Hanura Perkuat Barisan di Sulawesi Utara untuk Menatap Pemilu 2029

Hanura Perkuat Barisan di Sulawesi Utara untuk Menatap Pemilu 2029

Kota Manado | Tim task force DPP Partai Hanura melanjutkan agenda konsolidasi organisasi dan rapat teknis bersama jajaran pengurus daerah serta legislator dari fraksi partai. Rangkaian kegiatan ini dimulai di Provinsi Banten pada 8 Agustus 2026 dan direncanakan menjangkau seluruh 38 provinsi hingga Oktober 2026. Sulawesi Utara menjadi provinsi ke-23 yang dikunjungi dalam agenda tersebut. Perjalanan lintas daerah ini menjadi sarana untuk menyamakan arah kerja, memperkuat koordinasi, serta memastikan struktur partai di berbagai wilayah bergerak dengan tujuan yang sejalan.

Di Sulawesi Utara, kegiatan melibatkan pengurus DPD, DPC, dan anggota legislatif dari Fraksi Hanura. Pertemuan konsolidasi memberi ruang bagi jajaran partai untuk membahas kondisi organisasi, menyampaikan kebutuhan di daerah, dan menyelaraskan langkah dengan agenda DPP. Sementara itu, rapat teknis diarahkan pada pembahasan kerja dan koordinasi yang diperlukan dalam menjalankan tugas kepartaian. Pelibatan berbagai tingkat kepengurusan dan legislator diharapkan memperkuat komunikasi antarelemen, sehingga informasi, rencana, dan pelaksanaan kegiatan dapat terhubung secara lebih teratur.

Fokus utama rangkaian ini adalah memperkuat kepengurusan serta membangun soliditas kader sebagai bekal menghadapi kontestasi demokrasi mendatang, termasuk Pemilu 2029. Konsolidasi bukan hanya pertemuan formal, melainkan kesempatan untuk menegaskan peran masing-masing unsur, menjaga kesinambungan kerja, dan menguatkan kebersamaan di dalam organisasi. Dengan menjangkau provinsi demi provinsi, task force DPP berupaya memastikan pembinaan dan koordinasi tidak terbatas pada tingkat pusat. Kehadiran di Sulawesi Utara sebagai titik ke-23 menunjukkan bahwa agenda nasional tersebut terus berjalan, sementara pengurus daerah dan kader memperoleh ruang untuk menyiapkan organisasi secara bertahap. Penguatan internal ini menjadi landasan bagi partai untuk menghadapi proses demokrasi dengan struktur yang lebih siap, komunikasi yang terjaga, dan kader yang solid.

Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella, menyampaikan apresiasi atas semangat pengurus dan kader Partai Hanura di Sulawesi Utara. Ia menilai antusiasme tersebut tercermin dari kerja konsolidasi yang berjalan cepat serta upaya membentuk kepengurusan secara berjenjang. Menurut Rio, gerak organisasi di daerah menunjukkan kesungguhan kader untuk memperkuat barisan, bukan hanya pada tingkat provinsi dan kabupaten atau kota, tetapi juga sampai ke lingkungan masyarakat. Apresiasi itu disampaikannya di Manado pada Rabu, 21 Oktober 2026, dalam konteks persiapan partai menghadapi Pemilu 2029.

Rio menjelaskan bahwa pembentukan pimpinan anak cabang (PAC) di Sulawesi Utara hampir tuntas di 171 kecamatan. Capaian tersebut menjadi bagian penting dari konsolidasi karena PAC menghubungkan struktur partai di tingkat daerah dengan pengurus di desa dan kelurahan. Penyelesaian kepengurusan di tingkat kecamatan, menurutnya, memperlihatkan bahwa proses organisasi berlangsung dengan tempo yang baik. Namun, pekerjaan konsolidasi belum berhenti pada pencapaian itu. Penguatan struktur tetap membutuhkan koordinasi dan tindak lanjut agar setiap tingkatan dapat bekerja selaras.

Di tingkat akar rumput, pembentukan pengurus ranting masih terus berjalan di sekitar 3.700 desa dan kelurahan. Proses ini memperluas jangkauan organisasi sekaligus membuka ruang bagi kader untuk terlibat lebih dekat dengan warga. Rio menyebut perkembangan tersebut sebagai bagian dari kerja bersama yang dilakukan secara bertahap. Dengan kepengurusan yang semakin lengkap, partai dapat membangun komunikasi internal yang lebih teratur dan memperkuat kesiapan kader di wilayah masing-masing. Angka dan perkembangan itu menggambarkan luasnya pekerjaan, sekaligus semangat yang menopang pelaksanaannya.

Dalam pernyataannya, Rio menggambarkan kader Hanura di Sulawesi Utara sebagai semakin solid dan siap berkompetisi. Ungkapan tersebut menegaskan keyakinannya terhadap kekompakan kader serta kesiapan mereka menjalani tahapan politik ke depan, tanpa mengabaikan pentingnya konsolidasi yang berkelanjutan. Bagi Hanura, penyelesaian struktur hingga tingkat kecamatan dan kemajuan pembentukan pengurus ranting merupakan fondasi organisasi untuk menatap Pemilu 2029. Semangat pengurus dan kader menjadi modal untuk menjaga kerja bersama, memperkuat kehadiran partai di daerah, serta meneruskan pembenahan struktur sampai prosesnya semakin matang.

Berdasarkan pemetaan internal yang disampaikan Rio, Hanura menilai Sulawesi Utara memiliki peluang untuk menyumbangkan satu kursi DPR pada Pemilu Legislatif 2029. Penilaian tersebut menjadi bagian dari gambaran awal partai mengenai potensi dukungan di daerah, sekaligus pijakan untuk menyusun langkah penguatan organisasi dan kerja politik. Rio menyampaikan proyeksi itu sebagai peluang yang dapat diperjuangkan, bukan kepastian mengenai hasil pemilu mendatang.

Selain menargetkan kemungkinan memperoleh kursi di tingkat DPR, Hanura juga melihat ruang untuk menambah perolehan kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Utara. Peluang serupa dinilai terbuka pada tingkat DPRD kabupaten dan kota. Pemetaan tersebut menunjukkan bahwa perhatian partai tidak hanya tertuju pada satu tingkat perwakilan, tetapi juga pada penguatan kehadiran politik di berbagai wilayah dan lembaga legislatif.

Meski demikian, perkiraan mengenai tambahan kursi masih bergantung pada sejumlah faktor yang akan berkembang menjelang pemilu. Kesiapan struktur partai, konsolidasi kader, kerja bersama di daerah, serta respons pemilih merupakan aspek yang dapat memengaruhi capaian. Karena itu, angka dan peluang yang disebutkan dalam pemetaan internal perlu dipahami sebagai sasaran atau estimasi Hanura, bukan hasil yang telah ditetapkan. Perubahan situasi politik maupun dinamika persaingan juga dapat memengaruhi hasil akhir.

Dengan dasar tersebut, peluang satu kursi DPR dari Sulawesi Utara dan kemungkinan peningkatan kursi di DPRD provinsi serta kabupaten dan kota menjadi orientasi bagi persiapan Hanura menuju 2029. Partai perlu menerjemahkan proyeksi tersebut ke dalam agenda yang terukur, termasuk memperkuat koordinasi dan menjangkau masyarakat secara konsisten. Pemetaan internal dapat membantu menentukan prioritas, tetapi realisasi target tetap akan ditentukan oleh proses politik dan pilihan pemilih saat pemungutan suara berlangsung. Sampai proses itu dilalui, seluruh proyeksi tersebut tetap merupakan potensi yang disampaikan pihak Hanura, bukan jaminan perolehan kursi.

Rio memaparkan sasaran Hanura untuk memperkuat keterwakilan partai di DPRD Provinsi Sulawesi Utara pada Pemilu 2029. Menurutnya, Hanura melihat peluang untuk memperoleh kursi di lima daerah pemilihan (dapil). Sejumlah wilayah yang disebut dalam sasaran itu mencakup Bolaang Mongondow Raya, Kepulauan Talaud, dan Kota Manado. Penetapan wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya partai memetakan potensi dukungan sekaligus menyiapkan langkah politik secara lebih terarah. Dengan sasaran yang mencakup beberapa kawasan, Hanura ingin memastikan kerja organisasi dan penguatan kader berjalan sesuai kebutuhan tiap dapil.

Di tingkat DPRD kabupaten dan kota, Rio menyampaikan target yang lebih terukur, yakni meraih dua kursi di setiap dapil. Sasaran ini menjadi acuan bagi jajaran partai dalam menyusun strategi, memperluas komunikasi dengan masyarakat, serta mendorong kader agar aktif di wilayah masing-masing. Target dua kursi tersebut juga menunjukkan bahwa Hanura tidak hanya berfokus pada pemilihan tingkat provinsi, tetapi berupaya membangun keterwakilan secara berjenjang. Capaian di tingkat kabupaten dan kota dinilai penting untuk memperkuat posisi partai di daerah dan memberi ruang bagi kader untuk memperjuangkan aspirasi warga melalui lembaga legislatif.

Rio turut memberikan contoh dari salah satu dapil di Bolaang Mongondow. Dapil tersebut memiliki alokasi tiga kursi, dan Hanura berharap dapat memperoleh satu kursi di wilayah itu. Perhitungan tersebut menggambarkan bagaimana target partai disesuaikan dengan jumlah kursi yang tersedia serta peluang yang diperkirakan dapat diraih. Ia berharap seluruh sasaran, baik untuk DPRD provinsi maupun kabupaten dan kota, dapat tercapai dengan dukungan tenaga serta kader yang dimiliki Hanura. Harapan itu menempatkan kesiapan sumber daya partai sebagai unsur penting dalam menghadapi kontestasi.

Baca juga: Jelang HUT ke-81 TNI, Puspom TNI Perkuat Kesiapan Pengamanan Wallakir | TNI Perkuat Sinergitas Lintas Sektor dalam Pencegahan Karhutla di Sambas | Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat, TNI Perkuat Pengamanan Dan Kejar Pelaku