Kebakaran Rumah di Pulogadung Tewaskan Dua Lansia

Kebakaran Rumah di Pulogadung Tewaskan Dua Lansia

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Kebakaran rumah terjadi pada Senin pagi di Jalan Drompol Nomor 4, RT 04/RW 17, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Peristiwa tersebut menyebabkan dua warga lanjut usia meninggal dunia. Kedua korban diketahui bernama Sintawati, berusia 90 tahun, dan Eka Ariyono, berusia 60 tahun.

Rumah yang terbakar merupakan milik Sintawati. Kobaran api melanda bangunan tersebut pada pagi hari dan mengakibatkan situasi darurat di lingkungan permukiman. Warga sekitar kemudian mengetahui adanya kebakaran dan upaya penanganan dilakukan untuk memadamkan api serta mengevakuasi penghuni rumah.

Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Suhudi, membenarkan adanya kebakaran yang menewaskan dua lansia tersebut. Ia menyampaikan bahwa lokasi kejadian berada di Jalan Drompol Nomor 4, Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, sedangkan rumah yang terbakar adalah milik Sintawati. Dalam peristiwa itu, Sintawati dan Eka Ariyono dinyatakan meninggal dunia.

Informasi mengenai kebakaran ini menambah catatan kecelakaan kebakaran di kawasan permukiman Jakarta Timur. Keberadaan dua korban berusia lanjut menjadi perhatian utama dalam penanganan kejadian tersebut. Petugas pemadam kebakaran menjalankan penanganan di lokasi, sementara keterangan mengenai penyebab kebakaran dan rangkaian kejadian selanjutnya menjadi bagian dari proses pemeriksaan pihak berwenang.

Kebakaran rumah di Pulogadung mulai diketahui setelah petugas keamanan lingkungan yang sedang melintas melihat kobaran api telah membesar. Situasi tersebut segera dilaporkan kepada pengurus RW setempat agar informasi dapat diteruskan kepada instansi yang berwenang. Laporan awal dari warga menjadi dasar untuk meminta bantuan pemadam kebakaran, mengingat api terlihat berkembang dan berpotensi menjalar ke bagian bangunan lain maupun rumah di sekitarnya.

Informasi mengenai kejadian itu diterima petugas pada pukul 10.37 WIB. Setelah menerima laporan, proses pengerahan personel dan armada dilakukan secara cepat. Satu unit mobil pemadam kebakaran diberangkatkan pada pukul 10.38 WIB, atau sekitar satu menit setelah informasi diterima. Kecepatan penyampaian laporan dari lingkungan warga menjadi bagian penting dalam respons awal, terutama untuk mengurangi risiko api meluas serta membuka kesempatan bagi petugas melakukan penanganan sedini mungkin.

Petugas kemudian menuju lokasi untuk memadamkan api dan memastikan kondisi bangunan yang terdampak. Berdasarkan informasi awal, luas bangunan yang terbakar diperkirakan sekitar 300 meter persegi. Ukuran area tersebut menunjukkan bahwa kebakaran memerlukan penanganan terukur, sekaligus koordinasi petugas pemadam, pengurus lingkungan, dan warga sekitar. Dalam situasi seperti ini, laporan dari orang yang pertama melihat kejadian dapat membantu petugas memperoleh gambaran awal mengenai lokasi, skala kebakaran, dan kebutuhan pengerahan armada. Warga juga diharapkan menyampaikan informasi secara jelas melalui pengurus setempat atau layanan darurat, tanpa mendekati sumber api, sehingga proses evakuasi dan pemadaman dapat berlangsung lebih aman.

Penanganan kebakaran rumah di Pulogadung dilakukan secara bertahap oleh petugas pemadam kebakaran setelah laporan diterima. Sebanyak 10 unit kendaraan pemadam dikerahkan ke lokasi dengan dukungan sekitar 50 personel. Pengerahan tersebut ditujukan untuk mempercepat pengendalian api, mencegah penyebaran ke bangunan di sekitar, serta memastikan proses evakuasi dan pemeriksaan di area terdampak dapat berlangsung secara terkoordinasi.

Petugas mulai melakukan pemadaman pada pukul 10.41 WIB. Dalam tahap awal, tim berupaya menekan kobaran api dari beberapa sisi sambil mengamankan area di sekitar rumah yang terbakar. Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi intensitas api dan membatasi kemungkinan munculnya titik kebakaran baru.

Sekitar pukul 11.05 WIB, api berhasil dilokalisasi. Kondisi ini menandakan bahwa kobaran tidak lagi meluas ke bagian lain di sekitar lokasi, meskipun petugas masih melanjutkan penyemprotan untuk memastikan sumber api benar-benar terkendali. Personel juga tetap melakukan pemantauan terhadap struktur bangunan dan area yang berpotensi menyimpan bara.

Setelah api dinyatakan terkendali, proses pendinginan dimulai pada pukul 11.31 WIB. Tahap ini dilakukan dengan menyiram bagian-bagian bangunan dan material yang masih memiliki suhu tinggi guna mencegah api kembali muncul. Pendinginan berlangsung hingga seluruh area diperiksa dan tidak ditemukan tanda-tanda kobaran lanjutan.

Seluruh penanganan kebakaran dinyatakan selesai sekitar pukul 12.26 WIB. Setelah pemadaman dan pendinginan rampung, situasi di lokasi dinyatakan aman. Petugas memastikan tidak ada lagi api maupun bara yang membahayakan sebelum mengakhiri operasi. Pengerahan 10 kendaraan dan sekitar 50 personel membantu proses pengendalian berlangsung secara terarah, mulai dari pemadaman awal, pelokalisasian, hingga pemeriksaan akhir di lokasi kejadian.

Petugas berhasil menyelamatkan empat kepala keluarga yang berada di lokasi kebakaran di Pulogadung. Secara keseluruhan, terdapat 25 jiwa yang berhasil dievakuasi dari area terdampak. Proses penyelamatan dilakukan setelah api diketahui membakar bagian rumah dan menimbulkan kepulan asap yang berpotensi membahayakan penghuni. Seluruh warga yang dievakuasi kemudian diarahkan menjauh dari titik kebakaran untuk memastikan keselamatan mereka selama proses pemadaman berlangsung.

Evakuasi tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran, terutama karena bangunan dihuni oleh beberapa keluarga. Petugas bersama pihak terkait melakukan pendataan terhadap penghuni untuk memastikan jumlah warga yang berada di dalam rumah sesuai dengan laporan awal. Pendataan juga dilakukan untuk mengetahui kondisi setiap keluarga setelah berhasil keluar dari lokasi. Informasi mengenai keselamatan 25 jiwa tersebut disampaikan dalam rangkaian penanganan kejadian kebakaran di kawasan Pulogadung.

Mengenai penyebab munculnya api, dugaan sementara mengarah pada fenomena kelistrikan. Namun, dugaan itu belum dapat dijadikan sebagai penyebab pasti kebakaran. Penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan oleh petugas berwenang untuk mengetahui sumber api serta rangkaian kejadian yang memicu kebakaran. Pemeriksaan tersebut diperlukan agar keterangan mengenai penyebab kejadian didasarkan pada temuan di lokasi, bukan hanya pada dugaan awal.

Petugas juga masih mengumpulkan informasi pendukung dari lokasi dan pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Setiap temuan akan menjadi bagian dari proses pemeriksaan untuk memastikan kronologi serta faktor yang menyebabkan api muncul dan menyebar. Selama proses itu berlangsung, informasi mengenai penyebab kebakaran tetap menunggu hasil penanganan dan pemeriksaan resmi.

Selain memastikan keselamatan penghuni dan memeriksa penyebab kebakaran, pihak terkait masih melakukan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan. Nilai kerugian akibat kebakaran tersebut masih dalam proses penghitungan. Besaran kerugian akan ditentukan setelah pendataan terhadap bangunan, barang, dan berbagai bagian lain yang terdampak selesai dilakukan.