MEDAN, SUMATERA UTARA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 7 Oktober 2026, Bentrokan yang melibatkan empat geng motor terjadi di Jalan Dr Mansyur, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Peristiwa tersebut berlangsung tepat di depan Raz Hotel and Convention, salah satu lokasi yang berada di ruas jalan tersebut. Kejadian ini kemudian menjadi perhatian setelah rekamannya beredar di media sosial dan viral di kalangan pengguna internet.
Dalam peristiwa itu, kelompok Salvador 424 Medan disebut berhadapan dengan tiga kelompok lain, yaitu Dokmar Stay High, Coham Famz, dan NKB Padang Bulan. Keempat nama tersebut muncul dalam pemberitaan mengenai bentrokan yang terjadi di kawasan Jalan Dr Mansyur. Informasi mengenai keterlibatan sejumlah kelompok itu menjadi bagian utama dari penelusuran terhadap kejadian yang terekam kamera.
Rekaman video yang memperlihatkan peristiwa tersebut menyebar melalui berbagai platform media sosial. Penyebaran video membuat kejadian di depan Raz Hotel and Convention dengan cepat diketahui oleh masyarakat. Materi visual itu menjadi dasar perhatian publik terhadap bentrokan antargeng motor yang berlangsung di wilayah Kecamatan Medan Sunggal.
Hingga bagian awal pemberitaan ini, pokok peristiwa yang diketahui adalah adanya bentrokan Salvador 424 Medan dan tiga kelompok lain, yakni Dokmar Stay High, Coham Famz, serta NKB Padang Bulan. Lokasi kejadian berada di Jalan Dr Mansyur, tepat di depan Raz Hotel and Convention, Kota Medan. Rekaman kamera yang kemudian viral turut memperluas informasi mengenai kejadian tersebut kepada masyarakat.
Konflik jalanan yang terjadi di Medan berujung pada pengamanan delapan orang yang disebut sebagai anggota geng motor Salvador 424 Medan. Penangkapan tersebut dilakukan dalam operasi yang dipimpin Kanit Resmob Polrestabes Medan, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Langkah itu dilakukan setelah bentrokan geng motor menjadi perhatian aparat dan memerlukan penanganan lebih lanjut.
Delapan orang yang diamankan terdiri atas individu dengan latar belakang pelajar hingga mahasiswa. Mereka adalah ANZ, berusia 15 tahun; RSP, 17 tahun; Arif Kurniawan, 20 tahun; FMG, 16 tahun; Syihan Pamungkas alias Beben, 20 tahun; DT, 18 tahun; JOH, 18 tahun; serta Exel Yosua Siburian, 19 tahun. Seluruh identitas dan usia tersebut dicatat dalam proses penanganan yang dilakukan oleh kepolisian.
Dengan demikian, orang-orang yang diamankan mencakup remaja berusia di bawah 18 tahun serta orang dewasa. Keterangan mengenai mereka penting disampaikan secara akurat karena kelompok usia tersebut memiliki latar pendidikan yang beragam, mulai dari pelajar hingga mahasiswa. Penyebutan mereka sebagai anggota Salvador 424 merupakan keterangan terkait penangkapan, tanpa menguraikan peran masing-masing dalam bentrokan yang terjadi.
Polisi masih menjadi pihak yang berwenang untuk menjelaskan tahapan penanganan selanjutnya, termasuk pemeriksaan terhadap delapan orang tersebut dan informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa di jalanan Medan. Pada tahap ini, fakta yang dapat disampaikan adalah bahwa delapan orang telah diamankan dalam operasi yang dipimpin Iptu Ramadhani Bimo Setiadi pada 6 Oktober 2026. Penjelasan tersebut tidak menyimpulkan status hukum maupun keterlibatan individual setiap orang dalam konflik jalanan itu.
Bimo menyampaikan pada Rabu, 7 Oktober 2026, bahwa sebagian besar anggota Salvador 424 yang ditangkap berada di kediaman masing-masing di kawasan Perumahan Rorinata Residence, Kecamatan Sunggal. Keterangan tersebut menjadi bagian dari penjelasan mengenai penanganan polisi setelah terjadi bentrokan yang melibatkan Salvador 424 Medan dan tiga geng motor pesaingnya.
Menurut Bimo, penangkapan dilakukan setelah polisi menindaklanjuti bentrokan antarkelompok tersebut. Dari rangkaian penindakan itu, sebagian besar pelaku diamankan di rumah mereka yang berada di kawasan Perumahan Rorinata Residence. Informasi ini menunjukkan bahwa lokasi penangkapan para anggota yang telah ditetapkan sebagai pelaku tidak seluruhnya berada di satu tempat, melainkan sebagian ditemukan di kediaman masing-masing.
Bentrokan yang melibatkan Salvador 424 Medan dan tiga geng motor pesaingnya menjadi dasar bagi polisi untuk melakukan tindak lanjut. Bimo menegaskan bahwa penanganan tersebut berujung pada penangkapan delapan anggota Salvador 424. Namun, keterangan yang disampaikan hanya menjelaskan lokasi sebagian besar penangkapan, tanpa menguraikan cara polisi melacak atau mengamankan para pelaku.
Dengan demikian, Perumahan Rorinata Residence di Kecamatan Sunggal menjadi salah satu lokasi penting dalam perkara tersebut. Pernyataan Bimo memperjelas bahwa sebagian besar anggota yang ditangkap berada di kediaman masing-masing ketika polisi menindaklanjuti kasus bentrokan. Sementara itu, informasi mengenai proses pelacakan, waktu penangkapan secara rinci, dan lokasi anggota lainnya tidak dijelaskan dalam keterangan tersebut. Penjelasan itu tetap menempatkan penangkapan sebagai bagian dari tindak lanjut kepolisian terhadap bentrokan Salvador 424 Medan dan tiga kelompok geng motor pesaingnya.
Polisi melakukan rangkaian penggeledahan di beberapa lokasi yang berkaitan dengan kelompok tersebut setelah menangkap delapan anggotanya. Dari penggeledahan itu, petugas mengamankan tiga celurit yang diduga berkaitan dengan bentrokan geng motor di Medan. Senjata tajam tersebut ditemukan di sejumlah tempat berbeda, termasuk di atas lemari di rumah salah satu pelaku.
Barang bukti lain ditemukan di bawah kasur milik seorang berinisial Y. Nama Y tercatat dalam daftar pencarian orang atau DPO. Polisi mengamankan barang-barang tersebut untuk kepentingan pemeriksaan dan penanganan perkara sesuai prosedur. Pada tahap ini, seluruh barang yang disita masih menjadi bagian dari proses penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain tiga celurit, petugas turut membawa empat sepeda motor yang diamankan dari lokasi penggeledahan. Polisi juga menyita tujuh telepon seluler dari berbagai merek, satu helm, serta empat kunci kendaraan. Seluruh barang tersebut dicatat sebagai barang bukti untuk mendukung proses hukum yang sedang berjalan.
Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan kepada polisi, kelompok itu mengaku menamakan diri Salvador 424 Medan. Mereka juga menyebut kawasan Jalan Tanjung Selamat sebagai lokasi yang biasa digunakan untuk berkumpul. Informasi tersebut menjadi bagian dari pendalaman terhadap aktivitas kelompok dan keterkaitannya dengan peristiwa bentrokan yang terjadi.
Delapan anggota geng motor beserta seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mapolrestabes Medan. Mereka menjalani pemeriksaan untuk mendalami peran masing-masing serta rangkaian kejadian yang melatarbelakangi penangkapan. Polisi masih memproses perkara tersebut dan akan melakukan langkah hukum lebih lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan serta bukti yang telah diamankan.





