Banyuwangi | Kebakaran melanda dua blok kandang ayam di Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, pada Minggu dini hari. Peristiwa tersebut menghanguskan bangunan kandang sekaligus menyebabkan sebanyak 28 ribu ekor ayam ikut terbakar. Kebakaran ini menjadi peristiwa besar karena berlangsung di area pemeliharaan unggas dengan jumlah ternak yang mencapai puluhan ribu ekor.
Lokasi kejadian berada di Desa Glagahagung, wilayah Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Api melanda dua blok kandang ayam yang berada di kawasan tersebut pada waktu dini hari, ketika suasana masih gelap dan aktivitas di sekitar lokasi belum ramai. Dalam kejadian itu, dua blok kandang terdampak kebakaran dan ayam-ayam yang berada di dalamnya tidak dapat diselamatkan.
Jumlah ayam yang ikut terbakar mencapai 28 ribu ekor. Angka tersebut menunjukkan besarnya dampak kebakaran terhadap peternakan yang berada di lokasi kejadian. Kerugian utama dalam peristiwa ini terlihat dari hangusnya dua blok kandang serta hilangnya puluhan ribu ekor ayam. Kebakaran pada Minggu dini hari itu pun meninggalkan dampak besar bagi pemilik atau pengelola peternakan di Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi.
Dengan demikian, inti peristiwa ini adalah kebakaran yang melanda dua blok kandang ayam di Banyuwangi dan menghanguskan 28 ribu ekor ayam. Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu dini hari di Desa Glagahagung. Lokasi, waktu, serta jumlah ternak yang terdampak menjadi bagian penting dari laporan kebakaran ini karena menggambarkan skala peristiwa dan dampak langsung yang ditimbulkannya.
Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi, Salam Bikwanto, menyampaikan bahwa kebakaran dua blok kandang ayam tersebut diduga bermula dari korsleting listrik pada mesin pemanas DOC (day old chick). Peralatan itu digunakan untuk menjaga suhu anak ayam agar tetap hangat, terutama pada masa awal pemeliharaan.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 03.30 WIB. Pada saat itu, api diperkirakan sudah muncul di salah satu bagian kandang. Karena material bangunan dan perlengkapan di dalam kandang mudah terbakar, kobaran api dengan cepat membesar. Kondisi tersebut membuat petugas harus segera melakukan penanganan agar api tidak meluas ke area lain.
Menurut Salam, api kemudian merambat ke kandang yang berada di sisi barat dan timur dari titik awal kebakaran. Perambatan tersebut menyebabkan dua blok kandang terdampak dalam waktu relatif singkat. Upaya pemadaman dan penanganan dilakukan setelah laporan diterima, sementara petugas juga berusaha mengendalikan kobaran api agar tidak menjalar lebih jauh.
Mesin pemanas DOC menjadi salah satu peralatan penting dalam pemeliharaan anak ayam, tetapi penggunaannya memerlukan pengawasan terhadap instalasi dan sambungan listrik. Kendati demikian, dugaan korsleting pada peralatan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai penyebab final sebelum proses pemeriksaan selesai. Petugas dan pihak terkait masih menghimpun informasi untuk memastikan rangkaian kejadian kebakaran itu.
Penyebaran api berlangsung cepat karena struktur dua blok kandang ayam didominasi material yang mudah terbakar, yakni kayu dan bambu. Kedua bahan tersebut digunakan pada bagian utama bangunan, termasuk rangka dan elemen pendukung kandang. Ketika api mulai membesar, material kering itu membuat kobaran dengan cepat menjalar dari satu bagian ke bagian lain. Kondisi tersebut menyebabkan upaya pengendalian menjadi semakin sulit dan api segera meluas di area peternakan.
Dalam waktu singkat, seluruh bangunan kandang hangus terbakar. Tidak ada bagian utama dari dua blok kandang yang dapat diselamatkan setelah api melalap area tersebut. Kebakaran itu juga berdampak langsung terhadap sekitar 28 ribu ekor ayam yang berada di dalam kandang. Dengan demikian, kerugian yang muncul tidak hanya berkaitan dengan hilangnya populasi ternak, tetapi juga mencakup fasilitas yang menjadi tempat pemeliharaan ayam.
Sejumlah peralatan penting untuk mendukung kegiatan peternakan turut musnah dalam peristiwa tersebut. Aset yang terbakar lain genset, mesin pemanas DOC, dan blower. Peralatan-peralatan itu memiliki fungsi berbeda dalam operasional kandang, mulai dari menyediakan sumber listrik cadangan hingga menjaga kebutuhan pemanasan anak ayam dan sirkulasi udara. Kerusakan seluruh perlengkapan tersebut berpotensi menghambat kegiatan peternakan apabila operasional hendak dilanjutkan.
Selain bangunan dan mesin, api juga menghanguskan sekitar 10 ton pakan ayam yang tersimpan di area peternakan. Pakan dalam jumlah besar itu merupakan persediaan untuk menunjang pemeliharaan ayam, sehingga kehilangan tersebut menambah nilai kerugian material. Kebakaran ini memperlihatkan bahwa dampaknya mencakup seluruh unsur penting dalam usaha peternakan: ternak, kandang, peralatan operasional, serta persediaan pakan. Area yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan produksi pun mengalami kerusakan berat akibat kobaran api.
Setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, upaya penanganan segera difokuskan pada pengendalian api agar tidak merambat ke bagian kandang lain maupun bangunan di sekitar area. Petugas mengarahkan penyemprotan air ke titik-titik api yang masih menyala, terutama pada bagian kandang yang mengalami kerusakan paling parah. Kondisi material bangunan dan banyaknya bahan yang mudah terbakar membuat proses pemadaman dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan personel.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah tidak terlihat lagi kobaran, petugas melanjutkan penanganan dengan melakukan pendinginan. Tahap ini dilakukan untuk menurunkan suhu pada sisa bangunan, rangka, serta material yang terbakar sehingga bara tersembunyi tidak kembali memicu api. Pemeriksaan juga dilakukan secara menyeluruh pada area terdampak, termasuk bagian-bagian yang tertutup reruntuhan dan lokasi yang sulit dijangkau.
Pendinginan dan pemeriksaan menjadi bagian penting dalam penanganan karena masih terdapat kemungkinan munculnya titik panas setelah api utama dipadamkan. Petugas memastikan tidak ada bara yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali sebelum meninggalkan lokasi. Berdasarkan hasil pengecekan, seluruh proses penanganan dinyatakan selesai pada pukul 08.15 WIB. Area kejadian kemudian dipastikan berada dalam kondisi aman untuk proses pendataan dan penanganan lanjutan.
Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Namun, seluruh aset yang berada di dua blok kandang terdampak terbakar, termasuk bangunan dan 28 ribu ekor ayam. Kerusakan tersebut menimbulkan kerugian materiil yang cukup besar. Berdasarkan keterangan Salam Bikwanto, nilai kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai lebih dari Rp2,556 miliar. Besaran itu mencakup aset dan isi kandang yang terdampak dalam kejadian tersebut.

