tersebut menempatkan personel pada sejumlah daerah yang menjadi sasaran operasi, sehingga dukungan dapat diarahkan sesuai pembagian tim dan kebutuhan di masing-masing wilayah. Setiap kabupaten menjadi bagian dari rencana penugasan, bukan hanya lokasi yang dilalui dalam perjalanan menuju daerah operasi.
Posko utama ditempatkan di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. Lokasi ini berfungsi sebagai titik utama bagi pengaturan kegiatan dan koordinasi penugasan personel selama membantu penanganan karhutla. Penempatan posko di Kotawaringin Barat memberi pusat koordinasi bagi tim, sementara jangkauan tugas tetap meliputi empat kabupaten lainnya. Dengan demikian, keberadaan posko utama tidak berarti seluruh personel hanya bertugas di Pangkalan Bun atau sekitarnya.
Personel dibagi mengikuti pembagian tim di tiap wilayah sasaran. Tim-tim tersebut ditempatkan sesuai pengaturan penugasan untuk mendukung kegiatan di Kapuas, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Katingan. Pembagian berdasarkan wilayah membantu memperjelas lokasi tugas serta jalur koordinasi personel di lapangan dan posko utama. Pengaturan ini juga memungkinkan setiap tim menjalankan tugas di daerah yang telah ditentukan, dengan komunikasi dan koordinasi yang terpusat. Rincian jumlah personel untuk setiap kabupaten mengikuti pembagian tim yang ditetapkan dalam penugasan, sehingga tidak perlu diasumsikan sama rata. Susunan lokasi tersebut menggambarkan cakupan bantuan Brimob NTB secara menyeluruh: Pangkalan Bun menjadi pusat koordinasi, sedangkan tim bergerak dan bertugas di wilayah masing-masing sesuai kebutuhan operasi. Kelima kabupaten itu menjadi sasaran dukungan dalam upaya penanganan karhutla di Kalimantan.
Pengiriman 200 personel Brimob NTB untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dibagi ke dalam 24 tim taktis. Pembagian tersebut menjadi dasar penempatan personel di lima kabupaten sasaran, dengan jumlah tim dan kekuatan yang berbeda sesuai rincian penugasan. Susunan ini memungkinkan pengerahan dilakukan secara terarah, sekaligus memberi gambaran mengenai dukungan yang diterima masing-masing daerah.
Kabupaten Kapuas menerima 48 personel yang dibagi menjadi enam tim. Kabupaten Pulang Pisau juga diperkuat 48 personel dalam enam tim. Dengan demikian, kedua kabupaten tersebut masing-masing memperoleh alokasi personel dan jumlah tim yang sama. Secara bersama, penempatan di Kapuas dan Pulang Pisau mencakup 96 personel dalam 12 tim taktis.
Tiga kabupaten lainnya menerima alokasi yang setara satu sama lain. Kotawaringin Barat diperkuat 32 personel atau empat tim, sementara Kotawaringin Timur juga menerima 32 personel dalam empat tim. Katingan memperoleh jumlah yang sama, yakni 32 personel yang terbagi dalam empat tim. Jika digabungkan, ketiga wilayah ini mencakup 96 personel dalam 12 tim.
Rincian per kabupaten tersebut mencatat 192 personel: 96 ditempatkan di Kapuas dan Pulang Pisau, serta 96 di Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Katingan. Jumlah tim pada kelima daerah mencapai 24, sesuai dengan pembagian yang disampaikan. Sementara itu, angka pengiriman keseluruhan disebut sebanyak 200 personel. Karena rincian daerah yang tersedia berjumlah 192 orang, terdapat selisih delapan personel total pengiriman dan akumulasi alokasi kabupaten. Selisih ini perlu dipahami sebagai perbedaan angka total keberangkatan dan rincian penempatan yang dicantumkan, bukan alasan untuk mengubah jumlah personel pada masing-masing wilayah.
Penyajian angka secara terpisah menjaga informasi penugasan tetap jelas dan konsisten: Kapuas 48 personel dalam enam tim, Pulang Pisau 48 dalam enam tim, serta masing-masing 32 personel dalam empat tim untuk Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Katingan. Dengan begitu, pembaca dapat melihat cakupan pengerahan tanpa mencampuradukkan total personel yang dikirim dengan jumlah alokasi yang terinci untuk setiap kabupaten.
Dua satuan setingkat kompi (SSK) Brimob Polda Nusa Tenggara Barat diberangkatkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Pelepasan pasukan dilakukan oleh Kapolda NTB Irjen Kalingga Rendra di Mataram pada Jumat, 16 Oktober 2026. Sebanyak 200 personel disiapkan untuk menjalankan misi kemanusiaan tersebut, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanganan kebakaran di wilayah tujuan.
Pengiriman dua SSK ini menempatkan personel Brimob NTB dalam tugas yang membutuhkan kesiapan menghadapi kondisi lapangan. Penanganan karhutla dapat melibatkan situasi yang menantang, sehingga anggota perlu mengandalkan kedisiplinan, koordinasi, serta kemampuan menjalankan tugas sesuai arahan. Pelepasan oleh Kapolda menjadi penanda dimulainya penugasan, sekaligus mengingatkan bahwa personel membawa tanggung jawab institusi selama membantu penanganan bencana.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Mohammad Kholid menyampaikan bahwa anggota yang menjalankan misi kemanusiaan perlu menjaga kesiapan fisik dan mental. Kesiapan tersebut penting agar personel dapat melaksanakan tugas secara optimal, tetap dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan operasi di lapangan. Ia juga menekankan perlunya bekerja secara profesional selama menjalankan penugasan. Pesan itu mencakup pentingnya menjaga sikap, mematuhi ketentuan, serta melaksanakan tanggung jawab dengan baik.
Dengan bekal kesiapan jasmani dan mental, 200 personel diharapkan mampu mendukung penanganan karhutla secara tertib dan efektif. Penugasan lintas wilayah juga menuntut koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat di lokasi agar dukungan dapat diselaraskan dengan kebutuhan setempat. Polda NTB menyatakan komitmen melalui pengiriman personel ini untuk ikut membantu misi kemanusiaan di Kalimantan. Selama bertugas, para anggota diharapkan menjaga profesionalitas dan tetap memperhatikan kesiapan diri dalam setiap tahapan pekerjaan.
Baca juga: Pastikan Sumber Air Karhutla Tetap Andal, Personel Lanud Sjamsudin Noor Siaga 24 Jam Dukung Kesiapan dan Operasi Penanganan Karhutla | TNI Kerahkan 308 Personel Tambahan, Total 1.138 Personel Penyuluh Perkuat Penanganan Karhutla | TNI Kerahkan 3 Pesawat Bantu Modifikasi Cuaca untuk Penanganan Karhutla di Kalimantan





